Isyaroh

Isyaroh
lolos dari sergapan preman


__ADS_3

Bagian akhir epirode sebelumnya


Tapi tiba tiba ada orang dibelakang dua orang tersebut. Yang mengendarai motor berhasil menhadangku. Kemudian menghentikan aku, dengan menodongkan senjata tajamnya ke leherku.


Kulirik Isti sudah masuk bangunan polda, sudah aman pikirku.


Aku ikuti saja mau mereka.


" Ikut kami atau mati ! " Ancam orang itu.


" Ok, maukaliyan apa ? " tanyaku.


" Ikat dia cepat bawa ke markas. " Perintahnya pada yg lain.


Tiba tiba tengkukku ada yg memukul.


Buukk....


Tiba tiba gelap, aku tak sadar.


Aku tersadar sudah berada di sebuah gudang tua. Pengap kotor lembap dan bau.


" Dimana aku ini searang ? " bisikku dalam hati. Ah bekas pukulan di tengkukku masih agak nyeri. Aku duduk bersila mengatur nafas, bermeditasi. Menenangkan pikiran serta mengatur nafas dan peredaran darah.


Setelah beberapa saat aku bermeditasi, aku mencari Hp ku.


Tidak ada...? Waduh bahaya jika mereka membukanya. Ada no istriku, no Isti dll. Bisa disalah gunakan nanti.


Kemudian aku berusaha keluar dari tempat itu.


" Bisa gak buka password hp tersebut ? "


Ku dengar ada percakapan seseorang. Aku mendekati ruangan itu dengan mengendap.


Kuintip dulu,


Ada 3-5 orang yg disitu, mungkin menjaga aku biar gak kabur.


Aku pasang Telinga, berusaha mencuri dengar apa yg dibicarakan orang itu.


" Yg penting bisa Buka phone book nya. Kita catat no telpun istri dan temanya itu. ! " Sahut seorang lagi.


Owh jadi beneran Gembul itu seorang antek Germo yg mencari korban para gadis lugu. Gak bisa dibiarkan ini. Ku dengarkan betul arah pembicaraan orang orang itu. Sambil mengamati keadaan.


Rupanya gak ada yg lain, hanya tikus 5 Itu yg jaga. Berpikir sejenak cari Solusi.


...........


Isti POV


" Pak tolong mas Yasin di keroyok diluar ! " Isti coba minta bantuan Pak Polisi.


...flashback kejadin sebelumnya...


" Tenang mbak, duduk dulu baru cerita yg jelas ! " Kata petugas jaga teman pak Yadi.


" Teman saya dikeroyok diluar pak ! " Aku sebel dengan polisi itu.


Tiba tiba pak Yadi teman mas Yasin datang...!!!


" Ada apa Mbak, mas Yasin ke mana ? " Tanya pak Yadi.


" Itu dia pak, saat kami diwarung tadi lihat gerombolan orang. " Aku ceritakan kronlogisnya.


...Saat kami sedang ngobrol aku dan mas Yasin ngbrol. dan lihat serombongan orang yg gelagatnya tidak baik....


...MasYasin mmembisikan kepada idddr bilang ke Isti untuk segera kembali masuk ke polda. Setelah mas Yasin membayar makan kami pun meninggalkan warung. Tapi rombongan orang itu mengejar kami....


...Kemudian Aku disuruh lari duluan....


..." Kamu lari masuk cepat, biar kuhadang mereka ! " perintahnya pada Isti....


..." Tapi mereka banyak mas ! " kata Isti....


..." Udah jangan bandel cepat lari ! " mas berkata membentak." kata mas Yasin....


Kemudian Isti lari meninggalkan mas Yasin. Gak tahu keadaanya sekarang gimana.


Lantas pak Yadi dan kawanya keluar. Isti mengikuti dari belakang. Tempat dimana Isti lar tinggalkan mas Yasin.


" Sudah pada pergi, pak Yasin kemungkinan dibawa mereka ! " pak Yadi menjelaskan kemungkinan yg terjadi.


" Apa yg harus kita lakukan pak ? " polisi satunya bertanya ke pak Yadi.


" Kita tunggu dulu, beliau pak Yasin banyak akal. Lebih baik kita tanya ke Rofiq. Kemungkinan siapa pelakunya ! " kata pak Yadi.


...Isti Pov end...


...............


Di tempat pengurungan.

__ADS_1


Kembali kudengar percakapan para begundal itu.


Bawa ke counter HP saja. Barang kali bisa minta tolong bukain password. Sebelum boss datang nanti ! " Seru salah seorang.


" Siapa yg mau jln ? tempat ini jauh kemana mana. Lagian jagain itu orang juga. " Sahut orang yg satunya.


" Gini aja, diantara kita gak ada yg paham HP. Harus ada yg keluar ke counter. Dan ada yg jaga disini. " Orang yg mungkin ketua mereka membeberkan rencana.


Perkataan orang itu terhenti sejenak, mungkin sambil berpikir rencana apa yg akan dilakukan.


Keempatan itu aku gunakan mencari celah keluar dari tempat itu.


" Sebelum boss datang Hp itu harus sudah kebuka. Kamu Narwan, ke counter hp. Minta tlg bukain ini hp sekalian car makan. Bilang aja lupa sandinya yang lain tunggu disini ! " Jelas ketua atau pimpinanya tersebut.


Ah kesempatan, biar mereka mengira aku masih terikat di gudang itu. Aku cegat orang yg bernama eko itu. Tapi keluarnya lewat mana ini ??? tanyaku dalam hati.


Akhirnya, setelah mencari cari kutemukan pintu butulan yg sudah agak rusak. Lama gak digunakan sudah agak rapuh.


Aku berhasil keluar, kuraba tengkukku masih agak nyeri.


Kemana kira kira arah ke jln raya...?


Kalo gak salah ini kan masuk kecamatan tempat Arum ?


Dan ini daerah perbukitan, kalo ditarik garis lurus pas pasar Godean.


Aku cukup hafal tempat ini, tapi bagaimana aku bisa rebut Hp ku ? Kalo disini teman temanya denger pasti keroyok aku.


Kalo di jln, dia bisa teriaki aku rampok atau maling.


Apa kubiarkan saja hp itu, toh aku sudah lolos. Tapi begitu ingat mereka mau salin no istriku dan Isti. Tiba tiba darahku seperti mendidih, kuikuti orang tersebut.


Baiknya kutangkap saat di counter hp, kutuduh nyuri saja. Toh yg tahu sandinya aku, karena itu hp aku.


Dan benar, saat orang itu sampai di counter. Aku percepat langkahku, dan begitu sampai.


Orang itu kaget, hampir kabur untung ke jegal kakinya dan jatuh.


Orang yg ada pada ribut.


" Orang ini maling, buktinya HP saya di bawa dia. mau bobol password ! " kataku menjelaskan pada kerumunan warga. Yang semula ngira aku yg mau rampok.


" Maaf kita tidak mengenali kaliyan berdua. Buktikan dulu siapa yg benar ! " kata salah seorang yg disambut sorak dukungan membenarkan.


" Baik saya akan buktikan, orang ini adalah penjahat yg berbahaya. Barusan saya lepas dari aksi dia dan teman teman dia. Hp saya diambil, mau nyuri dokumen saya. Tapi tidak bisa membuka sandi.


Kemudian dibawa ke counter ini, mau minta tolong buka password." jelasku.


Kemudian seorang yg lain memanggil petugas counter.


" Betul pak, katanya lupa sandinya maka diminta bukain ! " jawab pagawai tersebut.


" Kamu bisa butikan itu hp kamu ? " tanya seseorang lagi.


Ternyata semakin banyak orang yg mengepung kami berdua. Kebetulan kataku dalan hati.


" Tentu bisa, no hp itu aku hafal, isi phone booknya sapa aja aku hafal.Bukan sekedar sandinya, bisa di buktikan ! " kataku mantab.


Kemudian pegawai conter mengambil hpku dan memuntaku memasukan sandi. Kemudian memintaku menyebutkan isi phone book di hpku. Kusebutkan 3 kontak.


Istriku dengan nickname my love


pak Yadi dengan nickname Polisi


Isti dengan nickname Best friend.


Kemudian kusuruh menghubungi pak Yadi sekalian.


Narwan utusan begundal begundal itu makin pucat tak berkutik.


Suara dering nada masuk terlebih dulu di dengar sebelum menghubungi pak Yadi. Aku mengira itu pasti Isti atau pak Yadi yg telpun. Ternyata bukan, justru telpun masuk dari pak Sastro pak lek nya Arum ! ! !


" Assalaamu ' alaikum pak Sastro, gimana kabarnya ? " Tanyaku di telpun pada pak sastro.


" wa ' alaikummussalaam mas Yasin. Saya mau ketemu ada perlu, bisa ketemu di mana mas Yasin ? " Suara pak Sastro di telpun.


" Ini kebetulan saya baru ada masalah di deket pasar godean. jenengan kesini saja saya share lok. " kataku ke pak sastro.


Kemudian setelah selesai telpun dengan pak Sastro aku telpun pak Yadi.


" Halo siapa ini ? " tanya pak Yadi.


" Saya Yasin pak Yadi, saya selamat dan ini pelakunya tertangkap 1 orang. Posisi saya masih digodean ini pak. Saya Share lok ya ! "


" Ok pak...


Nanti saya hubungi polisi terdekat untuk membantu sebelum saya sampai. " kata pak Yadi di telpun.


Saat itu warga yg hadir sudah percaya dengangku jika yg ku jatuhkan tadi adalah pencuri.


Tak lama kemudian pak Sastro yg datang lebih dulu.

__ADS_1


" Ada masalah apa mas Yasin ? " tanya pak Sastro padaku.


" Jenengan kenal to mbah... ? " tanya beberapa warga.


" iki kancaku, la ono opo ? " tanya balik pak Sastro.


Aku kemudian menjelaskan kronologis aku bisa sampai disitu.


Dan sekaligus aku sampaikan bahwa itu bukan sekedar mencuri HP tapi dia dan kelompoknya adalah penipu yg mencari wanita untuk dijebak ke prostitusi.


Sontak warga pun marah hampir menghajar orang itu. Untung mobil polisi segera datang. Dan polisi mengamankan Narwan.


" Bapak yg bernama pak Yasin ? " tanya seorang polisi.


" Betul pak ! " jawabku.


" Terimakasih atas kerja samanya, dan sebentar lagi akan kami urus. " kata polisi tersebut.


Tak lama setelah itu pak Yadi pun tiba. Berkoordinasi sesama polisi, untuk menangkap penculikku yg masih digudang kosong tadi.


Setelah selesai pak Yadi mendekati aku.


" Bapak pulang bareng saya saja nanti. " Kata pak Yadi.


" Gampang nanti pak, saya masih ada urusan dgn pak Sastro ini. " jawabku pada pak Yadi.


Pak Sastro ikut menimpali,


" Mas Yasin biar nanti saya yg antar pulang pak. Masih di butuhkan disini !" kata pak Sastro.


" Baiklah pak, tapi tolong hub Isti temen bapak. Dia sangat khawatir atas keselamatan bapak. " kata pak Yadi.


Setelah pak Yadi dan personil polisi lain berangkat menangkap teman teman Narwan. Aku diajak masuk warung oleh pak Sastro.


Kebetulan memang sudah kelaparan. Kami melanjutkan obrolan di warung, masih membahas peristiwa tadi.


Kami ngobrol sambil menunggu polisi tadi datang lagi


" Nanti kalo sudah selesai urusan ini, kita kerumah saya mas. Ada yg harus saya omongkan ! " kata pak Sastro.


" Owh iya pak, saya juga sudah kangen sama Sidiq ! " jawabku tak sadar secara spontan.


Untung pak Sastro tidak memperhatikan perubahan wajahku.


" Kebetulan mas, Sidiq juga sering nanyain mas. Dan saat ini juga Sidiq dan Ibunya nunggu mas Yasin di rumah ! " kata pak Sastro.


Aku agak terkesiap mendengar penjelasan pak Sastro.


Tapi aku berusaha tenang sambil menunggub hasil penangkapan.


" Iya pak, saya mau kok adopsi Sidiq jadi anak saya pak Sastro ! " kataku pada pak Sastro.


" Boleh saja mas, kalo ibunya berkenan. Nanti bisa kita bicarakan. ! " Sahut pak sastro.


" O iya pak, saya kasih kabar temen dulu sebentarcya ! " pintaku pada pak Sastro.


" Iya Silahkan mas. " jawabnya.


Aku tlp Isti.


",Assalaamu 'alaikum...


apa ini beneran mas Yasin ? "


Tanya Isti di telpun.


"wa ' alaikummussalaam.


" Iya Is aku cuma mau bilang aku gak papa. Kamu dan ibu kamu dirumah pak Yadi dulu. Biar semua aman. Nanti aju telpun lagi ya.


Assalaamu ' alaikum...."


Tanpa menunggu jawaban aku tutup telepun, karena aku melihat orang yg sempat serang aku di Polda tadi.


Aku hendak kejar tapi dia pakai motor ngebut.


Aku nunggu polisi datang lagi saja lah.


" Ada apa mas Yasin kok panik banget gitu !?"


" Tadi lihat orang yg mencelakai saya tadi sebelum di culik. " Kataku sambil atur nafas.


Tiba tiba sirine polisi datang.....!


...bersambung...


...Jangan Lupa...


...Like...


...Komen...

__ADS_1


...dan vote nya ya....


...Terimakasih...


__ADS_2