
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Hai reader tercinta, sebelum masuk ke cerita author perlu sampaikan bahwa ada beberapa kalimat yang sudah dan akan terbit menggunakan bahasa jawa dan di translate dalam bahasa Indonesia. Baik berupa tembang, peribahasa maupun mantera.
Khususnya yang mantera sengaja dibuat tidak komplit menjaga agar tidak dianggap mengajarkan kesesatan, dan jangan di praktekan. Kecuali yang berupa Doa dan sifatnya ijazah Am ( untuk umum ) boleh dibaca sesuai kondisi bagi yang Muslim.Sedangkan Ijazah Khoss ( khusus ) author juga tidak berani menyampaikan secara detail.
Intinya Novel ini bersifat hiburan dan sedikit pesan moral, semoga menghibur dan ada manfaatnya.
Episode lalu
Yuyut memandangi aku sebentar sebelum mengobati aku. Kemudian memetik satau tangkai bunga lagi dan dimasukan kedalam gelas yang sama. Kemudian kedua tangakai bunga itu yang adai air dari dalam gelas diteteskan ke dua mataku sekaligus.
Aku kaget setengah mati karena rasanya justru mataku seperti dibakar, puannnaaaas luar biasa. Sehingga aku spontan berteriak.
“Pannaaaassss yyuuuuut……!” smabil berusaha bangkit. Namun ternyata Fatimah istriku dan Yuyut sudah kerja sama dan menotok aku hingga tak bisa bangkit. Hanya terbujur kaku.
Tapi aku masih mendengar ejekan Fatimah.
“Alah mas, begitu saja teriak kayak orang diapain aja, inikan demi kesembuhanmu. Manja ih, kalo sakit dirumah sakit dikit saja manja. Malu tu sama anak anak juga diketawain.” Aku hanya diam tapi merasakan panas luar biasa di mataku sampai mengalir banyak air mataku. Kalo saja bisa mnejerit aku sudah menjerit sekencang kencangnya pasti.
*****
Episode ini
Dalam hati aku berkata, “ah seandainya kamu juga mungkin akan sama menjerit seperti aku Fat.” Aku merasa agak jengkel sedikit dengan Fatimah istriku. Meski kadang aku juga suka manja kalo lagi sakit sama istriku. Tapi bukan karena gak tahan Sakitnya melainkan menikmati suasana diperhatiin istri saat sakit saja,hi hi hi.
Setelah beberapa saat rasa perih dimataku sudah hilang, kemudian Yuyut dan Fatimah membuka kembali jalan darahku yang tadi di totoknya.
“Aduh kok perihnya kayak terbakar sih Yut rasanya…?” tanyaku pada Yuyut.
“Karena baru pertama kali kamu diobati dan racun dimata kamu masih banyak yang menutupi kornea mata kamu. Nanti kalo sudah yang ke dua ketiga dan seterusnya sudah gak begitu sakit. Dan itu jadi pertanda jika sudah gak sakit berarti racun di matamu sudah bersih.” Kata Yuyut.
“Jadi ini gak Cuma sekali ini saja Yut ?’ tanyaku sudah kebayang rasa Sakitnya saat diobati nanti.
Tiba tiba Fatimah yang menjawab.
“Mas pingin sembuh atau pilih jadi gak bisa lihat Fatimah lagi ?” jawab Fatimah mencibir dan menggodaku.
“Ya gak gitu lah Fat, masa kamu malah doain aku begitu ?” gerutuku.
“Bukan doain mas, Fatimah hanya ngasih gambaran saja kemungkinan yang akan terjadi jika tidak diobatin begitu.” Jawab Fatimah.
“Tapi kan sakit banget Fat, kamu gak ngerasain sih jadi bisa bilang begitu !” kataku pada Fatimah.
“Udah kalo mau berantem sana pindah ke kamar kalian saja jangan ribut disini.” Kata Yuyut.
Kemudian aku pindah ke kamarku, baru sadar kalo berada di kamar Yuyut.
Aku merakan pandangan mataku sudah gak sekabur sebelumnya, ternyata orang dulu itu luar biasa bisa tahu obat begitu dari mana mereka ? kataku dalam hati, ah tapi sakitnya memang luar biasa tadi. Udah gitu Yuyut sama Fatimah malah sengaja ngerjain aku, kukira gak sesakit itu.
“Udah mas kamu istirahat dulu saja, Fatimah pijitin deh biar capeknya hilang.” Kata Fatimah Istriku.
“Tapi aku gak ngantuk, baru juga bangun Fat, dan sebentar lagi juga dhuhur.Kataku pada Fatimah.
“Ya istirahat saja gak tidur tapi berbaring Fatimah pijitin sambil lihat apakah ada urat yang salah lagi atau tidak. Soalnya ada titik titik simpul saraf yang harus dilihat di daerah terlarang bagi orang lain, kecuali istrinya atau suaminya sendiri.” Jawab Fatimah.
“Maksutnya ?” tanyaku bingung.
“Ada beberapa gejala penyakit yang hanya bisa dilihat/diraba di titik titik dekat pangkal paha. Makanya Fatimah yang disuruh memeriksa.” Jawab Fatimah.
“Serius begiitu ?” tanyaku agak ragu takut hanya dijahilin Fatimah saja.
“Iya mas, Fatimah gak bercanda gak usah mikir yang macem mace mini siang hari gak mungkin juga Fatimah berniat yang lain tengah hari bolong begini.” Ucap Fatimah meyakinkan aku.
Akupun menuruti apa kata Fatimah istriku termasuk ketika disuruh berganti dengan sarung agar Fatimah mudah dalam memeriksa/ mengurut pahaku. Dan memang pada saat Fatimah memegang beberapa titik dipahaku aku merasakan sakit seperti disundut punting rokok. Hingga aku menjerit.
“Bener kan, pinggang mas ada sedikit salah urat seperti habis kebanting, ini juga harus ditangani langsung mas. Kalo terlambat bisa jadi nanti efeknya jadi bungkuk.” Kata Fatimah.
__ADS_1
Kemudian berpindah memegang telapak kakiku dan melakukan pijatan pijatan dari awalnya lembut hingga akhirnya semakin kencang. Dan aku merasakan kesakitan juga, sama seperti sebelumnya.
“katanya pinggangku yang salah urat kok malah mijit kaki sih ?” protesku.
“Mas diem dulu ah, memang begini cara benerinya gak langsung ke pusat sakitnya, dari titik ini dipijit biar melancarkan darah di bagiang pinggang. Baru kemudian urat yang salah di pinggang dibetilkan posisinya.” Jawab Fatimah.
“Iya deh aku nurut aja.” Kataku.
Tapi agak curiga dengan sikap Fatimah yang senyum senyum sendiri.
“Kok kamu senyum senyum begitu, mencurigakan saja kamu ini ?” tanyaku ke Fatimah.
“Iya maaf Fatimah bicara jujur tapi jangan dianggap jorok atau gimana yam as ?” kata Fatimah membuat aku semakin bingung saja.
“Bilang aja sih, jangan bikin penasaran !” sahutku.
“Urat yang Fatimah pijit ini yang baru Fatimah benerin hubunganya dengan kejantanan laki laki mas. Kalo gak dibenerin Fatimah yang rugi nanti.” Ucap Fatimah. Dan akupun faham maksutnya, tadinya akupun merasa ada yang aneh. Saat awal Fatimah memijit pahaku aku tidak merasakan reaksi apapun pada organ intimku. Tapi justru saat Fatimah mengurut di titik lainya yang justru dari organ intimku malah langsung terasa reaksinya.
Pantas Fatimah senyum senyum karena sudah melihat reaksi tersebut karena aku hanya memakai sarung. Aah dasar istriku juga suka iseng dan menggoda aku.
“Owh jadi itu maksut kamu ya, dasar nakal gak bilang dari tadi.” Kataku sambil senyum malu.
Aku dan Fatimah jadi cekikikan berdua di kamar, sampai kudengar ibu mertuaku memanggil kami.
“Fatimah, Yasin Ibu boleh masuk ?” Tanya Ibuku.
“Boleh bu, Fatimah hanya mijitin mas Yasin kok ?” jawab Fatimah.
Kemudian ibu mertuaku masuk membawa nampan berisi minuman eeh jamu lebih tepatnya dan juga ada mangkuk kecil yang entah apa isinya.
“Suruh suamimu minum ini dan teruskan memijitnya dan jangan lupa balurkan ini pada tubuh suamimu. Ini tadi yuyut yang buat ramuanya.” Ucap ibu mertuaku.
“Buk boleh gak luluranya nanti saja setelah sholat dhuhur ?” tanyaku.
“Boleh saja, tapi harus segera itu ramuan jahe merica dan rempah lain untuk mengembalikan otot ototmu agar sembuh.” Ucap ibi mertuaku.
Aku jadi haru dengan ibu mertuaku yang sangat perhatian dan pengertian terhadapku. Tentu saja semua itu membuat aku jadi semakin merasa nyaman terhadap istriku dan seluruh keluarganya.
Kemudian ibu mertuaku keluar dan Fatimah kembali memijit aku dan dilanjutkan melulur tubuhku dengan ramuan yang dibuat Yuyut.
*****
Author POV
Saat Yasin sedang kebingungan menghadapi banyak makhluk Astral, Ajar Panggiring yang sudah terjatuh dan mutah darah karena luka dalam yang dialami. Dalam kondisi yang hampir pingsan masih sempat menggunakan ‘Aji Pameling’ memanggil gurunya meminta bantuan.
Dan hanya dalam hitungan menit Joyo Maruto sudah datang, namun sampai disitu Ajar Panggiring sudah pingsan dan ketika Joyo Maruto memegang nadi Ajar Panggiring yang sudah sangat lemah dia berkata seakan berbisik, “harus segera aku selamatkan anak ini, terlambat semenit sja bisa tewas dia. Biarlah anak itu jadi mangsa makhluk makhluk itu. andaipun dia selamat tak mungkin selamat dariku nanti.” Ucap Joyo Maruto.
Sekelebat kemudian Joyo Maruto langsung menghilang dari tempat itu. dan sekejab kemudian suda sampai di padepokanya dan segera membaringkan tubuh Ajar Panggiring disebuah batu hitam yang datar dan lebar seperti sebuah altar untuk mempersembahkan tumbal.
Kemudian tubuh Ajar Panggiring ditutupi kain mori putih dan disebari kembang berbagi macam ( \= kembang setaman berupa mawar, kantil kenangan dan lainya ) dan dalam waktu singkat kepulan asap kemenyan semerbak menyebarkan aroma khas dan ‘menimbulkan’ kesan mistis.
Mulut joyo maruto komat kamit
“……..asalmu soko daging balio dadi daging, asalmu soko balung balio dadi balung asalmu soko getih balio dadi getih. Aku kang nguasani poro danyang lan poro sukma nglambrang, poro danyang lan sukmo nglambrang ewangono anak muridku………….”
(…….asalmu dari daging kembalilah jadi daging,asalmu dari tulang kembalilah jadi tulang asalmu dari darah kembalilah jadi darah. Aku yang menguasai para pempimpin ( Jin ) dan Sukma ( ruh ) penasaran (\= Jin qorin ) semua pemimpin jin sukma penasaran bantulah muritku……..)
Sekitar kurang lebih 10 menit Joyo Mruto mmembacakan mantera manteranya, dan tiba tiba Ajar panggiring bangkit dan duduk di altar tersebut sambil memandangi gurunya Joyo Maruto. Sungguh cepat sekali Ajar Panggiring bisa Sadar dan Sembuh. Memang begitulah jika bersekutu dengan jin, jika iman tidak kuat maka akan mudah tergoda hal hal yang dianggap ajaib. Dalam waktu singkat Ajar Panggiring yang tadi Hampir tewas tiba tiba sudah sembuh seperti sedia kala.
Berbeda dengan Yasin yang pengobatany dengan proses alami, logis dengan ramuan Herbal didukung dan dikuatkan dengan doa permohonan. Harus mengalami proses kesakitan bahkan harus menunggu proses penyembuha yang berhari hari. Mungkin itulah yang membuat orang sering mengambil jalan pintas dalam mencapai tujuanya. Seperti pada episode melawan raja jin Sosro sukmo, demi harta bersekutu dengan jin. Mungkin juga ada yang demi tahta, demi wanita dan lainya.
“Guru maturnuwun guru sudah menyembuhka saya, sekarang saya sudah siap bertarung dengan anak itu lagi guru.” Ucap Ajar panggiring.
“Belum saatnya, kamu harus aku beri tambahan ilmu lagi agar bisa menang dengan anak itu. Itupun kalo dia belum mati dimangsa para prewangan yang kamu panggil tadi.” Ucap Joyo Maruto.
“Semoga saja dia masih hidup guru, biar saya membunuh anak itu dengan tangan saya sendiri.” Ucap Ajar Panggiring sambil menggeretakkan giginya.
Begitu besar dendam Ajar panggiring pada Yasin sehingga tidak rela Yasin mati ditangan selain dari tangan dia sendiri.
“Sekarang istirahatlah kamu, besuk pagi kamu mulai aku latih jurus jurus dan tingkat lanjutan dari ilmu ‘Panggiring sukma’.” Ucap joyo maruto.
Ajar panggiring mengikuti perintah gurunya tersebut, meski sebenarnya saat itu juga dia sudah ingin membalas dendam kepada Yasin. Namun gurunya merasa perlu menambah ilmu pada Muridnya itu untuk dapat mengalahkan Yasin.
Flashback off
*****
__ADS_1
Dirumah YasiYasin POV
Setelah aku di luluri oleh Fatimah dengan ramuan bikinan Yuyut, badanku terasa hangat namun juga sejuk dan nyaman. Tidak seperti sebelumnya yang terasa pegal dan kaku bahkan beberapa tempat terasa nyeri dan perih. Suasana tersebut membuat aku jadi terasa mengantuk, sehingga aku jadi tertidur dalam posisi tengkurap saat Fatimah sedang meluluri aku dengan ramuan itu dipunggungku.
Aku terbangun sudah sore, bahkan lamat lamat aku mendengar orang membaca AL-Quran. Berarti ini sudah Asar sudah mulai semaan Al-Quran, pikirku. Aku segera bangkit dari ranjangku sampai lupa jika hanya mengenakan sarung dan CD doank. “Aah iya aku habis dilululur oleh Fatimah, bole mandi gak ya ? aku atnaya Fatimah atau Ibu aja Ah. Kalo sama Yuyut takut di bentak bentak lagi.” Kataku dalam hati.
Kemudian aku berpakaina dan mencari Fatimah mau Tanya boleh mandi apa nggak.
“Fat Aku mau mandi boleh gak, badan risih kalo gak mandi ?” tanyaku pada Fatimah.
“Boleh tapi bentar lagi mas, mau diabati dulu sama yuyut.” Kata Fatimah.
“Dengan yang tadi lagi ?” tanyaku.
“Ya dengan yang tadi lah, mau dengan apa lagi, tenang saja gak sesakit yang tadi kok.” Kata Fatimah.
Kemudian Fatimah menggandengku masuk kekamar lagi, dan menyuruhku berbaring sambil menunggu ramuan obatnya siap.
Saat aku berbaring tiba tiba Fatimah langsung menotok jalan darahku hingga aku tak mampu bergerak, meski kali ini aku masih bisa bicara,
“Fat, gak usah diginiin juga kali Fat.” Protesku pada Fatimah.
“Maaf mas, terpaksa soalnya yang sekarang masih agak sakit kalo yang besuk yang ketiga mungkin baru gak begitu sakit.” Ucap Fatimah.
“Iih curang kamu, suami sendiri dikerjain begini.” Kataku agak cemberut.
Tiba tiba Fatimah mencium pipiku sambil berkata.
“Maaf mas, ini demi kebaikan Mas juga biar gak bandel.” Ucap Fatimah sambil tersenyum menggoda.
Kemudian datang ibu mertuaku bersama Yuyut yang sudah siap dengan ramuan obat kembang samber nyawa yang kebanyakan orang menyebut sebagai kembang katarak.
“Buka matanya jangan teriak teriak kayak tadi.” Kata Yuyut.
“iya Yut.” Jawabku pendek. Takut makin diomelin.
“Tahan ya nak, kalo agak sakit sedikit.” kata ibu mertuaku dengan lembut.
Wah di depan ibu mertuaku aku gak mungkin teriak lagi, malu lah, pikirku.
Dan saat mataku akan ditetesi obat itu aku sudah persiapan menahan nafas untuk menahan rasa perih dan agar tidak berteriak di depan ibu mertuaku.
Dan kali ini mataku di tetesi satu persatu tidak seperti tadi dua mata sekaligus.
Dan saat mata kananku di tetesi obat iku aku hanya menjerit tertahan, dan menggigit gigi gerahamku menahan sakit. Dan mengeluarkan nafas yang tadi kutahan.
“Sudah kan sekarang yang satunya, mata yang kiri gak terlalu sakit karena yang parah yang kanan.” Kata ibu mertuaku.
Aku agak lega mendengar penjelasan ibu mertuaku, jika yang ini tidak sesakit yang kanan.
Tapi sungguh diluar dugaanku ternyata justru yang kiri sakitnya tiga kali lipat dari sebelumnya. Sehingga spontan aku menjerit lagi.
“Aaawww periiiih bangeet bu….!” Jeritku meski gak sekeras siang hari tadi.
Ibu mertuaku hanya tersenyum melihat kelakuanku…???
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...