Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
40 Hari


__ADS_3

Heny masih diam saja, dia semakin bingung dengan percandaan yang di buat oleh calon mertuanya dan juga Abah serta ibu nyainya,


Yang awalnya cukup menegangkan dan berderai air mata, tapi tiba tiba berubah dengan candaan yang cukup membuat hatinya agak lebih tenang


Apa lagi mendengar ucapan Jihan yang terkesan ngomel pada El, dan malah membelanya Heny merasa ingin terharu mendengarnya dan cukup bahagia mempunyai calon ibu mertua yang seperti Jihan


" Jadi untuk mbak Heny.... Maaf ya Han, gue tetep harus kasih takziran pada calon menantu loe, tapi loe tenang aja, gak berat kok.... Cuman ngajinya di lebihin, deresnya di tambahin, senggaknya sehari hatam 1 kali selama 40 hari, sanggup geh mbak Heny..." ucap Tasim tetap memberikan sangsi untuk Heny


" Njeh Abah.." jawab Heny sopan ranpa mengangkat kepalanya


El yang ada di sebelah Tasim hanya bisa menatap sekejap, dan merasa kasian saja dengan Heny yang masih tetap mendapat hukuman dari Abah Tasim, dan Untungnya cuman ngaji jadi gak masalah, justru menambah kelancaran hafalan Heny


" Dan Untuk El... Mau takziran apa ?" ucap Tasim sengaja bertanya


" Hayo El..... Kurang baik apanya coba abahnya, dapat takziran suruh milih" ucap Zain santai dari seberang sana


" Mau Abah nikahkan sekalian?" tanya Tasim bercanda dan El tidak menjawab sama sekali hanya bisa merunduk


Antara El dan Heny juga belum siap untuk menikah di usia dini, yang ada kalau tiba tiba menikah akan timbul sebuah fitnah yang mencoreng nama keduanya


" Gak mau Zain, tahan dulu untuk punya cucu... Bikin aja anak lagi" ucap Tadim dan menjadi lawakan oleh Ilma dan yang lain


" Gimana mau bikin anak lagi, lagi LDR ini, di ajak bulan madu lagi gak mau" jawab Zain juga bercanda dan membuat Jihan cemberut dan Tasim serta Ilma yang tertawa


" Ya udah kalau kayak gitu, Hukuman untuk El, harus membantu Abah, mengajarkan setoran selama 40 hari juga, mulai setoran subuh, asar sama magrib, Ya El..." pinta Tasim yang mungkin cukup memberatkan bagi santri dablek dan pemalas seperti El


Tapi itu udah konsekuen dari Abah Tasim yang perlu di lakukan, karena itu tanggung jawabnya, dari pada takziran yang lain mending itu bermanfaat

__ADS_1


Bodo amant apa kata kg santri lainnya tentang dirinya yang tiba tiba menjadi kyai dadakan di pesantren tersebut


" Udah ya Han... Zain, sorry anakmu harus jadi kyai dadakan, " ujar Tasim santai


" Aman.... Okey Sim.. Gue asaran dulu ya, ini baru masuk asar waktu sini" ucap Zain mau izin mengakhiri panggilannya


" Sekali lagi kami minta maaf ya Sim, atas hal yang dilakukan anak kami, " tambah Zain lagi


" Betul mbak Ilma, gus sekali lagi kami minta maaf yang sebesar besarnya, nanti kalau melanggar lagi, tolong di ketati lagi takzirannya, jangan sungkan kalau itu anak kami, karena anak kami sama dengan para santri lainnya" sambung Jihan yang ingin anaknya di adili juga


" Aman itu urusan kami,.. Tapi satu lantai jangan lupa Zain" jawab Tasim bercanda


" Aman itu... Biar El yang kasih nanti, ya El , aman kan...." ucap Zain yang masih melihat El di sebelah Tasim


" Baik bah..." jawab El masih belum menatap Abahnya


" Lihat sini dong putra Abah, merunduk doang..." goda Zain sebelum pamit


" Walah gantengnya putra Abah ini, " Ucap Zain memuji El


" Ya udah jaga kesehatan... Dan jagan di ulangi lagi, malu maluin aja, mobil pinjeman aja berani bawa cewek" sambung Jihan kembali ngomel


" Baik Mi... Bah.." jawab El sopan


" Ya udah Sim... Kami tutup dulu ya.. Assalamualaikum..." Pamit Zain dan Jihan bersamaan


" Waalaikumsalam...." jawab Tasim dan Ilma kompak

__ADS_1


Setelah panggilan terputus Tasim kemudian secara perlahan menutup laptopnya dan mulai menghadap pada Heny dan juga El


" Bang El dan mbak Heny...." panggil Tasim lembut dan bijak


" Na*su setan... Kalian berdua pasti tau tentang hal itu, pacaran hal yang di haramkan di pesantren ini, apa lagi sampe pergi berdua, walau hanya sekedar makan siang saja" tambah Tasim mulai memberi nasehat


" Kalian di sini masih tanggungan Abah Umi, masih manjadi tanggung jawab Abah Umi , Kalau terjadi apa apa gimana mbak? Bang.." tambah Ilma lembut


" Abah percaya sama Bang El, bang El mungkin bisa menjaga diri, dan bisa juga menjaga Mbak Heny... Bang El tau yang buruk maupun yang baik, tau mana yang pantas dan mana yang enggak, Sekali lagi, itu ajakan setan bang.. Bang El pergi dengan membawa Mbak Heny dan pergi semobil merdua, itu ajakan setan sudah jelas, karena kalian berdua bukan mukhrim " ucap Tasim lagi mulai menegaskan


" Maaf sebelumnya, Bang El.. Pacaran sama Mbak Heny?" tanya Tasim to the poin, walau Tasim sebenarnya juga sudah tau


El dan Heny sama sama terdiam dan tidak berani menjawab, karena selain takut mereka makinrakut karena hal itu di haramkan di pesantren


" Okey... Gak ada yang jawab, Abah pernah Muda, Abah juga dulu pernah merasakan apa yang kalian rasakan, yaitu jatuh cinta," ucap Tasim karena gak ada jawaban dari El maupun Heny


" Karena semua itu Abah juga normal, sebagai lelaki melihat wanita cantik, atau mbak santri yang cantik apa lagi berprestasi, Tapi Abah tetap menjaga sikap, boleh dekat tapi jangan sampai berbuat maksiat, prinsip Abah" tambah Tasim yang dulu pernah meraskan jatuh cinta


Gak jauh dan gak lain, yaitu Umi El sendiri, yang sebenarmya menjadi wanita pertama yang mengisi hati Tasim kala itu


Bukan sebulan dua bulan Tasim menyimpan rasa cinta itu, bahkan setelah Tau Jihan menjadi istri orang rasa itu belum bisa hilang, hingga puluhan tahun dan hingga akhirnya berakhir dan hilang serta di ganti dengan nama Ilma di hatinya


" Jangan di ulang lagi, jangan di ulang kembali, godaan setan sudah kalian ikuti tanpa kalian sadari, halus memang, tapi asyik, dan menagihkan" tambah Tasim lagi


" Selepas ini, Abah mau Bang El sama mbak Ilma, bisa memulai melaksanakan takzirannya, dan ingat jangan di ulang kembali hal seperti itu" ucap Tasim mulai tegas


" Abah tau kalau kamu pasti ingin memberi sesuatu pada Mbah Heny bang,.. Hal itu udah terjadi sejak dulu, sejak Umimu yang mondok di sini, banyak yang memberi kan sesuatu, " tambah Tasim tapi di potong oleh Ilma

__ADS_1


" Termasuk Abah.." ceplos Ilma karena cemburu


Tasim hanya tersenyum dan mengelus pundak Ilma agar tidak berkelanjutan marahnya, maupun cemburunya


__ADS_2