
Anak anak dan cucu uyutnya Al pandangannya langsung pada uyut tersebut
Cukup mengagetkan akan permintaan nenek Jihan itu, gimana tidak,? tiba tiba minta untuk ikut Al kemesir agar besok kalau meninggal bisa di makamkan di mekkah jejer dengan suaminya
" Uyut ngomong apa sih?? uyut masih sehat, masih cantik, jangan ngomong gitu ya" ucap Al menenangkan nenek buyutnya
" Iya nang (panggilan anak laki laki) tapi mbah uyut nanti kalau sudah meninggal pangen di makamkan di dekat mbah buyut kakung kalian, " jawab nenek buyut Al
" apa sih mak, ngomong kayak gitu segala, enggak ah.... Kami selalu berdoa mak, semoga emak sehat terus, panjang umur, kok malah minta mati" ucap Charir seolah gak terima
" Lha emak ws tuek,apa gak bentar lagi mati toh Rir" jawab nenek Jihan santai karena udah tua memang yang di pikir hanya ibadah untuk bekal mati nanti
" Iya mbah, karena masih hidup dan masih sehat, semangat sehat terus untuk ibadah mbah" ucap Fina yang memang sayang sama nenek mertuanya itu
" Iya ndok, makanya mbah itu mau hidup di mesir saja sama denga Al, mana tau mbah nanti gak ada kan dekat kalau mau di makamkan dekat kakung kalian" jawab mbahnya masih ngeyel
Toha Alif dan Atifa hanya bisa diam, gak berani kalau menyangkut kematian
" Mbah nanti kalau meninggal di Mekkah, jarang yang ziarahin lho mbah, setahun sekali belum pasti" ucap Atifa
" Gak apa apa, yang penting Doanya, walaupun setahun sekali, idep idep kalian pergi ibadah ke tanah suci, " jawab uyut masih kekeh
Mereka gak bisa membantah lagi, dan gak tau juga mau jawab apa, karena bagaimanapun itu orang tua dan mungkin permintaan serta wasiatnya
" Ya udah nanti Al bilang dulu sama Abah ya Uyut, Biar di pertimbangkan Abah dulu, yang penting saat ini Uyut jaga kesehatan dulu" jawab Al menyerah,
" Bener ya nang.. Bilangkan sama Abah dan Umimu, nanti bilang juga sama Uti dan kakungmu, " pinta Uyut dan Al tersenyum dan mengangguk
" Udah sekarang Uyut makan siang dulu ya, kita makan siang bareng bareng, yuk Al" ajak Fina yang tadi sudah selesai masak
" Okey siap... Dan habis makan terus minum vitaminnya, ini di bawkaan Vitamin banyak sama Umi" jawab Al sambil menentengkan paper bag yang di berikan Uminya
" Vitamin aja Al?? Gak ada buah atau makanan, atau uang juga boleh?" tanya Toha yang mungkin bosen minum Vitamin dari Jihan
" Tadi di mobil gak di bawa sekalian Mbah?" tanya Al yang memang meninggalkan oleh olehnya yang di bawakan Uminya juga
__ADS_1
" Ada di mobil?" tanya Alif
" Ada lah, Al mana pernah ke sini cuman orang doang" jawab Al dan membuat mereka cengengesan
Al memang membelikan makanan dan oleh oleh untuk saudaranya, cucu dari Toha, yang masih kevil kecil
Gak tega juga jauh jauh datang cuman bawa orang saja, dan hal itu sudah sering Keluarga Jihan lakukan
Setelah makan siang, sebelum dhuhur Al pamit untuk kembali pulang, karena malam Al harus terbang ke Mesir
" Kok buru buru Nang?" ucap Uyutnya
" Iya uyut, Al harus segera balik, karena malam nanti Al harus balik ke Mesir, jadi siap siap nanti" jawab Al alesan
Karena dia kalau mau balik ke Mesir yang di persiapkan hanya ponsel dompet dan juga pasport dan Visa doang, barang barang jarang, mungkin nanti beli sesuatu untuk Yasmin saja, ambil dari butik Uminya aman
" Uyut gak jadi di ajak Al?" tanya Uyutnya lagi
" Ya kan nanti di obrolin dulh sama Jihan dan mbak Ul Mak, gak bisa langsung bawa, kan harus ngurus surat emak juga" jawab Charir hanya untuk menyenangkan hati Ibunya,
" Bener Gitu Al?" tanya Uyut lagi
" Iya Uyut, nanti kalau Umi dan Uti bersedia biar nanti Abah urus surat suratnya" jawab Al untuk menyenangkan uyutnya
" Ya udah nanti langsung bilang ya sama Umimu dan Utimu" pinta Uyut lagi dan Al mengangguk dan tersenyum
" Ya udah kalau gitu Al pamit dulu ya Uyut, Al minta doanya semoga selamat sampe tujuan, dapat Ilmu yang manfaat barokah, " ucap Al meminta restu sama uyutnya
" Ya udah hati hati di jalan" jawab Uyutnya memeluk cicit tergantengnya itu
" Al pamit dulu ya Om, tante, mbah " pamit Al pada semua
" Okey hati hati... " jawab Alif dan memeluk Al
Mereka kemudian mengantarkan Al sampai ke mobilnya, bahkan sampai Al naik ke atas mobilnya
__ADS_1
" Assalamualaikum...." salam Pamit Al
" Waalaikumsalam..." jawab merek kompak dan Al menekan gas mobilnya dan tak lupa menghidupkan klaksonnya
Di Sekolah, El kembali mengapeli Heny, yang selalu menjadi pengusi hatinya, dan gak mau melewatkan sekalipun di jam istirahat ke 2 ini
Sedari istirahat pertama Heny hanya senyam senyum saat meningat hal lucu yang tiba tiba, yaitu di kenal dengan Abangnya El
" Senyam senyum sendiri, dari pertama berangkat tadi, kenapa sih? " heran El mulai terasa aneh
Heny bahkan tertawa lagi, dan masih kembali mesam mesem sendiri
" Kakak tau nih, pasti karena habis ketemu sama Bang Al, " ucap El peka dan Heny makin tertawa
" Kenapa sih?? salah ya, apa wajah kakak kayak badut lucu?" tanya El makin penasaran
" Bukan bukan itu... Hehehe" jawab Heny makin menggemaskan
" Kenapa sih? naksir sama Bang Al? makanya senyam senyum sendiri
Heny justru makin tersenyum mengembang, saat El makin kesal padanya
" Ganteng ya Abang kamu" ucap Heny yang memang tak memungkiri kalau Al memang jauh lebih ganteng dari pada El
El seketika langsung melotot tajam matanya, gimana tidak? terdengar jelas pujian Heny untuk Abangnya itu
Di tambah mengingat ejekan Al yang mengiranya tak sepandai membuat kata kata gombalannya itu, dan justru melihat biasa saja pada Heny cukup membuat El makin kesal
" Betul tuh Mas El, boleh dong Abangnya untuk kami kalau belum ada yang punya" saut teman Heny yang tak jauh dari mereka
El menoleh pada mereka, dan justru makin di membuat kesal dirinya, kemunculan Al sekalu sudah nemu fans baru, dan membuat dirinya insecure karena para fansnya beralih pada Al
" Kenapa tadi pagi muncul segala sih bang...." batin Al makin menjadi
" Kenapa kamu juga naksir sama Bang Al?" tanya El dengan pandangan tajam pada Heny yang masih senyum sendiri
__ADS_1