JAGA BUANA (Bangkitnya Kegelapan)

JAGA BUANA (Bangkitnya Kegelapan)
Nasib Gentayu


__ADS_3

Ketiga Pendekar dari aliansi Bintang Harapan itu berhasil mencapai tubuh Gentayu yang terbaring dengan susah payah. Serangan energi yang menghampiri mereka sebelumnya ternyata tidak melemah sedikitpun.


Baik Tungkal Anom, Ratna Mangali, maupun Pendekar Tali Jiwa menyadari bahwa serangan energi itu hanya perlu dihindari, bukan untuk ditangkis atau dilawan. Karena sebenarnya, tidak ada satupun di antara mereka yang sanggup menahannya. Sekalipun kekuatan mereka digabungkan.


Mereka bertiga cukup takjub setelah mengetahui, bahwa energi yang menyerang mereka sebenarnya ‘lepas’ begitu saja dari udara kosong di sekitar tubuh Gentayu akibat pergulatannya dengan sosok Iblis yang mendesak keluar dari dalam segel.


Tepatnya, itu adalah energi lepas atau nyasar hasil pergulatan antara dirinya dan sosok iblis yang berupaya membebaskan diri dan mengambil alih tubuhnya.


Jarak pelepasan energi nyasar itu sekitar satu depa dari tubuh Gentayu. Artinya dalam jarak sangat dekat di bawah satu depa justru merupakan jarak aman. Itulah yang mereka pelajari sebelumnya ketika melihat pergerakan Hao Lim yang hingga kini masih bergulat menekan sosok iblis.


Tubuh Gentayu terlihat menyedihkan.


Separuh badannya telah berubah menghitam. Bukan hitam karena gosong, namun hitam yang menandakan bahwa perlahan-lahan tubuhnya mulai diambil alih oleh sosok iblis dari segel permata hitam di tangannya.


Memang benar, iblis yang keluar tersebut masih terikat dengan segel di tangan Gentayu. Kekuatan terbesar sang iblis, justru masih berada di dalam segel.


Pemuda itu berupaya sekuat tenaga untuk menghentikan pelepasan sepenuhnya kekuatan iblis di hadapannya dan mengembalikan sang iblis masuk ke dalam segel lagi.


Tapi tentu saja, kekuatan Gentayu sendirian tidak akan mampu melakukannya. Bahkan sekarang, energinya semakin menipis, dan sosok sang iblis semakin bertambah kuat. Berupaya menguasai dan mengendalikan tubuh Gentayu.


Tanpa menunggu lama, Ki Tungkal Anom segera melakukan totokan pada beberapa bagian tubuh Gentayu. Itu adalah usaha maksimalnya untuk menutup jalan darah Gentayu yang diketahui sebagai jalur masuk kekuatan iblis.


Walau Ki Tungkal Anom sendiri kurang yakin usahanya akan berhasil, namun setidaknya dengan begitu kecepatan pengambil alihan tubuh Gentayu akan terhambat.

__ADS_1


Sementara itu, Pendekar Tali Jiwa menggunakan rantainya yang kini telah bersinar menjadi keemasan untuk mengikat tubuh Gentayu. Rantai itu kembali menunjukkan kekuatannya sebagai pusaka tingkat tinggi.


Pada tubuh yang terikat rantai, warna hitam perlahan memudar dan keluar ke udara sebagai asap hitam lalu menyatu dengan sosok iblis yang terus ditekan oleh Hao Lim.


Sedangkan Pendekar Bangau Emas bergerak membantu Hao Lim. Pendekar perempuan itu dikenal sebagai Pendekar Bangau Emas karena kemampuannya memerangkap lawan yang lebih kuat menggunakan sebuah botol giok kecil. Seperti halnya burung bangau yang memerangkap ikan kecil dengan kaki panjang dan paruhnya. Ketika tutup botol dibuka, maka apapun yang ditujunya akan tersedot masuk ke dalam botol dan terkunci.


Hao Lim Tampak dicekik oleh tangan besar makhluk iblis itu. Sekalipun masih berwujud asap dan masih sangat lemah, nyatanya kekuatannya tetap saja terlalu besar untuk dihadapi pendekar biasa seorang diri. Tubuh Hao Lim terangkat tinggi. Hao Lim berusaha melepaskan cengkeraman tangan yang membuatnya makin kesulitan bernafas, namun sia sia.


Ketika dipukul, karena wujudnya hanya asap maka tidak akan berdampak apa-apa bagi makhluk itu. Namun pada saat kritis itulah Ratna Mangali sang Bangau Emas menunjukkan kemampuannya.


Makhluk itu seketika menoleh saat merasakan bagian tangan kirinya yang menggantung seolah tersedot masuk ke sebuah lubang dengan daya hisap sangat kuat. Bahkan, iblis itu kini terpaksa melepaskan cengkeramannya di leher Haolim ketika merasakan bukan Cuma tangan kirinya, bahkan tubuh bagian bawahnya juga telah terhisap masuk tanpa bisa dilawan.


‘Aaaaaaaaaak...!!’


Botol itu jatuh ke rerumputan dan sedikit bergetar, menimbulkan bunyi gemerotak sesaat sebelum diam kembali.


Hao Lim yang semula jatuh terjengkang saat iblis itu melepaskan cengkeramannya, kini telah bangkit kembali. Tanpa permisi dia segera menyambar botol giok itu dan melemparkannya dengan sangat tepat dan akurat ke arah pergelangan tangan kiri gentayu.


“Maaf!” Katanya tanpa menoleh kepada Ratna Mangali karena tangannya dengan sangat cepat segera membentuk formasi mantra tangan.


Ratna Mangali yang kaget hanya melongo sesaat sebelum hal lain yang membuat lebih melongo terjadi


Sebelum botol itu mencapai pergelangan tangan Gentayu, sebuah sinar kekuningan melesat dari ujung telunjuk Hao Lim mendahului botol giok itu ke arah gelang di tangan Gentayu. Gelang itu menyala sebentar saat sinar kekuningan menyentuhnya, dan segera ‘menelan’ botol giok yang datang sedetik kemudian.

__ADS_1


‘Zap!’


Botol itu langsung menghilang seolah hilang di ruang hampa bersamaan dengan lenyapnya cahaya


dari gelang hitam di tangan Gentayu, Gelang Gerobok.


“Botolkuu...” Ratna Mangali berkata nyaris tidak terdengar siapapun. Kedua tangannya menjulur ke arah menghilangnya botol giok pusakanya.


Tanpa menunggu, Hao Lim segera menghampiri Gentayu.


Tangan pemuda itu masih menggenggam erat permata hitam segel iblis itu. Kesadarannya telah hilang. Gentayu jatuh tak sadarkan diri saat itu.


Beberapa bagian tubuhnya yang semula menghitam kini telah berangsur pulih, namun tidak dengan bagian tangan yang memegang segel tersebut.


“Cepat! Bawa dia menepi” Seru ki Tungkal Anom.


Lelaki tua itu, juga hampir seluruh pendekar aliansi Bintang harapan jelas penasaran dengan sosok Gentayu dan latar belakangnya. Mereka sama sekali tidak mengenali gentayu karena Gentayu memang masih terbilang baru kali pertama ini muncul di dunia persilatan.


Identitasnya masih misterius bagi aliansi Bintang Harapan. Hanya Rambang Dangku, Benduriang dan Anila saja barangkali yang akan mengenali pemuda itu. Anila bahkan hanya mengenal pemuda itu bernama Gentayu dan sebagai pengawal Matriark Lim sehingga menyimpulkan sendiri bahwa Gentayu hanyalah murid di sekte Naga Merah. Walaupun kini dirinya mulai ragu. Sementara Rambang Dangku dan Benduriang saat ini tengah menghadapi pasukan Mpu Jangger.


“Awas, baringkan saja di atas rumput ini. Ayo, ayo, berikan dia ruang. Jangan mengerubunginya..” Hao Lim bertindak seolah saat ini sedang berada di sektenya dan dirinya masih menjadi matriark. Dia terlupa untuk sesaat bahwa para pendekar di sekelilingnya, beberapa bahkan jauh lebih kuat dari dirinya. Dan yang paling penting, saat ini dia tidak sedang berada di sekte Naga Merah-nya.


Untunglah, para pendekar ini menuruti perkataannya. Bukan karena patuh, tapi karena mereka mengira bahwa Hao Lim ini adalah pasangan Gentayu atau mungkin seorang yang penting. Tentu saja mereka menghormati gentayu yang mereka saksikan sendiri kekuatannya mampu menumbangkan legenda aliran hitam, Karang Setan.

__ADS_1


Tanpa peduli dengan tatapan orang-orang disekelilingnya, bahkan lupa pada Yumiko dan Sakuza, Hao Lim segera memeriksa kondisi gentayu. Seluruh rona hitam itu telah menghilang. Hanya ada di bagian telapak tangan yang menggenggam permata hitam segel iblis saja yang tetap menghitam. Membentuk seperti urat-urat akar dan menjalar terus naik ke atas.


__ADS_2