
Al terdiam dan tidak bisa menjawab apa apa, dia seketika merasa bersalah,
Wajar kalau Yasmin marah, wajar kalau Yasmin memilih untuk mengakhiri hububgannya dengannya, karena Al jarang memerhatikan Yasmin, dan justru memerhatikan muridnya yang jutek banget itu
" Abang kemana aja selama ini? kenapa Abang baru telfon Yasmin sekarang? kenapa Abang baru Video call Yasmin sekarang, di kala Yasmi sudah minta putus sama Abang?" tanya Yasmin sambil menangis tersegu segu
" Yasmin tau Abang sibuk, tapi waktu 5 menit cukup berharga bagi Yasmin walau hanya sekedar mendengar suara abang" tambah Yasmin lagi dan Al sudah mati kutu gak bisa bicara
Al merasa sangat besalah saat ini, di sadar kurang perhatian dengan Yasmin, kurang komunikasi dengan Yasmin
" Maaf" ucap Al singkat dan gantian dia yang menunduk
" Yasmin juga minta maaf bang, Dan sekali cukup sampai sini dulu ya, Yasmin terimakasih banyak, selama Abang di Mesir abang selalu jagain Yasmin, selalu bahagiakan Yasmin, dan di situ saja ya, jangan di hilangkan dari memori Abang, itu kenangan manis kita" ucap Yasmin bijak
" Kita jalan masing masing dulu ya Bang Yasmin percaya kalau kita berjodoh pasti kita di temukan kembali" tambahnya dan Al hanya terdiam kaku tanpa menjawab
" Assalamualaikum..." ucap Yasmin lagi dan memutuskan sambungan video callnya
Al seketika menangis dan makin menjadi, Yasmin wanita baik, baik hati bahkan Yasmin begitu lembut saat mengakhiri hubungannya
Al gak mau kehilangan Yasmin, dan Al mencoba untuk menghubungi kembali nomer Yasmin, tapi sayang Yasmin seketika setelah memutuskan sambungan video callnya langsung memblokir nomer Al seketika
" Ya Allah... Aku salah, salah langkah, dan salah jalan, belok demi wanita lain" ucap Al tersadar akan sikapnya pada Zula yang berlebihan hingga Yasmin memilih untuk pisah karena kurang perhatian darinya
Tapi nasi sudah menjadi bubur, Yasmin terlanjur minta putus, dan Yasmin sudah memilih untuk jalan sendiri sendiri, dalan dengan kehidupan masing masing
Sebagai mantan kekasih Yasmin, Al menghargai keputusan dan keinginan Yasmin, tiba saatnya Al menutup kenangan manis dengan Yasmin dan di masukkan kedalam album kenangan manis sesuai keinginan Yasmin barusan
Dan membuka lembaran baru untuk kemajuan masa depannya, memajukan sekolah yang Abahnya titipkan,
__ADS_1
Dan masih dengan misi dia yang akan menjadikan cewek terjudes kembali normal dan ceria,
Karena Zula adalah aset untuk kemajuan dan kebanggaan dari semua siswi untuk mangharumkan nama sekolah,
Secara Sifat judes dan cueknya Zula membuat para guru kesulitan meminta dan memerintah Zula untuk ikut ajang kompetisi dari berbagai sekolah,
Padahal kemampuan Zula dan prestasi Zula sangat cemerlang, cuman sayang gak bisa di keluarkan untuk mewakili sekolah, karena penolakan Zula yang terang terangan
Dari pihak sekolah sendiri juga tidak berani memaksa pada Zula, karena pesan dari Zain, untuk tidak membuat semua siswi yang ikut maupun maju dalam konpetisi tidak harus di paksa dan terpaksa, begitu tentang izin dari orang tua juga menjadi pertimbangan sekolah
Karena terkadang undangan tingkan Internasional baca kitab tah tahfidz Al Qur'an, tapi kedua orang tua dari para calon tidak mengizinkan takut anaknya kenapa napa, jadi lebih baik mereka mengalah dan tidak jadi masalah
__________________
Hari kian berganti, Zula mengikuti istimaul Qur'an bersama Ibu Nyai, Zula selalu di dampingi Ibu Nyai
Tapi karena hari ini dan malam nanti acara puncak, yang pastinya Ibu Nyai sangat sibuk dengan para tamu wali santri yang hadir, Zula kini sendiri dengan ponselnya dan Juga Qur'annya yang ada di tangannya
Bukan sebagai alasan soh sibuknya, cuman Mimi Zula belum siap menampilkan kebenaran dirinya yang pasti akan menjadi perhatian banyak orang, karena penampilan yang sangat berbeda
" Yyuuhuuuuu..... Yang gak pernah ada walinya, haduh kasian.." ucap Nada saat lewat di depan Zula dengan Nada yang menggandeng tangan Ibunya
Zula tidak menjawab dan hanya melirik saja, dan senyum sinis pada Nada
" Udah bertahun tahun tanpa ada wali kalau ada acara haflah kasiannya" tambah Nada yang masih gak di gubris oleh Zula
" Ya Ampun kasian banget... Jadi dia masih sendiri aja Nak?" saut Tari ibu nada yang ada di hadapan Zula
" iya buk kasian, gak di anggep sama ibunya paling karena anak Ha ram" jawab Nada makin jelas perkataannya tentang Zula
__ADS_1
Tari Ibu Nada juga ikut nyinyir pada Zula, di setiap kedatangannya ke pesantren, Nada selalu bangga karena ada kawan untuk mencela dan menyinyiri Zula
" Itu lah, mungkin simboknya malu kali punya anak Ha Ram" tambah Tari dengan terus melirik Zula dengan tatapan jijik
Padahal Tari sendiri punya Nada juga dengan jalan halal, dan dia bisa berkata begitu karena ada Rizqy yang menolongnya dan menganggapnya sebagai anak sendiri
" Malu ya Allah Malu" tambah Tari makin mencela
" Malu ya buk?" ucap Zula datar
" Iya lah, malu anak ha ram bisa mondok juga" ucap Tari tanpa rasa iba
" Tapi malu mana sama banyak orang buk, anak mondok dari kecil udah masuk kelas XII baru ikut wisuda jurumiyyah, bertahun tahun ibuk hanya datang sebagai tamu dari wali santri biasa, bukan wali santri dari para wisudawati" ucap Zula seketia membuat Tati down, karena kalah telak dengan kebodohan Anaknya
" Seharusnya ibuk yang lebih malu, bisa mencela orang lain, dengan mudah, tapi sayang tak sadar dengan dirinya sendiri" tambah Zula makin menohok
" Saya gak malu buk, saya gak salah kalau memang dulu kehilafan orang tua saya, tidak ada orang yang mau di lahirkan dengan keadaan tidak tau siapa orang tuanya " tambah Zula semakin berani pada Tari yang tua tapi gak punya o tak
" Dan walaupun orang tua saya tidak hadir, tapi saya yakin orang tua saya bangga punya anak seperti saya, sudah berkali kali manggung dan menerima piyagam atas prestasi saya, " ucap Zula membanggakan dirinya sendiri
" Dan Ibuk seharusnya malu, anak masuk sekolah favorid lewat jalur salah, sekolah tanpa biaya dan terpaksa menerima Nada , " ucap Zula yang tau kalau Nada bagian keluarga dari pemilik sekolah yaitu Zain, karen zula sering membawa nama keluarga Zain untuk menantang anak BNT
" Dan lebih malu, setiap tahun datang dan hanya sebagai tamu undangan, anak di pondok belasan tahun baru 2 kali naik panggung, wisuda jus amma dan jurumiyyah, " tambah Zula sengan senyum sinis
" Malu sama anak anak MI buk, mereka aja ada yang sudah hatam tahfidz, masak mau naik kelas XII baru hatamanan jurumiyyah, binadzornya aja belum" tambah Zula dengan menahan tawanya
Tari dan Nada sudah mengepalkan tangannya geram dengan pernyataan Zula yang memang benar adanya tapi mereka gak terima
Zula begitu karena saking seringnya Ibu Nada ikut campur dengan Zula yang jelas bukan urusannya
__ADS_1
" Hayo Malu mana buk.... Malu atuh buk, di tutup mukanya, apa mending gak usah datang aja, habis habisin ongkos saja" tambah Zula sambil tertawa dan melewati Nada dan Ibunya