JAGA BUANA (Bangkitnya Kegelapan)

JAGA BUANA (Bangkitnya Kegelapan)
Pusaka Pemecah Kehidupan


__ADS_3

"Jadi, sudah berapa lama dirimu menjadi pengikut guruku, tuan Ryu?" Gentayu mencoba mengalihkan Ryu dari kebingungannya terhadap kondisinya yang akhir-akhir ini mudah sekali tertidur. Padahal yang terjadi bukanlah dirinya yg tertidur melainkan dirinya kehilangan akses untuk masuk ke dunia Gelang Grobok sedangkan waktu bagi tubuh Gentayu di dunia asalnya berhenti dan melambat. Tentu hal ini tidak disadari oleh Ryutaro.


"Aku menjadi pengikut tuan Brajawana semenjak kecil. Tepatnya, sejak tubuh harimauku baru saja dilahirkan. Ah.. rasanya sungguh tidak enak kembali menjadi bayi tapi dalam wujud hewan. Menyusu pada induk harimau tidaklah enak. Akan menyenangkan andai aku menjadi bayi manusia saja..." Jawab Ryu, sang roh sambil terkekeh.


"Dasar siluman mesum!" Gentayu tersungut dan mencibir roh tersebut setelah memahami maksudnya beberapa saat kemudian. Gentayu memang lambat berfikir untuk hal-hal semacam itu.


"Lalu, seperti apa sebenarnya formasi sihir yang bisa memisahkan rohmu dari jasad sehingga engkau, seorang panglima kekaisaran harus berakhir menyedihkan seperti ini? Bukankah tadi kau bilang bahwa engkau secara tak sengaja mengaktifkannya?" Gentayu masih saja penasaran.


"Eh, itu sebenarnya berkaitan dengan salah satu kemampuanku di masa lalu. Aku menguasai kekuatan sakti dari sekte rahasia di pulau selatan wilayah kekaisaran Hidama. Tepatnya, aku mencurinya... " Nada bicara Ryu terdengar penuh sedih. " Tapi aku tidak menyesal. Dengan kemampuan itulah banyak peperangan bisa kami menangkan tanpa jatuh banyak korban. Sebelum perang di mulai, biasanya aku menyusup ke basis pertahanan pasukan musuh dengan roh ku saja. Mendengar detail rencana mereka. Lalu selebihnya, biasanya aku mampu membunuh pemimpin pasukan musuh dengan mudah, bahkan saat perang belum di mulai dan senjata pertama belum keluar dari tempatnya. Boleh dikatakan, kekuatan ini adalah kekuatan rahasia Kekaisaran kami" Kenangnya.


"Engkau mencurinya dari sekte rahasia?" Gentayu bertanya penuh selidik.

__ADS_1


"Benar"


Ryu lalu menceritakan bahwa saat kecil dia hidup dan besar di jalanan. Mencuri dan mencopet adalah keahlian dan pekerjaannya sehari-hari. Untuk profesinya ini, Ryu bahkan mempelajari ilmu mencopet secara khusus dari organisasi kejahatan di kota Kyushin. Berkat keahlian itulah, Ryu berhasil tanpa sengaja mendapatkan kekuatan bernama 'pemecah hidup' itu. Kekuatan itu sebenarnya tersimpan dalam wujud sebuah jubah.


Suatu hari, Ryu sang copet cilik itu dikejar-kejar pihak keamanan setelah kepergok mencuri di kedai yang menjual perhiasan. Hal ini sebenarnya adalah hasil pengintaian dan upaya pengungkapan kejahatan jalanan yang dia lakukan. Dalam pengejaran itu Ryu bersembunyi di rumah salah satu penduduk yang tidak diduga adalah markas utama sebuah sekte rahasia di kota Kyushin.


Kediaman itu sempat digeledah petugas sebelum mereka pergi karena segan dengan pemilik rumah yang sehari-harinya dikenal sebagai pendekar pertapa Kao. Namun masyarakat tentu tidak menyangka bahwa pertapa Kao adalah pemimpin sebuah sekte rahasia karena selama ini setiap pengikut dan anggotanya yg datang selalu mengaku sebagai pasien ataupun orang yang butuh terapi mental pertapa Kao.


Ryu saat itu bersembunyi dibalik sebuah jubah sehingga saat digeledah tubuh kecilnya tak terlihat. Setelah merasa aman, diapun bermaksud hendak keluar namun tetap menggunakan jubah tersebut. Lagi-lagi dirinya mendapati keanehan lainnya. Pertapa Kao yang tanpa sengaja berpapasan dengannya di pintu masuk tidak menyadari ada salah satu jubah berharganya melangkah keluar dengan seorang buronan di dalamnya.


"Begitulah aku mendapatkan kekuatan itu. Dan aku baru mengetahui bahwa jubah itu selain bisa menyamarkan diri, juga bisa memisahkan roh dengan jasad setelah aq tertangkap oleh guruku, panglima Takashi. Beliau menagkapku. lalu mendidikku, dan menjelaskan mengenai jubah itu secara detail. Guru Takashi juga yg membimbingku sehingga aku bisa menjadi prajurit yang handal dan langsung mendapatkan pangkat sebagai komandan divisi intelijen.

__ADS_1


Kini jubah itu seharusnya masih ada pada tubuhku yang terperangkap dalam jurang kematian. Sial sekali, kenapa saat terjatuh aku justru mengaktifkan mantra pemecah kehidupan.." Ryu menutup ceritanya dengan kesedihan pada suaranya.


"Tenanglah. Kita akan temukan kembali tubuhmu. Mudah-mudahan masa 300 tahun tidak akan merusak tubuhmu" Gentayu berkata dengan tidak yakin. Namun setidaknya itu sebuah harapan. Paling tidak, dengan mengetahui bahwa roh Ryu masih hidup itu menandakan bahwa tubuhnya masih hidup entah bagaimana caranya.


Ryu sendiri sebenarnya juga sudah melupakan keinginannya menikmati kehidupannya kembali sebagai manusia. Sekian lama hidup berpindah-pindah sebagai roh dari satu tubuh ke tubuh lain sudah bisa diterimanya dengan lapang dada. Setidaknya dia masih hidup untuk waktu yang lama menyaksikan dunia di sekitarnya berubah.


Perahu yang dinaiki Gentayu kini tiba di bagian hilir dari sungai itu, yaitu sebuh kota pelabuhan besar yang dekat dan berbatasan dengan lautan lepas. Kota itu adalah Kota Sei Asin. Sebuah kota pelabuhan yang cukup ramai karena merupakan daerah bertemunya para saudagar lokal dan mancanegara.


Gentayu bermaksud menjual perahu berikut seluruh isinya di kota ini. Dia memerlukan uang untuk biaya perjalanannya menemukan jembatan Naga Merah. Setelah menunggu setengah hari, seorang Saudagar bermata sipit berkulit kuning langsat menawar dan membeli jualannya dengan harga 3000 keping emas.


Setelah mendapatkan uangnya, Gentayu segera mencari penginapan untuk bermalam mengistirahatkan tubuhnya. Namun, saat hendak menuju penginapan. sebuah keributan di depan penginapan menghentikan langkahnya.

__ADS_1


__ADS_2