
Deg.....
Hati Heny terasa berdetup kencang setelah mengetahui siapa yang dia tabrak,
Ya karena yang nabrak El tadi adalah Heny mantan El dulu, yang di tinggal hanya karena menyejar Zula dan ternyata adeknya sendiri
" Maaf" ucap Heny langsung pergi
Jujur Dia masih sangat sakit hati dengan kehobongan dan penghianatan El dulu, dan sampai saat ini justru dia sakit hati sendiri karena berjumpa dengan El walau tanpa sengaja
El masih mematung dan menyadari kalau itu tadi adalah Heny, sosok wanita pertama yang mengisi hatinya
Tapi El juga kurang yakin kalau itu Heny, pasalnya Heny secuek itu padanya, Heny yang dia kenal cukup manja dang sangat perhatian padanya tapi itu tadi seolah gak kenal sama dia
Ya gimana gak cuek El El, elo sakiti sih jelas lah sakit hati dan enggan mengenalmu lagi
El menetralkan hatinya sejenak dan lanjut berjalan untuk menyusul Uminya yang sudah jalan duluan
Dan benar baru beberapa langkah ponselnya berdering tanda panggilan masuk dari Uminya
" Iya Mi, bentar El masih jalan ini, " jawab El dari telfon di seberang sana
El kembali berjalan dan menghampiri Uminya sesuai intruksi yang Uminya berikan tadi
Hingga Kini El sudah di tunggu uminya di pintu masuk aula fakultas kedokteran, yang mana di sana sudah banyak mahasiswa kedokteran yang sudah kumpul semua di sana
" Dari mana? kok lama banget" tanya Jihan menyambut El
" Tadi ada orang yang nabrak El Mi, Udah ayo masuk udah di tunggu kan?" jawab El lanjut mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
" Okey, ayo masuk Umi di tunggu "jawab Jihan dan El mengangguk
Keduanya berjalan masuk kedalam dengan El yang tentunya menjadi pusat perhatian bagi kaum hawa, begitu juga dengan Jihan yang masih bening dan menjadi pusat perhatian kaum adam,
" El di bawah aja lah ya, bareng sama mahasiswa lainnya" ucap El karena merasa gak nyaman dan belum pantas bergabung di atas dan kumpul dengan para profesor dan juga doktor yang akan bersanding dengan Uminya yang sudah bergelar
" Okey " jawab Jihan santai dan El langsung permisi dengan dosen yang bertugas di sana
El duduk di salah satu bangku yang ternyata tidak jauh dari bangku Heny yang tepat di belakangnya karena El duduk di bangku paling depan
" Silahkan bu dokter silahkan duduk" ucap salah satu dosen mempersilahkan Jihan
Acara udah di mulai dan mereka semua para mahasiswa ikut menyimak apa yang menjadi pengisi acara pada pagi hari ini
Dan tiba saatnya kini Jihan di panggil untuk menjadi motifator bagi para mahasiswa di sana, agar lebih semangat lagi untuk mengejar mimpinya dan amanah untuk menjadi dokter
Kini Jihan berjalan maju kedepan karena menurutnya kalau berbicara dan bercerita atau shareng sambil duduk dia kurang nyaman dan kurang puas
" Maaf sebelumnya kepada seluruh dewan dosen dan profesor saya izin berdiri ya, gak di izinin saya juga tetap berdiri pak buk" ucap Jihan yang cukup menjadi hiburan di acara pagi ini
Gelak tawa para mahasiswa dan juga dosen yang ada di sana ikut memeriahi sebagai pembuka pidato Jihan
" Okey saya mulai ya" ucap Jihan sambil tersenyum ramah pada semuanya
" Assalamualaikum wr wb" salah Jihan ramah sebagai pembuka
" Waalaikumsalam wr wb" jawab semuanya kompak karena itu hal yang makin di tunggu tunggu
Selanjutnya Jihan memberi mukodimah singkat sebelum sampai ke intinya menjadi motifator
__ADS_1
" Okey pada kesempatan hari ini saya di undang sebagai motifator, yang bisa di jadikan motifasi untuk kalian semua para anak anakku" ucap Jihan mulai
" Anak anak ya, karena saya ini sudah tua, anak saya sudah 4, dan sudah bujang serta gadis, tapi saya sadar, saya cukup cantik dan awet muda, makanya saya belum terlihat tua,... jadi kalau kalian mau panggil saya kakak gak apa apa," ucap Jihan slow dan cukup humoris dan di sambut tepuk tangan yang meriah dari para mahasiswa
" Tapi jangan panggil saya cuman dok, karena terus terang profesi saya sebagai dokter cukup mengganggu telinga saya di saat sama di panggil cuman dengan sebutan dok " tambah Jihan lagi
" Karena apa, dok kalau dalam bahasa inggris itu berarti anjing, masak iya saya di panggil seperti itu, rasanya cukup hina banget ya " tambah Jihan dan makin membuat gelak tawa bagi penghuni ruangan
" Makanya saya paling suka di sebut dengan sebutan lengkap, kalau manggil dokter panggil aja dokter Jihan, bu Jihan, Umi Jihan, kakak Jihan, mbak Jihan, atau dedek Jihan juga boleh" tambah Jihan makin narsis dan langsung mendapat tepuk tangan makin meriah
El sampe geleng geleng menyaksikan sendiri Uminya yang justru beralih sebagai pelawak, padahal kalau di rumah ngrometnya memenuhi telinganya
" Okey seperti sebelumnya saya di panggil oleh ibu dosen tadi dengan sebutan Dr. Rizqia Jihan Aulia, S.Mb., Sp.B , M.M , sepertinya berderet deret ya gelar saya, jadi kesusahan kalau manggil buk, jadi saran saya cukup panggil Ibu Jihan saja, kalau di runtutkan tadi sebenarnya masih kurang banyak, Hj. Dr, Rizqia Jihan Aulia, S.Mb , Sp.B MM, AH, " Tambah Jihan yang belum selesai tapi sudah mendapat tepuk tangan yang meriah dari para mahasiswa
" Jadi sekali lagi cukup panggil saya Ibu Jihan, atau Umi Jihan, biar gak repot ya" tambaj Jihan sambil tersenyum ramah
" Setelah saya memperkenalkan diri saya, saya di sini sebagai motifator hanya ingin bercerita berbagi pengalaman pada kalian semua, anak anak Umi, yang insyaallah semuanya akan menjadi seorang dokter, mendapat ilmu yang manfaat barokah, bisa berguna dan bisa memberi manfaat kebagusan kepada siapapun, serta bisa menolong banyak pasien amin... Amin amin ya Robbal alamin.." tambah Jihan langsung di aminkan oleh para mahasiswi dan dosen di sana
" Saya dulu adalah alumni dari kampus ini dari universitas ini , dan juga dari fakultad ini juga" Tambah Jihan lagi
" Tapi saat saya kuliah di sini, saya bukan hanya mengambil satu jurusan, tapi mengambil 2 jurusan sekaligus, dan semua itu berawal dari hal iseng, " tambah Jihan lagi justru membuat melongo semua orang
" Iseng bagai mana? ya saya iseng, karena pertama saya berminat menjadi pembisnis, agar bisa membantu suami saya, dan bisa menemani suami saya kemanaoun beliau pergi, dan berharap saya menjadi sekertaris pribadinya, agar tidak di temu dengan para gadis cantik yang berpendidikan tapi tidak ber akhlak seperti di cerita novel dan sinetron, yaitu seorang.." ucap Jihan tidak meneruskan tapi di lanjutkan oleh para mahasiswa dengam sebutan
" Pelakor" ucap mereka kompak, dan Jihan tersenyum
" Itu sudah menjadi hal wajar dan sudah gak asing lagi kita dengan sebutan itu ya" tambah Jihan santai
" Tapi karena saya menikah muda dan suami saya tidak mengizinkan saya untuk ambil fakuktas bisnis dan menyarankan untuk di kedokteran jadi saya hanya mejawab Okey, karena saya berharap tidak akan keterima di jurusan kedokteran di sini, karena saya lulusan dari sekolah yang berada di plosok bahkan tidak terkenal dan bukan sekolah negri, " Tambah Jihan melanjutkan ceritanya
__ADS_1