Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Senyuman


__ADS_3

Kini El dam Heny masih di dalam mobil dalam perjalanan, Heny perasaannya gak enak karena dia menjadi santri tauladan dan hari ini di ajak pergi sama El dia merasa bersalah,


Walaupun hatine bahagia bisa keluar dengan pujaan hatinya, tapi dalam hatinya tetap ketar ketir untuk sampai pesantren nanti


Yang takut di sambut dengan takziran yang menantinya, di tambah rasa malunya dan rasa bersalahnya tetap, belum lagi jadi brita trending di pesantren


El merasa gak nyaman juga melihat gelagat Heny yang sedari tadi diam saja, tanpa ngomong apapun,


" Kamu kenapa sih?" tanya El sambil menautkan kedua alisnya


" Rasanya gini banget ya, kalau orang lagi maling, walau bukan maling barang, tapi ngelanggar peraturan gak enak juga, gak nyaman takut.." jawab Heny merasakan ketidak nyamanan


" Ya Allah... Di pikir segitunya, ya udah keluar, udah terlanjur, ya kita nikmati aja, gak usah di pikir terlalu dalam" jawab El santuy


" Gak usah di pikir gimana? akibatnya nanti lho Bang,.. Jadi Viral kita" jawab Heny gak terim


" Lha terus? kan tadi udah mewanti wanti temen temen kita jangan sampai ada yang tau" ucap El makin santai merasa aman


" Iya tau.... Tapi orang seperti kita ini gak mungkin semua mendukung kita, kita gak tau lho ada yang berhianat gak di belakang kita nanti" jawab Heny masih was was


" Ya makanya, kita di suruh husnudhon terus sama siapapun, anggap aja semua orang di dekat kita itu semuanya baik, kalau pun ada yang jahat.. Anggap aja itu cobaan kita, da kita kurang beruntung " jawab El masih tetap santai


" Coba lagi dong kalau kurang beruntung" jawab Heny ikut nyeleneh


" Bisa aja..." jawab El kembali fokus sama setir mobilnya


" Udah gak usah takut... Nanti kalau ada yang laporan, biar Abang datangi, nanti kalau dapat takziran biar abang yang jalani, dan tanggung jawab" ucap El sambil menenangkan Heny yang makin ketar ketir


Kini mobil El melaju menuju salah satu mini market, untuk membeli paket data internet, karena tepat di depan minimarket dan toko baju di daerah perukoan itu


Dan sesaat kemudian mobil El berhenti di parkiran yang tersedia di sana


" Ayo turun yok..." ajak El pada Heny


" Enggak ah... Hari libur pondok lho bang, biasanya santri putra ada yang keluar, mana kita masih pake sragam lagi, Takut.." jawab Heny masih metakutan


" Ck.... Lha terus gimana?? Kan tujuan kira keluar juga seperti ini, ayo turun mau beli apa, makan kita sekalian" ajak El heran sendiri dengan penolakan Heny


" Enggak.... Kamu turun aja sendiri, Adek di sini" jawab Heny masih gak mau turun

__ADS_1


" Okey okey.... Di sini bentar ya.... Abang Keluar bentar" ucap El pasrah dan Heny mengangguk


Setelah itu El mulai membuka pintu mobil dan keluar menuju konter yang ada di sebelah sana


Sesampainya di sana El menunjukkan maksud tujuannya mengisi kouta internet di modem yang biasa dia pake


" Mau isi berapa mas?" tanya si embaknya penjual paket data


Si embak cukup kagum melihat ketampanan El yang sangat cool walau masih pake baju Putih abu abu


Di tambah mereka yang melihat El barusan keluar dari mobil CRV warna abu, menambah kegagahan bagi cewek cewek di sekitarnya


" Hem... 10 TB mbak? bisa kan?" tanya El yang bisanya juga


" 10 TB?" Tanya mbaknya kaget


Gak seperti siswa lainnya yang biasanya ngisi cuman beberapa GB , mentok 10 GB, Lah ini 10 TB, 1000 kali dari umumnya anak sekolahan


" Iya mbak..." jawab El santai


" Tapi 10 TB mahal lho dek" ucap si embaknya lagi


" Hem.... Bisa, kalau mau pake kartu" jawab Si embaknya dan El mengangguk


Si eembaknya sampai gak kedip menatap El yang sangat santai sedangkan Heny sudah mengumpat gak jelas pada si embak tukang jaga konter


" Udah Mas..." ucap Si embaknya grogi


" Okey.... Berapa mbak?" tanya El makin santai sambil membuka dompet yang barusan dia ambil dari sakunya


" 4******0 dek..." jawab Si penjanga sambil memberi tu harga paket yang mungkin bisa menghabiskan isi kouta di konter tersebut


El memang gak tanggung tanggung, dan sekalian untuk masa aktif yang cukup lama, karena dia sendiri hobi banget untuk aktif di media sosial, aplikasi apa saja dia punya, kecuali aplikasi dan situs dewasa


" Okey ini kartunya kak..." jawab El sambil menyodorkan kartu berwarna Hitam


" Blakcard...." gumam si embak berbisik


El masih santai sambil menunggu si embaknya melakukan transaksi

__ADS_1


" Tajir... Gila" sambung lainnya sambil menatap El


" Iya ini anak sultan kenapa nyasar sampe sini ya..." sambung lainnya lagi, mengira El yang kesasar


" Udah Mas... Ini kartunya" ucap si Embaknya sambil memberikan kartu El lagi


" Okey... Makasih mbak..." jawab El ramah


" sama sama.... " Jawab si embak sambil menampilkan senyum manisnya


" Eh Mas.. Itu tadi nomernya ya? izin ngesave ya... Biar saling kenal" saut temab sebelahnya


" Oh... Silahkan mbak, tapi maaf itu untuk jaringan modem saja, permisi ya..." jawab El santai dan langsung pamit dengan meninggalkan jejak senyum manisnya


Heny dari balim kaca mobil makin cemberut melihat El yang memberi senyuman manis pada si embaknya


Hingga El membuka pintu mobilnya Heny masih aja cemberut, dan El langsung peka


" Cemburu?" ucap El tiba tiba


" Iya lah...." jawab Heny apa adanya tanpa gengsi


" Ya udah turun yuk.... Biar mereka tau kalau aku punya kamu" jawab El agar Heny gak cemburu


" Enggak...... Aku malu lho bang, masih pake sragam sekolah" jawab Heny masih kekeh dengan pendiriannya


" Ya udah kamu sini aja dulu kalau kayak gitu, nanti Aku balik lagi" jawab El yang tadinya mau mengajak Heny masuk ke toko baju, agar untuk ganti baju biar gak kelihatan sragamnya


Dan mereka juga masih kaku manggilnya, abang sama Adek, kadang masih pake aku kamu, karena kebiasaan seperti itu, jadi panggilan sayang seperti abah Uminya belum terbiasa


" Jangan lama lama Jangan senyum senyum sama cewek..." ucap Heny kembali posesif


Ya cewek mana sih yang gak posesif sama cowok seperti El, siapa yang gak cemburu dan takut kehilangan cowok setampan dan setajir El


Bukan hanya Heny saja, orang lain kadang suka iri dan cemburu kalau El sayang sama Heny, dan menjadi pacar Heny,


Apa lagi Heny yang menjadi ceweknya udah bisa di pastikan gak akan pernah trima kalau cowoknya melontarkan senyuman pada siapapun, apa lagi cewek cewek genit dan belum di kenal seperti penjaga konter


" Iya sayang..... Senyumku hanya untukumu.... " jawab El santai dan mengembangkan senyuman yang selalu membuat Heny klepek klepek...

__ADS_1


__ADS_2