
Gola Ijo berbalik.
Menatap lekat ke arah Gentayu.
Gentayu sendiri entah kenapa hatinya berdebar-debar. Bingung. Tak lama, terdengar Gola Ijo menghela nafas panjang sebelum melangkah mendekati Gentayu.
“Nak..” Kata Gola Ijo sambil kedua tangannya berada di bahu kedua bahu Gentayu. Hanya Gola Ijo yang tahu, kenapa dia menggunakan diksi itu kepada Gentayu.
Gentayupun merasa heran saat monster hijau itu memanggilnya demikian. Namun, dia merasa nyaman dengan panggilan itu. Ada rasa hangat menyebar di dadanya.
“Aku tahu beberapa hal tentang dirimu. Aku mengetahui bahwa engkau adalah cucu dari legenda hidup, Datuk Alehah sang Rajo Narako dari Marga Api. Aku juga tahu, bahwa dirimu walaupun memiliki darah dari trah pewaris klan Ancalageni, tapi kau dibesarkan di dunia yang berbeda. Itu sebabnya kau sangat lemah sekarang. Sama lemahnya dengan Datukmu...” Gola Ijo menurunkan kedua tangannya dari bahu Gentayu. Menghela nafas panjang, lalu berjalan mengitari Gentayu.
Gentayu mematung di tempatnya. Dia menebak-nebak, mungkinkah Anjani yang menceritakan semua itu pada makhluk hijau berlendir ini? Tapi instingnya mengatakan, bahwa makhluk ini tidak berinteraksi terlalu banyak dengan Anjani.
“Hal yang kau butuhkan saat ini adalah seorang guru untuk memperkuat kakimu di dunia leluhurmu ini. Yang bisa menjelaskan segala hal untuk membantumu lebih kuat. Sayangnya, di padepokan kecil seperti pinang Mas itu tidak akan ada orang yang layak menjadi gurumu. Bahkan, dengan tubuh Dewa Api milikmu, tidak akan banyak membantumu jika berada di sana..” Gola Ijo berhenti berjalan mengitari Gentayu dan menoleh kepadanya.
“Mengenai tujuh teratai bulan, dan perjanjian bahwa kau harus mengabdi padaku selama tujuh tahun karenanya.. jangan khawatir.. “ Gola Ijo berbalik dan membelakangi Gentayu. Menampakkan punggung dengan urat-urat merah menonjol seramnya.
__ADS_1
“Perjanjian itu akan berakhir dengan sendirinya saat misi yang kuberikan padamu nanti dapat kau selesaikan. Itu janjiku. Jadi, tidak harus tujuh tahun. Tapi, misi itu membutuhkan dirimu menjadi lebih kuat untuk mampu menjalankannya...” Gola ijo kembali menoleh ke arah Gentayu, tanpa berbalik badan.
“Aku akan membantumu menjadi lebih kuat. Bahkan sangat kuat. Dan, sebaiknya kau pelihara dengan benar dan mulai beri perhatian pada hewan itu..” katanya sembari menunjuk ke arah anakan burung garuda yang kini bertengger di bahu Gentayu.
“Kekuatannya saat ini masih sangat lemah. Tapi selama kau memastikan untuk memberinya makan daging hewan danyang yang lebih kuat darinya, dia akan tumbuh kuat lebih cepat darimu. Pada saatnya, dia akan bisa melindungimu...” Gola Iji melangkah menjauh setelah memberikan petunjuknya dan seperti kebiasaannya, menghilang di ruang hampa seolah tak pernah ada.
Gentayu terpaku di tempatnya. Tak mampu berkata apapun selain tersenyum.
Apakah itu artinya Gola Ijo bermaksud menjadikannya murid?
Dia segera memahami sepertinya takdir memang menginginkannya segera menjadi lebih kuat. Dan berburu hewan danyang untuk makanan anak burung garuda di bahunya ini adalah salah satu jalannya.
Pada dasarnya, ada tiga jenis hewan yang hidup dan banyak ditemukan di dunia para danyang ini.
Yang pertama adalah hewan biasa seperti hewan-hewan lainnya. Tanpa kekuatan kedewaan.
Yang kedua, adalah hewan siluman atau hewan danyang. Hewan jenis ini sebenarnya berasal dari jenis hewan biasa yang mengalami perubahan dan memiliki kekuatan tak lazim karena mengkonsumsi kristal dari hewan danyang lain, maupun kristal dari bhakta atau manusia yang menjalani laku mandiwata.
__ADS_1
Tingkat tertinggi dari hewan jenis ini adalah tingkat Iblis. Beberapa orang menyebutnya sebagai hewan Neraka atau Hewan Kegelapan.
Sedangkan jenis hewan yang ketiga sangat langka dan jarang ditemui. Mereka dikenal sebagai hewan suci. Pertumbuhan mereka sangat lambat karena mereka tidak bisa mengkonsumsi kristal dari hewan jenis siluman.
Sekalipun mereka lebih kuat dan mampu membunuh hewan siluman pada level yang sama dengan mudah, bila mereka mengkonsumsi kristalnya, bukan hanya kekuatan mereka akan lenyap, namun juga menghancurkan tubuh mereka menjadi ledakan darah dan daging.
Sebenarnya hal yang sama juga terjadi pada hewan siluman. Mereka juga tidak bisa mengkonsumsi kristal milik hewan suci andaipun mereka bisa membunuhnya. Namun, jika hewan siluman bisa mengkonsumsi kristal bhakta atau manusia, hewan suci sama sekali tidak bisa melakukannya. Kecuali beberapa hewan suci sebagai pengecualian karena kondisi tertentu dalam diri mereka.
Karenanya, hewan suci hanya mengandalkan pertumbuhan kekuatan mereka dengan cara mengabdikan diri pada manusia atau memilih menyepi dan bertapa, menyerap energi dewa dengan keampuan mereka sendiri.
Namun, beberapa hewan suci tetap dapat menyerap kekuatan hewan lain melalui dagingnya. Baik hewan suci, bhakta maupun hewan siluman.
Biasanya, mereka yang mengabdikan diri pada manusia akan bertambah kuat seiring bertambahnya kekuatan sang tuan.
Gentayu sangat berterimkasih pada sosok Gola Ijo. Semua informasi itu tercatat dalam bab pertama kitab Api Abadi, mengisi kekosongan. Tentu saja informasi itu sangatlah berharga baginya.
Gentayu mengelus punggung anakan garuda itu dengan lembut. Sang anakan garuda menggosok-gosokkan kepalanya ke leher Gentayu, lalu bersuara keras..
__ADS_1
‘Kwaaark...! Kwaaarkk...!!’
Anehnya, Gentayu kini mengerti arti teriakan burung itu!