
Zula justru nyengir kuda karena mendapat plotiran dari abangnya yang sangat kecewa karena Zula bukan jodohnya
" Ck... Jangan garang gitu dong bang, apa lah, kemaren kemaren aja manis ini garang, gak jelas!" Kesal Zula menyikut pinggang Al
Al tidak menjawab dia masih berperang dengan perasaannya sendiri, masih bingung sendiri, kasian melihat Uminya yang tiba tiba drop seperti ini, itu karena gara gara juga, dan masih ada pikiran lainnya
" Maaf Pak, Pak Zain mau penjelasan dari saya?" tanya Della setelah agak tenang
" Iya mbak, sebenarnya apa yang terjadi dulu? Kenapa Umi rahasiakan Zula dari kami?" tanya El cepat karena dia yang lebih dekat dengan Della
" Zula Siapa El?" tanya Della kurang mengenal dengan Zula
" Saya Bude, saya Nazula lailal Musthofa, yang biasa di panggil Umi Il" jawab Zula mendekat pada Della
Della terbelalak melihat wajah cantik Zula, Della menegakkan pandangannya pada Zula, dan matanya sudah terbinar hampir mengeluarkan air mata
" Subhanallah.... Kamu Il nak?" ucap Della sambil mengelus pipi lembut Zula
" Iya Tante? Tante kenal Zula?" tanya Zula lembut
" Dari kamu di dalam kandungan Umimu, sampai kamu lahir dan tumbuh menjadi balita lucu, Kamu sama tante sayang" jawab Della langsung memeluk Zula
Tangis DERAI AIR MATA kembali membasahi mereka berdua, bukan hanya mereka Zain juga terharu melihat pertemuan Zula dan juga pengasuhnya
" Makasih mbak, udah mau merawat Dan menemani Zula sejak kecil" ucap Zula dalam pelukan Della
" Sama sama Sayang, kamu sekarang sudah besar sudah dewasa dan cantik luar biasa" jawab Della mencium kedua pipi Zula
" Monggo pak kalau mau dengar penjelasan kami" ucap Imam sopan pada Zain
" Kita keruangan mbakmu aja" ucap Zain cepat karena ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi
" Sayang... Setelah Abah dengar semua cerita mbak Della, setelah Abah kembali, Umi harus sudah bangun, Umi bangun dan peluk Abah ya... Kalau Umi gak bangun, Abah gak akan temui Umi, Biar Abah saja yang pergi, Bangun ya sayang ya, Bangun,.. Abah butuh kamu sayang, Abah gak bisa hidup tanpa kamu, bangun sayang.. Bangun," ucap Zain terus berambisi membuat Jihan membuka mata
Mata Jihan masih terpejam, tanpa mau terbuka, tapi kedua matanya kembali mengeluarkan air mata, bahkan hingga bersuara menangis yang terdengar oleh orang di sekitarnya
" Tuh kan lebay lagi.." ceplos Zula yang geli dengan ucapan Abahnya
__ADS_1
Semua mata langsung tertuju padanya, langsung membuat Zula menutup mukanya seketika
Zain justru tersenyum dan menghapus air matanya, hingga berdiri tegak dan berjalan mendekat pada Zula
" Putri Abah" ucap Zain kemudian mengecup kepala Zula lembut
" Mari silahkan mbak Della, mas Imam, mbak Ismi temani Umi Jihan dulu ya, ayo Fan" ajak Zain dan menggandeng putrinya berjalan menuju ruangan Jihan, bukan tepat di ruangan Jihan tapi di ruang meeting sebelah ruangan Jihan
Karena ruangan Jihan gak boleh di ganggu gugat apa lagi rame rame, karena termasuk ruangan prifat sang CEO Rumah sakit Jihan hospital
Zula terus di dekap Zain, kehangatan dari seorang ayah yang selalu di nanti, yanh selalu di rindukan, kini kehangatan telah Zula rasakan,
Di sepanjang jalan Zula terus bersyumur dalam hati dan terus menatap wajah tampan abahnya yang jauh lebih tampan dari abang abangnya
" Kenapa sayang?" tanya Zain mengelus kepala Zula
" Abah Zula ternyata tampan, ganteng dan gagah" ucap Zula dengan wajah penuh haru
Dia masih gak percaya dan serasa mimpi berjumpa dengan Abahnya hari ini
" Makasih udah menerima Zula tanpa syarat ya Bah" ucap Zula lagi dengan kembali memeluk Zain
" Hay... Kamu putri abah sayang, Abah minta maaf gak pernah peka dengan keberadaan kamu yang selama ini selalu sama Umi" jawab Zain lembut dengan terus menggenggam tangan Zula dan merangkul pundaknya hingga ke ruang meeting Zula
Kini semuanya sudah berkumpul di ruang meeting, di situasi siang yang menjelang sore ini
" Sebelumnya saya minta maaf pak Zain, Al El dan Il, atas semua rahasia ini, kami di sini hanya di amanahi, untuk menjaga apa yang perlu kami simpan" ucap Della mulai membuka cerita
" Dulu 18 tahun yang lalu Tepat di mana 1 bulan setelah, mbak Jihan selesai pulang dari rumah pak Zain, setelah bapak Backlist dari semua perusahaan" ucap Della lagi lanjut bercerita
Falsback On
Sore hari setelah Jihan pulang kerja di perusahaan Kevin, tiba tiba Jihan merasa agak pusing, dan rasanya mencium bau bau masakan Della dia pengen mengeluarin sesuatu dari damam perutnya
Hooek.... Hooek... Hooek...
Jihan muntah begitu banyak di wastafel cucian piring saat Della masak,
__ADS_1
Tadinya Jihan mau menyapa Della sedang masak apa? tapi ternyata justru malah mual saat mencium bau masakan Della
" Ya Allah... Mbak Jihan kenapa?" tanya Della kaget dengan Jihan yang mutah mutah begitu banyak
Jihan tidak langsung menjawab dan mencuci mulutnya terlebih dahulu, sebelum menjawab apa kata Della
" Astagfirullahal adzim ya Allah... " ucap Jihan terasa lemas dan duduk di meja makan
" Entah nih, Jihan gak tau mbak Della, lemes banget rasanya," jawab Jihan sambil menahan rasa mutah yang ingin keluar lagi
" Udah udah mbak Jihan istirahar aja, mbak kecapean, udah sebulan ini mbak sama sekali gak istirahat " jawab Della ingin membantu Jihan kembali ke kamar
Hingga akhirnya Jihan memutuskan untuk ke kamar, dan menemani anak anaknya yang sedang bermain berduaan di kamarnya
" Al El, temani Umi ya, Umi sedang sakit" ucap Della saat mengantar Jihan
" Umi tatit? Umi tatit apa Umi?" kaget El langsung bergerak mendekat Uminya
" Enggak sayangnya Umi.. Umi cuman capek masuk angin, Umi mau bobok bentar ya" jawab Jihan sekaligus meminta pengertian anaknya agar tidak brisik
Al dan el langsung mengangguk dan ikut Della keluar,
" Kalian jangan keluar dong, sini temani Umi, Umi mau di peluk sama anak anak kesayangan Umi" ucap Jihan saat Al dan El mau pergi
Della menghentikan langkahnya dan memberi pengertian Al dan El agar tidak ganggu Jihan
" Baik baik sama Umi, gak boleh brisik, Temani Umi bobok ya, " ucap Della yang tau gimana sepinya Jihan, dan capeknya Jihan yang banting tulang sendiri
Di tambah Jihan yang sangat padat jadwalnya karena sedang viral viralnya dirinya dulu, hingga tak kenal kata lelah dan bahkan tak kenal istirahat juga
Al dan El akhirnya nurut dan membaringkan tubuhnya di sebelah kanan dan kiri Uminya, dengan sama sama dalam pelukan Jihan
Flasback Off
" Terus saat itu Abah kemana?? Kenapa Umi justru tinggal sama Mbak Della? Kenapa Umi kerja siang malam Juga?" tanya El yang sudah sangat lupa masa kecilnya
Deg.... Tamparan kerasa serasa mengenahi Zain
__ADS_1