
" Sayang... Bapak ibu mu baik banget ya " kataku.
" Ya iyalah namanya juga sama anak " jawab Fatimah.
" Sama menantu juga baik kok. " kataku.
" Iya karena dulu pingin punya anak cowok, hak dulu masss dikit lagi ya...! ? " kata Fatimah suapin aku. Ternyata bahagia itu sederhana, cukup saling perhatian itu sudah sangat membahagiakan.
" Udah ah kenyang banget , mas mau tayamum. Cariin pasir pakai nampan " pintaku.
" Bentar, Fatimah bopong dulu arahkan ke kiblat " kata Fatimah.
" Gak usah sendiri aja, " kataku.
" Mas gak boleh banyak gerak dulu, Saraf dan uratnya baru dalam proses reposisi " kata Fatimah.
" Apaan tuh, reposisi ? " tanyaku.
" Tadi urat dan saraf mas banyak yg geser, barusan dibenerin Fatimah sama ibu, nanti biar disempurnakan yuyut " jelas Fatimah.
" Tapi mas lagi bugil, malu ah..." kataku.
" Terus kenapa ? Orang Fatimah dah lihat semuanya kok ! " jawabnya sambil senyum ya meski kita suami istri, tapi gak pernah berbugil ria. Saat hubungan intim sekalipun.
" Huu Dasar.. awas lain waktu gantian ku telanjangi " godaku.
" Ah gak akan ada kesempatan kalee, btw mas bekas lukanya kok byk banget sih. kirain cuma yg biasa nampak itu aja. hihi....!" goda Fatimah.
" Udah ah cepetan bantu, kok masih kaku banget ya badanku ? " tanyaku.
" Ya belum disempurnakan sama yuyut, nanti kalo yuyut dateng biar di sempurnakan " jawab fatimah.
" Udah menghadap kiblat, ambilin pasir.." pintaku.
" Iya mas, Fatimah ambil mukena sekalian mau Sholat dikamar ini. biar tetep jagain kamu mas " jawabnya.
" Iya deh...! " sahutku.
........
Selesai sholat kami kembali ngobrol...
" Mas... Kenapa mas gak jujur kalo ngalami luka parah gitu sih, ibu tadi marah katanya kalo terlambat bisa lumpuh. bahkan bisa meninggal. Kalo mas meninggal Fatimah gimana ? " tanya Fatimah.
" Aku kemarin memang ngalamin banyak masalah. Banyak mengalami pertarungan. Tapi gak tahu kalo ternyata separah itu ! " jawabku.
" O iya tadi ibu juga bilang, sudah ada yg kasih pertolongan banyak sebelumnya. Apa itu kang salim ? " tanya Fatimah.
" Salah satunya, " jawabku.
" Sama siapa " tanya Fatimah lagi.
" Abah guru kita " jawabku.
" Abah... Gimana ceritanya mas ? " tanya Fatimah penasaran.
Aku pun cerita, ketika malam saat digubuk. Dari mulai godaan berujut perempuan macan sampai dengan yg berujut dirinya. ( tapi yg berjut Arum aku sensor / edit. gak mauk cerita, hehehe...) dan terakhir si Japra yg kemudian membakar aku digubuk itu.
Dan proses saat aku diobati, Abah datang hingga kulitku pulih sempurna.
Fatimah sesenggukan nangis.
" Mas tahu gak ? Kalo tadi Fatimah gak mijitin mas, gak bakal ketahuan kalo mas sakit parah. Kalo ada apa apa sama mas, Fatimah gak bisa memaafkan diri sendiri. Karena ,udah maksa mas ngajak gitu..." ucapnya dalam tangis.
" Gak kok... kan aku juga ingin " jawabku.
Kami berdua terdiam.
Tiba tiba kedua mertuku masuk bersama nenek nenek? yg sudah bungkuk pakai tongkat. Tiba tiba Fatimah bangkit menyalami.
" Yuyut.... Tolongin suami fatimah " pinta Fatimah pakai bahasa ngapaknya.
" minggir aku lihat kaya apa suamimu " jawab Yuyut.
Begitu kira kira artinya, aku maksut tapi susah ngucapinya.
Lama nenek itu memandangi wajahku, kemudian turun sampai ke kakiku....!
Kemudian brkata :
" Bocah biyene bejujag kokean polah, saiki lagi ngrasakna akibat e...! " ucap Yuyut.
( Anak dulu banyak tingkah, sekarang baru merasakan akibatnya )
Sambil bicara gitu, tanganku di pegang dan di tarik pelan. Tahu tahu dihentakkan, badanku sampai hampir terangkat.
Aku gak ngira nenek bungkuk itu tenaganya luar biasa.
Kemudian tanganku yg satunya ,diperlakukan sama.
Kemudian kedua kakiku, terakhir kepalaku, di genggam tangan keriputnya.
Rasanya seperti mau di peras biar otaknya keluar.
Aku terus mengerang kesakitan, dan saat pusarku disentuh, dengan menyingkap selimutku. Hingga nyaris yg tertutup hanya organ intimku.
Aku terus mengerang, " Ampun yut.. yuyut ampun Sakit sekali yut..." erangku menahan sakit.
Aku mersakan pusarku yg disentuh jarinya seperti disulut bara besi yg lagi memerah.
Dan panasnya menjalar keseluruh tubuh.
Hingga keringatku keluar mbasahi seprei.
Selesai sudah.
Sungguh cara pengotan yg unik tapi manjur.
" Nduuk Fatim...
Lap kringet suamimu, terus mandi air dadap serep. nanti habis isya lanjut lagi. ! " kata Yuyut.
" Aduh makasih banyak yut..! " kataku.
" Gak usah bilang makasih, Kalo cucuku kau sakiti, aku patah patahin tulang tulangmu.." gertak Yuyut.
" Iya yut pasti yut..., " jawabku.
" Nyawamu hampir tak tertolong, jika Sesepuhmu kemarin tidak mengobatimu. Fatim masih punya pohon dadap serep ? " tanya Yuyut ke Fatimah.
" Masih yut...." jawab Fatimah.
" Mandiin suamimu di kamar mandi cu..! " perintah Yuyut.
" Saya mandi sendiri saja yut... ! " kataku.
Buuk... Tiba tiba tongkat nenek itu mampir di pundakku..
" Aduh.." aku sampai mengaduh
" Bandel" ucap Yuyut.
Tanpa bicara apapa lagi nenek itu keluar kamar.
.....
" Enak mas dipukulin yuyutku ? " gurau Fatimah.
" Waah Sakitnya luar biasa, sepert di kelupasin daging dari tulangnya. " jawabku.
" Mas sih bandel, bisa berdiri gak " tanya Fatimah.
" Aku coba dulu " jawabku.
Aku coba duduk dulu ditepi ranjang. Dengan berpegangan tembok mencoba berdiri, tapi otot ototku sakit semua.
" Aduh masih sakiit..." kataku.
" Yaudah aku papah yuuk " kata Fatimah.
Aah malu sebenarnya, tapi gimana lagi.
.....
" Enakan gak habis mandi...? " tanya Fatimah.
" Iya segeran dan ototku sudah gak nyeri, kayaknya udah bisa jalan sendiri sekarang " jawabku.
" Jangan dipaksaiin dulu mas " ucap Fatimah.
" Iya aku coba dulu.." sahutku.
Meski masih sedikit nyeri aku bisa jalan ke kamar sendiri.
" Yuyut mu masih kuat banget deh sayang..." ucapku.
" Ya giitu deh, galaknya minta ampun tapi " serunya.
" Iya... Nurun ke cucunya ya " godaku.
" Gak lah, emang Fatimah galak kah ? " protesnya.
" Dalam hal tertentu sih iya..." jawabku sambil pakai baju lengan longgar.
__ADS_1
" Aallaah Fatimah tau kok maksutnya, tapi sukak kan ? " godanya genit.
" Hemmm iya sih, suka banget malah " jawabku.
Kami berdua tertawa, tapi gak berani keras keras. takut diamuk Yuyut...!
Tiba tiba ibu masuk.
" Yuyut tadi bilang, habis Isya gak jadi diulang, tapi pesen ini disuruh pakai lulur. sama seperti yg tadi. Faham to Fat...? " kata ibu mertua.
" Iya..." sahut Fatimah.
..." Yuyut mana bu ? " tanyaku...
" Udah dianterin pulang bapak. Lain kali kalo ada masalah berat, jangan sungkan konsultas ke ibu atau bapak. Darah mudamu masih mendidih. Masih kurang kontrol.." kata ibu mertua.
" Ya bu " jawabku.
" Yaudah ibu keluar dulu...." kata ibu mertua.
" Udah denger sendiri ya mas, nanti malam dibalurin kayak tadi lagi. " ujar Fatimah.
" Iya.. Tapi jangan usil ya !" godaku.
" Terserah yg mau balurin dong " seru Fatimah.
Kami berdua tertawa bahagia.
....
" Mas buka sendiri dong pakainya, mau di lulurin.. " pinta Fatimah.
" Bukain dong sayang...! " kataku manja.
" Iih kok kumat nih manjanya...? " tegur istriku.
" Ya mumpung masih bisa bermanja ria..! " kataku.
" Jangan bilang gitu dong mas, jangan biikin hatiku sedih..." kata Fatimah.
" Loh maksutnya apa kok bikin hatimu sedih? Maksutku kan mumpung saat ini aku masih disini. besuk siang berangkat ke jogja.. ?! " kataku.
" Ya kirain gak gitu, soalnya tadi tu mas lukanya masih parah banget ! tadi aja Yuyut sampai bilang, kalo gak ditolong sesepuhmu. Nyawa mu gak akan tertolong. Kita semua panik tadi mas...? ! " kata Fatimah.
Pasti yg disebut sesepu itu Abah.
" Separah itukah ? " tanyaku.
" Iya... Mang bertarung gimana sih mas ? "tanya Fatimah.
Aku ceritakan ulang, ketika aku menuju pondok kang Salim.
Ketika aku terkena racun jerat sukma, kemudian bisa lepas setelah melantunkan surat Al Ishro' ayat 80 -82
Tapi mungkin saat, bertarung dengan Raja jin Sosro Sukmo yg kedua kali. Aku sempat terkena bubuk bibit sirep dan diserang dengan racun jerat sukma lagi. Namun berhasil aku tangkap, kemudian menghadapi ilmu pamungkas Raja jin itu gumbolo geni.
Mungkin juga saat aku menangkap racun jerat sukma itulah, ada segian racun yg mengenaiku.
Dan efeknya tidak langsung tapi menggerogoti urat dan sarafku pelan pelan.
" Jadi aku inget keika kamu bilang ingat pristiwa Ishro' mikroj itu. Setelah aku pikir pasti maksutnya surat Al ishro' itu "
" Owh gitu ya mas..." ujar Fatimah.
" Untung saja kamu dulu nyebut ishro' ishro' waktu itu " kataku.
" Kang Salim gimana Mas ? " tanya Fatimah.
" Beliau hanya memberi clue, Dan menyelamatkan aku dari perangkap jin jahat " kataku.
Tapi cerita tentang sukmini jelas aku sensor, hehehe....!
" Ya pantes aja Fatimah dirumah gak nyaman banget, Ternyata mas lagi ngalami kayak gitu. Nyambung perasaan kita mas berarti ? " kata Fatimah.
Nyambung perasaanya ???
Atau inikah alasan Abah menikahkan aku dengan Fatimah ini ?
Aku diberi tugas, dan kenyataanya Fatimah ini punya kelebihan dalam pengetahuan urat dan saraf.
Termasuk yuyut/ Neneknya Fatimah yg ikut bantu. Ibu nya Fatimah juga.
Bapaknya Fatimah juga berperan...?!
" O iya tadi apa nama daun yg digunakan buat mandi ? " tanyaku.
" Daun dadap serep mas, kenapa " tanya balik Fatimah.
" Serep itu artinya apa ya ? Kalo sirep yg dari kata bubuk bibit sirep. tolong tanyain ibu sayang ? Barang kali bisa jadi petunjuk ! " kataku.
" Mau tanya apa ? " kata ibu mertua.
Tiba tiba ibunya Fatimah muncul.
" Ini lo bu, artinya dadap serep terus artinya sirep, mas Yasin ini ternyata kena racun jerat sukma, bubuk bibit sirep dan senjata gumbolo geni "
Ibu mertua nampak kaget....?!?
" Lah kalo kamu terkena itu semua masih bisa selamat, berarti ada yg istimewa pada dirimu nak, kamu punya apa ? " tanya ibu mertuaku.
" Duh saya gak tahu bu malah " jawabku.
" Tadi yuyutmu ngasih daun dadap serep, buat menyerap racun sirep itu. Sirep itu juga termasuk racun. Tapi untuk racun jerat sukmanya kata Yuyutmu dibadanmu sudah ada penangkalnya. " kata ibu mertua.
Ibu mertua tampak mengingat ingat dulu.
" Sama tadi yuyut mu juga bilang, racun jerat sukma itu tidak bisa sembuh, kecuali pusat racun jerat sukma yg diserang itu sudah di ambil. Dan pusat racun disukmamu sudah diambil oleh kyai bersurban saat kamu pingsan. Sekaligus memberi penawar racun jerat sukmanya. maka tadi gak jadi dua kali diobati. " jelas ibu mertuaku.
Dalam hati aku berkata, pasti itu Abah.
" Tapi kamu harus tetap hati hati, meski sekarang di tubuhmu sudah ada penangkal racun itu." pesan ibu mertuaku.
Aku diam mendegarkan dengan seksama. Tampaknya ibu mertuaku ini faham juga dengan supra natural.
" Jadi ibu sudah tahu semuanya ? " tanyaku.
" Iya nak, dikasih tahu Yuyut tadi, termasuk langkahmu yg dulu pernah keliru dan melakukan taubat " kata ibu mertuaku.
Aku tak berani komentar tentang itu..
" Jujur ibu tadi sempat agak kecewa sama kamu, dengar cerita masa lalumu " lanjutnya.
Aku semakin deg degan....?
" Tapi melihat keseriusanmu dalam bertaubat dan bertabiat. Serta ibu lihat kamu dan Fatimah sudah begitu dalam cinta kalian. maka ibu memutuskan...."
Jantungku berdegub kencang.
" Ibu memutuskan untuk tetap menganggap mu sebagai menantu ibu dan bapak. Tapi ibu tetap mohon, jangan pernah sekalipun kecewakan Fatimah..." ucap beliau.
"Insya Allah bu, matur nuwun. Saya akan lindungi sayangi dan cintai Fatimah dengan segenap jiwa raga saya bu " ucapku.
" Iya nak ibu percaya, ibu hanya mengingatkan dan menegaskan. Buat kamu Fatimah. Cintai Suamimu yg sekarang, pandang suamimu yg sekarang. Jangan pedulikan masa lalunya.....!" pesan ibu mertua untuk Fatimah istriku.
" Iya bu Fatimah sudah tahu kok, Suamiku punya masa lalu yg kelam. " jawab Fatimah.
Kamu belum tahu secara komplit istriku, kataku dalam hati....?!?
" Ya sukurlah, satu hal lagi. Sebenarnya ibu agak risih mau bilang.
Tapi demi kebaikan kalian terpaksa ibu ngomong " ucap beliau.
" Apa sih bu, Fatimah penasaran? " tanya Fatimah.
" Suamimu barusan diobati, dalam beberapa hari ini, endapan racun akan keluar melalui alat vital nya. Minimal dalam satu minggu kalian jangan berubungan intim dulu. karena kalo dilanggar, akan meracuni kamu dan anak dalam kandunganmu...." kata ibu mertuaku.
" Njih bu, saya lbh mengutamakan keselamatan anak dan istri saya buk " jawabku.
" Ya nak aku percaya, dan demi kesehatanmu juga, dalam satu minggu ini jangan dulu menggunakan tenaga berlebihan. termasuk tidak boleh kontak fisik atau berantem hindari itu." ucab ibu mertuaku.
" Njih bu..." jawabku.
" Yaudah sudah malam istirahat dulu. ingat jangan gituan dulu.." ulangnya.
" Iya bu lah, jangan diulang ulang Fatimah isin. " jawab Fatimah.
Ibu hanya tersenyum.
" Ibu juga pernah muda, tahu seusia kalian itu lagi getol getolnya. Tak kasih tips aja, kalo memang kalian gak kuat malam ini. boleh bermesraan tapi gak boleh sampai hubungan intim, paham kan ?" ucap ibu mertuaku.
" Njih bu, paham " jawabku.
" Ya udah ibu mau istirahat dulu ! " ucap beliu.
...................
" Paham kan sayang ? " tanyaku.
" Apa sih maksut tips ibu mas ? " tanya Fatimah.
" Boleh cium, boleh peluk tapi gak boleh sampai gitu..." kataku.
" Dih ya mending gak usah, takut gak nahan, terus kebablasan, kan tanggung banget kalo gitu doang ?" jawab Fatimah.
__ADS_1
" Kamu polos banget sih sayang, sini aku peluk.." kataku.
" Mas aku takut terbawa gairah gak bisa nahan..." protesnya.
"Mas jamin gak deh.." jawabku.
Karena aku kesulitan menjelaskan dengan kata kata, malam itu aku memberi pemahaman pada Fatimah dengan contoh. Agar faham, dan dia tetap or****e . Sementar aku sendiri gak merasa harus.
..........
Aku bangun sudah adzan subuh, kulihat istriku sudah bangun. Aku sudah merasa segar sekarang, sejak mandi daun dadap serep dan setelah diluluri rempah semalam sudah tidak merasa nyeri. Dan pagi ini aku meras fresh, meski gak boleh kecapaian
................
Setelah subuh aku mencoba melakukan gerakan gerakan ringan untuk meregangkan otot.
Rasanya sudah tidak ada masalah, tapi aku tetap hanya melakukan gerakan ringan saja.
Tahu tahu Fatimah sudah disampingku.
" Udah istirahat dulu, kopi sudah siap mas, jangan kecapaian." katnya.
Kata Fatimah sambil senyum senyum
" Iya makasih, cuma meregangkan otot saja. kayaknya bahagia bgt kenapa ? " tanyaku.
" Karena dapat ilmu baru dari mas " jawabnya.
" Ilmu apa " tanyaku sambil jln ku gandeng tanganya.
" Ilmu semalam, hihihi..." jawab Fatimah genit.
" Awas ketagihan loh nanti " ujarku.
" Kan ada mas " katanya polos.
Kami pun tertawa sambil bergandengan tangan masuk rumah.
Benar, kopi dan camilan sudah siap di meja. Kami ngopi sambil ngobrol seluruh keluarga. Karena hari itu kedua mertuaku gak kemana mana. Kios gak buka, khusus nungguin menantunya yg sebenarnya sudah sehat.
Tengah asik ngobrol, terdengar salam.
" Assalaamu ' alaikum.." suara tamu datang.
" Wa 'alaikummussalam.."
Jawab kami kompak.
Ternyata yg dateng yuyut dianter gadis Sebaya Fatimah.
Setelah masuk kami menyambut Yuyut dan cium tangan hormat.
" Duduk yut..." kataku sambil gandeng yuyut.
Tiba tiba gadis itu nyeletuk.
" Aku gak disuruh duduk mas...! ? "
Aku kaget, tak lihatin siapa ya, tanyaku dalam hati.
Tiba tiba Fatimah nyeletuk.
" Palingan lupa itu sama kamu khot..! " kata Fatimah.
" Masa sih, Baru kemarin ketemu sudah lupa ? iya mungkin juga sih mbak, kan yg di inget cuma mbak Fatim aja " canda gadis itu api aku masih belum inget juga...???
" Inget belum mas ? " tanya dia.
Fatimah menepuk pundakku.
" Siapa sih ? " kataku setengah berbisik
" Udah mbak Fatim, gak inget juga gak papa... yg penting sama mbak Fatim tetep inget dan tetep Sayang kan ? " katanya.
Aku jadi inget, dia ini sepupu Fatimah yg kerja di Rumah makan Padang itu.
" Owh iya maaf baru inget sekarang, Sepupu Fatimah ya ? yg ketemu waktu itu...? " kataku.
" Bukan sepupu Fatimah, katanya panggilanya Sayang bukan Fatimah " godanya.
Ah ni anak baru ketemu sekali aja udah berani ngledek.
" Hehehe iya sih.. sepupunya sayangku ini kan, namanya Khotimah ya ? " ucapku sambil peluk Fatimah.
" Jangan ganjen ah, depan yuyut juga iih.." protes Fatimah.
" Tumben pakai istilah ganjen biasanya genit...? " jawabku.
" Yut Cucu menantumu pukul lg aja yut, godain Khotimah di depanku itu yut.." seru Fatimah
" Dih gak yut... ampun" sergahku.
Aku senggol Fatimah yg senyum senyum puas ngeledekin aku.
" Sini lihat tanganmu..." kata Yuyut padaku.
Yuyut langsung tarik tanganku, dan menekan titik titik nadi dan urat tertentu ditanganku.
" Gimana yut ? " bapak mertuaku yg bertanya.
" Mantumu ini kayak punya banyak cadangan nyawa aja. hmmm.. Racun sudah luntur semua. bentar lagi kamu masuk kamar mandi ya cu ! "
Kata Yuyut padaku sambil menekan ujung jari telunjukku.
" Aduh ampun yut... cucu mantu gak tahan mau...."
Belum selesai bicara yuyut lgsung berkata...
"Yaudah pipis sana, nanti laporan warnanya apa " kata Yuyut.
Aku sudah gak sempat jawab, langsung lari masuk kamar mandi.
Saat buang air kecil terasa panas dan perih...dan warnanya merah kehitaman.
Setelah membersihkan tangan dan mengguyur ? Kok kaya kental seperti darah? Sampai berkali kali diguyur baru bisa hilang dan maaf baunya bukan p****g tapi hanyir / amis darah
Setelah diruang tamu, aku ceritakan kejadian tadi ke yuyut.
" Iya.... Yang hebat gurumu itu.
Kalo gak ditangani dia, kamu sudah mati, kalo kamu mati cucuku Fatimah jadi Janda. Tak gali kuburmu tak bunuh biar mati dua kali...! " gertak Yuyut.
" Udah kamu dah sehat, 3 hari kedepan racunya sudah bisa bersih. 3 hari lagi aku kesini lagi, cek racun mu " kata Yuyut.
" Iya yut " jawabku.
" Tadi pagi kan udah buang air kecil mas, kayak gitu gak ? " tanya Faimah.
" Gak tuh... biasa aja ? ! " jawabku.
" Ya kalo tadi pagi masih tak kunci, barusan ini ku buka. Takutnya td malam kalian malah kelonan, hehehe..." kata Yuyut terkekeh.
" Ah yuyut ki, Khotimah pingin loh nanti " kata Fatimah.
" Belum mbak, cariin dong, yg sayang istri kaya suamimu. Mbak fatim kok pinter pilihnya ? " kata Khotimah.
" Aah ogah cari sendiri, yg ini dah limited edition, hehehe " gurau Fatimah.
Ku pites hidung Fatimah yg macung itu.
" Kamu anggap aku buatan pabrik limited edition " protesku.
" Udah diem....
Fatimah pagi ini juga suamimu suruh pulang ke jogja... " ujar Yuyut.
Semua terkejut mendengar itu, mikirnya nenek marah aku diusir...!
"Kenapa nek, apa salah saya sama Fatimah atau yuyut atau dik Khotimah " tanyaku.
" Gak....Kamu harus segera pulang, selesaikan tugasmu. jika ada masalah berat jemput yuyut kesana ya " ujarnya.
" Iya yut saya berangkat sekarang...." kataku.
" Tapi mass...." protes Fatimah.
" Udah kamu tenang sayang, sudah denger dari yuyut kan ? Bantu mas siyap siyap sekarang. mumpung semua kumpul. aku bisa pamitan ke semuanya." ucapku.
Setelah semua yg kubutuhkan siap, aku pamit ke semua. terakhir ke Fatimah istriku.
" Mas hati hati...
Aku mnunggu dan merindukanmu disini " kata Fatimah.
" Iya sayang mas akan kembali untukmu " jawabku.
Kukecup kening istriku, rupanya khotimah sepupu istriku memperhatikan kami,
" Ehhemm " dia berdehem aku hanya senyum, sementara Fatimah masih sedih.
"assalamu ' alaikum..." pamitku.
...****bersambung****...
__ADS_1
episode berikutnya dengan judul
...Jadi tertuduh pembunuhan...