Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Sederhana


__ADS_3

Mendengar jawaban El yang begitu santai mereka cukup kaget karena kesultanan El dan orang tuanya memang Haqiqi


Padahal Jihan dan Zain dulu juga bukan orang yang sultan beneran, karena kegigihan dan rasa syukur yang selalu mereka panjatkan, menjadikan Allah melipat gandakan nikmatnya


Baranh siapa yang selalu bersyukur, Allah akan selalu menambah nikmatnya betul tidak?


Dulu Zain yang sekolah kuliah dengan modal beasiswa, dan bersampingan dengan kerja di luar negri, hingga dapat mengumpulkan modal untuk buka travel


Yang awalnya sebagai jubir pemandu wisata, dengan di dampingi dukungan dan doa orang tua membuatnya bisa berkembang dalam hal bisnis


Meneruskan perjuangan kakeknya dalam hal pendidikan, di sambi kerja sebagai pegawai bank syariah di cabang daerah, yany setiap tahunnya prestasinya selalu meningkat, dari kariawan sebagai menager, pindah ke Direktur, hingga bertemu dengan gadis cantik Jihan aulia yang penuh perjuangan untuk menemukan dan mendapatkannya


Di mulai dari situ dukungan dan Doa istri sholehah, membuat Rizqinya makin terus mengalis deras, hingga yang awalnya menjadi deriktur di cabang daerah langsung di pindah ke cabang profinsi, menikah dengan Jihan membuka usaha baru di bidang kuliner, dan Di mendadak di pindah sebagai wakil president direktur di kantor pusat


Lanjut membuka usaha di bidang fashion yang di pegang oleh Jihan dan meroket hingga sekarang bercabanga cabang sampai ke luar negri


Semua berkat doa dan suprot orang tua dan istri , itu kunci keberhasilan kita, doa dari orang tua, doa dari istri atau suami restu dan ridho mereka itu sama halnya Ridho Allah juga


Dan juga jangan lupa sedekah, dengan ikhlas, kepada orang yang membutuhkan


Hingga sekarang kesuksesan mereka sudah tidak bisa terkira lagi dan bahkan sangat luas, semua itu pada kuncinya 1 doa orang tua, dan Istiqomah


Di tengah kemlongoan mereka Al kembali kumpul pada mereka, apa lagi Dani tuh yang sangat antusias pengen tau pangen menjadikan Al sebagai motifasi bisa mempunyai kampus sendiri


" Bentar ya.. Masih di bikin minumnya" ucap Al yang tadi hanya menyampaikan pada simbak yang ada di belakang


Ingat Jihan gak pernah mau punya pembantu yang menginap, ya selain cleaning servis yang datang untuk membereskan rumah mereka


Karena Jihan lebih suka masak sendiri, dulu saat Al kecil memang pake beby sitter, cuman sekarang kan gak ada momongan anak anak juga sudah di pesantren jadi mending masak sendiri


Tapi selama Jihan dan Zain di madinah Ismi yang akan menemani dan masak buat dia, cuman Al saja mah aman, itupun bukan setiap hari karena kadang dia dikirim dari resto


" Oh iya bang gak apa apa" jawab Dani sopan

__ADS_1


" Ini bang Al kan ya?" tanya Dani basa basi


" Iya tau aja elo, Gue Al kalau nih El" jawab Al sambil menyenggol El dengam sikut lancipnya


" Apaan sih.. Senggol senggol" kesal El yang masih berusaha menghidupkan ponselnya kembali


" Oh ya bang, tadi Azmi cerita, kami panggil dia Azmi ya bang, maaf" ucap Dani sopan dan Al santai sambil tersenyum


" Santai aja, panggil dia jabrik, jamal, jolodong gak apa apa, gak ada guna nih anak" jawab Al bercanda sambil menepuk Pundak El membuat teman temannya tertawa


" Heheh... Bisa aja bang, saya mau nanya" ucap Dani sangat tertarik dengan cerita Al


" Santai aja, Elo gue gak usah formal gitu" ucap Al memotong dan Dani mengangguk


" Iya deh, tadi Azmi cerita tentang kerjaan Abang, dan gue tertarik, dan ingin tau biar abang memberi motifasi untuk kita gimana bisa mempunyai kampus sendiri di usai abang yang masih muda ini" ucap Dani sangat penarasan dan tertarik


Al dan El seketika saling oandang dengan El yang menahan tawa hingga tawanya langsung meledak


" Kwkwkwkwkwkw" tawa El meledak parah membuat Dani heran dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" Loe minta motifasi sama nih orang A' ?" tanya El dan Dani dengan polos mengangguk


" Salah orang loe " tambah Al yang faham dari cara tertawa El sebelumnya


" Salahnya di mana Bang?" tanya Dani makin bingung


" Gue tuh bukan siapa siapa Bang, Gue mah orang biasa aja, kampus memang gue yang punya tapi " ucap Al terpotong


" Semua modalnya dari Abah," lanjut El dan Al gak keberatan karena kenyataannya memang seperti itu


Dan Al juga gak gengsi akan hal itu, dan gak perlu di tutupi juga karena dia bukan orang hebat dan bukan orang yang patut di banggakan


" Aku mah apa bisanya cuman minta dan nadahin tangan doang bang" tambah Al merendah

__ADS_1


" Kita tuh anak tinggak nerima enaknya doang bang, kita di lahirkan udah nrima enak A', Alhamdulillah" Saut El lagi yang memang terlahir di saat orang tuanya sudah sukses


" Tapi jangan heran dan jangan nganggep kami orang kaya ya, kami sama kok kayak kalian, orang tua kami juga sama kayak orang tua kalian, semua ini juga masih ngontrak sama Allah SWT" Ucap Al yang sama halnya dengan El yang rendah hati


" Kalau mau tau motifasi besok kalau berjumpa dengan Zain Musthofa" Tambah El seenak Jidatnya menyebut nama Abahnya


" Sama Jihan aulia" tambahnya lagi


" Abah sama Umi El, kebiasaan" saut Ismi yang datang dengan membawa nampan berisi minuman dingin


" Hehe Tante.." ucap El cengengesan dan mencium tangan Ismi


" sehat El? jarang pulang, lupa jalan pulang?" tanya Ismi sambil mengelus kepala El


" Males tan, Anak tante aja cowok semua kok" jawab El santuy dengan gaya gombalnya


" Hahaha.. Alesan, " jawab Ismi menonyor kepala El


" Di rumah aja gak pernah main tempat tante aja kok, apa hubungannya dengan anak cewek tante" tambah Ismi


" Lha iya, anak tante kan cowok semua , siapa yang mau di apelin " jawab El kembali memberi alasan


" Tante lah" jawab Ismi cepat sambil tersenyum manja


" Yang ada baru sampe gerbang gue di plototin sama Om Irfan" jawab El membuat Al dan Ismi tertawa


" Tapi udah di jodohin sama anaknya tante doble Me Al El" ucap Ismi bergurau


" Bang Al tuh, gue mah ogah" jawab El sambil menggidik


" Gaya bilang ogah, sama tante Ismi aja loe masih gombal," bantah Al mencibir El


" Emang elo mau sama anak anaknya bu dokter kembar itu?" bantah El yang tau kalau Al juga ogah sama anaknya doble Me

__ADS_1


Bukan sombong atau gimana, cuman dia juga masih bisa milih dengan tipe mereka yang sama sama suka sam Zula


__ADS_2