Isyaroh

Isyaroh
Disidang Tomas ( Tokoh Masarakat )


__ADS_3

"Jenengan menapanipun Jafar Sanjaya mbah ? "


"Jenengan apanya Jafar Sanjaya mbah ? " tanyaku.


"Nggih konco nggih tasih sederek tebih "


" ya temen ya saudara jauh " jawab mbah guno.


" Kulo niki putune Jafar Sajaya, niko mbah saking ibu kulo "


" Saya ini cucunya, beliau mbah dari ibu saya. Kakek dr ibu saya." jelasku.


"Owalah berarti putuku ugo ngger. ! "


owh berarti cucuku juga nak. kata mbah Guno.


Berkata begitu sambil peluk aku..


Akupun baru tahu jika beliau mbah Guno joyo sahabat Akungku yg terbunuh.


juga masih ada hub saudara meski jauh


Kemudian beliau mbah Guno memberi petuah banyak yg antara lain adalah :


Pemahaman budaya jawa yg ditinjau dari kaca mata Islam. Karena beliau ini adalah, orang jawa yg kental budayanya namun juga tekun ibadah solat 5 waktunya. Aku mendengarkan dengan sangat serius. Karena aku memang suka budaya budaya Nusantara khususnya jawa.


Adapun percakapanya langsung aku translate ke bahasa Indonesia. Kecuali yg merupakan Istilah yg hanya ada dlm bahasa jawa. Adapun wejngan / Nasehat / Petuah beliau adalah sebagai berikut :


" Nak budaya jawa ataupun budaya lainya itu sarat dengan Nuansa Islami.


Jadi kamu yg pernah belajar ngaji quran, dan ngaji kitab. jangan mudah menuduh budaya itu sirik.


contohnya, kenapa aku suka bakar dupa / kemenyan, itu semata simbah suka dengan wewangian.


Dan dari kecil wewangian yg akrab dngan simbah adalah wangi kemenyan.


Tidak ada hubunganya dengan undang mengundang jin.


Meskipun ada juga, yg menganggap bakar dupa / kemenyan itu untuk mengundang jin. Tapi tidak dengan simbah.


Dulu saat para wali songo, atau sunan kalijogo pentas wayang untuk dakwah. Juga sering bakar kemenyan, pertama untuk Isyaroh / Isyarat letak pentas wayangnya dimana.


Yang kedua menghormati aliran kepercayaan lain ( agama ) Yg ada waktu itu.


Agar ajaran Islam bisa tersampaikan


Dan wayang itu kenapa disebut *Ringgit* ( sebutan lain dari wayang ) itu dari kata sunan Giri sik nganggit . maka disebut wayang. ( Sunan giri yg membuat / mengkonsep. )


Maka Pandawa Lima itu adalah, gambaran Rukun Islam.


1. Yudistira / Puntadewa


Digambarkan Ksatria yg mempunyai Senjata jamus kalimosodo. *Maksutnya Rukun Islam Pertama adalah membaca kalimat Syahadat \= Kalimo sodo


2. Bimo / Wrekudoro


Digambarkan Kstria yg brdiri terus tidak bisa duduk dan tidak bisa boso kromo ( *bahasa jawa halus ). Itu adalah gambaran Rukun Islam yg kedua yaitu Solat. yg wajib di dirikan. Dan Harus dilafadzkan dalam bahasa Arab tidak boleh bahasa lain. Makanya Bima Digambarkan tidak bisa boso kromo.


3. Permadi / Janoko


Janoko dari kata Jannah atau surga.


Ksatria yg gentur tapane ( Sering riyadhoh / Prihatin / Puasa.


Itu rukun Islam ke 3.


4&5 Adalah Nakula & Sadewa


Kstria kembar yg menggambarkan Rukun Islam ke 4& Ke 5. Sebagai rukun Islam yg sama sama menggunakan biaya atau mengeluarkan dana. Maka diibaratkan satria* kembar.


Selanjutnya tentang makna Simbolis yg sering dilakukan masyarakat Indseia khususnya jawa.


Tumpeng


\= Tumuju marang Pengeran


qul inna sholati wanusuki wa mahyaya wa mamaty lillahi robbil ' alamin.


katakan sesungguhnya Sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta Alam.


Agara orang tahu...


Sangkan Paraning dumadi


asalnya ( dan ) Tujuanya dijadikan / di ciptakan


Sehingga Orang tidak salah jalan ketika ingat itu. Karena akan berpikir ketika mau berbuat jahat.


Akan ingat ayat tersebut, dan ayat


inna lillahi wa inna ilaihi roji'un


Sesungguhnya oleh Allah lah kita ( diciptakan ) dan sesungguhnya kepada Allah lah kita akan kembali.


jika manusia ingat terus hal itu, maka tidak lah dia akan berbuat jahat.


Jika ada orang berbuat jahat, maka dia lupa *sangkan paraning dumadi*


Maka agar ingat dibuatlah budaya Tumpeng sebagai simbol biar ingat.


Begitulah wejangan mbah Guno, selain juga memberi makna filosofis yg lain tentang apa itu maksut :


*Ketan kolak apem dalam selamatan orang meninggal, apa itu kenduri dll*.


Terakhir mbah Guno menyampaikan,


Kenapa para wali dulu menggunakan simbol simbol dalam dakwahnya.


alasanya karena :


Saat itu org tidak kenal Islam sama sekali. Kalo menggunakan istilah arab akan sulit diterima.


Jangankan ayat seperti di atas, yg cukup panjang.


Diajarin bacaan hauqola saja


( Laa haula wa laa Quwata illa billah )


Yang keluar dari mulut orang jawa waktu itu, adalah


wolo wolo kuwato


Dan masih banyak sekali contohnya.


Aku mendengarkan dengan khusuk, ini sangat berharga bagiku.


Entah berapa lama beliau membeberkan hal tersebut.


Pesan beliau terakhir,


" Suk malem jumat, aku wacakno doa sayidina Akassa "


( Besuk mlm jumat, aku minta dibacakan doa Sayidina Akassa )


Doa Sayidina Akassa ??? Pikirku dalam hati Apakah simbah ini banyak pegangan khodam. Sehingga minta dibacakan doa itu.


" Insya Allah mbah." jawabku singkat.


Dan tak terasa sampai adzan dhuhur pum berkumandang.


Lalu aku pamit sholat dhuhur di mushola kampung itu.


Seusai Sholat dari mushola, aku hendak pamit pulang. Tapi ditahan seluruh keluarga besar pak Yadi.


Diminta untuk makan siang dulu, aku berusaha menolak. Tapi gak berhasil, karena pak Yadi gak mau nganter kalo aku gak makan siang dulu.


Akhirnya aku ikut makan siang juga.


" Maaf pak Yadi, lain kali gak usah repot repot gini pak jadi gak enak saya." kataku.

__ADS_1


" Gak pak, saya yg makasih. O iya ini istri saya namanya Siska. yg dua tadi ibu dan adik saya. " jelas pak Yadi.


" Owh ya, maaf ya mbak bikin repot " kataku mengawali obrolan.


"Tidak kok..." jawabnya singkat.


Ya pantes pak yadi bilang istrinya gak bisa romantis. Orangnya kaku, perlu diterapi nih, pikirku.


" Mbak siska Asli mana ? " tanyaku mencoba cairkan kekakuanya.


" Asli Turi " jawabnya singkat.


Buset tanpa ekspresi sama sekali.


" Wah panghasil salak pondoh ya mbak, punya berapa banyak kebun salaknya ? " pancingku.


" Gak, bapak ibu saya bukan tani salak" jawabnya.


Wajahnya sih cantik, tapi kalo gak punya ekspresi wajah gitu ya memang ngebosenin juga.


Aku yg baru bentar ketemu aja sebenernya bosen, up's keceplosan. Bingung juga mesti mulai dr mana.


" O iya mbak, saya sama pak Yadi punya rencana ngopi dan ngobrol bareng antar keluarga kita. Kira kira menurut mbak siska, Bikin acara apa biar seru. Misal kita bikin game, merayu pasangan masing masing. Nanti pasangan yg kalah dihukum masakin menu yg diminta pasangan yg menang gitu gimana mbak ? " pancinganku ke dia.


Agar bisa mengutarakan pendapat, biar gak kayak robot, hihihi.


" Saya gk bisa merayu.. pasti kalah nanti." jawabnya lumayan ada ekspresi.


" Ya biar pak yadi yg merayu, nanti mbak Siska tinggal merespon atau menjawab rayuanya saja kan bisa " bujukku.


" Gak biasa, susah ? " katanya


" Ya dibiasakan lah mbak, mulai sekarang belajar. bukan apa apa, saat kita tua nanti yg kita butuhkan dari pasangan hanya perhatian dan kasih sayang. Maaf setelah kita jd kakek kakek dan nenek nenek, mau dengan apa kita menunjukkan kasih sayang kita ? kalo tidak dengan kata kata perhatian dan kasih sayang ?" jelasku.


Istri pak Yadi mulai berpikir, pak Yadi nya senyum senyum saja.


" iya mungkin karena gak terbiasa jadi malu. Kadang malah merasa risih gimana, sudah punya anak kayak pacaran." jawabanya cukup terpancing.


Aaah akhirnya bisa ngomong juga, bahkan ada ekspresi sedih di wajahnya.


" Iya sih mbak, tentu kata katanya beda dengan orang pacaran lah " jawabku.


" Ya itu saya gak punya kosa kata banyak " ujarnya.


" Ya dicoba sambil belajar, mbak " terangku.


" Tapi susah karena gak terbiasa jadi malu..." jawabnya.


" Ya rasa malu itu jadikan modal, anggap saja mbak Siska dan pak Yadi ini belum nikah. Baru sama sama jatuh cinta. Coba praktekan nanti, mbak Siska dan pak Yadi pura pura pdkt." usulku ke mbak Siska.


" Pura puranya pak Yadi lagi nembak mbak Siska, terus mbak Siska menerima cinta pak Yadi. " lanjutku.


Aku sebenarnya asal ngomong saja sih, tapi kayaknya sedikit ngaruh.


" Iya coba nanti, Pak e piye " tanyanya ke suaminya.


" Maaf mbak, kalimat tanya ke pak Yadi dirubah gini, " Iya pah atau mas nanti coba rayu aku ya ?" kataku.


Mbak Siska nyoba berulang ulang tapi selalu tertawa sebelum selesi bicara.


" Ya sudah mungkin malu ada saya, nanti dicoba lagi. Terimaksih Jamuan makan siangnya. Saya mau mohon pamit, masih ada janjian dengan seseorang." pamitku.


" Owh ya pak sama sama, mari saya antar sekarang. " kata pak Yadi.


Mbak Siska hanya senyum dan mengangguk, ok lumayan ada perubahan. Selanjutnya adalah tugas suaminya, semoga mereka berdua tambah mesra tambah harmonis.


Aku pulang dibawain buah banyak banget.


" Aduh pak gak usah begini pak yadi, saya kan tinggal sendirian saat ini " kataku.


" Gak papa bawa saja "eh mbak siska ikut ngomong


" Ya sudah saya mau bawa, tapi lain kali saya tidak mau begini lgi mbak. " jawabku.


" Iya " jawab mbak siska.


Diantar pak Yadi dengan motornya, dijalan tak henti hentinya bilang makasih.


"Selanjutnya ya tugas pak Yadi untuk membentuk karakter istri, saya hanya memberi stimulant saja " kataku.


Dan akhirnya sampai juga dirumah.


Pak Yadi langsung pamit pulang. Aku juga tidak menahanya, sapa tahu mau lgsg praktek ngrayu istrinya, hihihi.


Aku taruh buah di kulkas sebagian ku berikan ke Amir. Aku dikit aja, cuma sendirian.Paling juga buat anak anak yg ngaji dan mujahadah.


Kuambil 1 buah pir untuk kumakan di ruang mujahadah, setelah kusisihkan buat Amir.


Sambil makan buka hp, ah wa istri dulu.


" Hai sayang..." kubuka dengan chat..


" mas kok gak pakai salam...! "


" Owh iya lupa assalaamu ' alaikum.... Sayangku.... istri solehah..! "


" Wa'alaikummussalam imamku yg soleh....


" baru apa nich say...?


"Kok gak vc aja sih mas ?


" Kalo vc gak bisa nanya baru ngapain dah kelihatan.


" Hehehe.. bisaan deh mgeles...


mang mas lagi ngapain dan habis ngapain ?


" Baru wa nan sama istri tercinta, habis menahan rindukku untukmu."


" Ah sukanya ngegombalin cewek ya ?"


" Bagusan juga ngegombalin cewek, dari pads nglepasin gombalnya cewek...! "


" Kok nglepasin gombal cewek ?


" Gombal itu kan artinya kain ? Hihihi...! "


" Yee maunya... Udah maem blum mas ? "


" Udah td diajak makan siang dirumah pak yadi. Sayang udah maem belum ?"


" Udah dong mas...! "


" Sama apa dan siapa ? "


" maem sop jagung sendirian "


" Tumben sendirian...! "


" iya, Khotimah kerja..."


" Ok say..


aku ada acara sore ini, doakan ya biar lancar. "


" Aamiin


sun dulu mas..! "


Emmmhhuuuah...


" Emmhhhhuaah..


Baru saja meletakkan Hp ada motor dateng. Ternyata Pak RT...


" Assalaamu 'alaikum...


" Wa'alaikummussalaam...

__ADS_1


Masuk pak Rt...! "


" Iya pak,


Ini pak, mohon maaf. Saya disuruh menghantarkan undangan. buat besuk malam " kata pak RT.


" Owh njih makasih pak RT ! " jawabku.


" Itu hasil musyawarah pak, saya tidak bisa apa apa " kata pak RT lanjut.


" Udah Pak RT tenang saja, cepat atau lambat akan kelihatan mana haq mana bathil. Itu sudah janji Allah. "


" Iya pak, kalo gitu saya permisi dulu pak. "


" Owh njih Pak RT "


Setelah Pak RT pulang Aku baca lagi undangan tersebut.


...UNDANGAN...


...السلام علیكم و و...


Dengan adanya berita yg tidak baik, yang beredar luas hingga keluar dusun. Dimana berita tidak baik itu menyangkut Pribadi Bpk. Rois.


Maka dengan Ini kami mengundang Bpk Rois untuk klarifikasi berita tersebut.


besuk hari kamis besuk tgl ** bln**th**** di balai dusun pukul 20.00 WIB.


Demikian Undangan khusus ini kami sampaikan, mohon kehadiranya tepat waktu.


...TTD...


...LPMD Dusun...


Baguslah biar cepat clear, ganti permasalahan. Kudengar kumandang Asar Aku segera menunaikan sholat asar sebelum pak sastro jemput.


Kira kira sepeminum teh, Pak Sastro datang.


"Assalaamu ' alaikum..." salam pak Sastro.


"Wa'alaikummussalam.... masuk pak, mau ngopi atau teh ? "


"Kopi boleh mas..."


Aku masuk sebentar membuatkan kopi 2 gelas.


" Gulanya tuang sendiri ya pak."


Pintaku.


" Iya makasih, jadi bisa ikut kan mas " tanya pak Sastro.


" iya pak, insya Allah, nanti diperkirakan sampai sana menjelang maghrib saja pak. kita ngobrol ngobrol dulu..." jawabku.


" Owh iya mas boleh "kata pak Sastro.


" Kalo boleh tahu nih, ini atas inisiatif bapak sendiri atau gimana ? " tanyaku.


" iya jujur saja mas, saya ini termasuk Kamituwo disana, dan saya dimintai tolong warga untuk menangani kasus kasus mistis seperti pada penguburan jenazah pak Joni itu mas.


Tapi semua usaha yg saya lakukan sia sia. Bahkan hampir saja nyawa saya ikut melayang.


Untung saja masih bisa tertolong, dan saya bisa selamat " jelas pak Sastro.


Aku mendengarkan dengan seksama.


" Apa yg sudah bapak lakukan untuk mengatasi itu ? " tanyaku.


" Saya sudah mengerahkan segenap kemampuan saya, namun tidak membuahkan hasil. "


" Jadi begini pak, saya juga manusia biasa seperti bapak. Jadi jangan bergantung pada saya, tapi Allah lah tempat bergantung. Saya hanya dapat memohon pada Allah. Masalah hasil kita serahkan pada Nya. " kataku.


" Iya mas saya mengerti " jawanb pak Satro.


Setelah waktu sudah hampir menjelang maghrib, kami berangkat. Dalam perjalanan kami lbh banyak diam. Ternyata Aku di turunkan di sebuah mushola, dan sudah cukup banyak orang disana menunggu.


Aku agak kaget melihat banyak orang disitu. Aku diperkenalkan dengan Nama yasin oleh pak sastro.


Sambil menunggu waktu Sholat, aku dipersilahkan untuk transit dirumah seorang warga dulu.


Agak kikuk aku dapat perlakuan begitu. Tapi gimana lagi, semua menghendaki begitu. Untung tak lama kemudian kumandang Adzan maghrib tiba. Aku ikut jamaah di mushola kecil itu.


" Kita mulai dari mana mas ? " tanya pak Sastro.


" saya minta diantar kemakam yg digunakan untuk mengubur jenazah yg bermasalah kemarin. Nanti saya ditinggal disana. " kataku.


" kapan akan berangkat kesana ? " tanya pak Sastro.


" Nanti habis Isya pak " jawabku.


" Owh iya mas, nanti saya antar kesana." kata pak Satro.


Saat aku baru ngobrol dengan pak Sastro, aku terkejut dengan hadirnya seorang wanita yg wajahnya sangat familier.


" Ada acara apa lek, kok rame banget ? " tanya wanita itu.


Aku berusaha menahan gejolak perasaan yg tidak menentu.


Ketika tatapan mata kami bertemu.


" Eeh sama siapa nduk, kok malem malem. Ini warga minta tolong Mas Yasin untuk mendoakan dusun karena kejadian tempo hari itu. " jawab pak Sastro.


" Owh udah selesai apa baru mulai ? "tanya lanjut wanita itu.


" Nanti habis Isya mulainya ! Piye nduk ada perlu apa ? " tanya pak Sastro.


" Anu lek, mau nitip anakku sebentar. Ee aku ada perlu sebentar mau ke acara undangan teman titip ya lek ! " kata wanita itu tampak gugup dan buru buru.


Aku berusaha tenang meski hatiku bergejolak.


Setelah wanita itu pergi dan meninggalkan anaknya.


Aku yg keluar keringat dingin, mencoba tenang.


" Ponakan ya pak ? " tanyaku.


" iya mas, ini anaknya " jawab pak Sastro.


Kulihat anak itu yg dari tadi menatapku.


Ya Allah semoga tidak seperti dugaanku


" Namanya siapa dek ? "


Tanyaku pada anak usia 2 tahunan itu, yg ternyata sudah pintar bicara dan lancar.


" Sidiq Sekartaji om " jawabnya.


Ya Allah... kuatkan aku apapun yg terjadi.


" Lucu dan pinter cucu ponakanya ya pak "


Pak sastro nampak kurang senang aku bilang begitu.


" Ah biasa saja kok mas." jawabnya.


" Namanya juga bagus, siapa yg membari nama pak " tanyaku.


Aku bertanya tanpa mempedulikan respon pak Sastro.


" Ibunya,.... di ambil dari nama ibunya Sekar Arum diambil Sekar nya jadi Sekartaji.


Hampir saja aku pingsan, untung masih bisa mengendalikan diri.


" owh asli sini juga pak ibunya ? " tanyaku.


" Bukan mas, Aslinya Klaci sana, terus ada masalah ditipin neneknya disini " jawab pak Sastro.


Keringat dingin pun makin deras, membanjiri tubuhku...

__ADS_1


.......


...bersambung...


__ADS_2