
El Kini menyusuri jalanan untuk menuju ke rumah Heny,
Di rumah Heny dia cukup kaget campur bahagia, pasalnya dia yang jarang di rumah sekalinya pulang El langsung mau mampir
Apa lagi Heny juga tau kalau El barusan juga mendarat dari Mesir dan begitu kekeh langsung mau menemui Heny
" Yah.... " Panggil Heny sudah turun dari tangga kamarnya
" Kenapa nak?" tanya Ayah Heny
" Bang El mau main katanya" jawab Heny sambil senyam senyum
" Ke sini?" saut Ibu Heny
" Iya barusan kirim pesan" jawab Heny gembira
" Kok tau kalau kamu di rumah?" tanya Ayah Heny
" Ya Ampun Yah... Zaman sekarang lho, Bang Heny di rumah, langsung lanjut" ucap Ibu Heny udah faham
" Iya juga sih... " jawab Ayah Heny santai sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatel
" Oh ya Hen, Uminya El masih muda ya, masih cantik lagi" ucap Ibu Heny bangga pada Jihan
" Iya Buk, Heny sendiri baru tau kalau Umi Jihan adalah Uminya bang El, Bang El masih punya abang lho Buk, bang Al, udah lulus S2 di Mesir" jawab Heny lembut
" Lho masih punya Abang??? Jadi El anak keberapa?" tanya Ibu Zula mendetail
" Bang El anak ke 3 Buk, dulu punya kakak cuman keguguran kata bang El, " jawab Heny yang tau cerita dari El
Mereka lanjut ngobrol dan mengomongkan tentang El dan juga calon besan dari ayah ibunya Heny
Di perjalanan tak lupa El mampir ke salah satu supermarket guna untuk membeli sesuatu untuk Heny sebagai kenang kenangan nanti
El memarkirkan mobilnya di parkiran yang sudah di sediakan di supermarket tersebut
El tidak langsung pulang, dia berhenti dan menatap kedepan dengan tatapan penuh bayangan masa masa indah bersama dengan Heny di pesantren dulu
" Masak iya gue datang nanti untuk melepas kabahagiaan itu, dan menjadikan hal itu sebagai kenangan?" Gumam El masih merasa berat untuk melepas Heny
Kenangan manis begitu indah telah mereka lewati berdua, hukuman tanpa penderitaan yang istimewa
" Antara iya dan tidak, tapi gue gak mau menggantung dan akhirnya tau apa yang gue lakukan di belekangnya" tambah El memikirkan sesuatu
Iya El merasa kalau sampai nanti Heny tau darj orang lain, dan kondisi mereka masih ada hubungan mungkin lebih meyakitkan bagi Heny
" Bismillah...." ucap Ek turun dari mobilnya dan masuk ke Mall
El berjalan menyusuri barang barang untuk cewek, hingga akhirnya pilihan El tertuju di toko jam tangan yang cukup terkenal merknya
__ADS_1
El belok di toko Centelan, ya brand terkenal di manca negara dan El langsunv tertuju pada salah satu jam cantik, yang sangat elegan dan cocok untuk Heny
Ya karena merknya Centelan, mungkin harganya tidak murah, dan El cukup menarik agak panjang uang dari black card yang diberikan pada bagian kasir
Setelah itu El Juga turun di lantai dasar untuk membeli buah tangan buat kedua orang tua Heny pastinya
Setelah selesai membeli apa yang dia tuju El kemali ke parkiran dan masuk kembali kemobil
Tanpa nunggu lama El melanjutkan perjalanannya menuju rumah Heny,
20 menit kemudian Mobil El berhenti di pelataran rumah Heny
El kembali menata hatinya untuk menentukan keputusannya yang dia ambil dan pertimbangkan dari beberapa hari lalu
" Bismillahirrohmanirrohim..." ucap El sebelum keluar dari mobilnya
El mulai membuka pintu mobilnya dan tak lupa membawa paperbag kecil untuk Heny, dan beberapa kantong untuk keluarga Heny
Tapi El berhenti sejenak, dan memasukkan jam tangan yang dia beli kedalam tasnya, karena itu terakhir untuk diberikan pada Heny
Di dalam Heny masih sibuk ngobrol tentang El dengan orang tuanya, dan terus membangga banggakan El di hadapan orang tuanya
El berjalan perlahan menuju pintu rumah Heny dengan perasaan dag dig dug jeder...
Ya gimana tidak, secara dia kesini bukan mau lepas kangen sama Heny, tapi malah lepas hubungan sama Heny
Hingga akhirnya El kembali memantapkan hatinya dan
" Bismillahirrohmanirrohim..."
" Assalamualaikum..." ucap El Sambil mengetuk pintu
Di dalam Heny yang dengar langsung girang dan berlompak ke kamar, karena Heny tidak menggunakan hijab sama sekali saat ini
Ceklek....
" Waalaikumsalam...." jawab Ayah Heny dan Ibu Heny yang menyambut kedatangan El
" Ayah Ibuk..." Ucap El saat melihat wajah kedua orang tua Heny
" El... Masuk nak.." ucap Ayah Heny meminta agar El masuk
" Terimakasih Ayah Ibu" jawab El sopan dan mengikuti langkah mereka berjalan ke sofa ruang tamu
" Maaf buk, ini ada cangkingan sedikit" ucap El sambil memberikan 2 kantong besar untuk Ibu Heny
" Ya Allah repot repot lho nak... Main tinggal main aja lho" ucap Ibu Heny merasa gak enak
" Gak buk, untuk cangkingan aja kok" jawab El tersenyum dan lanjut duduk di dekat Ayah Heny
__ADS_1
" Sehat nak??" tanya Ayah Heny
" Alhamdulillah Ayah.... Ayah ibu dan Dek Heny, sehat ya Yah?" tanya El balik
" Alhamdulillah sehat semua, Heny baru lusa kemaren pulang, dan kamu katanya dari Mesir?" tanya Ayah Heny
" Iya Dek Heny ngabari kalau pulang kemaren, ke Mesir bentar yah, menghadiri wisuda Abang" jawab El sopan
Dan tiba tiba Heny datang menghampiri El dan Ayahnya dengan membawa minuman yang sudah di sediakan sebelum El datang
El tersenyum dan menatap Heny sendu dalam hati
Dalam hati El masih ada rasa merasa bersalah dan belum siap bila memutuskan hubungannya dengan Heny secepat ini
Bahkan secara tiba tiba dan dadakan banget bagi Heny dan keluarga nantinya,
Gimana tidak? secara hubungan mereka saat ini baik baik saja, dan tidak akan konflik maupun masalah, hingga El tiba tiba datang dan memberi kabar yang memutuskan sepihak dari mereka
" Silahkan Bang..." ucap Heny lembut
" Makasih..." jawab El tidak berkedip memandang Heny
" Oh ya gimana kuliahnya nak saat ini?" tanya Ibu Heny yang menyusul mereka
" Alhamdulillah lancar buk, padet juga, jadi jarang ngubungin dek Heny" jawab El mulai memancing kepekaan mereka
" Gak apa apa, lagian Heny juga di pondok gak bisa bawa ponsel, dan gak bisa lanjut komunikasi kayak dulu lagi" jawab Ibu Heny memaklumi
El Terus menatap wajah dan tubuh Heny yang justru makin kurusan saat ini, tidak seperti dulu yang cukup ideal, dan sekarang sepertinya turun banyak berat badan Heny
Kemudian El dan kedua orang tua Heny lanjut ngobrol ngobrol santai cukup lama hingga akhirnya
" Ya udah kalian lanjut ngobrol berdua saja ya, Bapak ibuk mau ke belakang dulu" ucap ayah Heny dan menarik Ibu Heny kebelakang
Sesaat kemudian Heny dan El saling tatap tatapan, saling memandang dan
" Apa kabar?" tanya El lembut pada Heny
" Sehat..Abang apa kabar?" tanya Heny balik
" Sama, " Jawab El sibgkat dan tersenyum lebar tanpa mengalihkan pandangannya
" Sekarang kenapa makin kurusan?" tanya El pada Heny
" Entah... Rasanya beda, hidup jauh dari abang, gak ada yang jagain dan belain Heny lagi" jawab Heny menundukkan kepalanya
DEg......
Jantung El merasa berhentu berdetak, antara siap dan enggak untuk lanjut ketujuan niat kedatangannya kesini
__ADS_1
di Sisi lain El tidak tega, di tambah dia sendiri tidak pasti akan di terima Zula, El makin bimbang mengambil keputisan,
Antara putus dan tidak, soalnya dia sendiri juga merasa kalau menunggu hal yang gak pasti