
" Enggak lah ngapain malu, minta sama Abah sendiri juga" jawab Al kurang peka
" Hem...." Ucap Zula mencep
" Kalau Gue udah malu banget lah bang" tambah Zula dan Al masih gak peka, dan justru mau menjawab lagi tapi Zula langsung nyaut
" Loe udah kerja bang, minta sekolah sebesar itu dan juga dj bangunin insitut sebesar itu tanpa donatur lho, langsung jadi, udah punya penghasilan, pengen sesuatu masih minta, " jawab Zula ikut ngomel
" Betul" saut Jihan sambil mengangkat sendoknya
" Uang loe untuk apa? nraktir gue juga gak pernah, cewek gak punya, makan di luar juga jarang, shoping apa lagi, mobil udah di belikan , adeknya punya dia pengen juga, udah tua masih aja iri dengan yang kecil" tambah Zula lagi mencibir Al
" Haha kasian di cibir sama bocil" ucap El kompor
" Lihat tuh bah nurun" ucap Jihan pada Zain
" Nurun apa nya?" tanya Al cepat
" Koleksi mobil, gak lihat mobil udah berapa di rumah, masih mau lagi, " jawab Jihan yang pusing pasalnya Zain kdang suka dadakan, kalau beli dan tanpa sepengetahuan Jihan juga
Tapi gak sebanyak dulu, dan cuman punya masing masing aja, antara Jihan dan Zain cuman 3, kalau dulu memang benar benar koleksi sampai di nual secara diam diam oleh Jihan
" Dulu Umi pernah yang namanya diam diam jual mobil Abah, dan mobil Umi juga, hanya karena ada bayi tuek yang ngrengek minta mobil" ucap Jihan kembali mengulas masa lalu yang cukup bahagia sebelum datangnya DERAI AIR MATA
" Tuh Zul, jangan salahkan abang kalau Abah dulu juga gitu" jawab Al masih belum peka
" OON" Kesal El langsung menonyor kepalanya
Zula tertawa ngakak melihat El yang mewakili rasa geramnya pada Al sedari tadi
__ADS_1
" Itu tadi yang mau gue lakukan tapi takut kualat" ucap Zula sambil tetus tertawa
Setelah puas tertawa sambil memerhatikan kedua abangnya yang saling membalas dan berakhir dengan omelan umi Jihan lagi
" Terus terus gimana Mi? Uang mobil Umi belikan mobil untuk Abah?" tanya Zula kepo dan jihan mengangguk
" Terus cukup gak atau nombok?" tanya Zula dari pada gak ada yang di obrolkan
" Nombok banyak lah, " jawab Jihan santai
" Pasti pake Uang Abah juga kan?" saut Al mencari pembelaan
" Uang Umi lah, orang dulu butik yang mengelola Umi kok , hasil butik Umi belikan mobil baru abah, lhaa Umi pulak yang di kira rampok katanya, Umi ngrampok hasil kringat Umi sendiri, " jawab Jihan santai tanpa mengenang masa pahit dia lagi
Jihan sudah ikhlas tentang hal itu, itu jalan hidupnya makanya dengan santai dia bercerita sendiri di hadapan anak anaknya agar anak anaknya kelak bisa menghargai seorang wanita
Dan kepada Zula, Jihan berharap agar selalu kuat tegar saat menghadapi cobaan hidup apapun, hatus bisa mandiri juga, karena ada saatnya kita hidup tidak ada siapa siapa yang bisa di toleh kanan maupun sendiri, dan merasa kalau hidup kita itu sendiri
Zain diem dia masih sadar kalau dulu dia salah, dia juga gak insecure marah ataupun malu kalau aibnya di buka langsung di depan anak anaknya
Biar anak anaknya juga tau, sisi buruk abahnya yang gak pelu di tiru, dan harus di garis bawahi untuk setia dan menjaga lisannya pada orang yang mencintai dan di cintai oleh kita sendiri
" Umi udah ikhlas, udah ridho, karena mungkin dulu lidah abah kalian keseleo, tapi umi dulu takut, kalau masuk maupun ambil barang atau ngurus kembali butik, takut kena batunya lagi, jadi sampai sekarang butik gak pernah Umi pegang dan handel lagi, " jawab Jihan menjelaskan tentanh kekepoan Anak anakmya dulu
Ya karena dulu waktu lebaran atau mau beli apapun, Jihan gak pernah mau ke butik , bahkan suruh nganter Al dan El aja gak pernah mau
" Dan kalian lihat sendiri kan, lepas dari Umi butik itu gak ada maju majunya sama sekali, dati umi pergi dan lepas tangan sampai saat ini, tetap aja begitu, anak rantingnya malah udah pada tutup jadi warung bakso sama cukur rambut, karena bosnya kualat" tambah Jihan sambil melirik pada Zain yang hanya nyengir kuda pada Jihan
" Ya sekarang dong, Umi kembangkan lagi, biar ada juga cucu rantingnya, masak butik ternama kalah sama cukur rambut, malu donk" ucap Zula yang sangat peka banget dengan cerita Uminya
__ADS_1
" Sok faham loe" elak Al yang sama sekali gak dong
" Sorry bang, gue bukan manusia pemakan brutu, yang dedelnya minta ampun kayak loe, " jawab Zula tepat di hadapan Al
" Umi udah tua Al, kata Abah Umi suruh istirahat, tapi Umi nunggu anak bujang Umi dulu, kapan lulus S1 biar bisa gantiin Umi di Rumah sakit" ucap Jihan melirik El yang langsung tersedak
" Kalem aja kali, kelihatan kalau sama sama Dedelnya kayak bang Al, lama lulusnya" ucap Zula menyindir El gantian
" Loe belum tau rasanya kuliah Zul, yang loe tau sekolah aja, itupun santai, gak mikir, berangkat dengerin, mau pulang pulang, tugas kalau mau di kerjain enggak gurunya di bantah" senggol Al membela El
" Loe aja belum tau siapa gue, pernah gue gak ngerjain tugas dari elo,? enggak kan? " tantang Zula cepet
" 2 tahun kedepan gue lulus La, tunggu aja, RS jadi milik gue" jawab El seolah menerima tantangan
" Okey Elo sekolah, bang El rumah sakit, dan seluruh perusahaan gue yang akan pegang, pensiun jadi selebgram jadi pengusaha sukses" jawab Zula membanggakan diri
" Hem...." mencep Al dan El kompak
" Eh.. Ngejek kalian ya, Bah Mulai besok Zula mau kerja di kantor" jawab Zula merasa tertantang
" Iya lah, anak sultan tinggal duduk main hp yang kerja karyawan, udah sukses dari dulu kali, perusahaan Abah, pindah nama doang tuh CEOnya" ucap El mencibir Zula
" Okey... kalau gitu Zula mau jadi teller dulu Bah, tanpa sepengetahuan kalau Zula anak abah, Zula akan buktikan pada mereka sang penadah Abah, kalau Zula yang tersingkir belasan tahun, bisa lebih mandiri dari kalian semua" jawab Zula penuh semangat dan gak mau kalah sama abang abangnya
Zain dan Jihan sama sama menggeleng melihat celotehan ke tiga anaknya yang mana makanan di hadapan mereka itu semua belum habis tapi udah mengeluarkan banyak energi untuk saling bantah
Bukan berebut sih saling menyemangati satu sama lain, karena prinsip anggota keluarga Jihan adalah " PAIDOMU MOTIFASIKU"
Jadi kalau ada yang menghina mengejek atau merendahkan bakal jadi motifasi mereka yang justru membangkitkan semangat untuk membuktikan kalau dia bisa
__ADS_1
" Zula akan majukan semua perusahaan Abah, dan bisnis abah lainnya" tambah Zula makin semangat
" Tapi kalau masalah gajian, penghasilan Kangane yo di pikir noo, " saut El yang pasti masalah penghasilan bisnis Abahnya jauh lebih banyak di banding Rumah sakit yang besar bahkan tidak ada yang namanya sepi