Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
3 Z,


__ADS_3

" Widih abah geer kali, udah yok buk istirahat dulu, tidur yang jenak, semua akan baik baik saja, dan ada jalan keluarnya" ucap Jihan sambil menarik tangan ibunya dan menuntunnya ke kamar


" Lho sayang.... Abah tidur sama siapa dong..." ucap Zain udah khawatir kalau tidur duluan


" Tidur sama Anak wedok sana bareng Umi" jawab Jihan masih sambil menggandeng Ibunya


" Yah yah... Jangan dong yank,.. sayang.." panggil Zain yang kemungkinan gak akan bisa tidur kalau tidak sama Jihan


Jihan tak menjawab dan melambaikan tangannya pada Zain yang masih merana bakal gak bisa peluk guling kesayangannya, hingga Jihan beneran masuk kamarnya dengan ibunya


" Kawani suamimu Han, ibuk biar sama Uti aja tidurnya" ucap Ulfa gak enak


" Udah... lho Buk, tiap hari juga udah sama Jihan," jawab Jihan santai dan malah mengunci pintunya


Hingga akhirnya mau gak mau Zain menaiki tangga dan berjalan perlahan menuju kamar putri cantiknya


ceklek...


Pintu terbuka dan terlihat bidadari hatinya yang sedang tidur pulas di rajang quin Zula


Zain mendekat dan duduk di tepian ranjang dekat Zula, dan menampilkan senyumnya dan perlahan menggerkkan tangannya untuk mengelus lembut kepala serta pipi halus putri satu satunya


" Ini Wajah Umi blasteran abah saat muda nak" ucap Zain sambil membelai Zula


Dan Umi Zahra yang ada di sebelah Zula terbangun dan melihat Zain yang sedang memerhatikan buah hatinya


" Hem... Zain" ucap Umi Zahra pelan


" Umi... " jawab Zain pelan juga


" Gak istirahat nak?" tanya Umi Zahra sambil berusaha bangun dan duduk


" Zain tidur sini aja ya Mi, Jihan lagi sama Ibuk, nenangin ibuk" jawab Zain minta izin padahal di rumahnya sendiri


" Ya udah gak apa apa tidur lah, di peluk anak gadisnya, dari kecil kamu udah melewatkan semuanya" jawab Umi Zahra yang tau gimana penyesalan Zain


Umi Zahra sudah tau gimana Zain sekarang, dia sudah gak pernah kasar lagi sama Jihan, bahkan gak pernah berucap kasar dan Zain yang dulu sebelum mengenal Rani kini kembali


Sudah kembali sejak 16 tahun lalu, di mana dia sudah merasakan dampak dan akibatnya, di saat dia tidak bisa menjaga lisannya dia hampir saja kehilangan anak dan juga istrinya,


" Iya Umi, Umi istirahat juga ya, Udah malem" jawab Zain yang mulai membaringkan tubuhnya dan memeluk putri kesayangannya, dan kini tripel Z tidur di kasur yang sama dari 3 generasi Zahra, Zain, Zula


Jam 3 pagi Seperti biasa Zula terbangun, karena sudah menjadi kebiasaan, dan dia merasakan kehangatan pelukan dari seseorang


Zula pikir itu Utinya, karena dari semalem sebelum dia tidur dia ditemani kedua neneknya, dan saat dia buka mata melihat sosok cowok tampan di hadapannya


Zula tersebyum setelah tersadar kalau itu adalah abahnya, dan tangan usilnya mulai mengelus bulu halus dalam muka abahnya dan juga yang ada di hidungnya yang kelihatan panjang dan

__ADS_1


But....


" Astagfiullah..." kaget Zain karena terasa sakit cabutan dari Zula


" Eh.. eh... Maaf abah" ucap Zula yang tadinya mencabut karena gemes dengan bulu hidung abahnya


Zain yang kaget terbangun dan tersenyum karena saat bangun tidur ada putri kesayangannya di hadapannya


" Iya sayang.. gak apa apa, kok udah bangun" jawab Zain bertanya balik


" Qiyamul lail abah, yuk bangun" jawab Zula langsung bangkit dari duduknya


Zain pun terbangun dan tak lama langsung di susul oleh Umi Zahra, ya namanya keluarga santri, beda ya dengan keluarga kita apa lagi author yang masih banyak salah dan dosa, bahkan saat diberi nikmat sampai lupa saatnya beribadah dan bermunajah di sepertiga malam


Tapi insyaallah dan sepertinya dari readers semua pasti sering dan bahkan istiqomah menjalankan qiyamul lail ya, amin...


Semoga author dan yang lain bisa nyusul dan bisa istiqomah seperti keluarga Zain dan Jihan


Pagi harinya tiba di waktu sarapan, kembali rame, karena semalam pada tidur semua di sana, ya rumah Umi Zahra sama Abah Hasan aja muat apa lagi rumah sultan ya, pasti di setiap lantai ada jatah kamar seperti hotel berbintang bintang


Di jadwal sarapan juga kembali rame seperti orang pada ngantri makan di kondangan, karena semua sudah tersedia di halaman belakang rumah Zain yang sangat luas


" Seru ya ternyata keluarga Abah sama Umi" ucap Zula yang kini sarapan di sebelah anak anaknya Fani yang hampir seumuran dengannya dan juga anak gadis Aisyah


" Seru kan, tau gitu loe hadir dari dulu pasti kita jadi 3 pribses cantik" jawab anak Aisyah yang cukup narsis


Zula hanya tersenyum dan enggan mengingat gimana penderitaannya dan juga Uminya


Mereka lanjut menikmati sarapan paginya dan setelah itu lanjut mencari tempat yang nyaman untuk ngobrol bertiga


" Oh ya... Gue tuh gak asing sama muka elo, elo sering muncul di medsos, tapi masak itu elo sih, " ucap anak Aisyah yang tentunya tak asing dengan wajah Zula


" Ah.. elo dek, dia kan seleb gimana gak pernah muncul, kontennya aja bikin baper senua jomblo" jawab anak Fani yang sudah faham dari selamam,


Cuman dari semalam mau deketin Zula seolah bukan waktu yang tepat karena Zula yang sama sekali gak mood karena ada Tari dan Nada, bahkan semalem Zula sendiri sampe gak makan hingga pagi ini


" Ah... Masak?" kaget anak Aisyah sambil menamatkan wajah Zula


"Haaaaaaa Iya... masyaallah... ternyata elo sodara gue" ucap Anak Aisyah heboh sendiri seperti ibunya dan membuat semua yang di sana langsung mengarah padanya di sisi pojok di balkon belakang


" Hehehe..." ucap anak Aisyah cengengesan


Baha' yang sangat sayang pada adeknya, pada Zain ataupun Jihan, bahkan Jihqn yang selalu menbantunya melihat putri cantik yang baru di ketahuinya rasanya Baha' ingin segera mendekat pada Zula


Baha' berjalan menghampiri mereka, dan ingin banget ngobrol dan memeluk lama putri dari adeknya yang penuh DWRAI AIR MATA itu


" Assalamualaikum Prinsesnya pakde" ucap Baha' yang sangat terharu

__ADS_1


" Waalaikumsalam" jawab mereka kompak dan menoleh pada Baha'


" Ah Pakde... Ah Embah" ucap anak Aisyah dan Fani secara bersamaan


Mereka sangat sebel pada Baha' karena mereka merasa sering di dalili dan sering di omeli Baha' bahkan sering kali mereka di beri pertanyaan yang sangat susah perihal kitab, kalau gak bisa jawab langsung kena omel


" Kenapa?" tanya Zula heran


" Hm.... Males lah, ayo pindah aja kita" ajak anak Aisyah sambil nenggoyangkan tangan anak Fani dan Zula


" Eh... gak boleh dong, gak sopan, orang pakdenya mau ngobrol sama kita" jawab Zula yang sangat menghargai orang tua


" Males di kasih petanyaan Dek" jawab anak Fani yang pibternya setengah setengah kayak aisyah


" Tambah pinter dong, seru lagi " Jawab Zula semangat


Zula pagi ini gak sekolah ya, karena banyak sodara dan memilih untuk q-time dengan mereka


" Nah.. ini pasti cerdas, " ucap Baha' agar kedua bocil Fani itu insecure


" Tau lah, " jawab keduanya kompak


" Duduk dulu tak kasih pertanyaan kakau gak bisa jawab boleh kabur" jawab baha' santai


" Okey" jawab mereka senang hati karena jawaban ngawur bisa membuat keduanya kabur


" Lho kok gitu," protes Zula


" Udah gak apa apa, mereka otak dengkul paling seneng begituan" jawab Baha' konyol


Hingga Baha' memberi pertanyaan pada keduanya mengenai hadist imam bukhori muslim dan keduanya langsung ngawur dengan menjawab dengan ayat Al Qur'an yang mereka hafal lanjut kabur


" Yah... kok kabur" ucap Zula saat mereka pergi sambil melambaikan tangan


" Gak apa apa, biar kabur dari pada nyepet nyepetin mata" jawab Baha' santai


" Pakde ini bisa aja, hehe" jawab Zula lembut


" Pakde Baha' kan? Abangnya Abah?" tanya Zula kembali menanyakan


Karena dalam semalam berkenalan dengan banyak keluarga membuatnya bingung dan masih perlu pwngingatan lagi


" Betul, pakde pengan peluk Zula lagi boleh?" tanya Baha' dengan hati yang sangat haru


Zula mengangguk dan melihat jelas wajah haru pakdenya


Dan mereka berpelukan lama dengan sama sama meneteskan air mata

__ADS_1


" Pakde bangga sama kamu nak, denga adanya ini pasti Umimu memberi pelajaran yang sangat berharga dari sebuah kehidupan yang berwarna warni gelap terang asin manis pedas" ucap Baha' kembali teringat pengorbanan Jihan


" Pakde tau semua cerita Umi dulu, ? Zula boleh minta cerita ditailnya ? semalam udah di ceritakan sama om irfan dan juga tante Dilla, tapi Zula tak sanggup untuk mendengar semuanya, dan keduanya mereka juga gak tau gimana awal kejadiannya, boleh Pakde ceritakan sama Zula?" tanya Zula walaupun berusaha melupakan tapi dia merasa sangat penasaran, dan gimana awal kejadiannya


__ADS_2