Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Yang sebenarnya


__ADS_3

" Maksudnya dia umroh juga saat hamil 6 Bulan?" tanya Zain kurang peka


" Iya pak, mbak Jihan srmpat Pergi Umroh saat hamil Il usia kandungan 6 bulan, setelah masalah sama Bu Rani selesai, " jawab Della apa adanya


" Bu Rani siapa?" tanya El datar


Della terdiam tidak berani menjawab soal itu, itu urusannya dengan Zain bukan denganya,


" Bahkan Mbak Jihan pake travel bapak juga waktu itu, terbang dari Jakarta" jawab Della mengalihkan pembicaraan agar El tidak bertanya tentang Rani kepadanya


Zain seketika ingat dengan salah satu jamaah Umroh yang sempat dia pikir dulu Jihan dan ternyata memang benar itu Jihan,


" Ya Allah..." Tangis Zain kembali pecah dengan kesadarannya yang dulu gak peka pada Jihan


" Maafkan Abah ya Nak" ucap zain kagi kembali memeluk Zula yang masih di genggam tangannya


Zula gak berani menjawab dan cukup sakit mendengar cerita tentsng uminya yang berjuang sendirian tanpa jelas apa pokok masalahnya

__ADS_1


" Terus apa alasan Jihan menyembunyikan Il sampai sekarnag Mbak?" tanya Zain lagi masih gak fsham


Kalau alasan takut celaka karena Rani okey, Zain sadar Jihan hamil berulang kali gak pernah yang namanya selamat pasti celaka, dan itu semua karena dia


" Mbak Jihan memberi alasan waktu Il udah lahir pak, dari bertahun tahun saya hidup dengan mbak Jihan, kumpul dengan mbak Jihan, gak pernah sedikitpun mbak Jihan cerita maupun bicara tentang permasalahan mbak Jihan dengan bapak, mungkin karena melihat saya yang sangat penasaran dan takut saya curiga, akhirnya mbak Jihan bercerita" jawab Della yang memperlihatkan apa adanya


" Al El Il, kalian seharusnya bangga punya Umi seperti Umi Jihan, Umi yang gak pernah menuntut apa apa dari Abah kalian, Umi yang selalu ingin memperjuangkan kalian, selalu menbahagiakan kalian, yang rela berkorban mati matian demi kalian, Umi kalian di dunia ini mungkin cuman ada satu dari jutaan wanita, Umi kalian gak pernah yang namanya membuka aib oeang lain, Umi kalian gak pernah menyampurkan masalah pribadinya dengan urusan lain, Umi kalian verjuang penuh untuk kalian" tambah Della kepasa Al El dan Il


" Maaf ya pak sebelumnya, kalau nanti ucapan saya agak tidak sopan terhadap bapak, " ucap Della sebelum melanjutkan ceritanya


Zain mengangguk, dan pasrag apa yang akan di dengarnya dan gak peduli dengan tatapan anak anaknya karena dia butuh alasan butuh penjelasan yang sebenarnya


Zain sadar kesalahan dia dulu sangat fatal, bahkan sangat menyakitkan bagi istrinya


" Hingga mbak Jihan dulu rela meninggalkan Il hanya karena kontrak jebakan yang bapak berikan, untuk kuliah di luar, karena dulu mbak Jihan gak tau kalau bapak memberi pinalti yang begitu besar, dan gak tau juga kalau itu dari bapak, " tambah Della lagi


" Hingga sampai kemaren kemaren mbak Jihan masih belum berani membuka soal Il, karena mbak Jihan punya trauma berat pak, bayangan tentang kelahiran El terus menbayangi mbak Jihan, jadi Mbak Jihan takut akan mengatakan yang sebenarnya pada bapak, saya sendiri tidak bisa membantu karena takut mengganggu sikist mbak Jihan, dan terjadi juga seperti ini, dengan mbak Jihan yang begitu drop hingga tidak bisa membuka mata" tambah Della lagi

__ADS_1


" Maafkan mbak Della dan Umi ya Il, mbak Della hanya bisa membantu menenangkan Umimu saja, Kamu seharusnya bangga pada Umi yang selalu memberi yang terbaik pada kamu, walau kamu dalam kehidupan penuh rahasia" ucap Della pada Zula yang tak jauh dengannya


" Dan kamu El, di kontrol Emosimu, jangan terbiasa marah, apa lagi sama Umi, Mbak Della merawat kamu dari kamu usia 2 minggu, bayi mungil yang beratnya gak ada 3 kg, kamu lahir prematur El, paru paru belum terbentuk sempurna, kamu nangis Umimu lebih kenceng nangisnya, Umi paling sedih kalau kamu nangis, paling benci dengan orang yang membuat kamu nangis, Umi rela banting tulang, kerja siang malam hanya untuk kalian Al El, yang gak pernah mau mengirangi fasilitas kalian walau keadaan harus bekerja sendiri, obatmu El dan sekolahmua Al tidak murah, dan itu semua harus Umi kamu cari sendiri, maaf ya pak Zain, bukan maksudnya saya mengolok bapak, tapi saya hanya ingin Al dan El tau gimana pengorbanan Uminya " tambah Della pada Al dan El, dan meminta maaf pada Zain


Zain hanya mengangguk dan faham akan maksud Della


Zain sudah berdiri sekarang dan akan menemui Jihan, dia sangat lemes saat ini bila tau kenyataan yang sangat pedih yang di derit Jihan selama ini,


" Kalau gitu saya permisi dulu ya, saya mau menemui Uminya anak anak" ucap Zain dengan berdiri


" Jangan lepas tanggung jawab Bah, jangan pergi dulu jelaskan pada kami apa yang sebenarnya terjadi dulu, dan siapa Bu Rani?" cegah El yang sangat penasaran dan memendam rasa emosi pada Abahnya


" Abah Ingin dekat Umi El, Abah Banyak salah sama Umi, masalah itu biar di jelaskan sama Om Irfan saja" jawab Zain dengan mata dan muka sembab akibat tangisan


" Ha... Kok gue, Enggak lah" kaget Irfan


" Jelaskan Fan, apa adanya, loe tau semuanya, " ucap Zain lagi

__ADS_1


" Eh.. enggak enggak... Habis ini gue bapak Pecat lagi, enggak lah" takut Irfan merasa konyol harus menjelek jelekkan bosnya


__ADS_2