Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
PUTUS


__ADS_3

El terus memandang Heny dengan tatapan sendu dan makin tidak tega


" Gimana? bedanya gimana ? kok kamu sampe kurusan gini?" tanya El lagi


" Ya gimana lagi? beda banget aku merasa sendiri hidup jauh darimu, di tambah kamu " ucap Heny terhenti


Air mata sudah mulai tumpah dari pelupuk matanya,


" Hey... Kok nangis, kenapa?" tanya El main tidak karuan


" Kamu kenapa sih gak pernah ngubungi aku akhir akhir ini? sudah hampir 2 bulan kamu gak pernah kontek aku, kamu kemana? aku khawatir sama kamu, kamu sehat kan?? kamu gak kenapa napa kan??" tanya Heny mulai menggebu gebu dengan tangisannya yang semakin menjadi


" Hay... Udah... Kok malah makin begini? aku baik baik aja, aku sehat juga, aku minta maaf jarang banget menghubungi kamu, okey aku salah, aku minta maaf, tapi aku memang sibuk banget dengan kuliah saat ini , aku tambah ambil jam kuliah" jawab El menjelaskan pada Heny


" Kenapa harus nambah jam kuliahnya?" tanya Heny


" Biar cepet lulus juga, " jawab El sambil tersenyum cengir


" Kamu tau gak, hampir 5 bulan kita LDR, dan udah 2 bulan lebih kamu juarang banget ngasih kabar, aku gak tau di mana nanti arah hidupku? aq harus ngapain itu gak tau, pikirannya kamu kamu terus, " ucap Heny kembali lesu


El tidak langsung menjawab dan memilih diam mendengarkan keluhan Heny selama dia cueki gara gara kenal Zula


" Selama jauh darimu, rasanya hilang semangatku, hilang semalangat belajarku, dan hilang juga semangat kesehatanku, pikiranku entah kemana mana, di kala kamu gak pernah kasih kabar ke aku, aku was was dan hilang kepercayaan" tambah Heny kembali mengeluh sendu


El terus memerhatikan Heny, semua yang di rasakan Heny sama dengan pemikirannya,


El tau kelemahan Heny saat jauh darinya, awal awal jauh mereka sering berkomunikasi, dan bila agak lama sedikit Heny langsung drop semangatnya


Terkesan lebay sih, tapi itu akan berakibat fatal bila di lanjutkan


" Itu yang aku takutkan dari kamu" jawab El singkat


Dan Heny langsung mengangkat kepalanya untuk menatap El, dengan mengusap matanya lembut

__ADS_1


" Aku tau apa kelemahanmu saat jauh dariku, di awal LDR kita itu udah serjng terjadi, apa lagi kemaren yang lama, " tambah El lagi


" Di sisi lain posisi kita berat, kamu di pesantren dan aku di luar, kepercayaan itu kunci utama, tapi hal itu sulit untuk di lakukan, aku sendiri gak mungkin setiap hari terus terusan telfonan dengan kamu melalui ponsel peantren dan juga sekolah, karena selain menjaga kecemburuan sosial juga gak enak ganggu yang lain, di tambah aku sendiri yang sibuk untuk kuliah " jawab El memberi alasan yang jauh dari alasan yang sebenarnya


El tentu berbohong selain untuk menutupi kesalahannya juga agar Heny tidak sakit hati nantinya


" Iya juga memang benar, tapi aku gak bisa" jawab Heny yang tidak bisa tenang tanpa itu semua


" Jadi maunya gimana?" tanya El lagi


Heny terdiam tidak bisa menjawab untuk ketenangan pikirannya yang sudah mulai ambyar


Bukan tenang karena di datangi pacar malah ambyar kebawa perasaan yang mulai merasakan hawa hawa negatif


" Gak tau, aku gak tau apa yang harus aku lakukan" jawab Heny bingung


El terdiam sejenak sebelum mengutarakan maksudnya untuk menyudahi hubungannya dengan Heny


" Solusinya hanya satu" ucap El lirih tanpa tenaga


Heny mendongkakkan kepalanya dan menatap El


" Kita sudahi hubungan ini, " ucap El singkat dan


Deg....... Hati Heny langsung patah menjadi dua bagian, hancur sangat hancur


Bukan ini yang Heny harapkan dari El, bukan ini yang Heny inginkan saat kedatangan El ke rumahnya


Heny ingin mendapat perhatian lebih setrlah mengutarakan perasaannya, Heny ingin lepas kangen dengan El yang jarang berjumpa dengannya , yang jarang memberi kabar padanya


" Maksudnya??" tanya Heny sudah mulai ber DERAI AIR MATA


" Kamu selama masih ada hubungan denganku dengan jarak dan sikon yang membentengi kita, kamu malah seperti ini, kamu gak da daya lagi, aku gak mau kondisi kamu semakin buruk, semangat kamu hilang gara gara mikirin aku" jawab El memberi penjelasan yang gak sesuai dalam hatinya

__ADS_1


" Kita PUTUS,? " tanya Heny


" Iya.. Aku gak mau, kamu terlarut dalam kesediahan yang memanjang, aq gak mau kamu terlalu sedih memikirkan keadaan, aku gak mau kamu terut terusan kehilangan semangat hanya gara gara aku" jawab El cepat dan panjang


" Terus kamu pikir dengan putus aku bukannya tambah drop?" bantah Heny sudah makin menjadi tangisannya


" Its okey... Percaya, kamu akan drop saat ini saja, tapi di kala kita tidak ada hubungan, dan kita hanya saudara bukan pacaran, pikiranmu akan lebih tenang, kamu merasa kalau aku bukan siapa siapamu lagi, beban pikiran gak akan timbul kegelisahan saat aku gak sempat memberi kabar" jawab El bersilat lidah


Heny sebagai wanita gak mau merendahkan harga dirinya sendiri, Heny gak mau merengek juga untuk meminta bertahan pada El,


Secara di yang di putuskan El saja itu udah menurunkan harga dirinya, apa lagi merengek mibta bertahan, walau dalam hati dia sangat sakit


" Okey kalau itu maumu, no proplem, cinta gak harus memiliki, tapi aku minta 1 sama kamu" ucap Heny menyetujui dengan hati yang sangat dongkol


" Jelaskan semua ini pada ayah dan ibuk, aku gak mau menjelaskan lagi nanti, terkaku sakit" tambah Heny sambil mengusap wajahnya kasar


Harapan dan keinginan gak dia dapatkan menjadikan kekecewaan tersendiri baginya, dan tentunya Heny bukan wanita yang lemah yang percaya begitu aja pada El


Heny ada hal yang mengganjal dalam benaknya, ada sesuatu yang menyakitkan dalam hatinya


" Kamu jangan jengkel gitu dong mukanya" ucap El peka dengan eaut wajah Heny


" Ya gimana gak jengkel, seenak udelmu kamu menyudahi hubungan ini" jawab Heny semakin kesal


" Semua untuk kebaikan kamu, kamu gak terlalu pikiran sama aku, kamu katanya mau jadi dokter belajarnya harus rajin biar bisa masuk di fakultas kedokteran" jawab El merayu Heny


" Okey.... Semoga kamu yang sibuk juga cepet lulus ya, mata kuliahnya di tambah sampai subuh" jawab Heny sudah jengkel se jengkel jengkelnya


" Hay..... Kok gitu sih" rayu El lagi


" Ya gimana? kan itu kendala hubungan kita, ya udah lah, karena kita juga sudah mengakhiri hubungan ini, aku sendiri di mana saat kita bersama, saat kita berdua, apa bila aku ada salah kata salah tingkah laku aku minta maaf ya, semoga semua yang sudah kita lewati bersama menjadi kenangan terindah dalam hidup kita, " jawab Heny kembali tak kuasa membendung air matanya


Begitu juga dengan El yang langsung membawa Membawa Heny kepelukannya dengan air mata yang sama ikut menetes dari pelupuk matanya

__ADS_1


__ADS_2