Isyaroh

Isyaroh
Bertemu Arum


__ADS_3

Apakah mungkin ada dua nama Sekar Arum di Klaci. Aah tapi wajah tadi...???


Dan kenapa dia jadi gugup ?


Apakah benar dia Arum yg dulu pernah hadir dalam hidupku, pernah hadir dalam hidup seoang Ahmad Sidiq alias Zain alias Yasin.


Nama anak itu....?


Nama depanya ???


Jika itu bener dia berarti....?


Sidiq Sekartaji adalah Anak biologis ku...???


Jika benar begitu, manusia macam apa aku ini ???


Lantas seandainya Fatimah istriku tahu ????


Apa yg akan terjadi nanti...???


" Nak boleh gak om gendong ? " tanyaku.


Aku mencoba menyapa anak itu.


Tapi anak itu tampak ragu.


Aku pandangi wajahnya, ya Ampun.


Sorot mata itu, dan hidung itu milikku.


Hanya bentuk wajahnya agak oval mirip Arum ibunya.


" Sidiq... ditanya om Yasin kok diem saja ? " kata pak Satro.


" Om ini siapa kek ? " tanya Sidiq.


" Dia tamu kakek, mau gak digendong ? Mungkin om itu kangen anaknya eeh bukan pingin punya anak cowok seperti Sidiq.."


Pak Sastro mencoba membujuk anak itu, untung saja Pak Sastro lebih mengenalku sebagai Yasin.


Seandainya dia ingat nama Asliku adalah Ahmad Sidiq mungkin akan lain cerita.


" iya om, om sudah punya anak ? "


" Sudah.. ee tapi masih didalam perut, belum lahir " jawabku spontan.


Kamulah anak ku nak, akulah bapak biologismu. Bapak yg tidak bertanggung jawab...!!!


" Sini nak om pangku ya ? "


" Om Yasin rumahnya mana ? "


" Owh om Yasin rumahnya jauh nak, mau gak Sidiq foto sama om Yasin ? "


" Mau om, nanti Sidiq minta fotonya...! "


" Boleh besok Om cetak dulu deh "


" Gak usah om, dikirim ke hp mamahku saja "


Anak ini cerdas juga.


Bagaimana cara menghindarnya...?


" Owh ya gini saja, nanti om kirim ke hp kakek, biar kakek yg kirim ke hp mamah Sidiq ya "


Anak itu mengangguk.


Entah berapa kali aku ambil foto anak itu. Dan dua kali foto dlm pangkuanku.


Kemudian foto anak itu yg sendiri, aku kirim ke hp pak Sastro.


" Lihat Sidiq kek, pinjam hp nya.


Anak itu menhampiri pak sastro untuk lihat fotonya.


" Kok yg sama om gak ada ? "


" Kan sudah ada banyak yg fotomya Sidiq disitu..."


"Sidiq pingin yg bareng om, mau Sidiq lihatin mamah sidiq..."


" Buat apa nak ? Kan yg ptg foto Sidiq "


Kataku khawatir Arum mengenaliku yg sesungguhnya siapa.


" Sidiq sudah... kan udah dikasih banyak foto sama om ? "


" Gak mau kek..... Sidiq pingin kaya temen temen Sidiq, dipangku papanya.. Sidiq cuma punya Om juga gak papa. "


Anak itu merengek rengek.


" Maaf mas, cucu saya memang nakal ! " Seru pak Sastro.


"Gak papa pak biar saya kasih, kasihan anaknya " jawabku.


Tak terasa air mataku menetes.


Merasa sangat sangat berdosa pada anak itu.


" Wah mas Yasin ini perasa banget ya ? kok sampai menitikkan air mata ? " Untung saja pak sastro berpikir begitu.


" saya gak tega melihat anak kecil menangis pak, ini sudah saya kirim fotonya "


Terdengar kumandang adzan Isya.


" Mari pak kita ke mushola dulu sebelum berangkat ke makam ! "


" Mas Yasin duluan, saya nunggu ibunya anak ini dulu. "


" Owh iya pak, nanti saya tunggu di mushola saja ya pak. "


Sebenarnya aku ingin ngajak Sidiq, tapi malah takut nanti harus balik kerumah ini ketemu ibunya. Jika aku bersuara tentunya dia hafal suaraku.


Aku cium anak itu, dan dia dada ketika aku melangkah ke mushola.


Hatiku pedih serasa disayat sayat.


Ternyata Arum dulu tidak keguguran, tapi diungsikan kesini.


Aku jadi tidak bisa Fokus dengan tujuanku kesini.


Ya Allah kuatkan hambamu ini.


Ampuni semua dosa dosaku dan dosa dari ibu anak itu.


Dosa dosaku dimasa lalu, yg begitu banyak menyengsarakan orang.


Menyengsarakan anak yg tak berdosa.


Semoga anak itu tidak menanggung beban dosaku dimasa lalu.


Usai sholat aku berdoa mohon pada Allah...


Ya Allah aku ingin merawat anak itu, tanpa harus menyakiti hati istriku.


Ya Allah aku tidak tahu caranya, Namun aku tahu Jika engkau Maha tahu.


Aku berserah diri pada- Mu Ya Allah


Yang Maha mengetahui


Kuatkan aku ya Allah, jagalah hatiku.


Wahai dzat yg mampu membolak balikan hati ku...


Semua yg terjadi adalah atas kehendak- Mu


Maka kuserahkan semua urusanku pada-Mu


Ya Allah yg maha mengetahui.


Engkau tahu apa yg hamba - Mu ini mohonkan pada - Mu


Kabulkanlah doaku ya Allah.


Aamiin...


Aku menunggu pak Sastro belum juga muncul, sementara mushola sudah sepi.


Haruskah aku menyusul kerumahnya ?


Aku memilih menunggu, tiba tiba pak sastro muncul.


" Maaf mas, cucu saya barusan tidur, ibunya td tlp, pulangnya agak malam. diresepsi teman sekolahnya." kata pak Sastro.


" iya gak papa pak, tidak terlalu buru buru kok. O iya warga sini sudah ada yg jadi korban pak ? " tanyaku.


" yaah sudah 3 Orang, makanya kalo malam gini jadi sepi. gak pada berani keluar. " kata pak Sastro.


" Lah terus ibunya Sidiq tadi, ? " tanyaku.


" Nanti habis nganter ke makam saya jemput, cuma deket kok..." kata pak Sastro.


" Owh sukurlah, kira kira berapa orang yg berani keluar mlm pak ? Jika suatu saat butuh bantuan personil ? " tanyaku.


" Kalo didusun ini hanya 3 org termasuk saya. " kata pak Sastro.


" Yaudah kita berangkat pak, jauh gak ? " tanyaku.


" Gak kok hanya 300m dari sini " jawabnya.


"Yaudah kita brangkat sekaran pak." kataku.


Beberapa menit kemudian, kami sampai di Pemakaman. Setelah menjukkan makam yg di maksut, Pak Sastro pamit pulang.


" Kira kira sampai jam berapa ? nanti saya jemput " tanya pak Sastro.

__ADS_1


" Gak usah pak, nanti saya jln kaki saja. Soalnya belum tahu sampai jam berapanya ! " kataku.


" Owh ya sudah, saya jln dulu " pamit pak Sastro.


Aku ucapkan salam utuk ahli kubur disitu.


kemudian mendekati makam.


" Assalamu 'alaikum yaa Ruhi... bin... ( sebut nama & bin nya )."


ucapan salam khusus buat yg dimaksut.


Kemudian bacaan doa doa dari alquran lainya.


Aku menunggu sesaat, makam ini belum 40hri.


Sesaat kemudian..


kembali aku ucapkan salam buat ruh yg dikubur itu.


" Assalaamu 'alaikum ya ruhi... bin...ila akhirihi.."


Ku ulangi lagi...


baru setelah 3 x terdengar jawaban lirih...!


" wa 'alaikummussalaam...


tolong saya...! " suara ahlal qubur.


Terdengar suara dari dlm kuburan itu lirih...!


"Apa yg terjadi padamu, ? " tanyaku.


" Sukmaku terjerat dan tidak bisa lepas, tolong saya...! " ucapnya memohon tak kelihatan ujutnya.


" Terjerat apa....? " tanyaku.


" Ada banyak prajurit dan pimpinanya dikawal Harimau dan Naga...!" jawabnya.


Dalang Anyi Anyi... batinku...???


" Apa alasan mereka menahan mu ? " tanyaku lanjut.


" semua yg meninggal diwilayahnya, saat ini dikuasainya. kecuali daerah yg dipagari oleh 40 orang 40 hari 40 malam


Atau ada yg memukul gong simo ludro. ! " jawabnya.


" Tidak adakah cara lain, 40hr itu lama keburu banyak korban lain.." tanyaku.


" Tidak ada kecuali....?!? " suaranya terputus.


" Kecuali apa ? " desakku.


" Kecuali ada orang percampuran darah Ratu dan darah brahmana ? " jawabnya.


" Apa itu maksutnya....? " tanyaku.


" Kamu cari sendiri aku tidak bisa mengatakan, waktuku sudah habis " jawabnya. Suara itu lenyap komunikasi terputus.


Gong simo ludro, seperti yg dikatakan yg dimakam itu. Percampuran darah ratu dan darah brahmana siapa dia ? "


Lama ku berpikir, lalu kucoba mengambil batu pembuka dimensi lain.


Aku konsentrasi membayangkan dalang Anyi Anyi.


Sesaat kemudian aku seperti terhisap kedalam batu itu. Dan tiba tiba berada di suatu daerah yg sangat asing. Bahkan dari pakaianya pun asing, mirip mirip orang zaman kerajaan maja pahit dalam film film atau cerita.


Dan aku bisa saksikan itu tanpa bisa dilihat oleh mereka para penduduk.


Aku dengarkan perckapan mereka.


" Kanjeng sunan Bonang baru Nabuh gamelan " kata seorang warga.


Seru salah satu penduduk, dan semua berlari ke suatu tempat. Aku ikuti mereka, sampai pada sebuah kerumunan. Dan aku ikut dalam kerumunan itu.


Nampak Seorang yg sedang menabuh gamelan, dan suaranya begitu merdu.


Ada Alunan tembang tembang jawa.


Mungkin ini yg disebut tembang macapat. Aku menonton sampai acara selesai. Bahkan setelah selesai acara dan orang orang yg tidak melihatku itu pulang. Aku tetap disitu, tertarik dengan penabuh gamelan itu. Apa beliau yg disebut sunan bonang ?


Sampai Akhirnya tinggal aku sendiri mengamati orang tersebut.


" Kenapa kamu kesini ? kembalilah ke zamanmu. Aku wariskan bonang ini nanti, akan ada waktunya kamu temukan. Kuberi nama bonang ini "Gong Simo ludrro" kata orang berjubah itu.


" Apakah panjenengan Kanjeng Sunan Bonang ? " tanyaku.


" Iya... Lakumu hampir seperti laku muritku Sahid, biar besuk besuk sahid atau kalijaga yg membimbingmu " ujar beliau.


" Maaf kanjeng Sunan, bolehkah saya tahu ujut dari gong Simo Ludro ? agar lbh mudah mencarinya nanti " pintaku.


Kemudian Beliau mengambil sesuatu dari kantong jubahnya. mengeluarkan sebuah benda mirip gamelan kecil bisa digenggam.


" Peganglah kemudian pegang tali dan bacalah sholawat. ini penabuhnya, jika kau pukul maka akan keluar Auman simo ( Harimau ). Itu yg akan membantu pekerjaanmu nanti mengusir goadaan jin. ini kayu penabuhnya " kata bliau.


" Sudah kamu pulang sekarang, jangan tinggalkan rumahmu ( maksutnya jasad ) lama lama. " kata beliau.


Tiba tiba Aku seperti bangun dari mimpi.


Dan kembali berada di tengah makam.


Aku berniat keluar dari makam itu, tiba tiba bermunculan berbagai jenis sosok makhluk astral. mungkin ratusan jumlahnya yg muncul disekelilingku.


" Tolong kami yg dibelenggu ini tolong kami.... tolong kami..! " riuh suara minta tolong.


Suasana menjadi riuh oleh suara suara makhluk astral itu.


" Belum bisa saat ini, minggir dulu... ! " kataku.


" Kami sudah tak tahan...! " ucap mereka.


Suara mereka bersahutan.


Aku gak mungkin melakukan perlawan. jumlah mereka terlalu banyak.


Tiba tiba ingat saat berada di dimensi lain, penabuh gong aku bawa.


tapi gong nya ?


Aku pandangi penabuh gong itu, tawasul hidyah fatihah sampai khususon beliau kanjeng Sunan Bonang.


Entah kenapa tanganku bergetar kemudian bergerak memutar. mengayunkan penabuh gong itu. Dan menibulkan suara desingan yg kuat.


membuat makhluk makhluk itu menjauhi aku.


Alhamdulillah.


Aku juga jadi ingat akan nasehat kanjeng sunan Bonang. Akan di bimbing kanjeng sunan kalijaga.


Aah aku harus banyak bertawasul ke beliau dan saat mujahadah besuk mengamalkan hizib itu juga.


Aku lihat masih jam 9.30 perasaan sudah lama sekali. Owh iya itu mungkin bedanya alam jasad dan alam ruh, Wallahu a'lam bishowab.


Aku kembali ke rumah pak Sastro. Setelah mengirim pesan lbh dulu.


" Saya sudah selesai pak, dalam perjalanan kerumah jenengan ! " chat ku ke pak Satro.


" Ya saya jemput mas.." chat jawabanya.


Pak sastro datang tak lama kemudian.


" Beberapa warga sudah nunggu dirumah mas, sekitar 5orang menanti kabar. " kata beliau.


" Owh iya pak...! " mari kita pulang.


Sampailah dirumah pak Sastro, Aku mohon ijim membersihkan diri dulu di tempat wudhu mushola.


" Gimana mas Yasin, Oiya diminum dulu kopinya, gak pakai gula kan ? " kata pak Sastro.


" Iya pak..." jawabku.


Sahutku kemudian salah satu waga bertanya.


" Kami warga sini tidak ada yg berani keluar malam. ini juga kami memberanikan diri. Karena sudah dibantu masak semua ngumpet..." katanya.


" Gak papa pak, yg ptg besuk usahakan cari 40 Orang untuk melakukan Mujahadah tiap malam, dan baca doa tulak bala " kataku.


" Itu saratnya mas ? " tanya pak Sastro.


" Itu sekedar untuk pencegahan, lindungi dusun sini. Masalah yg lbh luas, belum bisa teratasi..." jawabku.


"Mas pulangnya besuk pagi saja kan ? " kata pak Sastro yg menyadarkan aku jika hanya dijemput.


Tidak bawa motor sendiri. Karena aku mengira akan sampai dini hari, memang rencana menginap.


Tiba tiba terdengar tangis bocah,yg membuatku kaget. seperti suara Sidiq...? batinku.


" Gimana mas ? Soalnya ponakan saya dan anaknya tidur disini. Semalam sudah terlalu larut, Sidiq sudah ketiduran. Gak tega bangunin...! ? " kata pak Sastro.


" Iya gak papa pak, nanti saya numpang istirahat di Mushola saja. " kataku.


" Jangan mas, disini saja masih ada kamar satu lagi kok, meski gak besar " jawab pak Sastro.


Aku diam karena bingung, kalo tidak ada Sidiq dan ibunya gak masalah aku menginap disini.


" Ya sudah pak, saya biasa begadang kok. soal tidur dimanapun gak jd masalah bagi saya. " kataku.


Kemudian kami melanjutkan obrolan seputar pelaksanaan mujahadah. Sampai sekitar pukul 00, nampaknya sudah pada mengantuk, bahkan ada satu warga yg sudah tertidur.


" Heh ayu bangun bangun kita pulang saja, udah pagi " ajak seorang warga.


" Mbah pulang dulu sudah ngantuk." pamit mereka.


" Ya " Jawab pak sastro singkat.


" Mari mas Yasin saya tunjukan kamar untuk istirahat.." kata pak Sastro.

__ADS_1


" iya pak " jawabku singkat.


Aku diantar ke sebuah kamar di bag tegah, dekat dapur. Kecil memang dan hanya bersekat papan kayu semua kamar dirumah itu. Hmm rumah model kuno dengan seting tempat kuno juga.


Adem memang, sirkulasi udara lancar. Tapi privasi kurang terjaga. Apa lagi sekat kamar yg dari papan kayu itu sudah mulai ada yg berlubang.


" ini mas Kamarnya, kecil tp cukup buat satu orang. " kata pak Sastro.


" Makasih pak " jawabku.


" Silahkan istirahat mas " kata pak Sastro.


" iya pak, " sahutku.


Aku merebahkan badanku,karena memang cape juga. Tak lama pun aku terlelap.


Suara adzan dari mushola membangunkan aku. Aku bergegas bangun, dan menuju kamar kecil.


Sesudah buang hadas kecil, aku ambil air wudhu dan masuk kamar ganti baju yg sudah saya siapkan. Tak lupa bawa sajadah siap berangkat ke Mushola.


Saat aku melangkah keluar kamar.


Berpapasan dengan " Ibunya sidik " yg sedang gendong anaknya.


Kami sama sama kaget, dan saling diam. Dan Sidiq lah yg menyapaku.


" Mau Sholat ya om yasin ? " kata Sidiq.


" eh iya sayang, Sidiq dah bangun ? "


Tanyaku spontan menyebut anak itu dengan sebutan sayang. Aku tak mampu berkata lebih, hanya senyum mengangguk seperti memberi hormat ke ibunya.


Yg hanya terpaku diam, akupun buru buru melangkah meninggalkan mereka.


Sholatku jadi semakin tidak khusuk, teringat semua masalah yg aku hadapi.


Terlebih peristiwa sebelum berangkat ke masjid tadi.


Usai dzikir aku berdoa dengan doa yg yg sama dengan doa semalam kupanjatkan :


...Ya Allah aku ingin merawat anak itu, tanpa harus menyakiti hati istriku....


...Ya Allah aku tidak tahu caranya, Namun aku tahu Jika engkau Maha tahu....


...Aku berserah diri pada- Mu Ya Allah...


...Yang Maha mengetahui...


...Kuatkan aku ya Allah, jagalah hatiku....


...Wahai dzat yg mampu membolak balikan hati ku....


...Semua yg terjadi adalah atas kehendak- Mu...


...Maka kuserahkan semua urusanku pada-Mu...


...Ya Allah yg maha mengetahui....


...Engkau tahu apa yg hamba - Mu ini mohonkan pada - Mu...


...Kabulkanlah doaku ya Allah....


...Aamiin....


Aku tidak langsung keluar dari mushola, meski sudah selesai berdoa.


Aku kembali teringat kejadian di tempat kng Salim. Malam saat aku dicelakai si Japra..


..........


Mataku hampir melotot melihat sosok satu ini.


Bukan karena Seram, tapi sosok ini sosok yg aku pernah kenal.


Sosok yg pernah mengisi kehidupanku, yg pernah aku sakiti juga.


Sosok itu menyerupai Arum.


Darahku seperti berhenti beredar, jantungku seperti tidak berdetak.


Aku benar benar dipermainkan psykologis ku.


Aku tak percaya itu dia, tapi mataku melihatnya. terjadi pertarungan hebat antara logika dan perasaan.


Aaah ini sisiku yg paling lemah, saat ini diserang habis habisan.


Mending mengadapi 100 Sosro sukmo dari pada kayak gini.


Aku sampai bersimpuh ditanah, kakiku lemas, tak mampu betdiri.


Sosok itu....?


Sosok itu makin dekat, makin mendekati aku. sudah hampir melampaui batas alang alang yg tidak boleh ku lalui.


Aku berusaha menggunakan logikaku, ini bukan Arum.... ini bukan dia.... bukan dia..... betapa susahnya menyadarkan logikaku ini Aaah.


Dan tiba tiba Pundakku terasa seperti disentuh.


" Kamu tega bikin Arum begitu menderita.


Suara itu.... sangat kukenal tidaaaak tidakkk ini bukan dia.


" Setelah apa yg kamu lakukan padaku, setelah kau renggut kesucianku setelah kau hamili aku, kau tinggalkan aku, kau sengsarakan aku kau masih tak mau mengakuiku.


" Tidak itu bukan salahku.


Aku tidak pernah berniat meninggalkanmu... Aku datang kerumahmu dua kali.


dan dua kali juga aku hampir mati ditangan orang orang dekatmu...! "


Aku berteriak emosi.


...........


Apakah itu Isyaroh juga, bahwa Arum tidak menggugurkan kandunganya ?


Ya Allah berat sekali Hamba- Mu rasakan cobaan ini.


Tanpa pertongan dan bimbingan Mu, tak mungkin Hamba Mu ini mampu menghadapi..


Tak terasa, hari mulai terang meski matahari belum kelihatan


Aku bergegas keluar mushola pingin segera sampai dirumah.


" Lama sekali mas berdoanya ? Tadi saya nungguin di belakang shoft mas Yasin. Tapi kayanya khusuk bgt, jd saya pulang duluan." kata pak Sastro.


" Gak kok pak, sebenarnya ketiduran saja saat berdoa, jd lama. " kataku.


" Mau tidur lagi silahkan mas, kalo masih ngantuk " kata pak Sastro.


" Owh gak pak, saya pingin segera pulang saja pak, masih ada janjian nanti pak !?! " jawabku.


" Ya nanti dulu, minum sama sarapan dulu, mau minum apa ? " tanya pak Sastro.


" Gak usah sarapan pak, kalo minum gak papa deh pak, apa aja boleh " kataku.


" Ya sudah tak suruh bikinin teh saja. Tunggu sebentar mas " ucap pak Sastro.


Pak Sastro pergi kedapur sebentar, dan kembali ke depan. Tapi tidak duduk menemaniku melainkan keluar bawa kunci motor, sambil berkata


" Tunggu bentar mas, paling 5 menit cari camilan buat nemenin ngeteh " kata pak Sastro.


" Gak usah pak, ngobrol disini saja pak...! " pintaku.


" Bentar banget, 5mnt saja mas " kata pak Sastro.


Hal yg aku takutkan jika nanti Ibunya Sidiq yg membawa minuman ke depan.


Aku harus bersikap gimana ?


Dan kekhawatiranku pun jadi kenyataan.


Dia Arum membawa minuman itu, aku salah tingkah tak berani menatap.


Tahu tahu minuman sudah ditaruh di depanku.


" Silakan diminum..." katanya datar.


Apa dia belum sadar siapa aku ya !?!


bisiku dalam hati.


Namun aku dikagetkan dengan kalimat berikutnya.


" Semalam Aku ragu, karena lek ku menyebut namamu Yasin, tapi tadi sebelum kamu ke masjid. Aku yakin kamu adalah bapaknya anakku. Sidiq Sekartaji. Tahu kenapa kuberi nama itu ?


Nama itu punya arti,


Mas Sidiq ini Sekar Arum Tagih Janji, kusingkat jadi Sidiq Sekartaji... " kata Arum.


Air mataku tak terbendung...


" Maafkan aku... Arum...! "


Suaraku tercekat hampir tak mampu bicara lagi.


" Aku tahu aku salah... tapi dulu aku sudah datang kerumahmu."


ucapanku belum selesai langsung dipotong Arum.


" Aku juga tahu kamu datang aku juga tahu kamu di pukuli... Aku tahu kamu sakit sampai berdarah darah. Tapi sakit yg kamu rasakan tidak seberapa dengan derita yg aku alami.


Sakit kamu berapa bulan sembuh, aku bertahun tahun bahkan sampai sekarang masih merasakan sakit....!!! "


...Sakit mana....???...


.............

__ADS_1


...bersambung...


__ADS_2