
Al masih berada di bawah dengan El yang masih terlihat murung karena paksaan Al untuk pulang
" Loe ngapain ke sini Bang?" kesal El
" Loe tadi di bilang sama guru loe suruh ngapain?" tanya Al balik
" Suruh pulang di tungguin sama loe" jawab El apa adanya
" Lha itu loe tau, " jawab Al santai
" Tapi gue belum pengen pulang Bang.... Gak lagi liburan juga, "bantah El masih kekeh
" Loe juga, kapan sih sampe, perasaan kemaren gak bilang kalau mau pulang, tiba tiba ada di sini aja sekarang?" tambah El makin kesal
" Iya lah, sengaja kasih kejutan ke elo" jawab Al enteng
" Sama mau kenalan sama cewek loe, mau tau cantik mana sama cewek gue" tambah Al nantangin
" Loe kayak punya cewek aja nantangin" elak El gak terima
" Ya mana ceweknya? kenalkan dong sama Abangnya" ucap Al lagi
" Gak... " jawab El cepat
" Hahahaha... Loe takut kesaing kan sama gue, takut cewek loe naksir sama gue, secara gue jauh lebih ganteng dari elo" narsis Al yang memang apa adanya seperti itu
Bahkan El sendiri merasa, kalau ketampanan dirinya masih kurang cakep kalau di bandingkan Abangnya, tapi tidak dengan otaknya
" Hahahaha Kan diem, sorry El, gue gak level sama anak sekolahan, masih terlalu bocil" ucap Al makin songong
Al songong dan terlihat sombong juga hanya pada adeknya saja ya, untuk bergurau, tapi tidak dengan rekan dan orang lain, karena keluarga Al Musthofa terkenal rendah hati semuanya,
" Anak sekolahan juga gak baper kali sama Elo, orang loenya kaku kayak kanebo kering" bantah El enteng
" Udah ah... ayo pulang, panas item gue nanti" ajak Al merasa udah terlalu lama nungguin El
" Gaya di Mesir jauh lebih panas kali, udah loe pulang aja sendiri" bantah El masih gak mau pulang
" Ck... loe gak ngehargain gue banget sih El, gue jauh jauh loe, belum jumpa Abah sama Umi juga, langsung ke sini, " elak Al merasa gak di hargai oleh El
__ADS_1
" Ya jangan salakan gue dong, bilang aja kalau loe kangen sama gue" bantah El
" Iya gue kangen puas loe.. sana masuk" ucap Al dan menyeret adeknya yang bandel menurutnya
Do atas lambe Wawan makin comel dan sudah menjadi bak mandi yang besar,
Apa lagi saat Al menyeret El masuk ke dalam, udah pasti makin heboh suasananya
" Eh Heny..... Lihat tuh, pacar loe, di seret sama rentenir karena terlilit hutang" ucap Wawan saat Heny lewat di depannya
Heny melihat dari atas dan benar El sedang masuk ke dalam mobil Al,
Tapi Heny gak peduli ucapan Wawan yang terkenal raja gibah, dan El sering kali bicara dan jangan di ambil pusing ucapan Wawan
Toh tadi juga El sudah pamit pada Heny kalau mau pulang,
" Itu karena dia mau ngasih kado yang mahal untuk loe, makanya di bela belain ngutang rentenir, sampai di datengin ke sekolah lagi" tambah Wawan makin asyik gibahnya
" Asal ngutangnya gak sama elo aja kang Wawan" jawab Heny santai
" Ya emang gak ngutang sama gue, tapi loe apa gak malu, punya pacar terlilit hutang? " kompor Wawan lagi
" Gue lebih malu kalau punya pacar kayak loe kang, cowok tapi tukang gosip kayak emak emak komplek" jawab Heny santai dan langsung pergi dari hadapan Wawan
Ya orang seperti Wawan mah, gak pandang bulu, kalau gibah jadi hobinya, bahkan orang terdekatpun juga ke bawa dalam tema gosipnya
Kini mobil Al sudah mulai melaju meninggalkan area sekolah El, El masih kesal sih, karena nanti beberapa hari bakal kangen dengan Heny, karena tidak melihat wajah heny lagi
" Kita mampir tempat Om Alif gak?" tanya Al
" Serah... tapi kalau mau nyamperin Umi, mending pulang aja, udah jam berapa sekarang?" bantah El karena kalau mampir dulu mungkin gak jadi nyamperin Uminya di RS
Dan Al langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit Uminya
" Kenceng juga lajunya ya bang..." heran El sama mobil Al
" Mau coba?" tanya Al
" Boleh" jawab El dan Al menepikan mobilnya dan bertukar posisi
__ADS_1
Al juga sudah bisa mengendarai mobil saat dia masih di bangku Mts, karena dia penasaran aja dulunya, dan sekarang dia sendiri juga sudah punya SIM, sejak umurnya menginjak 17 tahun, jadi aman kalau harus berkendara sendiri
" Nanti mobil gue mau gue tuker aja lah" ucap El merasa pengen yang lebih dari punya Al
" Tuker yang kek mana?"
" Sport seru kayaknya ya bang,"
" Kan Umi gak boleh? kalau boleh gue juga mau kali El"
" Iya juga sih... Ck.. Umi sebenarnya kenapa sih? gak keren tau gak" ucap El heran
Karena anak anak Jihan semuanya gak pernah tau kalau Jihan punya trauma dan depresi, akibat kecelakaan Abahnya dulu,
Bahkan bukan hanya mereka saja, keluarga Zain dan Jihan juga sama tidak ada yang tau tentang mental Jihan yang sakit waktu di Inggris dulu
" Ya udah apa salahnya sih ngikut aja, di syukuri apa yang ada, Umi punya alasan sendiri" ucap Al dan El mengangguk
" Gue mau ganti Jeep aja, biar kayak punya loe" ucap El yang mana mobilnya El adalah mobil Honda brio yang kurang cool menurutnya
Dan setelah menempuh perjalanan, tiba saatnya Al dan El sampai di rumah sakit tempat Uminya
Semua pegawai tunduk sopan menyapa Al dan El, karena mereka tau kalau keduanya lewaris dari rumah sakit ini
El sudah ganti baju, atau melepas seragamnya, dan hanya membawa celana sekolahnya saja, karena dia hanya memakai kaos yang tadi dia kenakan sebagai daleman seragam putihnya
Al dan El terlihat seperti 2 pangeran tampan saat memasuki dan berjalan di lorong rumah sakit, tiba tiba..
" Lho calon mantu pada kesini?" ucap Mega yang gak sengaja melihat Al dan El
" Assalamualaikum tante Mega" salam Al pada Mega
" Waalaikumsalam.... Calon mantu" jawab Mega pada Al
El dan Al tak lupa bersalaman dengan Mega, dan menjaga sikap sopannya
Al dan El juga gak heran kalau Mega dan Melisa selalu memanggil mereka calon mantu, dan mereka tidak ambil pusing apa lagi baper untuk menanggapi ucapan Mega dan Melisa
Terlebih anak mereka masih pada remaja, dan duduk di bangku SMP, dan tentunya bukan pilihan ataupun level Al dan El yang setatusnya anak santri dan kyai, mereka juga seleranya santriwati juga
__ADS_1
" Umi ada tante?" tanya Al sopan
" Masih di ruang oprasi kayaknya, ayo ngobrol dulu sama tante, kita samperin tante Melisa, untuk bahas masa depan kalian" ucap Mega narsis dan kepedean, membuat Al dan El saling pandang