
Alif dan Fina hanya menahan tawa mendengar jawaban konyol El yang seolah dia lebuh tampan dari pada Al
" Kenapa loe takut kalau kembaran elo hilang?? takut Al duluan? " Cibir Alif sambil tertawa
" Sadar diri kali El, gantengan juga Al, pantes lah kalau Al duluan, yang bocil ngalah" tambah Fina ikut mencibir
El terdiam kesal atas pencibiran yang dia terima dari om san Tantenya
" Betul tuh kayak punga pacara aja" tambah Alif lagi makin membuat Al esmosi
" Okey.... Gue bawa pulang kemari nanti pacar gue Om..." jawab Alif kesal sambil berdiri
" Bawa lah biar kenalan gue...." jawab Alif menantang
" Mana kunci mobil, gue bawa saat pulang sekolah nanti" ucap El makin gak terima
" Noh di gantungan... Panasi dulu mobil gue, biar panas kayak hati loe.." jawab Alif sambil menolehkan kepalanya pada gantungan yang terletak kunci mobil di sana
El langsung berdiri dan menyaut kunci mobil tersebut, dan mengambil serta membawanya ke garani mobil Alif untuk membawa mobilnya
Tapi sebelum pergi El tetap pamitan dulu sama Om dan tantenya, gak mungkin langsung nyelonong gitu aja
Ya begitulah Al, sering kali dia merendahkan dirinya di hadapan orang lain, tapi kalau di tantang dia sendiri juga gak terima dan pengen langsung membuktikan
Emosinya memang labil, ada 2 sisi sifat Zain dan Jihan pada diri El, yang nurun pada anak ke 3 nya itu
Di sisi lain...
Jihan kini sedang berada di balkon hotel, sedang menghubungi Zain,
" Di mana sayang?" tanya Zain yang posisi di sana masih tengah malam
Il masih tidur pulas, dan gak mungkin Jihan membangunkannya
" Di Hotel Bah, Umi nginap di Hotel, meeting Umi pindahin kehotel ya... Biar clayen Umi juga nyaman gak perlu kerumah sakit" jawab Jihan menjelaskan
Jihan juga gak bilang tentang sakitnya Il, takut mengganggu pekerjaan suaminya juga
" Oh.. Ya gak papa.... " jawab Zain yang gak pernah berfikir negatif lagi pada Jihan, apa lagi saat LDRan
" Abah gak istirahat?? masih tengah malam lho di sana" tanya Jihan lagi
" Iya... Abah juga capek sebenarnya, Abah habis sholat malam, tadj jam 1 malam baru selesai, udah dapat tidur sih sebentar, cuman kangen aja sama Istri, boleh kan sayang sayangan dulu" jawab Zain mulai manja di tengah malam yang syahdu
" Enggak..... Harus istirahat aja.. Gak boleh gitu" jawab Jihan menolak
__ADS_1
" Abah tau kan gimana kalau Abah sakit? Terus Umi gimana?? Repot lho bah.... Terbengkalai semuanya nanti ..." jawab Jihan yang sangat khawatir pada Zain
" Iya iya..... iya sayang..... Abah mau istirahat.. Udah ya, jangan ngomel terus, Umi juga jangan capek capek..." jawab Zain nyerah kalau istrinya sudah ngomel
" Ya udah tidur..... Matikan dulu telfonnya.." pinta Jihan lagi
" Iya sayang.... Abah tidur ini, Assalamualaikum..." ucap Zain mengakhiri panggilannya
" Waalaikumsalam.... Muuuaaacchhh...." ucap Jihan memberi kecupan panjang untuk suaminya sebelum memutuskan sambungan panggilan telfon
Zain di seberang sana langsung tersenyum dan mencium ponselnya sendiri langsung merem dan tertidur untuk beristirahat
Jihan pun kembali masuk ke kamar hotelnya dan ternyata Il sudah mulai membuka matanya
" Gimana sayang udah enakan??" tanya Jihan pada Il
Il mengangguk dan tersenyum.. serta memeluk Uminya lembut
Sesaat kemudian pintu kamar hotel di ketuk oleh petugas hotel, yang siap membersihkan kamar hotel Jihan
Jihan membuka pintunya dan mempersilahkan masuk untuk membersihkan kamar tersebut kecuali tempat tidur yang masih di gunakan untuk Il beristirahat, dan juga Jihan yang mulai memegang laptop di hadapannya
" Mi......" panggil Il lembut pada Jihan yang ada di sebelahnya
" Umi gak kerja?" tanya Il lagi
" Umi kalau mau berangkat kerja, berangkat aja, Il aman kok, " ucap Il pengertian
" Iya Umi nanti kerja, tapi di bawah saja, masih di hotel ini juga" jawab Jihan menjelaskan
" Kamu gak apa apa kan, Umi tinggal meeting di bawah bentar?" tanya Jihan khawatir
" Gak apa apa.... Il aman di sini Umi, Umi tenang aja, jangan jadikan sakit Il ini menjadi penghalang pekerjaan Umi" jawab sangat santai
" Siapa bilang jadi penghalang, Anak Umi ini prioritas pertama Umi, kewajiban Umi yang paling utama, jadi jangan bilang gitu" jawab Jihan sambil memeluk anaknya
Il pun membalas pelukannya, dan makinbmemper erat malahan
" Sayang Umi...." ucap Il
" Umi juga sayang Il, jangan sakit sakit lagi ya... Jaga kesehatan, " ucap Jihan kembali meneteskan air mata
" Umi juga sama, jangan nangis nangis terus..." jawab Il manghapus air mata Jihan
Saat mereka sedang asyik pelukan pegawai hotelpun pamit karena kerjaannya sudah selesai
__ADS_1
" Maaf buk.. Ini sudah selesai saya permisi dulu" ucap sang pegawai CS pamit
" Okey mbak... Makasih banyak" jawab Jihan masih memeluk Il
Di sisi lain....
El sudah berada di dalam kelas untuk mengikuti pelajaran seperti biasa
Di jam Istirahat seperti biasa Dia juga kekelas untuk menemui Heny
Heny juga sudah menunggunya sedari tadi, karena El sebelumnya saat tiba di sekolah sudah memberitahu Heny kalau dia mau bicara
" Assalamualaikum...." ucap El saat menjumpai Heny
" Waalaikumsalam... " jawab Heny mulai panik
Soalnya El tadi memberitahunya wajahnya udah datar banget, mana lewat kaca mobil lagi yang pasti Heny sebagai cewek gak bisa nahan kepanikan
Dan tentunya saat jam pelajaran pertama Heny sendiri sudah gak fokus, dan hanya bisa menebak nebak hal yang akan di omongkan oleh El
" Bang.... Kenapa?? Gak ada apa apa kan ya??" panik Heny to the poin
" Kenapa jadi panik gitu sih mukanya" ucap El tanpa menjawab
" Ya gimana gak panik? Abang tadi ngomongnya datar gitu, mana mukanya serius lagi, kenapa sih ada apa?" tanya Heny makin panik
" Ini juga ngapain bawa bawa laptop segala kesini, buka mau ngerjakan tugas kan? panik banget Akunya, kirain ada apa " ucap Heny langsung panik dan penasaran banget
" Udah dong slow aja.... Jangan panik gitu, Aku bawa laptop untuk kenalin Kamu sama Abang aku" jawab El santai
" Kan udah kenalan kemaren? kok kenalan lagi" jawab Heny sudah mulai meredup dan tau apa maksud El selanjutnya
" Oh iya.. Maksudnya sama calon kakak ipar Aku" jawab El menjelaskan
" Oh.. jadi Bang Al udah mau nikah?" tanya Heny lagi
" Entah tuh gak jelas" jawab El sambil membuka laptopnya dan di sambungkan di Wifi sekolah
El sebagai ketua osis tau dong kata sandi yang di miliki sekolah, dan hanya dirinya dan anggota osis lainnya yanf mengetahui,
Untuk siswa/ siswi yang lain jangan di tanya, mereka mah selalu menjadi dalam misi rahasia perusahaan sekolah
Visual Azmi Alfisyahr El Musthofa
__ADS_1
Heny Nindiya Rahman