Isyaroh

Isyaroh
Jika sudah menyatu dengan Iblis akan susah sadarnya


__ADS_3

Sambil minum kopi untuk menghangatkan badan. Sekaligus menceritakan kronologis penangkapan Raja jin. Yang sekarang sudah dikurung oleh kang Salim. Disitu Aki Japra dan nyai Asnah diminta ikut bergabung oleh kang Salim.


" Jadi nyai Asnah ini hampir terjerumus kedalam kesesatan ? "


tanya kang Salim pada Nyai Asnah.


" Iya kyai... himpitan ekonomi, dan cemoohan tetangga. Membuat saya sakit hati, lantas ambil jalan pintas mencari harta..." jawab nyai Asnah


Kalo lihat ki Japra yg wajahnya sangat suram. Lihat wajah nyai Asnah kayaknya masih ada aura positifnya. Wajahnya juga lumayan cantik, untuk ukuran ibu ibu umur 30an malah tergolong masih semok.


Tapi kenapa tadi hampir mau dengan si Japra yang mukanya aja penuh bopeng, kusam dan dekil. Apa karena gak lihat wajahnya dalam Gelap...?


Aaaah kenapa juga aku mikir begituann ya. Huh.... mungkin ini yg dimaksut kang Salim. Secara dhohir aku sudah ninggalin maksiyat, tapi sebenarnya hatiku masih kotor.


" Astaghfirullah..." Tanpa sadar istighfarku terucap dengan lisan. Menyesali pikiranku yg kotor.


" Iya Jang... Nyai juga menyesal sekali. Untung tadi ujang datang nyelametin saya... " jawab nyai Asnah sambil terisak menyesali perbuatanya. Lah padahal aku ber istighfar untuk diriku sendiri yg berpikir kotor ? Owh Nyai itu pasti ngira aku mengomentari dia. Ya Allah.


Aku diam saja, bingung mau ngomong apa.


" Sudah nyai, bersyukurlah karena Allah masih sayang nyai. Masih diselamatkan dengan wasilah Saudara saya ini " kata kang Salim.


Aku jadi makin bingung, tatapan kang Salim seakan ada arti dan maksut lain.


" Kalo ki Japra sudah lama praktek dukun ? " tanya kang salim pada Japra.


Aah dukun cabul itu sih, gerutuku dalam hati. Kang Salim tampak menatapku lagi


Aku jadi serba salah, apa mungkin kang Salim itu bisa mengetahui isi pikiran orang. ( Bukan isi hati ) Karena aku pernah dengar, ada orang yg bisa membaca pikiran orang, bisa tahu apa yg diikirkan orang.


Waduh Aku jadi malu banget, karena sejujurnya aku sering berpikir jorok jika lihat perempuan.


Karena aku memang punya masa lalu yang sangat kelam.


.....


Aku jadi teringat masa laluku yg penuh maksiat. Hidup bergelimang dosa, sejak lulus sekolah SMA jadi pengangguran, tiap malam hanya mabuk mabukan. Bahkan mengambil barang orang lain yg bukan hak ku. Jika orangnya tahu dan menghalangi aku gunakan kekerasan. Baik sendiri maupun keroyakan dengan gank aku.


Sampai sampai aku diberi julukan b*****an oleh warga di wilayahku.


Bahkan kedua orang tuaku sampai mengusir aku.


Bukanya jera, aku semakin gila.


Minggat dari rumah karena diusir orang tuaku. Hidup dari terminal keterminal malak orang buat judi dan minum minuman keras.


Dari tempat karaoke sampai night clup dijogja pernah aku kunjungi. Untuk ukuran anak kampung kelakuanku benar benar sudah dianggap bejat waktu itu. Dan dosa yg tak pernah aku lupakan, dan tak mungkin hilang dari ingatanku.


Adalah.....


Saat aku menghamili pacarku Arum, Sekar Arum nama lengkapnya. Saat itu dia masih Sekolah, kelas 2 SMA. Aku mau bertanggung jawab menikahi dia. Tapi keluarganya menolak mentah mentah. Bahkan beramai ramai menghajar aku, sampai aku hampir tewas.


Arum yg beda kecamatan denganku, sebenarnya anaknya baik. Hanya karena kebejatanku, dia aku tipu. Aku cekok i dengan minuman keras. Hingga tak sadarkan diri, lalu Aku tiduri dihotel melati.


Sejak itu Arum frustasi, merasa tak suci lagi. Dan kondisi seperti itu malah aku manfaatkan untuk mengulang dan mengulang lagi perbuatan itu.


Dengan dalih, kamu sudah terlanjur tidak suci. Hanya aku yg mau jadi suami kamu besuk. Kalo kamu menolak kita putus saja. Toh aku bisa cari ganti yang lain.


Kalo sudah seperti itu Arum tak lagi bisa menolak. Karena untuk masarakat dusun, kehilangan kegadisan adalah hal yg paling tabu. Hampir bisa dipastikan tidak ada yg bakal mau, dengan SISA orang lain.


Karena sering kami melakukan itu, akhirnya dia hamil. Aku dimintai tanggung jawab, dan datang kerumahnya.


Melihat penampilanku, dan statusku yg pengangguran keluarganya berubah pikiran dan memilih menghajarku. Serta menyerahkan aku ke kantor polisi.


Bapak ku shok, jatuh sakit sampai meniggal dunia. Aku tak bisa dan tak berani pulang saat pemakaman.


Akupun menyesali meski sudah terlambat. Aku malu pulang ke kampung. Aku gak punya muka bertemu orang kampungku. Kalau pun ketemu dijalan semua sinis bahkan sampai ada yg meludah.


Aku bingung harus bagaimana, harus lari kemana harus curhat dengan siapa. Tak ada lagi yg mau percaya, tak ada lagi yg mau mendengarku. Tak ada lagi yg mau berteman denganku yg sudah di cap sebagai b*****an bejat dll.


Mau kembali ke komunitas jalanan juga sudah tak punya nyali.


Mau kembali ke kampung apa lagi.


Aku benar benar jadi gelandangan, berjalan tanpa arah tujuan.


Aku akhirnya numpang di tempat pemulung, ikut bantu memisahkan sampah. mana yg bisa dijual lagi mana yg harus didaur ulang dulu. Dari jenis botol plastik, kertas, besi alumunium dll.


Sekedar bisa buat makan, untung ada pak Wito yg menampung aku.


Hingga pada suatu saat, ketika aku ada sedikit uang dari hasil sampah. Aku berniat melihat kondisi Arum.


Perkiraanku mungkin sudah lahiran, jika tidak digugurkan. Aku tidak peduli meski sampai disana mau dihajar lagi. Atau bahkan dihabisi sampai mati. Hanya satu tekatku, ingin membuktikan aku bukan pengecut. Jika Arum melahirkan dia adalah anak ku. Ya aku siap jd bapak di usia 23 th waktu itu.


Tapi apa dikata...?


Sampai dirumahnya, boro boro bisa masuk rumahnya. Baru masuk gang rumahnya saja sudah dihadang warga. Aku sudah bicara baik baik, jika aku hanya berniat silaturahim bukan mau balas dendam. Juga pingin tahu kondisi Arum dan anaknya ( anakku juga ) waktu itu.


Tapi yg namanya sudah di cap sebgai b*****an, gak akan ada yg percaya. Bahkan ada yg ngmong Arum sudah dinikahkan, dan anaknya keguguran katanya. Aku agak emosi, ketika tanya dengan pertanyaan " Keguguran apa digugurkan ? "


Bukan jawaban yg aku dapat, tapi justru pukulan yg aku terima. Aku tetap sabar, biar bagaimanapun memang aku yg salah.


Aku bilang dengan datar, kalau memang dia sudah nikah aku juga tidak akan mengganggu. hanya ingin bertemu dia dan keluarganya untuk minta maaf.


Tapi rupanya warga malah makin emosi, aku dihajar lagi. Aku pasrah saja lah, kalo memang harus mati disini.


Warga sudah benar benar kesetanan, aku yg sudah jatuh tak mampu berdiri. masih ditendang dan di pukuli, kalau waktu itu tidak ada musafir lewat yg menolongku, mungkin aku sudah mati. Atau cacat seumur hidup, karena patah tulang tangan dan kakiku.


Meski aku masih sadar, masih bisa merasakan sakitnya saat dipukul dan ditendang. Namun sudah tidak bisa merespon, sekedar mengaduhpun sudah tak mampu.


Yang ada saat itu hanya berpikir semoga cepat mati, sudah tak sanggup menahan rasa sakit ini.


Nah disaat itulah, ada orang yg menolongku, membawaku ke rumah sakit. Dan akhitnya aku diajaknya ke sebuah pondok pesantren. katanya mau di terapi.


Dan orang itu tidak lain adalah kang Nur Salim atau kang Salim..


.......


" Kamu mikirin apa kang " tanya kang Salim.


Pertanyaan kang Salim membuyarkan lamunanku.


" Aah gak kang, mungkin cape ngantuk. semalaman belum tidur " jawabku bohong.


" Tahan dulu ngantuknya, itu kopi sama rokoknya, buat nahan kantuk " kata kata kang Salim membuatku makin tertunduk, bukan mengantuk tapi malu.


Tiba tiba kudengar si Japra ngomong ( entah kenapa setelah aku lihat wajah culas orang itu aku jadi benci banget sekedar nyebut aki atau bapak aja ogah rasanya )


" Atuh kalo berapa tahunya ya lupa, tapi 20 Th mah ada kali." jawab si japra.


Busyet hampir seumurku, berarti aku umur 5 th dah jadi dukun ni orang.

__ADS_1


" Gak papa ki, kalo mau taubat Allah pasti kasih jalan. Ini Yasin juga dulunya kurang nakal gimana, tanya orangnya saja. Dan nama aslinya sih bukan Yasin, nama yasin itu pemberian Abah guru kita. Nama Aslinya...." kata kang Salim kupotong.


" Maaf kang salim, jangan dibongkar nama asli saya, malu kang... " pintaku.


Wajahku benar benar merah karena malu banget, aku masih berharap kang salim tidak cerita lebih lanjut tentang aku.


" Kenapa malu mengakui nama sendiri, ujar kang Salim ? " tanya kang Salim.


" Bukan malu kang, hanya kalo disebut nama asli itu yg saya ingat adalah masa lalu saya yg sangat kelam. Saya lebih suka dipanggil yasin, seolah lahir jadi manusia baru. Saya bangga sebenarnya dengan nama pemberian orang tua. yg mengandung arti baik. Tapi justru jadi malu karena kelakuan saya dulu yg memalukan " jawabku.


Aku tak mampu meneruskan kata kataku, untuk mengatakan kalo karena kelakuanku membuat kedua orang tuaku sakit hingga meninggal. Dari mulai bapak kemudian disusul ibuku. Dan parahnya, kedua duanya aku gak bisa hadiri pemakamanya.


Bapakku meninggal saat aku ditahan polisi. Ibuku Meninggal saat aku opname yg rawat kang Salim.


Bahkan Aku sampai saat ini jadi trauma dengan rumah sakit dan kantor polisi.


Sebisa mungkin menghindari tempat itu.


" 20th lebih berarti sudah berapa pasien yg ditangani atau dibantu buat muja Iblis ki ? " tanya kang Salim lanjut.


" Atuh udah gak ke itung berapanya sih... " Jawap Japra.


Ni orang ngomongnya kok tidak menjukkan penyesalan sama sekali sih. Makin sebel saja dengernya, gerutuku dalam hati.


" Ada niat mau taubat gak kira kira ? " tanya lanjut kang salim.


" Belum tahu ya, soalnya yg ngantri juga masih banyak " jawabnya bikin emosiku naik.


Tidak tahan mendengar jawaban itu aku lgsg menyela.


" Meski yg ngantri banyak, kalo Raja jin nya sudah tertangkap mau apa ki ? " Kataku jengkel.


" Iya kan tempat lain masih banyak yg biasa digunakan buat muja " jawabnya.


Astaghfirrullahal ' adhim...


Kayaknya mending aku diam deh dari pada naik darah.


" Ada berapa tempat yg biasa Aki kunjungi, yg biasa buat nyari pesugihan " tanya kang Salim.


" Banyak ya, 15 Tempat mah ada " jawab si Japra.


" Owh... Itu di sekitar sini atau.. ? " tanya kang Salim lagi.


Lanjut kang salim datar, aku diam saja lah.


" Gak nyebar sampai ke jawa juga ada, yg kata dia masih satu saudara dengan yg ditangkap jang Yasin tadi " jawab Jawab Japra


Haaah..... apa mungkin si rambut api itu saudaranya Sosro Kusuma..?


" Mang aki dapet apa dari jadi perantara, muja begitu... ? tanya kang Salim.


" Ya duit iya kadang juga kalo pasienya wanita dapet serpis juga, kalo habis jd pengantin kan biasanya terus bawaanya ingin terus gitu.Kalo suaminya gak kuat nglayanin. terus minta pengantin lelaki jin nya datang. terus ngrasuk ke saya. jadi saya juga ikut ngrasain, hehehe " jawab Japra.


Masih sempet tertawa ini orang ampiuuun deh....!!!


" Lah emang aki gak punya istri ? " tanya kang Salim.


" Ya punya sih, tapi ya dah peyot gitu, kalo pasien kan rata rata seumur nyai ini. jadi masih sekel istilah kata mah " jawabnya bikin emosi.


Busyet aku jadi makin muak sama ini orang.


Heranku kang Salim terlalu sabar menanggapinya.


" Belum sih, biasanya mah habis jd pengantin sama jurig dulu baru habis itu bawa pulang duit sama emas. terus saya dikasih duit plus bonus serpis, hehehe ! jawabnya.


Ni orang kayaknya udah kerasukan iblis juga deh.


" Terus misalnya, Semua tempat rajanya kami tangkap gimana ? " kata kang Salim, lah ini mulai masuk kang Salim.?


" Atuh jangan.. Kan banyak juga yg butuh, mereka yg sudah kaya kan juga pada jadi dermawan. Suka ngasih ke orang orang juga...." jawat


" Atau Aki takut kehilangan yg bisa ngasih servis ya ? " tanya kang Salim.


" Gak sih kalo itu mah, kan Aki juga ada yg suka dari mereka bangsa jurig ( jin . )


Yg bisa Aki panggil buat begituan " kata Japra.


" terus imbalanya apa ke jin itu " desak kang salim


" Ya nyariin ganti laki laki yg masih muda huat dia " jawabnya


" Siapa yg biasanya dijadikan gantinya " tanya kang Salim.


" Yang mau cari pesugihan juga, yg cowoknya "


" Kalo pas gak ada yg cowok ? "


" Banyak sih pemuda yg belon nikah, tapi udah pingin gituan. ya aku tawari pacaran sama mereka " jawab Japra.


Busyet dech pingin bacok kepala aki aki itu rasanya. Aku dulu bejat juga gak segitunya... hadddewh...!?


" Itu dosa ki.... Jangan diulang lagi ya...! " perintah kang Salim.


Si Japra terselamatkan adzan subuh, aku dan kang Salim sholat subuh. Nyai Asnah ijin ikut sholat, dan diberi mukena. Sementara japra ngejedot aja disitu, sambil pah puh ngrokok pakai lintingan tangan.


Tiba tiba kang Salim berbisik.


" Hati hati dengan si japra " pesan kang salim.


" Iya kang, jawabku mantap..."


....


Usai sholat subuh, karena aku dipesan jangan tidur sebelum jam 09.00 Aku jln jln ke belakang pondok, melihat gubuk yg nanti malam aku pakai nuat wirit dan baca hizip.


Wah lumayan jauh dari pondok, kayaknya itu gubukny


Aku dekati, ternyata......! dekat gubuk itu ada makam tua.


Terasa susana mistisnya kuat, padahal ini siamg hari ?


Hmmm kang Salim ingin menguji nyali ku...!


Ok gak masalah, aku kembali ke pondok.


Eits.... bukanya itu si japra ?


Ngapain jalan tengak tengok mencurigakan.


Aku ikuti pelan pelan saja, loh dia mau jln kearah kamar yg di pakai Nyai Asnah .

__ADS_1


Mo ngapain dia.....? " bisik


Kudekati pelan pelan, karena jara


kami agak jauh, japra dah berhasik masuk kamar nyai Asnah.


Aku agak berlari kecil, tapi sebisa mungkin tidak bersuara


" Gak aku gak mau, aku mau tobat sekarang ".jerit nyai Asnah.


kata nyai Asnah.


itulah kalo di translate ke bahasa indonesia. entah sebelumnya ngomongin apa...


" Hayuuk lah..... Semalam katanya mau sama aki.. " bujuk Japra.


" Gak... lepaskan atau aku teriak " nyai Asnah berontak.


Tiba tiba si Japra mengeluarkan belati kecil, wah bahaya ini. Aku mengambil kayu yg cukuo keras, seukuran lengan orang dewasa, panjang kira kira 50 cm. seukuran pentungan satpam.


" Berani teriak aki bunuh, Ayuuk nurut aki layani aki seperti katamu semalam " paksa Japrak


" Ampun ki ampuun aku udah niat mau tobat. Jangan paksa buat dosa lagi...." jerit nyai Asnah


Isak tangis nyai Asnah terdengsan


Si japra tampak marah, dan.


" ini gara gara jalma jawa eta, kalo gak mau lebih baik nyai aku bunuh saja.! "


Tiba tiba si japra mengangkat belatinya, mau menikam nyai Asnah yg duduk ketakutan.


Tidak mau ambil resiko, Aku lemprkan kayu yg kupegang secepat mungkin, kearah kepalanya.


jepplllllakkkk....


Pas kena pelipisnya, si japrak tersungkur pingsan.


Aku teriak panggil anak anak santri, ternyata kang Salim pun ikut datang.


Aku ceritakan kronologinya, dan setelah japra siuman dan selesai diobati luka kepalnya dia pamit pergi mau pulang.


AkhirnyaJjapra pulang, sedang nyai Asnah tinggal di pondok sementara waktu.


Tak terasa jam menunjukkan pukul 09.11 menit. Aku masuk kamar buat istirahat.


Mikirin nanti malam harus uji nyali lagi.


Eh ingat Fatimah istriku lagi apa ya, Kehamilanya gimana ya ?


Inget istri lagi hamil kok sekaligus jd inget Arum yg pernah hamil karena aku.


Apa benar keguguran, atau digugurkan ?


Atau sebenarnya gak digugurkan dan tidak keguguran. Kalo anak itu lahir, saat ini umurnya 2 tahunan....


Kalo anak itu hidup, dan mencari ayahnya, kemudian datang kerumah. Ada Fatimah istriku, terus apa reaksi Fatimah nanti...?


Ya Allah dosa dosaku dimasa lalu...


Apakah kejadian kejadian yg kualami ini adalah sebagai Kaffarot / Denda atas dosaku di masa lalu.


Aah susah amat mau tidur..


Untung dulu ditolong kang Salim, Untung dulu dibawa ke pesantren. Untung juga dulu gak jadi kabur dari pesantren.


.....


3 Bulan pertama di pesantren benar benar tersiksa.


makan sehari dua kali, jam sembilan pagi dan jam 4.30 sore. menunya pun gak pernah ganti. memang mondok disitu gak bayar sih aku. Tapi awal awal mikirnya mending jadi pemulung, bebas. disini macem di penjara sebelum subuh sudah harus bangun, tahajut dilanjut subuh wirit sampai matahari hamoir tinggi. bersih bersih pondok sampai jam 09.00 makan pagi menu sama tiap hari.


Habis makan, gotong royong sampai dhuhur bangun mushola. habis dhuhur lanjut lagi gotong royong sampai asar.


Habis asar yg pencak silat lah, yg ta'lim lah yg tartil lah yg murotalan lah.


Jam setengah lima makan menu sama dengan pagunya dan tiap harinya.


Habis maghrib sorogan, sampai isya. habis isya mujahadah sampai jam 10 tiap hari tiada hari libur.


Aku yg awalnya gak kenal sholat gak kenal quran, kenalnya cuma cewek sama minuman. Tiap hari disuruh begitu terus, ya 3 bulan lariii


Eeeh ketangkap kang Salim, dibotakin biar gak lari. tiap rambut mau panjang dibotakin lagi


..." Udah deh kang, jangan di botakin lagi, aku udah kerasan. cuma habis asar aku minta waktu buat mancing. gak aku gak akan lari lagi, aku udah tobat beneran sekarang mau jadi orang baik baik.."...


Rengekku saat dipegangi santri mau dibotakin untuk yg kesekuan kalinya


" Yaudah lepasin " kata ksng salim.


" Sekali kamu bikin masalah lagi, aku serahkan kamu ke warga yg dulu mukulin kamu, sampai hampir mati itu." bentak kang Salim.


..." Enggak kang, aku udah taubat......


...aku gak takut dipukuli, tapi lbh takut pd Illahi. Aku gak takut ketempat itu lagi, meski warga akan mukuli. Aku gak takut diserahkan kesana. Aku taubat karena diriku sendiri..."...


janjiku di depan kang salim.


" Tambahin janjinya.. Tidak akan mainin perempuan lagi... " pinta Kang Salim.


" Siyap kang " jawabku.


" bukan siap, diucapkan....! "


..." Aku janji, Tidak akan mainin cewe lagi. tidak akan pacaran lagi. kecuali langsung nikah resmi "...


Tidak kusangka ternyata Abah guru dibelakangku mendengarkan janjiku.


Dan beliau berkata.


" Yo, seneng ro wong wedok oleh tapi raoleh pacaran. Suk Umur 25 Tak Rabekke "


ya, suka sama cewek boleh tapi gak boleh pacaran. besuk umur 25 aku nikahkan.


Semua tepuk tangan termasuk kang salim. Aku tersipu malu, gak berani angkat muka.


.....


Aah kenapa masih terngiang ngiang saja peristiwa itu. Dan anehnya tepat diusia 25th aku dinikahkan dengan Fatimah istriku....itu


Sungguh bukanlah suatu kebetulan ini.

__ADS_1


...bersambung...


__ADS_2