JAGA BUANA (Bangkitnya Kegelapan)

JAGA BUANA (Bangkitnya Kegelapan)
Belalang Sembah II


__ADS_3

Gentayu dipaksa bejumpalitan di udara menghindari tebasan dua pasang tungkai depan dari siluman belalang sembah itu. Kedua tungkai besar setajam pedang itu membelah udara kosong saat Gentayu berhasil menghindari tebasan-tebasan dari sepasang siluman serangga raksasa itu.


Sesekali, kaki-kaki tengah dan belakang dua siluman itu juga membuat manuver mengejutkan. Selain kekuatannya yang lebih besar daripada seekor gajah biasa, kecepatan gerak keduanya juga sangat menakjubkan. Ukuran yang besar tidak sama sekali mengurangi kelincahan mereka sebagai hewan pemburu.


Beberapa kali Gentayu nyaris terkena sabetan kaki-kaki mereka yang tak kalah berbahaya dari sepasang tungkai depan itu. Kaki bergerigi itu saat ini lebih mirip gergaji daripada kaki-kaki serangga raksasa.


Kedua siluman tersebut tampaknya benar-benar ingin segera membunuh Gentayu untuk kemudian memakannya dan segera pergi dari tempat itu.


Gerakan mereka semakin gesit dan cepat. Sesekali, mereka melompat dengan kepakan sayap mereka yang menghempaskan segala sesuatu di sekitar mereka. Terdengar bunyi berisik memekakkan telinga saat serangga itu mengepakkan sayap ketika hendak melompat.


Tapi, setelah mereka berupaya membunuh Gentayu hingga hampir setengah jam kemudian tanpa hasil Terlihat, mereka mulai mengubah irama serangan mereka.


Meskipun tetap menyerang Gentayu secara gencar, namun keduanya seperti ingin segera meninggalkan tempat itu. Berkali-kali kedua hewan siluman itu secara bersama-sama mundur menjauh sekalipun Gentayu tengah terdesak. Seolah, ada sesuatu yang menakuti mereka di tempat tersebut.


‘Apa yang membuat mereka takut? Tidak mungkin mereka takut pada Sempati, bukan?’ Gentayu mulai menganalisa situasi pertarungannya.


Tapi lagi-lagi, ketika tengah berusaha mencari jawaban terhadap keanehan sikap kedua serangga raksasa itu, sepasang tungkai depan yang seperti pedang itu hampir saja mendarat di lehernya jika saja Gentayu terlambat melompat mundur untuk menghindar.


Gentayu bergulingan ke kiri dan ke kanan di bawah hujaman empat tungkai setajam pedang itu yang menggencarnya dengan serangan mematikan tanpa ampun. Mereka sama sekali tidak mengendurkan serangan, tapi juga bersikap seperti berusaha menjauh secepatnya dari tempat tersebut.

__ADS_1


Bekas pertarungan ketiganya membuat tanah di daerah itu tercacah-cacah sebagian. Mirip tanah yang telah dibajak. Setiap kali tungkai setajam pedang itu mengenai tanah, rekahan tanah seperti bekas cangkulan sedalam dua meter terbentuk. Menunjukkan betapa kuatnya dua makhluk lawan Gentayu ini.


Suatu ketika, di tengah tekanan yang terus diterimanya dari dua siluman belalang itu, Gentayu mengambil momen menyusup ke bawah tubuh salah satu belalang sembah itu saat mereka bergerak mundur.


Belalang sembah yang menaungi Gentayu di bawah tubuhnya menjadi kesulitan untuk melihat Gentayu, sehingga memilih untuk bergerak mundur dengan lompatannya. Lagi-lagi, suara berisik disertai angin yang menerbangkan segalanya berderak di sekitarnya.


Tapi, sebelum belalang itu benar-benar melompat menjauh, ternyata Gentayu telah menyelesaikan persiapan dari rencananya. Tangan kanannya telah dialiri energi dath dalam jumlah besar, mengubahnya menjadi pedang energi dan..


‘SLASH!’


Salah satu kaki hewan itu putus terkena sabetan pedang yang diciptakan dari pemadatan energi dath unsur api milik Gentayu, tepat ketika belalang sembah itu hendak melompat menjauhi Gentayu yang masih berada di bawah tubuhnya. Mempersiapkan serangan berikutnya.


Secepat kilat, memanfaatkan momentum gerakan melompat sang belalang, Gentayu membuat gerakan membabat angin pada bagian bawah tubuh belalang, dengan arah berlawanan dari gerakan lompatan belalang.


‘Crak!’


Tebasan energi Gentayu efektif membelah tubuh belalang itu menjadi dua!


Meskipun tidak terbelah sempurna karena jumlah energi yang terkumpul ditangannya belum terlampau besar, tapi untungnya siluman belalang itu berhasil dirobohkan. Darah berwarna hijau kental mengucur membasahi tanah di bawahnya, sebagian kecil sempat terciprat dan membasahi jubah Gentayu.

__ADS_1


Tanpa disadari Gentayu, karena menguasai jurus rembulan menarik lautan dari Pendekar Bulan Perak, kekuatan siluman belalang sembah yang terbunuh oleh tangannya itu telah berpindah dengan sendirinya ke tubuhnya. Membuatnya dua kali lebih kuat dari sebelumnya. Ternyata ilmu tersebut aktif dengan sendirinya saat gentayu memiliki energi dath untuk pertama kali. Beberapa hari yang lalu.


Dia tidak yakin dengan yang dirasakannya saat ini, tetapi kini dirinya merasa kekuatannya meningkat secara drastis. Rasa lelahnya menghilang, dan kekosongan energi akibat dilepaskan sebagai senjata menyerang tadi segera terisi kembali.


Sebenarnya Gentayu cukup beruntung karena siluman yang dihadapinya baru berumur kurang dari seratus tahun, membuatnya termasuk dalam siluman baru dan pasti lemah.


Melihat rekannya roboh dengan tubuh nyaris terbelah dua, satu belalang lainnya mendadak berubah menjadi lebih ganas. Belalang itu menerjang dengan cepat, menubruk Gentayu dari udara!


Gentayu berhasil menghindari serangan mematikan itu, bahkan dengan gerakan sangat cepat berhasil menangkap salah satu kaki belalang itu. Lalu meremukkannya dengan memukulnya menggunakan kepalan tangan berkali-kali.


Tangan Gentayu yang tergenggam mengepal berubah menjadi merah membara. Energi api dalam jumlah dua kali lebih besar tersalur pada kepalan tangan itu. Menciptakan hawa panas yang melelehkan daging dan tulang belalang raksasa itu.


Kini , keganasan belalang itu telah berubah menjadi rasa takut karena merasakan kaki-kakinya mulai mati rasa dan tak lagi dapat digerakkan. Dua kaki tengahnya telah hancur, dan kini Gentayu mengarahkan sebuah pukulannya ke arah dada belalang itu.


Siluman belalang itu bermaksud melarikan diri setelah menyadari nyawanya terancam. Tapi terlambat, sebuah lubang menganga tercipta di dada belalang sembah tersebut akibat pukulan Gentayu. Membuat serangga raksasa itu langsung kehilangan nyawa.


Lagi-lagi, selepas membunuh makhluk itu, Gentayu merasakan kekuatannya bertambah secara mengejutkan dan tak masuk akal! Dia kini hanya selangkah lagi memiliki kekuatan pendekar bumi tingkat empat, atau tingkat menengah!


Gentayu masih belum menyadari, bahwa semuanya terjadi berkat penguasaannya terhadap ilmu Rembulan menarik Samudera!

__ADS_1


__ADS_2