Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Lepas tanggung jawab


__ADS_3

Al terdiam sambil menyiapkan diri untuk berterus terang dengan Abahnya


Al menarik nafas dalam dalam dan...


" Al sebenarnya masih tanda tanya, apa semua perempuan seperti itu, tapi Umi ternyata beda, apa memang semua perempuan berbeda ya Bah?" ucap Al sambil menimbang nimbang


Karena Al setelah di putuskan Yasmin mengira kalau semua wanita butuh perhatian, dan mau di nomer satukan, dan kalau itu memang benar adanya, dia memilih jomblo, dan tadi sengaja menembak Zula karena dia merasa Zula selalu ada di depannya saat sekolah, dan intinya gak mau LDR an lagi, takut menyakiti hati wanita pikir Al


" Emang kenapa? Yasmin minta di perhatikan? di nomer satukan?" tanya Zain faham dan Al mengangguk


" Sebenarnya Yasmin seminggu yang lalu mutusin Al Bah, karena Al yang sibuk dengan pekerjaan Al, Al gak bisa kasih perhatian pada Yasmin, dan gak bisa menomer satukan Yasmin seperti dulu lagi, " jawab Al dan Zain sontak kaget dengan pernyataan itu


Ya gimana gak kaget setau Jihan dan Zain Al baik baik saja malah gak pernah bertengkar dan ada konflik apapun


Beda dengan kisah pengantin barunya dulu yang baru sebulan sudah perang besar karena sikapnya yang tidak bisa memendam emosi kala itu


" Bukannya kalian baik baik saja?" tanya Zain


" Iya bener bah, Kami memang baik baik saja, bahkan jauh dari kata berantem dan salah faham, tapi mungkin karena kita LDR an, berjauhan dengan jarak dan waktu yang berbeda, di tambah Al yang sibuk dengan tanggung jawab Al dan pekerjaan baru Al sehingga Yasmin merasa tersisihkan dan di nomer duakan" jawab Al pasrah dengan keputusan Yasmin


" Al mau berusaha juga percuma, nanti gimana PTIQ punya Al, BNT yang sekarang menjadi tanggung jawab Al, Yasmin sudah gak mau ya gimana lagi, Nomer Al saja sudah di blokir sama dia, ya sudah lah kalau jodoh nanti juga balik lagi" jawab Al sudah pasrah dengan semuanya


Zain mengangguk, tapi dia takut kalau sampai Jihan tau yang ada nanti Jihan makin kepikiran dan kembali kambuh traumanya


" Ya udah kalian sudah sama sama besar sudah dewasa sudah bisa mengambil keputusan yang bijak dari kalian masing masing, cuman abah pesan, jangan sampai Umimu tau dulu, Abah belum siap kalau Umi kembali teringat pada masa lalunya" ucap Zain mewanti wanti


Dan awalnya Zain yang ingin bercerita memilih diam kalau akhirnya nanti seperti yang tidak di harapkan


" Masa lalu gimana?" heran Al yang belum tahu apa apa


" Intinya Abah Takut kalau Umi ikut merasakan sakit hati, apa lagi kalau tau kamu kasih perhatian pada anak BNT, nanti Umimu mengira kamu lalai dan selingkuh" jawab Zain sambil berdiri


Mengingat kisah Al Zain rasanya kembali merasa bersalah, dulu dia di tinggal Jihan karena dia memepertahankan Rani,


Dan rasanya kali ini ingin segera kekamar dan memeluk Jihan erat, rasa takut akan kejadian belasan tahun lalu, masih tersimpan dalam hati Zain


" Sudah malam, istirahat tidur ya.." ucap Zain menepuk pundak Al dan meninggalkan Al yang sendirian di meja makan

__ADS_1


Zain berjalan menuju kamarnya dan membuka pelan pintu kamarnya, terlihat jelas sosok istri cantinya masih tertutup selimut rapi dengan mendekap guling nya erat


Zain tadi tidak memberi solusi apapun pada Al, karena Zain yakin Al sudah bisa berfikir matang, dan Yasmin juga belum sepenuhnya sebagai istrinya,


Dan bener kata Al kalau jodoh gak aman kemana


Zain mendekat pada Jihan, dan merapikan rambut Jihan yang menutupi wajah Jihan yang masih terlihat sangat muda sekali


Senyum dan rasa syukur terus Zain panjatkan, hingga saat ini masih di persatukan dengan istrinya, masih bisa kembali setelah badai melandanya dulu


Zain gak bisa bayangkan gimana hidupnya kalau sampai dia benar benar pisah dari Jihan, sudah di pastikan dia mungkin gak akan mengenal dunia yang se indah ini,


_________


Pagi harinya, Kini Al dan Zain sudah rapi dengan pakean kerja masing masing, dengan Al yang memakai kemeja pas bodi yang berkesan dirinya terlihat gagah


Sedangkan Zain, menggunakan sweater dan jas yang sudah terpasang rapi di tubuhnya, dan Jihan sudah menggunakan blouse maroon, yang di masukkan pada rok plisket yang senada dengan bajunya


Sarapan sudah tersedia di meja makan, dengan menu nasi goreng buatan Umi Jihan


" Umi pengennya apa?" tanya Zain balik


" Gak pake apa apa, Udah ada sosis sama Udang juga di sini" jawab Jihan sambil menunjuk nasi gorengnya dengan centong nasi


" Ya udah sama polosan aja" jawab Zain santai karena mereka makan masih sepiring berdua seperti dulu


" Okey.." jawab Jihan sambil menaruh piring berisi nasi goreng di antara dirinya dan Zain


" Al mau pake apa nak?" tanya Jihan pada Al yang sedang membenahkan kancing lengan kemejanya


" Telur aja lah" jawab Al kemudian Jihan mengambilkan untuk Al


Mereka lanjut menikmati sarapan pagi sambil ngobrol ringan, ya walaupun kalau makan gak boleh sambil ngomong, tapi namanya manusia kadang suka gatwl aja


" Oh ya El kapan pulang Mi? lama dia gak pulang" tanya Al yang merasa kesepian


" Kenapa sepi ya?" tanya Jihan dan Al mengangguk

__ADS_1


" Nanti kalau ada juga debat gak ada habisnya" cibir Jihan dan Al tidak menjawab


" Emang gak pernah ngubungi kamu si El bang?" tanya Zain


" Jarang, segen Al mau telfon atau ngechat pak Imam, takut ganggu" jawab Al sok sokan


" Dia juga kan masih banyak tugas kuliah, apa lagi kuliah di kampus nomer 1 di Indonesia, yang ada tugasnya numpuk" jawab Al yang benar adanya


" Iya juga memang, saat umi ke sana aja suruh ngerjakan tugasnya" jawab Jihan bercerita


" Tuh kan? apa lagi balas chat Al Mi, yang ada pling udah di bisukan nomer WA Al Mi" jawab Zain suudzon


" Gak boleh suudzon Al" elak Zain mengingatkan


" Kenyataan Bah, gak di bales WA Al dari minggu lalu, " jawab Al yang niatnya mau curhat sama El tentang putusnya hubungannya dengan Yasmin malah gak di respon sama sekali


" Ya paling sedang sibuk, nyatanya juga kuliah sambil kerja" jawab Zain memaklumi kondisi El


" Oh ya bah, ada rapat petemuan akhirussanah di BNT" ucap Al mengalihkan obrolannya


" Lha terus?" tanya Zain sambil meneguk jus jeruk kesukaannya


" Abah hadir lah" jawab Al yang sudah selesai makan


" Menghadiri rapat?" tanya Jihan dan Al mengangguk


" Kamu lah, kan kamu sekarang yang pegang yayasan, " jawab Jihan ikut nimbrung


" Entah tuh, yang ada abah hadir kamu malah lepas tanggung jawab" tambah Zain yang sudah pasrah dan percaya pada Al


" Ck.. Abah terus gitu," ucap Al keberatan


Yang awalny minta bimbingan Abahnya untuk di mintai solusi dan pendapat malah gak mau ikut ikutan lagi


" Al telfon El lah, biar ikut gabung, biar tau dia gak cuman bilang abang enak minta gedung dll, langsung cair" tambah Al yang ingin membuktikan kalau di pasrahi yayasan itu tidak segampang dan semudah yang di ucapkan


" El bentar lagi juga pulang kali Al, dia kemaren telfon Umi kalau nanti di semester 3 dia mau praktek di rumah sakit kita aja" jawab Jihan yang sebenarnya tau kalau El juga mau pulang untuk praktek di rumah sakit

__ADS_1


__ADS_2