
‘BUZZZ....!’
Kadal api itu segera menyemburkan api kuning kebiruan. Ketika menyentuh formasi sihir berupa perisai penghalang, api itu tak mampu menembusnya, membuatnya hanya berkobar menyelimuti seluruh permukaan formasi sihir.
Alhasil, kini tampak kobaran api kuning kebiruan membentuk kubah seluas radius tiga ratusan meter persegi, mengikuti bentuk formasi sihir tersebut.
Gentayu mengamatinya untuk sesaat sebelum kemudian memutuskan menghentikan kadal api raksasa menyemburkan apinya.
Tapi, untuk pertama kali Gentayu merasakan kehilangan kontak dan kendalinya pada kadal api raksasanya.
Gentayu terus mencoba menghentikan kadal apinya untuk terus menyemburkan api, namun gagal. Kadal itu tidak bisa menghentikan semburannya ke arah formasi sihir tersebut. Tepatnya, formasi sihir itu seolah memaksa si kadal api menguras seluruh kekuatan energi api yang dimiliki.
‘Gawat! Formasi sihir ini menyedot kekuatan energi api kadal api... Benar dugaanku!’
Awalnya, Gentayu memang berniat menguji dugaanya bahwa orang-orang sebelumnya telah menyadari keberadaan formasi sihir itu. Orang-orang itu tentu juga telah berusaha untuk merusak formasi sihir itu dengan kekuatan mereka.
‘Dan mereka, semuanya berakhir dengan kehabisan energi karena tersedot dan terkuras oleh formasi sihir aneh ini..’ Gentayu menyimpulkan dugaannya setelah melihat kadal raksasa miliknya roboh setelah kehabisan energi apinya setengah jam kemudian.
‘Jadi, formasi sihir ini akan bertambah kuat karena terus mengkonsumsi energi dari sekitarnya, termasuk energi manusia yang mencoba menghancurkannya!’ batin Gentayu.
Tapi, selama proses pengujian yang mengorbankan salah satu hewan peliharaannya itu, Gentayu mengamati aliran api yang disemburkan Kadal api raksasa miliknya terserap ke dalam tanah di salah satu celah rekahan. Rekahan tanah itu berada tak jauh dari gundukan semak belukar yang diperkirakan tubuh Ryutaro.
‘Berarti di sana..’ Gentayu kini telah bersiap untuk mengambil tindakan.
Dia telah menemukan titik pusat dari formasi sihir di tempat itu.
‘Sesuatu yang tidak bisa dihancurkan dengan cara biasa, harus ditaklukkan dengan cara tidak biasa. Formasi sihir itu, pasti memiliki kelemahan. Setidaknya, aku tahu bahwa rumput-rumput itu tidak terpengaruh. tapi semua hewan bahkan kupu-kupu dan burung tidak bisa lolos ..’ Gentayu baru saja menyaksikan seekor burung langsung jatuh saat menabrak formasi sihir di hadapannya.
__ADS_1
Gentayu mengambil sebuah ranting kayu, lalu dilemparkan ke arah tubuh Ryu di dalam formasi sihir.
‘Puk..!’
Ranting kayu itu mendarat sempurna. Tidak terpengaruh.
Lalu Gentayu mencoba sekali lagi dengan batu, buah-buahan, pakaian cadangannya, dan terakhir pedangnya. Semua bisa masuk ke dalam formasi sihir itu tanpa hambatan.
‘Berarti, aku tahu yang harus dilakukan!’
Gentayu segera pergi menuju sisi lain lembah itu, lalu menebang sebatang pohon besar berkayu lunak tak jauh dari sana.
Menggunakan pedangnya, Gentayu bekerja melubangi batang pohon itu, membuatnya menjadi bentuk seperti drum panjang atau tabung.
Setelah selesai, Gentayu meletakkan tabung dari kayu besar itu ke atas tanah, di mana salah satu ujungnya berada di dalam formasi sihir dan ujung satunya lagi di bagian luarnya.
Tupai itu lalu dimasukkan ke dalam tabung dari kayu buatannya, dan di halau agar menyebrang ke sisi dalam formasi sihir.
Berhasil!
Tupai itu muncul kembali di salah satu sisi ujung tabung kayu dengan selamat.
Dengan antusias, Gentayu segera memasuki formasi sihr itu dengan cara merangkak ke dalam tabung kayu yang barusan dibuatnya. Ternyata, kekuatan formasi sihir itu terblokir atau terhalang oleh benda mati, dan tak bisa menembusnya. Sangat sederhana ternyata.
Gentayu benar-benar bisa menyebrang ke sisi dalam formasi sihir melalui terowongan tabung kayu buatannya. Begitu sampai di dalam, diloloskannya pedang panjang miliknya.
Sebuah sinar kebiruan menyala sesaat, tampak berjalan di kedua bilah pedang lalu meluncur sangat cepat ke arah gundukan yang diperkirakan tubuh Ryutaro.
__ADS_1
Dash!
Terdengar sebuah ledakan kecil sebelum gundukan terdiri dari tanah dan rerumputan liar, utamanya tumbuhan rambat itu bergerak-gerak.
Gundukan itu kembali meledak, menghamburkan material tanah, kayu dan sebagian rerumputan ke segala arah. Sebagian menghntam dinding formasi sihir namun tetap melayang jatuh pada sisi luar seolah tak ada apa-apa di sana.
Kini, tampaklah wujud sesosok tubuh manusia di dalam balutan rerumputan dan tanah yang masih menggeliat untuk membebaskan diri dari tanah serta tanaman yang menumbuhinya.
Sosok manusia mulai jelas terlihat setelah semua tumbuhan berhasil disingkirkan dari tubuhnya. Sosok itu terbatuk-batuk di antara debu-debu.
“Aih.. badanku kaku semua.. aakhh..!” suara Ryutaro! Itu suara Ryutaro di balik manusia semak. Itu benar0benar tubuh Ryutaro, dan kini rohnya telah menyatu dengan tubuhnya kembali.
Penampakan Ryutaro benar-benar menyeramkan.
Rambutnya menggimbal dan akan sangat sulit ditata. Rambut gimbal itu memanjang hingga lebih dari dua meter. Demikian juga jambang, brewok, kumis dan janggutnya tumbuh memanjang awut-awutan.
Pakaiannya, sudah tidak lagi utuh. Hancur begitu saja termakan usia ketika tubuhnya bergerak bangkit. Beruntung, tanaman yang menyelimutinya bisa menutupi bagian penting tubuhnya.
Gentayu melemparkan pakaian cadangan miliknya yang tadi dilemparkan sebagai uji coba. Ryutaro segera memakainya, tak peduli betapa kotor badannya.
“Selamat datang kembali, tuan Ryu..” sambut Gentayu ketika mereka telah berhadapan.
Keduanya lalu berpelukan. Mereka seperti dua orang sahabat yang sangat lama tidak berjumpa. “Terimakasih, tuan Gentayu.. Terimakasih..! berkat tuan, saya hidup kembali. Terimakasih” Ryutaro membungkuk berkali-kali setelah keduanya melepaskan pelukannya.
“Tuan Ryu, silakan keluar dan hati-hati.. aku masih harus mengurus sesuatu di dalam sini..”
Ryu segera berbalik dan keluar kembali dengan hati-hati melalui terowongan tabung kayu buatan gentayu. Tak ada waktu untuk berselebrasi, walau sekedar merayakan kehidupannya kembali. Semua dilakukan dalam diam dan minim kata-kata.
__ADS_1
Gentayu sendiri kini sibuk mencongkel ke dalam tanah. Ke titik di mana dirinya melihat seluruh formasi sihir ini bermula, dan seluruh energi terhisap.