
“Lalu, apa hubungannya semua hal tadi dengan peta Gerbang Sunda ini?”
Sekalipun penjelasan putri Nakano sangat membuka wawasannya, namun dia sama sekali menemukan benang merah semua hal itu dengan dua peta di tangannya saat ini.
Putri Nakano hanya menganggukkan kepala pelan mendengar pertanyaan ini. dia tidak segera menjawab, justru membalikkan badan dan menghadap ke pantai.
Terlihat bahwa perempuan itu menghirup nafas panjang sebelum kembali terdengar suaranya.
“Berkat keberadaan dunia para Danyang yang waktu itu dinamai Nibiru, akhirnya banyak di antara manusia, hewan ajaib, dan suku-suku humanoid dengan kekuatan dahsyatnya berhasil selamat dari badai dan banjir pemusnahan saat itu.
Tapi aku berkeyakinan, bahwa sebelum peristiwa banjir besar itu terjadi, Dunia para Danyang telah dihuni. Sehingga, sebenarnya kecil kemungkinan orang-orang dan makhluk hidup kecuali yang berada dalam perahu bisa selamat..”
“Apakah menurutmu, Klan-klan besar kami sudah ada di sana sebelum banjir besar tersebut?”
“Dilihat dari jejak-jejak peninggalan mereka di dunia ini, aku berkeyakinan begitu.
Pemusnahan terjadi adalah karena kemurkaan Sang Hyang Tunggal dan permintaan manusia suci tersebut.
Manusia saat itu, terlalu menuhankan kekuatan sehingga menyembah mereka yang berada di puncak piramida kekuatan. Padahal, bahkan para dewa itu sendiri sebenarnya mentaati setiap manusia suci dalam setiap periode kehadiran mereka. Ini memang ironi.
Setelah peristiwa banjir besar itu, para dewa kemudian menyegel dunia para Danyang demi menghindari terjadinya pengulangan pemusnahan di masa depan terhadap bumi.
Ini juga menjelaskan, kenapa lama setelah itu tidak lagi muncul sosok manusia kuat sekelas mereka di dunia ini. Mereka sebenarnya menghindari dari menjadi disembah oleh manusia yang lebih lemah”
Segel itu, lalu ditempatkan di seluruh dunia dan dibagi menjadi 5 segel. Sayangnya, kekuatan salah satu segel berhasil dihancurkan oleh keturunan Suku Jinan atau keturunan Jinan. Secara kebetulan, segel yang dirusak adalah segel pada wilayah semi benua, Sundaland atau tatar Sunda..”
__ADS_1
Putri Nakano kemudian menjelaskan bahwa hancurnya kekuatan segel itu membuat lubang spasial aneh terbentuk di angkasa. Lubang spasial ini adalah lubang cacing di angkasa yang mampu menghubungkan dua titik berbeda dan sangat jauh di ruang angkasa dengan konsep ruang melipat.
Pembentukan lubang cacing ini disadari oleh kekuatan-kekuatan utama di dunia para Danyang sejak leluhur mereka membangun dunia tersebut. Namun, mereka tidak sama sekali berfikir bahwa lubang cacing itu bahkan bisa menghubungkan mereka ke bumi.
“Konsepnya, adalah teleportasi..”
Gentayu terdiam setelah semua penjelasan ini.
Dirinya secara alami telah merasakan sendiri bagaimana berteleportasi dapat menyingkat jarak ribuan kilometer menjadi tak lebih dari lima langkah saja.
Ilmu yang diwarisi dari Manik Baya, yaitu Halimunkasa dan Cermin Pintas milik kelompok Telegu Merah yang menyebabkannya bisa sampai di Dunia Danyang, semuanya adalah wujud dari konsep teleportasi itu sendiri.
Tak disangka, bahwa manipulasi ruang sedemikian rupa ternyata berawal dari rusaknya segel pemisah dua dunia.
“Apakah, segel yang dirusak itu berkaitan dengan dua peta ini?” Gentayu kembali memanggil kesadarannya setelah merenung sejenak.
‘Deg!’
Jantung Gentayu tak terasa berdetak lebih cepat setelah mendengar informasi ini.
Tak disangka, peta kuno yang terlihat biasa saja ini ternyata memiliki latar belakang yang sangat hebat seperti itu. Kenyataan yang sungguh tak terduga, bahwa benda hebat itu kini berada di tangannya. Lima segel dunia, dan dia memiliki inti salah satu dari kelimanya. Bukankah ini terlalu luar biasa?
“Lalu, bagaimana dengan empat segel lainnya?” Gentayu hanya menarik nafas panjang sebelum mengajukan pertanyaan lainnya.
“Keempat segel itu hingga kini masih aman mengunci empat wilayah dunia lainnya. Namun, karena wilayah Tatar Sunda telah benar-benar kehilangan kekuatan penyegelnya, penghuni para Danyang telah menerobos memasuki Dunia ini sejak zaman kuno.
__ADS_1
Iya, suku Jinan atau Keturunan Jan memang mengkhianati kesepakatan tak lama setelah orang suci dengan bahtera itu wafat. Perjanjian antar para dewa untuk tidak mengganggu dunia ini, akhirnya hanya berumur tak lebih dari seribu tahun.”
Gentayu sekali lagi mendapatkan sebuah pemahaman baru. Segel itu sebenarnya telah rusak seribu tahun setelah peristiwa pemusnahan oleh banjir besar! Dan itu dilakukan oleh Ras Jinan atau keturunan Bangsa Jan.
Campur tangan dari orang-orang dunia Danyang, jelas memiliki pengaruh besar terhadap berbagai perubahan di dunia ini.
Dari informasi bahwa keempat segel lainnya masih dalam kondisi aman, bukankah itu hanya berarti bahwa Ruang udara wilayah Tatar Sunda adalah satu-satunya pintu gerbang keluar masuk bagi bangsa-bangsa dunia Danyang untuk memasuki dunia ini?
“Karena itulah, dibentuk pasukan aliansi 7 Klan sebagai penjaga Gerbang. Kalau tidak salah, leluhurmu masih tertahan di dunia ini di suatu tempat di Dwipantara bukan?”
Gentayu mengangguk karena memahami latar belakang sebenarnya tentang legenda 7 Penjaga Gerbang. Semuanya begitu terang benderang setelah putri Nakano menjelaskannya dengan rinci. Dengan ini, seluruh teka-teki yang menyelimuti fikirannya seolah puzzle yang mulai saling terhubung di kepalanya.
“Tujuah Penjaga Gerbang.. Kakek Datuak..” Gentayu hanya bisa menggumamkan nama leluhurnya ketika putri Nakano mengingatkannya.
Dia tentu saja tidak menyadari, bahwa sang Datuk Rajo Narako atau Datu Buana Alehah telah pergi menyusulnya ke Dunia para Danyang sehingga tidak menyangkal atau berusaha menjelaskan apapun pada Putri Nakano.
“Terimakasih, tuan putri. Wawasanku benar-benar terbuka saat ini. Tak kusangka, Dunia para Danyang menyimpan sejarah sedemikian panjang.. “ Gentayu sedikit membungkuk saat mengungkapkan rasa terimakasihnya.
“Namun.. mengapa tuan putri tiba-tiba membanjiri saya dengan informasi sebanyak ini saat ini?” Gentayu secara alami belum menemukan alasan sang tuan putri yang cenderung dingin dan acuh tak acuh itu untuk tiba-tiba bermurah hati menjelaskan segalanya kepadanya.
Dia perlu memperhatikan segala sesuatu di sekitarnya dengan detail dan memastikan tidak ada masalah di dalamnya.
“Lalu, bagaimana juga tuan putri mengetahui seluk beluk hal-hal sebanyak ini?” pertanyaan terakhir ini tentu akan memalukan andaikan ditanyakan kepada penghuni Dunia Danyang, namun ketika menyangkut seorang putri kekaisaran besar Hidama di dunia ini, pertanyaan ini menemukan pembenarannya untuk ditanyakan.
“Xixixixixix..” Putri Nakano justru terkikik menahan tawa mendengar Gentayu menanyakan pertanyaan ini. tapi kemudian dia segera memaklumi, bahwa dia sama sekali belum mengungkapkan cerita apapun tentang dirinya.
__ADS_1
“Aku adalah putri Nakano. Anak Kaisar Hidama ratusan tahun lalu. Tapi itu identitas pertamaku. Aku masih memiliki identitas lain yang perlu kamu tahu. Aku juga adalah salah satu murid kelana dari ayahmu!”