JAGA BUANA (Bangkitnya Kegelapan)

JAGA BUANA (Bangkitnya Kegelapan)
Racun Tidur


__ADS_3

Sementara itu, di tempat lain jauh dari Kedai Pindang lokasi pertarungan anggota Bintang Harapan melawan prajurit Lamahtang.


Pemuda misterius yang tak lain adalah Gentayu telah muncul kembali di lembah tujuh Curup. Itu adalah lokasi sekte Tujuh Tirai berada. Ada misi khusus yang diterima Gentayu berkaitan dengan sekte tersebut.


Sebelumnya, Gentayu telah mengetahui kebenaran tentang jati dirinya. Datuk Rajo Narako mengatakan bahwa Gentayu bukanlah dilahirkan di dunia ini. Tepatnya, dirinya adalah manusia yang berasal dari dunia lain. Dunia yang berbeda dari dunia dia hidup saat ini.


Gentayu dititipkan untuk hidup di dunia ini karena kondisi di dunianya saat ini tidaklah terlalu baik. Dirinya diramalkan akan menjadi pemersatu dunia asalnya yang terus berkonflik. Namun konflik apa dan seperti apa, Datuk Rajo Narako sama sekali tidak menyinggungnya.


Datuk Rajo Narako hanya berpesan agar dirinya segera meningkatkan kemampuannya sebelum bencana besar datang. Bencana yang dimaksud adalah kelahiran kembali Raja Kegelapan bernama Mislan Katili di masa lalu.


Menurut pria tua itu, tubuh Gentayu sangat berbeda dengan tubuh manusia pada umumnya. Jika manusia umumnya hanya memiliki 7 titik cakra sebagai pintu gerbang keluar masuknya energi di seluruh tubuhnya, maka Gentayu justru memiliki 19 titik serupa. Dengan demikian, kemampuannya menyerap energi bisa jauh lebih besar daripada manusia biasa.


Hal istimewa lainnya dari tubuh Gentayu dan orang-orang dari dunianya adalah, secara alami dirinya telah memiliki sebuah titik sebagai pusat berkumpulnya energi yang diserap. Titik ini mirip seperti sebuah penampungan. Energi yang berasal dari luar akan ditampung terlebih dahulu pada titik ini sebelum dialirkan ke setiap organ tubuhnya. Demikian pula, kelebihan energi yang tidak bisa diserap tubuhnya tetap dapat tersimpan berkat adanya titik kumpul ini.


Dijelaskan juga, bahwa tubuh setiap orang pada dunia asal Gentayu memiliki sesuatu yang disebut akar jiwa. Akar jiwa sendiri memiliki elemen dasar berbeda pada tiap individu yang menentukan pencapaian setiap orang menjadi berbeda.


Orang-orang seperti Rajo Narako misalnya, cukup beruntung karena terlahir hanya dengan elemen api pada dirinya. Orang-orang yang terlahir dengan satu atau dua elemen dasar biasanya akan menjadi jenius beladiri. Sebabnya adalah kemampuannya akan terasah secara lebih fokus daripada mereka yang terlahir dengan lebih dari dua elemen dasar pada akar jiwanya. Hal ini tak lain karena untuk mendayagunakan elemen alam tersebut selalu dibutuhkan energi yang cukup.


Karena memiliki elemen dasar api, maka kemampuan Rajo Narako akan sangat maksimal ketika mendayagunakan segala sesuatu yang memiliki unsur api. Baik sebagai senjata, pertahanan maupun sumber energi.

__ADS_1


Gentayu sendiri, ternyata terlahir dengan kondisi yang cukup unik awalnya. Dia memiliki elemen dasar api dan air sekaligus pada awalnya. Namun ternyata dalam akar jiwanya juga bisa terus berkembang unsur-unsur lainnya yang sebelumnya tidak ada. Dan entah keanehan apalagi yang akan ditemui setelahnya.


Artinya, kondisi tubuh Gentayu termasuk kondisi yang langka. Rajo Narako bahkan memastikan, bahwa di masa depan Gentayu bisa menggunakan elemen apapun yang tersedia di alam ini selama memiliki jumlah energi memadai untuk mengendalikannya. Sebuah keberuntungan sekaligus kekurangan bagi dirinya.


Rajo Narako kemudian meminta Gentayu untuk pergi ke beberapa tempat guna mengamankan segel-segel para kesatria kegelapan di masa lalu, termasuk sembilan bola arwah. Dia harus berhasil memusnahkan segel-segel dan sembilan bola arwah itu pada saatnya nanti, saat kekuatannya telah memadai.


“Kenapa tidak datuk sendiri yang turun tangan?” begitulah pertanyaan Gentayu saat itu kepada Rajo Narako.


“Sebab, jika aku yang turun langsung maka akan aku harus menerobos alam ini. Saat aku berhasil menerobosnya, maka kekuatan yang terkunci dalam bola sembilan arwah juga akan bisa menerobos keluar. Karena kami sendirilah wujud dari sembilan bola arwah itu..” itulah jawab Rajo Narako sebelum Gentayu meninggalkan Lembah Kenangan.


Kedatangannya kembali ke Sekte Tujuh Tirai adalah dalam rangka melaksanakan perintah tersebut.


+++ +++ +++ +++ +++ +++ +++ +++ +++ ++


Nyatanya, di hari ke lima seluruh pendekar Bintang Harapan telah berhasil menetap di dalam benteng kerajaan. Tanpa kesulitan berarti. Mereka hanya harus merelakan sebagian hasil bumi yang dibawa karena diambil paksa oleh para prajurit. Padahal seharusnya barang bawaan itu bisa dijual ataupun sebagai perbekalan cadangan. Namun itu harga yang masih wajar bagi mereka.


Para prajurit masing-masing kadipaten sendiri telah mulai bergerak mengepung benteng. Jumlah mereka seluruhnya hanya sekitar enam ribuan orang saja. Tapi mereka memang hanya kekuatan pengalih perhatian saja. Inti serangan justru akan dilakukan dari dalam benteng.


Pasukan kadipaten Tulang Mesuji datang terlebih dahulu dalam empat gelombang, disusul Serelo Pualam dan Ujung Jambe. Adipati mereka langsung memimpin pasukan tersebut. mereka bergerak sangat rapi dan tidak terdeteksi sebagai pasukan perang. Senjata dan perlengkapan perang semuanya dihanyutkan di bawah perahu-perahu rakit lewat sungai yang memang mengalir tak jauh dari benteng. Mereka kemudian menetap pada desa-desa sekitar kerajaan yang penduduknya Sebagian besar memilih mengungsi di dalam benteng kerajaan.

__ADS_1


Ada sekelompok prajurit kadipaten itu yang ditugaskan untuk meracuni aliran air di komplek istana. Kelompok ini hanya terdiri dari tiga orang saja. Mereka sengaja datang dengan menyamar sebagai pencari belut dan kodok di sungai di luar benteng.


Terdapat sebuah sungai kecil yang mengalir masuk ke dalam benteng kerajaan sebagai sumber mata air. Sungai itu berasal dari sungai lain yang dibendung dan dialirkan khusus untuk raja, keluarga istana dan para pembesar istana termasuk beberapa kamp prajurit di dalam istana.


Ketiga prajurit yang menyamar sebagai pencari belut dan kodok itu berangkat saat langit mulai gelap. Memang begitulah lazimnya mereka yang berprofesi seperti mereka. Belut dan kodok cukup aktif saat malam hari, sehingga malam hari adalah waktu yang tepat untuk berburu kedua jenis hewan tersebut.


“Hei! Kalian! Sedang apa di sana?!” hardik seorang prajurit yang datang menghampiri mereka dengan membawa obor beserta lima rekannya. Mereka melihat tiga orang yang sedang mengobok-obok air yang diperuntukkan untuk para penghuni istana.


“Oh, maafkan kami tuan prajurit. Kami hanya sedang mencari belut dan kodok..” jawab pria berkumis di antara ketiganya.


“Kalian tahu, ini daerah terlarang! Daerah steril dari aktivitas penduduk!” Bentak prajurit yang lain.


“Maaf, maafkan kami tuan prajurit. Kami tidak mengetahuinya. Tidak ada tanda larangan, sehingga kami masuk ke air ini. Maafkan kami. Kalau begitu, kami akan pergi..” Jawab pria berkumis beralasan.


Ditempat itu memang tidak terlihat ada tanda apapun yang melarang sesorang memasukinya.


“Cepat Pergi! Tapi, tinggalkan keranjang hasil buruan kalian di sini!” Bentak prajurit itu lagi.


“Bbb.. baik tuan..” jawab pria kurus yang membawa keranjang berisi tiga ekor belut dan lebih banyak kodok itu. Pura-pura gugup dan ketakutan sebelum pergi. Belut dan kodok itu bukanlah hasil buruan mereka, melainkan mereka beli dari pedagang di desa.

__ADS_1


Para prajurit kadipaten itu pergi dari tempat tersebut dengan senyum lebar di dalam keremangan malam. Mereka telah berhasil melarutkan puluhan guci racun ke aliran air itu. Guci-guci tersebut tidak terlihat karena memang dibenamkan ke dalam lumpur di tepi sungai.


Racun yang dilarutkan dalam aliran air itu adalah racun tidur. Membuat mereka yang mengkonsumsinya tidak akan bisa tidur hingga berhari-hari.


__ADS_2