Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Terima /tolak?


__ADS_3

Jihan kini ke sudah di kamar El untuk membangunkan El yang ternyata kemaren membohongi Jihan, katanya mau ke RS kabur ke BNT, dan di BNT ternyata bohong lagi dan malah pergi entah kemana


" El El..." panggil Jihan geram


Jihan terus mengoprak ngoprak tubuh El yang masih tertidur pulas


" El Bangun El.." kesal Jihan karena El gak bangun bangun


Padahal masa muda Jihan dulu juga susah banget untuk di bangunin, dan sekarang nurun pada anaknya


" El El.. Bangun dulu coba" ucap Jihan terus memberi goncangan pada tubuh El


" Hem.... Apaan sih Mi?" ucap El menggeliat


" Kan El sudah praktek semalem, udah donk ngantuk nih" tambah El masih ngantuk berat


" kamu kemaren kemana? kata Al gak ke BNT, ke Rumah sakit ya enggak , " ucap Jihan sambil mencubit paha El


" Aduh Mi..... Sakit" jawab El sambil mengelus pahanya


" El ke BNT kok, " tambahnya masih dengan mata merem


" Bohong orang Al aja gak jumpa kamu" jawab Jihan cepet


" Kan masuk pertama mi gak ada pelajaran, murid pulang ya El pulang, males kumpul guru guru tua" jawab El enteng sambil menarik selimut menutupi mukanya


" Ya udah sekarang bangun mandi sarapan terus kerumah sakit" ajak Jihan menarik kembali selimut El


" Malam aja lah Mi, El ada janjian nanti" jawab El lagi


" Janjian sama siapa?" tanya Jihan sambil melotot matanya


" Sama Zu..." ucap El hampir keceplosan


" Sama Heny" tambahnya cepat biar gak curiga


El masih belum mau terus terang kalau dia sudah lepas dari Henny, takut kena amukan dari Uminya tentunya


Kalau sudah Bilang sama Henny sudah pasti dia gak bisa ngelak apa lagi El dan Henny setahu Jihan mereka sudah LDR lama


" Mi... Mi..." panggil Al pada Uminya


Belum sempat Jihan menjawab ucapan El, Al memanggil dengan keras


" Kami berangkat dulu lah ya," ucap Al menghampiri Uminya


" Abah udah siap?" tanya Jihan menoleh ke asal Al


" Udah ... Umi di tunggu di bawah" jawab Al lagi


" okey Umi kebawah sekarang" jawab Jihan sambil berdiri dan berjalan keluar

__ADS_1


Sesampainya di pintu Jihan kembali noleh kebelakang


" Dang bangun El, kalau mau ke KDS ya dang mandi sarapan" ucap Jihan sebelum pergi


Al masih tersenyum dan menghampiri El yang masih terluhat ngantuk berat


" Bangun gaes, mandi nanti jodohnya di temu orang lho" ucap Al sambil melempar bantal pada El dan langsung pergi


Seperginya Al dan Jihan, El bukan langsung bangun, tapi justru manutup dan mengunci pintu kamarnya dan kembali tidur, masalah ke BNT agak siangan aja


Di bawah Jihan sudah mengantar Zain ke mobilnya, dan tak lupa mencium tangannya dan Zain mencium keningnya


" Hati hati, nanti kalau pulang sendiri pelan pelan" ucap Jihan yang sekarang Zain jarang mengendarai mobil sendiri


Mengingat udah tua, kalau enggak Jihan temani ya di anter sopir


" Ck.. Umi Ini, Jiwa abah masih muda, santai aja" jawab Al dari belakang


" Bukan gitu Al, Umi ini yang sebenarnya masih grogi bawa mobil sendiri ke rumah sakit" saut Zain justru meledek Jihan


" Ngawur..." jawab Jihan cepat


" Nanti jangan berangkat dulu, Abah jemput" jawab Zain manis


" Sampai rumah jam berapa? yang ada pasien Umi udah koit duluan" jawab Jihan santai


" Hahaha Umi ini doanya" ucap Al tertawa ngakak


" Ya lagian abahmu sok romantis tapi makan korban? " jawab Jihan santai


" Ceilah... udah udah Umi bisa naik grab nanti" ucap Al yang sering menjadi korban panasnya perasaan saat melihat abah Uminya saling bagi perhatian


" Hati hati ya, nanti Umi tunggu di rumah sakit lho" ucap Jihan perhatian


" Makasih sayang... nanti hati hati aja kalau bawa mobil, apa mau di jemput mobil kantor, atau Ryan" ucap Zain yang sudah terbiasa sama istrinya


" Boleh boleh sama Ryan, ganteng dia lho" ucap Jihan sengaja menggoda Zain


Karena Ryan memang ganteng pake banget, hingga membuat banyak karyawan perempuan yang sering mencari perhatian padanya,


Bahkan karisma Zain bisa terkalahkan olehnya, cuman pendirian Ryan masih sama dia jomblo fi sabilillah, atau president jomblo saat ini


" Gak usah aneh aneh ya Mi, " ucap Zain dengan tatapam tajam


" Abah yang nawarin ya, jangan salahkan Umi dong kalau mau dengan yang lebih ganteng" goda Jihan balik dan Al justru tertawa


" Gak jadi Al pergi sendiri" ucap Zain langsung mendekap Jihan yang gak jauh darinya


" Hahahahaha... Jangan dong bah, enggak enggak... Umi kan setia, betul gak mi?" jawab Al sambil menaik turunkan alisnya


" Iya dong, Umi gitu lho, gak kenal nama penghianat yang suka menyia nyiakan orang" jawab Jihan menyindir Zain

__ADS_1


Zain langsung faham dan tak menjawab apa apa, langsung mendekap Jihan pada pelukannya


" Ah... Udah.. ayo bah, makin siang nanti" ucap Al memisahkan pelukan kedua orang tuanya


" Berangkat dulu ya, hati hati nanti kalau berangkat ke RS" ucap Zain kembali mencium kening Jihan


" Eleh Por... ." kesal Al yang menganggap kedua orang tuanya lebay


Setelah berpamitan Jihan kembali ke dalam dan Zain lanjut perjalanan ke BNT


Di jam 07:15 menit Al dan Zain sudah sampai di gedung BNT


Mereka langsung menuju ruangan Al dan salah satu murid di sana langsung di minta untuk memanggil Zula ke ruangan Al


karena Zain juga harus membagi waktunya agar tidak kesiangan menghadiri rapat di kantornya


" Ada apa sih pagi pagi suruh menghadap" batin Zula setelah menerima panggilan dari temannya


Tok tok tok..


"Assalamualaikum" ucap Zula setelah mengetuk pintu


" Waalaikumsalam... Silahkan masuk" ucap Al yang langsung bangkut membuka pintu untuk Zula


Al kemudian mengunci secara berlahan, agat tidak terdengar siapa siapa dan tidak ada yang mengetuk maupun menganggunya saat proses pelamaran dengan Zula


" Duduk dulu" ucap Al pada Zula


" Ada apa?" tanya Zula heran


" Abah yang mau ngomong" jawab Al dan Zula sudah ketar ketir


" Assalamualaikum.... " Ucap Zain yang baru keluar dari kamar mandi


" Waalaikumsalam..." jawab Zula yang menoleh ke asal suara


" Subhanallah.. Nak Zula?" tanya Zain dan Zula mengangguk dan tersenyum tulus


Melihat Zain Zula justru terharu dan ingin rasanya merasakan hal yang di rasakan Al, yaitu mempunyai seorang ayah


" Pak.... Bapak panggil saya?" tanya Zula sopan


Berhadapan dengan orang lain berbeda tentunya berhadapan dengan Zain


" Iya tadi saya panggil kamu, ada yang mau saya sampaikan sama kamu" jawab Zain sopan dan melihat Zula yang justru malah teringat masa muda Umi Jihan


" Gimana pak?" tanya Zula gak tau harus basa basi dulu apa gimana


" Gini nak Zula, Bapak minta maaf banget sebelumnya, tapi ini adalah kewajiban bapak sebagai seorang ayah pada anaknya, " Ucap Zain pelan dan Zula makin bingung


" Abah langsung saja ya, Al sudah lama cerita tentang kamu ke Abah, kalau dia juga suka sama kamu, pernah melamarmu tapi kamu belum siap, dan tidak memberi jawaban, jadi Abah di sini mewakili Al untuk melamarkanmu untuknya, jadi apakah kamu mau menjadi istri dari anak Abah? Muhammad Haidar Al Musthofa? dan menjadi anak abah Juga,?" tanya Zain terang terangan

__ADS_1


" Sekarang panggil Abah jangan bapak" pinta Zain lagi


Zula seketika menundukkan kepalanya, dia bingung dan gak rau harus jawab apa, secara ini orang nomer satu di BNT, Bahkan di KDS Zain di kenal banyak orang, mau menerima juga gak siap, mau menolak sungkan banget dengan Zain yang sangat berwibawa pada siapapun


__ADS_2