JAGA BUANA (Bangkitnya Kegelapan)

JAGA BUANA (Bangkitnya Kegelapan)
Pertarungan di Puncak Air Terjun Ke Tiga II


__ADS_3

Para kadal yang awalnya hampir saja tinggal menuruni tebing dan mencapai lokasi sekte tujuh tirai kini terpukul mundur. Tepatnya bergerak dan memilih mundur setelah semakin banyak kadal yang kehilangan tuannya justru menyerang sesama mereka. Suasana di tengah pasukan kadal menjadi kacau balau. Ini mungkin pertama kalinya kelompok yang selalu digdaya ini terpaksa ditarik mundur padahal sudah hampir tiba di depan pintu musuhnya.


Namun, langkah mundur itu justru memperburuk keadaan mereka.


Di saat mereka tengah bergerak mundur, Gentayu yang memang telah berada di garis terdepan menghadang itu justru semakin merangsek maju. Seolah mendapatkan sebuah peluang, pemuda itu makin beringas menghabisi para kadal.


Terlihat sesekali dirinya diselimuti api dari dua hingga tiga ekor kadal yang menyemburnya, Gentayu tak terpengaruh dan terus maju menebar kematian. Dalam balutan api itu, serangannya justru menjadi semakin mematikan karena para pengendali mereka bukanlah manusia yang kebal api seperti dirinya.


Beberapa kali terjadi ledakan hasil dari serangan Gentayu di antara kerumunan kadal yang menambah kepanikan.


Dua orang perempuan muda yang tiba-tiba muncul semakin memperburuk keadaan pasukan kadal. Mereka bertiga sangat efektif bergerak dan melumpuhkan lawan karena kedua wanita yang baru saja muncul itu juga menggunakan serangan-serangan jarak jauh seperti Gentayu.


Mereka tidak menyerang para kadal, namun menyerang para pengendali kadal-kadal itu.


“Nona Kasuza, Nona Yumiko.. !” Gentayu mengenali keduanya. Namun, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk berbasa basi.


Pisau pisau terbang seolah tak berhenti meluncur dari balik jubah putih yang dikenakan Yumiko. Setiap kali pisau-pisau itu terbang dari balik lengan jubahnya, selalu ada nyawa para penunggang Kadal yang tewas. Umumnya mereka tewas karena pisau-pisau itu menancap di leher, kening, ataupun jantung mereka.


‘Hah? Nona Yumiko rupanya mahir menggunakan pisau terbang? Bukankah seharusnya dia menggunakan panah?’ Gentayu untuk sesaat terkesima dengan kehadiran dua pendekar wanita ini.


‘Keduanya terlihat mengalami kemajuan pesat. Atau aku saja waktu itu yang belum melihat kemampuan asli mereka?’ Gentayu masih terpukau menyaksikan kelincahan dua pendekar dari Hidama itu. Sampai sebuah tepukan menyadarkannya.


“Sampai kapan kau akan berdiri saja?” ternyata matriark Lim telah berada di dekatnya.


Tak menjawab apapun, Gentayu segera mengikuti Matriark Lim menyusul Yumiko dan Kasuza yang terus maju tak terbendung.


Yumiko telah kehabisan pisau-pisaunya sehingga kini dia berhenti sejenak dan mengeluarkan busur panahnya. Sedangkan Kasuza tetap melaju dengan meledakkan sasarannya menggunakan cambuknya.

__ADS_1


Kepala para kadal yang terkena sabetan cambuknya langsung hancur dan roboh tak bernyawa. Sedangkan efek ledakannya membuat para pengendali para kadal terpental, kalaupun tidak tewas setidaknya mereka pasti mengalami luka parah.


Para Kadal beserta pengendalinya ternyata mundur menuju dua sosok yang memimpin kelompok kadal api ini. Mereka adalah anak-anak Ki Renggolo, yaitu Pandan Wungu dan kakaknya Panunggul Sewu. Keduanya tampak mengendarai kadal dengan keempat kaki dilapisi dengan cakar baja.


Dua orang pemimpin kelompok itu awalnya sangat tenang dan yakin bahwa Gentayu yang bergerak seorang diri akan dapat dihabisi dengan mudah oleh pasukannya. Sayangnya serangan api para kadal tidak berpengaruh baginya.


Ketenangan mereka semakin terusik dengan kehadiran sepuluh pimpinan sekte Tujuh Tirai yang dipimpin langsung oleh Matriark Lim. Panunggul Sewu beniat segera menghadapi mereka semua, namun Pandan Wungu mencegahnya setelah melihat kemunculan Yumiko dan Kasuza.


“Kita sudah sejauh ini, kenapa musti mundur?” bantah sang kakak, Panunggul Sewu. Bagaimanapun, dia memang sangat marah kepada Gentayu karena pernah ditipu mentah-mentah.


“Sebaiknya, kita mundur dulu sekarang kakang Sewu. Kita bukan tandingan pemuda itu..” Pandan Wungu memberikan pendapatnya, mencegah kakaknya untuk nekad bertarung.


“Apa kau takut, Wungu?” Kata Panunggul Sewu dengan senyum mengejek ke arah adik perempuannya.


“Takut? Hah..! Kakang harus mulai belajar membedakan antara bodoh dan berani! Perhatikan pemuda itu! Dia bukan sedang dibakar, tapi diberi asupan energi yang besar dari kadal-kadal kita!” Katanya tak terima, lalu melompat meninggalkan kadalnya juga Panunggul Sewu yang masih ingin membalas ucapan adiknya.


Memang benar ucapan Pandan Wungu. Setiap kali dirinya diselimuti api, Gentayu memang menyerap energi panas api itu menjadi energinya sendiri. Tak heran, jika api yang menyelubunginya selalu mengecil setelah beberapa saat dan padam pada akhirnya.


Kini Gentayu, Kasuza dan Yumiko beserta para petingi sekte tujuh tirai masih harus berjibaku melawan sekitar sebelas ekor kadal yang tersisa. Para pengendali kadal yang menyadari pimpinannya telah meninggalkan mereka menjadi panik. Serentak mereka lari lintang pukang meninggalkan arena pertempuran. Separuh di antara mereka yang mencoba kabur justru tak selamat karena tersambar oleh api dari kadal-kadal yang telah menjadi liar tanpa kendali lagi.


Baik para pendekar Tujuh Tirai, Gentayu maupun Yumiko dan Kazusa tak berniat mengejar mereka.


Tiba-tiba Gentayu mengangkat tangan kanannya tinggi, meminta para pendekar berhenti untuk membantai para kadal api raksasa itu.


“Ada apa Gentayu?” Tetua Feng atau tetua bermuka lebar bertanya atas sikap Gentayu.


Baginya, inilah kesempatan terbaik untuk menghancurkan seluruh kadal raksasa ini. Saat para pendekar hebat yang bisa menangani para kadal turut membantu sekte. Tetua Feng berfikir, andai serangan itu langsung dihadapi sendiri oleh sekte tanpa bantuan Gentayu dan dua pendekar asing, kemungkinan mereka akan banyak kehilangan orang karenanya.

__ADS_1


“Aku ingin menjinakkan mereka untuk membantu sekte!” Katanya singkat sebelum mulutnya nampak komat kamit melafalkan sesuatu.


Bahu kirinya tiba-tiba memancarkan sinar kehijauan. Sedetik kemudian sinar itu melesat menabrak para kadal.


‘GROAAARRRRR.....!!’


Seluruh pendekar yang ada di sana terkejut bukan kepalang melihat kemunculan makhluk itu. Beberapa tetua Sekte bahkan hampir terjengkang saking terkejut.


Sosok makhluk raksasa mirip manusia dengan tubuh dipenuhi sisik mirip trenggiling muncul dari sinar kehijauan tersebut. Tanduk panjang yang ada di atas kepalanya berwarna biru keputihan menyala terang.


Tak menunggu lagi, sebelum kadal didekatnya menyemburkan apinya, sosok monster yang tak lain adalah Sandu itu melepaskan hawa dingin dan membekukan lingkungan disekitarnya.


Akibat udara yang tiba-tiba membeku itu, api yang dilepaskan para kadal tidak mampu menjangkau area lebih dari satu meter dari moncong mereka.


Sandu ternyata tak berhenti setelah membekukan lingkungannya. Monster itu bergerak cepat dan menempelkan kedua tangannya masing-masing pada seekor kadal di kanan dan kirinya.


Hawa dingin yang menjalar di kepala para kadal membuat mereka lemas dan ambruk. Kadal lain mencoba untuk melarikan diri, namun dua monster lain menghadang mereka untuk tidak meninggalkan tempat itu. Sembilan ekor kadal yang tersisa itu akhirnya dapat dilumpuhkan dengan aura dingin es milik Sandu. Semuanya roboh ke tanah, namun tidak ada yang mati. Sandu hanya membekukan organ gerak para kadal itu.


Begitu para kadal telah roboh seluruhnya, Gentayu mendekati mereka.


Satu persatu hewan melata itu menghilang saat tangan Gentayu menyetuh mereka. Gentayu mengirim mereka ke dunia tepi danau, warisan dari gurunya Pendekar Bulan Perak. Berkat Datuk Rajo Narako, kini batu hitam yang menjadi gerbang menuju dunia tepi danau kini telah menyatu dengan gelang Gerobok.


Gentayu kini hanya perlu membuat formasi garis tertentu pada gelang gerobok dengan telunjuknya untuk membuka pintu dunia tersebut, dan garis lain yang berbeda untuk membuka dimensi pada gelang gerobok.


****Nb. Mohon maaf hanya bisa update 1 chapter perhari.


Inginnya sih Crazy up. Sayangnya, kondisi saya belum memungkinkan. Mudah-mudahan segera yaa...

__ADS_1


Oh ya, Karena hari ini adalah hari istimewa saya, komentar ke 13 di chapter ini akan mendapatkan pulsa sebesar 15ribu rupiah (Tutup jam 24.00 WIB*)*.


__ADS_2