
Di kebun belakang rumah, meski sempit tak layak disebut kebun bagi warga dusun. Aku mulai memotong batang Anggur untuk di jadikan enterest ( sambungan bag atas ) juga menyiapkan dan memilih rootstock yg sudah tumbuh akarnya untung grafting.
Owh iya, hari ini ada janjian sama orang mau ke godean. berarti gak usah banyak banyak.
Sambil motongin batang anggur, sayup sayup kudengar rombongan ibu ibu itu masih menginterogasi Amir.
" Betah amat, kalo ngegosip bikin aku mau keluar gak jadi aja " gerutuku.
Sebenarnya ada yg harus kubeli, karena parafilm yg digunakan nyambung sudah menipis. Lihat isi dompet kok juga tinggal selembar, haddewh.
Owh iya, kemarin Amir kirim barang, pakai duit itu saja nanti.
Udah sepi.
Udah pada pulang kah...?
Aku melangkah menengok kedepan rumah. Tinggal Amir sendiri, aku samperin saja lah.
" Mir beli para film sana stock tinggal dikit. " pintaku.
" Njih pak, berapa gulung ? " jawab Amir
" Ada uang berapa yg kamu pegang ? " tanyaku.
" Delapan ratus lima puluh pak " jawab Amir.
" Beli satu aja, belum ada yg pesen jumlah banyak kan ? " tanyaku.
" Belum pak " jwabnya.
" Ya udah Satu dulu, sisanya kamu pegang buat kebutuhan mendadak. kalo kurang pinjam duit kios dulu, nanti aku mau keluar ! " kataku.
" Njih Pak..." sahut Amir.
Setelah Amir pergi aku masuk kerumah.
" Fatimah udah telpun belum ya, harusnya aku yg kasih kabar dulu.." kataku dalam hati.
Aku Cari Hp ku, ternyata batrei kosong harus di cas dulu. Wah pasti ngomel nih, ditambah dukungan dari sepupunya khotimah yg ganjen. Bisa bisa dikeroyok nih, susah memang menghadapi makhluk tuhan yg namanya Wanita.
Tapi gak ada wanita juga hidupku serasa hampa. Meski aku sering kali mengabaikanya.
Kadang jika urusanku banyak, aku suka lupa sekedar memberi perhatian kecil padanya. "Kayak orang pacaran saja " kadang aku berpikir begitu...!
Tapi gimana lagi, memang itu yg diinginkan wanita sebagai istri. Meski dia tahu bahkan yakin aku mencintainya dan menyayanginya. Kalo 3 hari gak ngucapin kata itu, sudah pasti sikapnya berbeda. Gak tahu sih, kalo yg lain...!?!
Tapi yg pasti itulah yg ku alami.
Kayaknya sudah cukup buat nyalain Hp, sambil tetap isi daya.
Kunyalakan hp, booting sebentar, begitu On.
Benerkan.
Panggilan tak terjawab 7 x
Dari istriku semua
wa Masuk 5 pesan
yg satu dr pak yadi, satunya dr pak sastro.
Pak sastro
Assalaamu 'alaikum.
Nanti jadi saya jemput jam 4 mas.
kujawab.
Ya Pak
Pak Yadi
" Pagi Pak...
pagi ini ada acara tidak, kalo tidak ada mbaah saya pingin ketemu jenengan.
Kalo bisa.
Ku Jawab
" Bisa pak "
Dari Fatimah...
"السلام علیكم و و
Mas semalam ditlp berkali kali kok gak di angkat ( 1 )
السلم علیكم
Mas kok hp gak aktif ? ( 2 )
السلم علیكم
Mas....??? ( 3 )
Apa maksutnya ya....?
Kutelpun saja ah.
Baru mau pencet udah telpun duluan lewat vc wa.
" Assalaamu 'alaikum sayangku.
Cintaku..."
*Wa 'alaikummussalam mas,, Suamiku yg selalu bikin Fatimah rindu !
Sampai semalaman nunggu tak ada kabar darimu pagi buta sampai gini hari baru On lagi, apakah sudah gak peduli lagi ? "
" udah ngomongnya say...? "
" habis mas gak ada kabar sama sekali sih ?
Fatimah khawatir tahu...?!
katanya semalam kehujanan, masuk angin gak ? "
" Aduh gantian dong ngomongnya, semalam hbs dr makam ketiduran terus hp gak sempat di isi, jd batreinya habis. ini sambil isi daya lihat..! "
" mang mas baru bangun, kok masih dikamar ? "
" Gak
ini sambil isi daya,kalo diruang depan takut didengar orang, td juga mau tlp kamu. "
"Ah yg bener mas...? "
( masa iya harus dijelasin sih )
"Ya beneran lah say..! "
" Owh kirain gak mikirin Fatimah lagi. "
( kadang aku ngerasa jengkel dengan sikap dia yg begini. So timbul sifat isengku )
"Memang gak mikirin kamu kok...! "
Iih mas kok gitu sih, masa di pikiran mas gak ada Fatimah ? "
( sewot sewot dah kamu )
" ya memang gak ada...! "
" terus...??? "
( kulihat wajahnya mulai tegang)
" Ya karena tempatmu itu di hatiku bukan dipikiranku....! "
( Jawabku ngakak nahan tawa lihat wajahnya...)
" Diiih mas suka bgt bikin Fatimah hampir nangis, tapi So Sweet banget sih mas..
Bikin Fatimah berbunga bunga...!"
" Jadi Haram kuadrat dong say...? "
" Kok haram ? "
"Bunga atau riba kan haram, hehehe...! "
" Yeee maksutnya bukan itu kali...!"
"Owh ya gimana kandunganmu ? "
" Alhamdulillah sehat mas. "
"Ajudan kamu mana gak kelihatan ? "
"Siapa ? Khotimah ? "
"Iya lah siapa lagi klo bukan ponakanmu yg super ganjen itu ! "
" Mas kangeeen...?!? "
__ADS_1
" Iya habis lucu sih, suka godain kalo kita lagi bicara mesra...! "
" Yaa emang gitu kok mas anaknya, tadi pagi pulang langsung berangkat kerja katanya. "
" Terus nanti nemenin kamu lg gak ? "
" Iya nanti pulang kerja mau kesini "
" Owh sukurlah..
yaudah mas ada janjian sama pak Yadi pagi ini."
"Kata Yuyut dulu mas mau diperiksa lagi setelah tiga hari. jadwalnya kan sekarang. "
" Bilang aja aku sudah pulih kok. " !
" jangan gitu mas, gak kangen sama Fatimah ?"
" Ya kangen lah, tapi kan pulang juga gak boleh gitu kan...? "
Iya sih hehehe...
tapi gak gitu kayak yg dulu juga gak papa, hehehe.....! "
" Diih mulai nakal ya sekarang ? "
"Kan mas yg ngajarin weeek...! "
" Yaudah cium dulu dong sayang."
" Emmhuuuuah...! "
" Emhhuuuuuuaaaahhhh "
" Assalamu'alaikum...! "
Wa ' alaikummussalam....
Usai telpun aku keluar kamar, mau lihat tanaman. Begitu buka pintu ternyata pak Yadi sudah di depan pintu. Wah jangan jangan denger aku telpun tadi nih. Secara telpun di kamar dekat pintu tapi gak papa lah, telpun istri ini.
" Eh pak Yadi, masuk pak sudah nunggu lama ya ? " tanyaku.
" Gak terlalu lama kok, telpun ibu ya pak, mesra banget " tanya balik pak Yadi.
" Iya pak, istri saya suka banget bicara begitu, kayak orang pacaran " sahutku.
" Malah bagus pak, dr pada istri saya gak bisa romantis "kata pak Yadi.
Lah kok mlh curhat sih... batinku.
" Masing masing orang pasti punya kekurangan pak, o iya semua berjalan sesuai rencana kan pak ? " tanyaku.
Kataku sok bijak, padahal pak Yadi tentu lebih paham, hihihi.
Sekedar asal ngomong, dari pada gak koment sebenarnya.
" Alhamdulillah pak, Lia dan Tuti aman, sesuai rencana kita. beberapa petugas khusus menjaga mereka pak " jawab pak Yadi
" Sejauh itu kah pak ? " tanyaku.
Tanyaku heran, sekedar melindungi ( maaf ) Dua orang LC sampai menerjunkan petugas. Dan disewakan fila.
" Betul pak, ini bukan kasus biasa, melibatkan Tokoh besar dan anaknya." jawab pak Yadi.
Owh ya pantas pikirku.
" Owh gitu ya pak, kalo tidak melibatkan tokoh besar gak sampai begitu ya pak ? " tanyaku lagi.
Tanpa sadar, pertanyaan itu muncul secara spontan. Aku jd gak enak lihat ekspresi wajah pak Yadi.
" Ya masalahnya,... kalo kasus biasa antar lc dan preman sudah terlalu sering pak. Kalo ini memang tokoh tsb sudah jadi TO lama. Tapi licin bagai belut, tidak ada bukti dan saksi yg bisa jadi bukti.
Makanya kalo kasus ini terbongkar, bisa menguak kasus yg lainya " terang pak Yadi.
Owalah Ternyata begitu...
Wah aku jadi kayak detektif Conan donk, mengungkap kasus besar yg tidak pernah bisa diungkap. tapi cuma kebetulan sih, hehehe...
" Ya baguslah pak, sekali mendayung 2 tiga pulau terlampaui.. o iya mau minum apa pak sampai lupa nih, hehehe... "
" Gak usah pak, kita berangkat sekarang saja gimana ? "
" Nanti pak, nunggu Amir belum pulang belanja, tak bikinin kopi klothok bentar pak..! Saya juga pingin ngopi..."
Kutuang air dua gelas ke panci kecil, panaskan hingga mendidih.
Masukan kopi sesuai selera untuk dua gelas. aduk hingga rata, tunggu 2-3 mnt eeh kok kaya bikin resep aja....!
"Susahnya jadi duda sementara ini pak, o iya gulanya masukin sendiri ya pak. soalnya kalo saya gak pernah pakai gula..." kataku.
" Gak kok biasa saja pak. " jawabku.
Sambil ngobrol nunggu Amir pulang, aku dan pak yadi menikmati kopi masing masing.
" Ngomong omong, kopinya merek apa ini pak..? Manteb banget rasanya..." tanya pak Yadi.
"Kopi biasa pak, beli di warung sekitar kita saja " jawabku.
" Kok beda ya pak, kayak kopi kopi di cafe cafe rasanya. beda sama kalo bikin dirumah..! " sahut pak Yadi.
"Cara bikinya pak yg mungkin beda, kalo kebanyakan orang. Bikin kopi Robusta dan Arabika caranya sama saja. jadi rasanya juga gitu gitu saja " jawabku.
" Loh pak Rois ini paham kopi juga ya ? " tanya pak Yadi.
"Gak paham bgt kok pak
hanya saya ini penikmat kopi. jadi lebih suka kopi tanpa gula " jawabku.
" Gak ada rencana bikin warung kopi pak ? " tanya pak Yadi.
"Ada sih tapi besuk, sekarang fokus tanaman dulu. Sudah ada sih rencana, bikin kopi khas Merapi. Di pedusunan, nanti warga yg nanam kopi. kita yg beli dengan harga yg baik, biar petani makmur juga. Nanti warga juga yg mengelola warung kopinya, bagi hasil kok malah ngomongin kopi sama bisnis ya pak... hahaha...! " candaku.
" Iya pak gak terasa malah pindah topik ? " kata psk Yadi.
" Nah itu Amir sudah datang, tapi habisin dulu pak kopinya. " kataku.
" Owh iya pak, sayang kalo gak habis. kapan kapan boleh ngopi lagi disini ya pak ? " tanya pak Yadi.
" Boleh sekalian besuk kalo jadi buka warung kopi, pak Yadi saya undang disaat Grand Opening, hehehe...! " kataku.
" Kapan itu pak,... " tanya pak Yadi serius.
" Kalo anak ketiga sudah lahir...! "
gurauku.
" Kan baru hamil pertama pak ? " tanya pak Yadi.
Pak yadi tampak serius menanggapi, padahal sekedar guyonan.
" Iya baru pertama lah pak, nikah belum lama juga, kalo anak keburu lahir dikira MBA dong..." candaku.
"Hahaha iya pak.. tapi serius pak pingin punya anak 3 ? " tanya pak Yadi lagi.
" Kalo memungkinkan malah lima pak, hehehe....! " sahuku.
" Gak dukung program KB dong pak. Kan semboyan KB Dua anak cukup ! " kata pak Yadi.
" Dukung kok pak.
Kalo semboyan KB Dua anak cukup.
Kalo anak saya lima, kan berarti
Lebih dari cukup.
Artinya kan makmur pak kalo lbh dari cukup...." gurauku.
Kami berdua pun tertawa lepas, bahkan kulihat pak yadi sampai pegangin perut.
Ah kayaknya kurang hiburan polisi satu ini, mungkin saking lurusnya kali.
Hmmm harus banyak dijak bercanda pak yadi ini, biar hidupnya gak monoton.
Kasihan wajahnya tampak selalu tegang.
" Aduh pak, saya sampai sakit perut dengerin lelucon bapak..." kata Pak Yadi.
" Makanya sering sering kemari pak biar awet muda. Jikka perlu istrinya diajak. Nanti saya dengan istri saya pak yadi dengan istri pak yadi ngumpul ngopi bareng sambil ngobrol santai " kataku.
" Beneran pak boleh ngajak istri ikut ngopi disini ? " tanya pak Yadi.
" Kenapa gak boleh, sekalian nanti biar istri pak yadi diajarin Fatimah bikin kopi seperti yg tadi pak " jawabku.
" Serius pak, saya kira itu resep rahasia bapak. kapan pak ? " ucap pak Yadi.
Pak yadi tampak begitu semangat, ah dasar kebiasaan ngurus kriminal. Wajah tegang terus batinku.
" Ya serius lah, gak ada rahasia pak siapa pun boleh belajar, bahkan kalo ada yg minat buka usaha saya siyap ngajarin. Kalo soal kapan nya. Yg jelas gak perlu nunggu anak ketiga saya lahir pak... hehehe..." candaku.
Dari awalnya serius mendengar perkataanku, akhirnya tawanya kembali pecah..
" Wah bapak ini... bener bener bikin saya tertawa lepas hari ini..." kata pak Yadi.
" Ya udah pak kita kerumah mbah Pak yadi sekarang yukk ! " ajakku.
"Owh iya ya pak, sampai lupa tujuan saya kemari." sahut pak Yadi.
__ADS_1
Aku berangkat bonceng pak yadi, setelah pamit ke Amir.
Ada rasa penasaran, ada apa mbah nya pak yadi pingin ketemu aku.
Dalam perjalanan pak Yadi masih mengulas seputar kopi dan gurauan gurauanku tadi.
Padahal dalam keseharianku selalu begitu. Tapi bagi pak Yadi itu obrolan yg baru pertama dia dengar sejak jad polisi. Ya iyalah.... secara yg dia hadapi orang orang bermasalah.
Kalo aku kan yg bermasalah diriku, wkaka... Hidup itu dibuat enteng sajalah, nikmati yg ada aja. Gak usah bayangin yg ada pada orang lain, bikin stress.
Apa lagi punya sifat hasut, cape sendiri.
Susah Melihat orang Senang
Senang Melihat orang Susah
Itu penyakit terparah lbh parah dari Corona.
Akhirnya sampailah Aku di sebuah rumah jawa kuno berbentuk joglo.
" Ini Rumah Simbah saya " kata pak Yadi.
"Owh mbah nya pak yadi masih kerabat keraton kah ? " tanyaku.
" Ah enggak kok.
cuma petani biasa saja " katapak Yadi.
Dari penampilan rumah ini, kalo bukan kerabat keraton, Apa ya ?
Bangunan kayu jati semua...
Dari bentuk rumah,penataan sampai jumlah tumpang sari ( semacam ornamen pada rumah joglo ) semua ada makna tersiratnya.
Didepan pintu gerbang ada sengkalan ( tulisan yg melambangkan tahun )
jemparinging brahmono nyirnaake jagat
(Panahnya Brahmana membunuh Dunia)
Panah itu kalo gak 7 ya 3
Brahmana mungkin 5
membunuh/ mati itu \= 0
Dunia \= 1
Ah sayangnya aku gak hafal simbol angkanya. nanti cari di google aja.
Simbol angka sengkalan, tapi karena nulis tahunya dibalik berarti rumah ini dibngun
1057 atau 1053 tua banget...?!?
" Mari pak masuk..." pinta pak Yadi
" Owh iya pak " kataku.
Aku diajak masuk dalam sebuah kamar, di ujung belakang pojok kiri rumah itu. Kamar yg tanpa cendela, tanpa ventilasi.
Orang jawa menyebut itu Senthong Kamar khusus, yg olrh orang dulu biasa digunakan meditsi dirumah. Dari ngebleng ( puasa 24jam ) Patigeni ( tidak boleh kena cahaya apapun ) dan masih banyak lagi.
Bau dupa / kemenyan tercium harum khas kemenyan jawa. Kulihat seorang kakek terbaring lemah, ditunggui anak Cuunya.
" Gilo sik mang padosi pun dugi...
( ini yg ditunggu sudah datang )
" Kon nyedak rene saiki "
( Suruh kesini sekarang )
Aku hentikan langkahku mempersilah kan pak yadi untuk mendekat mbah nya.
" monggo pak jenengan sik di tenggo "kata pak iya dong onnong
kata pak Uirtmari pak jenengan yg ditunggu .
Aku kaget gak percaya, masak nungguin aku.
" mriki lo pak, simbah pun nenggo awit enjing wau " kata ibu itu.
" mari sini pak, simbah sudah nunggu dari pagi tadi. " serusnya.
Sebenarnya aku bingung dan ragu, tapi karena sudah diminta mendekat aku bernikan diri mendekati kakek itu.
" Kados pundi mbah, wonten dawuh menopo ? "
( Gimana mbah, ada perintah apa )
Bicaranya kurang jelas, aku tidak faham
" ayyaakku iki waakeh ssik ngggon delik
" Pak tolong terjemahin saya tidak bisa menangkap bahasa simbah ! "
Pintaku pada pak Yadi, karena sudah cedal artikulasinya gak paham kalo bukan yg biasa menghadapi.
" Owh itu maksutnya "
"Awakku ki akeh sik nggondeli "
( badanku ( ruhnya ) banyak yg menggelayuti / menahan agar tidak keluar dari raga )
Aku benar benar kesulitan menagkap bicara kakek itu..
intinya yg ditangkep pak yadi, minta dibacakan Surah yasin dan surah at taubah. Dan atas permintaanya, harus aku sendiri yg memcanya
yasin 7 x dan Attaubah 1x
Iya lah aku sanggupin, kira kira butuh waktu 1 jam
Karena permintaan beliau juga yg lain disuruh keluar senthong.
"Nanti Satu jam kedepan masuk lagi ya pak ? "
Pesanku pada pak Yadi, dengan pertimbangan butuh waktu sekitar itu.
Karena surat taubah itu 1 juzz lebih dikit, kalo tambah yasin 7x kurang lbh 50mnt tambah doa ya 1 jam aku dikamar berdua dengan kakek itu.
Setelah aku tanya nama dan bin siapanya aku mulai melantunkan Ayat ayat quran.
Dan setelah selesai...
Pak yadi dan yg lain masuk,,
" Mohon maaf kita sama sama doakan mbah Guno Joyo nanti diaminkan bersama. "
Aku langsung membaca doa, dan saat selesi berdoa kakek itu batuk hebat.
Sehingga keluarga pak yadi semua mendekat, setelah batuknya berakhir kakek itu bicara.
" Aku ora popo, iki wis rodo lego "
Ahamdulillah.
( Aku gak papa, ini sudah agak lega )
Dengan ucapan yg sangat jelas, untuk ukuran seusia kakek itu.
" loh simbah saiki ngendikane malah soyo cetho "
lah simbah sekarang bicaranya malh makin jelas
"Alhamdulillah...."
teriak semuanya.
" matur nuwun nggih pak "
" bukan saya bu, itu kakek sendiri yg sudah tahu harus bagaimana"
" Ngger... mang mriki sekedap "
( Nak kesini sebentar )
" Njih mbah " kataku.
Aku mendekat, duduk di tepi ranjang.
" Kulo ajeng crito, sampeyan kedah mirengaken sakniki.
crito kulo rodo dowo boten nopo nopo nggih ? "
( Saya mau cerita, cerita saya panjanggak papa ya ? )
Saya mulai mendengarkan cerita mbah Gunojoyo..
Mulai dari cerita silsilahnya...
Sampai menyebut sebuah nama Jafar teman sekaligus sepupu jauhnya yg mati terbunuh saat mau sholat malam di masjid....
Loh itu kan Akung ku....
Berarti ??????
...bersambung...
__ADS_1