JAGA BUANA (Bangkitnya Kegelapan)

JAGA BUANA (Bangkitnya Kegelapan)
Hiru II


__ADS_3

Kera besar berbulu perak, Hiru, menghampiri lubang yang terbentuk akibat tanah amblas bekas tumbukan tubuh Gentayu yang jatuh dari ketinggian.


Debu tanah masih belum hilang.


Tangan besar Hiru mencengkram kerah baju Gentayu dari belakang karena posisi Gentayu yang tengkurap.


Diangkatnya tubuh lemah yang tampak kehilangan tulang belakang tersebut dengan tangan kirinya. Mata merahnya mengamati wajah Gentayu yang berlumuran darah, sementara tangan kanannya telah mengepal kembali, bersiap menghantam tubuh pemuda itu.


"Grrr..."


Suara geraman keluar dari mulut Hiru, bersamaan dengan tangan kirinya melempar tubuh Gentayu ke udara.


Detik berikutnya, tangan kanannya bergerak cepat menghantam tubuh Gentayu yang melayang jatuh.


'Bug!!'


Suara teredam terdengar, bersamaan dengan tangan besar itu menembus tubuh Gentayu.


Darah menyembur, bersamaan dengan berhamburannya organ-organ dalam dari tubuhnya.


Tubuh Gentayu yang lemah jatuh kembali ke tanah. Terlihat tidak ada tanda kehidupan.


Namum, Kera besar itu tiba-tiba memegangi bagian depan dadanya. Ada darah mengalir di sana. Dan sebuah pedang merah membara muncul dari dalam dadanya.


"Kau.. Menipu.. ku!!"

__ADS_1


Hiru memandangi tempat jatuhnya tubuh Gentayu. Namun dia hanya menemukan seonggok batu yang berubah menjadi debu di sana. Tak ada mayat Gentayu.


Yang ada hanyalah sebuah batu gunung yang telah hancur berkeping-keping.


Kepalanya menoleh.


Seorang pemuda dengan wajah sedikit tegang muncul di belakangnya. Entah sejak kapan pemuda yang sesaat lalu berubah menjadi mayat itu ada di sana.


Pedang berwarna merah membara yang menusuknya dari belakang dan menembus dadanya dan menusuk jantungnya, adalah pedang Naga Api.


Gentayu tidak terlihat terluka sama sekali. Bahkan tak ada keringat maupun debu di wajahnya.


"Awalnya, aku masih ingin bicara baik-baik denganmu, tuan Hiru. Namun karena kau berlaku begitu kejam kepadaku yang jelas-jelas bukan tandinganmu, maka salahkan dirimu karena harus berakhir di sini. Bahkan, rohmu juga tidak akan selamat!"


Kata-kata Gentayu mengalir dengan santai, namun wajah Hiru memucat dengan cepat, seiring menghilangnya daya kehidupan di dalam tubuhnya.


Kera besar perkasa itu tumbang ke tanah.


Gentayu menendang sisi bagian tubuh Hiru yang roboh ke arahnya.


Tangannya merogoh bagian dada mayat kera besar itu, menyayat sedikit bagian daging di dekat jantung itu dan mengeluarkan kristal berwarna ungu.


'Hmm.. kristal yang lumayan kuat. Kera ini pasti belum lama menembus level pendekar Alam.. untungnya otaknya sebagai magical beast tidak secerdas manusia...Rupanya, keris Mpu Jangkung ini bekerja juga pada siluman..'


Gentayu bergumam sambil tersenyum saat memandangi kristal ungu besar. Dia beruntung karena lawannya hanyalah kelas Magical Beast sehingga tidak menyadari ilusi yang diciptakan Keris Mpu Jangkung.

__ADS_1


Memang begitulah nyatanya.


Saat Gentayu menyadari bahaya yang mengejarnya ketika baru saja keluar dari goa, dia segera mencabut keris Mpu Jangkung dari tubuhnya dan menancapkannya ke tanah.


Seketika, tubuh ilusi sosok Gentayu muncul berdiri menggantikan tubuh asli Gentayu. Sedangkan diri Gentayu yang asli segera menyingkir cukup jauh dari tempat itu.


Gentayu mengamati dari kejauhan saat Hiru berbicara dengan tubuh ilusi ciptaan keris Mpu Jangkung.


Sesaat kemudian, tanpa disangka- sangka kera besar itu segera menyerang tanpa basa basi lebih jauh.


Rona tidak senang terlihat dari wajah Gentayu saat melihat bagaimana Hiru menyerang tanpa berusaha mendengarkan penjelasannya.


Akhirnya, Gentayu yang awalnya menempatkan ilusi hanya sekedar untuk meloloskannya dari masalah yang tidak perlu, menjadi naik pitam melihat kekejaman Hiru pada tubuh ilusinya yang diciptakannya dari sebongkah batu gunung.


Tanpa menunggu lagi, Gentayu segera menusukkan Pedang Naga Api ke tubuh Hiru.


Hiru tak menyadari kehadiran Gentayu karena aura Gentayu dan pedangnya benar-benar dihilangkan oleh kemampuan ilusi keris Mpu Jangkung.


Setelah mengambil kristal ungu dari dalam tubuh Hiru dan melemparkan bagian tubuh kera besarnya yang tersisa, Gentayu segera bergegas menyarungkan kembali kerisnya dan pergi dari tempat tersebut.


Gentayu baru saja meninggalkan tempat Hiru terbunuh, ketika sesosok wanita dengam rambut diikat tusuk konde gading tiba-tiba muncul dari kehampaan di tempat itu.


Hutan petir yang penuh bahaya bagi orang lain itu tampak tidak berarti baginya. Jelas, kekuatan wanita ini tidak biasa- biasa saja.


'Hmm.. Dia ada di sini? Apa yang dilakukannya di tempat ini? Bagaimana bisa dia membunuh Hiru? Bukankah kekuatannya baru saja berada di level Pendekar Langit? Ah, Aku harus segera melaporkannya pada Tuan Putri..'

__ADS_1


Wanita jangkung berjubah kuning itu berjongkok sejenak memeriksa tubuh hiru yang telah menjadi mayat.


Dia segera kembali berdiri, dan menghilang dari tempat itu seolah tak pernah ada sebelumnya.


__ADS_2