
“ Murid kelana Ayahku??!”
Gentayu nyaris berteriak saking terkejutnya mendengar informasi ini.
Selama ini, yang diketahuinya dari beberapa informasi menyebutkan bahwa ayahnya sangat tidak berbakat dan lemah.
Gentayu merasa tak percaya bahwa orang yang disebut tidak layak tersebut masih bisa menerima seorang murid. Bukankah Anjani dan beberapa tokoh yang telah bertemu dengannya mengatakan demikian?
“Iya.. Ayahmu, Ki Sabrang Geni memang menjadi guruku dan dua saudara seperguruan lainnya. Aku, Senior Sam dan senior Yono. Ayahmu, sebenarnya orang hebat. Dunia mungkin menganggapnya tidak berbakat dan lemah. Tapi aku tahu lebih dari orang lain...”
Putri Nakano terlihat menoleh ke kiri ke kanan, memastikan bahwa pembicaraan mereka tidak didengar orang lain sebelum melanjutkan dengan berbisik.
“Ayahmu, selama hidupnya menyembunyikan kekuatannya. Dia sebenarnya telah menjadi pendekar suci saat aku berjumpa dengannya. Alasannya adalah, beliau tengah menjalankan sebuah misi dari mendiang kakekmu..”
Kalimat terakhir diucapkan dengan berbisik. Dengan kemampuan Gentayu saat ini, semua kata-kata putri cantik bertempramen dingin itu berhasil terserap ke telinganya.
“Misi? Dari Kakek?”
“Kami juga tidak tahu pasti hal itu. Aku berumur hampir tiga puluh tahun saat itu. Ayahmu, benar-benar mampu membunuh seorang pendekar Alam tingkat puncak, mata-mata kepala Klan sekarang yang memergokinya tengah menempa pil obat tingkat tinggi. Aku di sana waktu itu. Jadi aku tahu persis kejadiannya..”
Putri Nakano melanjutkan ceritanya.
“Awalnya, aku pesimis menjadikan ayahmu sebagai guru. Sebagaimana orang lain, aku juga mendengar tentang ayahmu. Kemudian aku sadar bahwa aku salah. Kemampuan ayahmu termasuk teratas bahkan dibandingkan pemimpin klan saat ini.
Dan hal paling mengagumkan dari ayahmu adalah karakternya yang lurus dan tenang.
Terakhir kami melihatnya sekitar lebih dua tahun lalu di dunia Danyang, atau sekitar dua puluh tahun lebih menurut ukuran dunia ini. Aku, senior Sam dan senior Yono mendampingi ayahmu saat itu untuk mengirim seorang bayi ke wilayah luar Klan Api.
Wilayah luar Klan ini, seharusnya adalah lembah kenangan, dan bayi itu seharusnya adalah anda, bukan?”
Gentayu hanya diam menyimak. Ekspresinya terus berubah-ubah sepanjang mendengar penuturan putri Nakano.
“Hmm.. Awalnya beliau bermaksud menitipkanmu pada kakek buyutmu. Sayangnya, rencana beliau diketahui kepala Klan. Akhirnya kami berempat dihadang pasukan yang dikirim kepala Klan. Perintah penangkapan telah dikeluarkan, dengan tuduhan Ayahmu merencanakan pemberontakan dan berkhianat.
Kami memblokir pasukan yang dikirim, sementara ayahmu menuju ke Dwipantara membawamu saat itu.
Ayahmu gagal menemui buyutmu di sana karena beliau tidak berhasil mendeteksi auranya melalui garis darah sekalipun. Lalu menyerahkan penjagaanmu kepada sebuah Trisula yang telah ada di sana jauh sebelumnya. Aku dengar, trisula itu seharusnya adalah seorang pelayan yang sedang diasingkan dari Klan dan bernama Anjani”
Gentayu mengangguk. Bagian ini telah dia dengar dari buyutnya dan juga Anjani sendiri.
__ADS_1
Melihat kamu sepertinya telah menemukan jalan menjadi pendekar Langit, aku berkeyakinan bahwa segel gadis itu telah terlepas saat ini. Apa aku benar?
Kami bertiga, para muridnya yang tidak berbakat dan tidak berbakti ini lalu terpencar setelah itu. Aku sendiri akhirnya terdampar kembali kemari karena sebuah kejadian.
Tapi, aku berhasil mengetahui sebuah rahasia lain! Orang di Klan saat ini, bukan ayah dan ibumu, melainkan orang lain dari Fraksi tengkorak Merah yang misterius..” Ada kilatan kemarahan di mata putri Nakano saat ini saat menyebut kelompok terakhir.
“Tengkorak Merah??”
Gentayu mengingat-ingat tentang kelompok ini. Anjani pernah menjelaskan sedikit tentang sepak terjang kelompok ini dan bagaimana mereka masuk menyusup.
“Kalau kamu ingat kisah Mislan Katili, kami semua meyakini bahwa dia adalah salah satu dari fraksi tersebut. Kemungkinan, posisinya sangat tinggi. Mereka memang terkenal lihai dalam ilmu malih rupa”
Kali ini, Gentayu memang masih mengerutkan kening seperti sebelumnya, namun roman mukanya menunjukkan dia tidak terlalu terkejut.
Sebelumnya, Anjani sudah menyinggung hal ini saat di rumah kepala Rombong Dajau.
Ketika itu, Anjani, Hao Lim dan dirinya baru saja memasuki dunia para Danyang secara tak sengaja karena menabrak cermin Pintas kelompok telegu Merah di aula kepatihan Lamahtang.
Penjelasan putri Nakano bagaimanapun memperkuat apa yang diketahuinya dari Anjani.
“Lalu, di mana ayah saat ini?”
“Tapi apa?”
“Tapi aku yakin, ayahmu saat ini tidak sedang berada di Klan. Bahkan tidak juga di wilayah Marga Api. Ayahmu sepertinya dikalahkan oleh bala bantuan asing yang kami tidak kenal.
Saat kami bertempur bersama, kami bertiga yang memblokir para pengejar menderita kekalahan. Juga oleh bala bantuan asing itu.
Sebagai akibatnya, kami terkunci dalam segel aneh. Segel itu mengunci seluruh meridian kami, melumpuhkan aliran energi Reiki di tubuh kami.
Kami.. lalu berakhir menyedihkan. Terluka parah. Dan saat pulih, kekuatan kami hanya berada di evel pendekar bumi”
Mata putri Nakano terlihat memerah saat ceritanya sampai pada momen ini. Terlihat tangannya mengepal keras dan urat wajahnya terlihat jelas.
“Maksudmu, kalian semua sebenarnya telah berada di level pendekar langit? Kalian tersegel dan..”
“Aku sudah mengatakan Ayahmu orang hebat dan jenius. Bagaimana mungkin orang hebat hanya memiliki murid dengan pencapaian biasa? Pendekar langit? Huh!” putri Nakano mendengus.
“Kami tidak di level pendekar langit seperti dugaanmu. Tapi Pendekar Alam. Kami bertiga berhasil mencapai level pendekar Alam setelah berlatih di bawah bantuan ayahmu selama tiga dekade menurut perhitungan waktu di dunia Danyang. Umm.. itu kurang lebih sama dengan tiga ratus tahun di dunia ini..”
__ADS_1
Gentayu dan putri Nakano menarik nafas panjang hampir bersamaan. Kenyataan ternyata sedalam ini untuk dihadapi.
“Lalu.. apa yang tuan putri harapkan setelah menceritakan semua ini? Kurasa, menjadi murid kelana Ayahku tidak akan membuatmu merendah kepadaku dan bersedia berbincang berdua seperti sepasang kekasih khan?”
Mata merah putri Nakano Melotot sengit mendengar Gentayu langsung mengungkap kebenaran sikapnya saat ini. Namun, dia hanya menggeleng dan mengatur nafasnya.
“Benar. Ada sesuatu yang aku ingin kamu lakukan untukku.. Pinjamkan aku kedua peta itu!
Aku membutuhkannya untuk memulihkan kekuatan kami bertiga. Di antara kami bertiga, kondisiku adalah yang paling baik saat ini.
Tapi dua saudaraku tidak. Senior Sam saat ini berubah menjadi orang tua renta lumpuh dan kini menjadi pengemis. Sementara senior Yono justru berubah menjadi seekor kelinci buas di wilayah Telegu Merah yang hanya akan keluar saat mendeteksi orang dengan afinitas api di tubuhnya”
Sekali lagi Gentayu tersentak mendengar penjelasan putri Nakano. Kelinci? Bukankah saat pertama kali datang ke dunia Danyang Gentayu telah bertemu dengan kelinci itu? Apakah bukan berarti bahwa kelinci itu yang dimaksud sebagai senior putri Nakano?
Gentayu kemudian menceritakan bahwa dia bahkan sempat bentrok dan nyaris dikalahkan oleh kelinci tersebut saat pertama kali menginjakkan kaki di Dunia Danyang bersama Anjani dan Hao Lim.
Mendengar bahwa Gentayu pernah bertemu dan bentrok dengan kelinci itu, sepertinya putri Nakano tidak terkejut. Bagaimanapun, kelinci tersebut memang buas dan seringkali mengalami bentrok dengan orang-orang yang memiliki unsur api dalam dirinya.
Rupanya, kemarahannya dengan pemimpin Marga Api membuatnya menyerang siapapun yang memiliki afinitas Api dalam dirinya. Tak terkecuali Gentayu.
“Baik. Mengingat statusmu, akan tidak sopan bagiku untuk tidak meminjamkanmu peta ini. Tapi, bolehkah aku tahu, bagaimana peta sederhana ini bisa mengembalikan kekuatanmu? Jangan bilang kau akan menukarnya kepada mereka yang telah menyegel kalian..!”
Gentayu cukup cerdas. Kehati-hatian adalah karakternya bila menyangkut ancaman yang tidak dikenalinya. Secara alami, pemikiran itu melintas di benaknya.
“Kamu bisa pegang peta itu dulu. Peta itu membutuhkan tenaga, energi yang besar untuk mengaktifkannya. Saat ini belum berguna”
“Kenapa?”
“Dibutuhkan energi kristal dewa untuk mengaktifkannya. Efek pembalik dan penyegel akan aktif hanya bila peta tersebut mendapatkan energi dari kristal tersebut. Sayangnya, pencarianku selama ini belum membuahkan hasil..”
“Apakah maksudmu... kristal seperti ini?”
Gentayu tiba-tiba telah memegang tombak kristal di tangannya. Itu adalah tombak yang diperolehnya tidak jauh dari tubuh asli Ryutaro. Tombak Kristal Pemecah kehidupan.
**Nb. Barangkali pembaca yang jeli akan menemukan versi cerita berbeda antara Anjani dan Putri Nakano.
Sebenarnya wajar. Antara keduanya memikiki pengalaman yang berbeda dan rentang waktu kebersamaan dengan Klan Api yang juga tak sama.
Selanjutnya, saya akan mulai berusaha agar novel ini tetap rilis setiap hari pada jam yang tidak bisa dipastikan**.
__ADS_1