Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Nyinyiran


__ADS_3

Zain yang mendapat notifikasi dari IG langsung mengambil ponselnya, dan melihat notif masuk


" Putri Abah ngetag abah ini?" ucap Zain sambil mengotak ngatik ponselnya


" Iya dong... Sayang Abah Zula kan ganteng, di posting aja biar dapat insig banyak" jawab Zula sambil lanjut makan


Zain hanya tersenyum dan kembali memposting postingan Zula di story, begitu juga dengan Zula yang gak baca komentar netizen yang sudah mulai memanas


@sxxx wow selera zula, 🤯🤯🤯🤯


@gxxx suami orang Zul..🤔🤔🤔


@kxxxx jangan jangan 😏😏


@pxx_xx Jangan nodahi akunmu dengan fitnah dong Zul


@rsjxxx itu kan ustadz kondang dan CEO bank syariah xxx kok mau jalan sama Zula


@hgxxx jangan murahan gitu dong Zul, kita tau selama ini loe ngonten tapi kalau beneran jangan sampai dong


@kqxxxx Istigfar laa Istigfar, loe santri kan?


@dexx jangan jadi pelakor Zula, malu sama hijabnya


Masih banyak komentar yang masuk tapi sama sekali gak di bales oleh Zula, jangankan di bales melihat dan membacanua aja tidak, dan maish ratusan lagi komentar menohok pada Zula


Di tambah Zain yang sekarang ngeshare postingan Zula di storynya yang pastinya nanti akan jadi brita tranding dan masuk akun lambejeber


" Abah dulu kuliah di mana?" tanya Zula tiba tiba


" Abah dulu kuliahnya waktu S1 di sini, di kampus UIN situ aja, S2 di Turky di Universitas Istambul itu" jawab Zain santai sambi menikmati makanannya


" Senang ya bisa jalan jalan luar negri, Umi juga kan lulusan Oxford Inggris kan Bah?" tanya Zula dan Zain mengangguk


" Iya Umi dulu itu sebuah pelarian abah sebenarnya, agar Abah bisa balik lagi sama Umi, Abah buat pengalihan atau hobi Umi agar Umi bisa memaafkan Abah, Umi bisa berdua dan bersama abah lagi" jawab Zain terus terang


" Dulu Abah udah lihat kamu, dan Umi ninggalin kamu di Indonesia, Abah Udah gendong kamu tapi abah gak tau, kalau kamu ternyata anak abah" jawab Zain dan Zula hanya tersenyum tanpa mau manjawab


Jujur kalau di rasakan sebenarnya ikut sakit hati, tapi semua ini gak bisa di pungkiri karena takdir yang Allah berikan padanya


" Bang Al katanya lulusan Cairo juga ya bah?" tanya Zula lagi


" Iya sayang kalau Bang Al S1 S2 di Cairo semua, kalau bang El mintanya di UI, entah nanti S2 nya" jawab Zain bercerita tentang studi anak anaknya


" Kalau Zula udah lulus boleh gak kuliah di luar negri juga?" tanya Zula penuh pertimbangan dan pelan pelan

__ADS_1


Zain tidak langsung menjawab karena berat kalau Zula anak yang baru dia ketahui harus studi jauh dari nya


Tapi kalau menolak rasanya takut anaknya kecewa, dan marah padanya


" Emangnya Zula kalau udah besar mau jadi apa?" tanya Zain sebelum menjawab


" Zula udah besar lho bah, Udah gadis ini" jawab Zula gak terima di katakan seperti bocil


" Hehehe maaf Sayang, anak anak Abah di mata abah itu masih sama, masih seperti bayi kecil kesayangan abah" jawab Zain sambil mengelus pundak Zula


" Gimana Bah?" tanya Zula lagi


" Zula mau jadi apa cita citanya?" tanya Zain lagi


" Zula ingin benjadi pembisnis syariah, " jawab Zula sangat girang


" Pas, " ucap Zain sambil menegakkan kan tempat duduknya


" Kenapa begitu?" tanya Zula kaget karena belum tau bisnis apa aja yang Abahnya punya


" Kita sambil jalan aja ya, makannya sudah kan?" tanya Zain yang sebenarnya risih dengan pandangan Orang di sekitarnya


Zain belum faham kalau pandangan tersebut adalah pandangan negatif, dan Zain pikir karena penampilannya saat ini, yang biasanya bersarung dan kali ini pake celana dan sok muda gitu


" Sambil belanja ya sayang" tambah Zain dan Zula mengangguk senang


Setelahnya Zain berjalan dan menggandeng Zula, tanpa peduli pendangan orang lain yang membuatnya Risih


" Tuh kan pergi, risih paling di lihatin orang, gak nyangka ya pak Zain seperti itu, gandeng gadis lagi," ucap pengunjung yang nyinyir


" Tuh gadis kok ya mau, " tambah lainnya


" Mau lah, siapa yang gak mau sama pak Zain gitu, udah tampan kaya, awet muda" jawab lainnya


" Gue juga mau kali" jawab lainnya lagi


" Hust.. Gak boleh gibahin orang, apa lagi ustadz lho, nanti kualat, pak Zain kan juga tau aturan, tau sendiri kan romantisnya postingannya di medsos gimana sama istrinya? mungkin itu keponakannya atau saudaranya kali, orang wajahnya mirip gitu" jawab lainnya mencoba berfikir positif


Kini Zula dan Zain masuk ke salah satu toko perhiasan, dan Zain ingin banget belikan anaknya perhiasan


Pas Zain masuk pasti sudah menjadi pandangan bagi orang lain di sana, apa lago para pegawai wanitanya karena memang rata rata pegawainya adalah cewek


Dan ini bukan kali peetama Zain mausk kesana, karena hampir setiap bulan Zain selalu kasih hadiah untuk Jihan sebuah perhiasan,


Karena Jihan yang bahkan jarang dan gak pernah ke toko perhiasan karena kesibukannya dan jarang memakai perhiasan, paling cuman cincin dan gelang saja itupun yang kecil tapi simpel yang setiap kali dia untuk gonta ganti biar gak kelihatan itu mulu

__ADS_1


" Selamat datang pak, ada yang bisa kami bantu?" tanya pegawai ramah dan Zain tersenyum dan mengangguk


" Silahkan sayang mau milih yang mana?" tanya Zain pada Zula yang masih di gandeng pundaknya


" Eh.. untuk apa ?" kaget Zula yang sama sekali gak suka perhiasan


" Untuk menghiasi tanganmj sayang" jawab Zain yang sangat royal


" Enggak ah... Kan kemaren yabg dari Abang masih" jawab Zula yang maiah menyimpan cincin dari Al


Para pegawai makin mengerutkan keningnya karena panggilan Zain pada Zula yang terkesan romantis


" Terus mau apa sayang?" fanya Zain lembut


" Cuman pengen jalan berdua aja udah cukup" jawab Zula sambil ngelendot pada Zain


" Ya udah pilih satu aja gak apa apa, kalau gak mau untuk Umi" jawab Zain memaksa anaknya


" Kalau untuk Umi okey deh" jawab Zula semangat mencarikan hadiah untuk Uminya


Zula mulai melihat lihat dengan seksama dan sesekali meminta pendata abahnya juga dan jangan tanya isi hati pegawai dan juga mata mereka yang justru buka memerhatikan pilihan double Z tapi justru mereka berdua


Dan Zula sebenarnya faham pandangan mereka kepadanya dan abahnya, dan sengaja Zula sok naif dan sok nolak, dan sengaja tidak memanggil dan menyebut nama abah di sana biar mereka makin heboh sendiri


" Nah ini cocok nih Untuk Umi" ucap Zula pada salah satu cincin di hadapannya


" Dua sekalian biar kembaran, kan ada tuh satu lagi" ucap Zain sambil menunjuk sebelahnya


" Emang gak mahal ya?" ranya Zula polos


" Enggak sayang" jawab Zain lembut


" Okey lah, Dua ya mbak" ucap Zula dan pegawainya mengangguk


Setelah selesai dan membayar serta membungkusnya keduanya berjalan beriringan keluar, dan kritik serta nyingiran mereka mulai berlanjut


Setelah itu Zula melihat toko jam tangan yang tak jauh dari toko perhiasan,


" Bah Zula boleh ke sana?" ucap Zula menunjuk toko jam tangan ternama


" Boleh dong, yuk" ajak Zain santai


Dan Zula masih dengan mesra menggandeng dan bersandar glendot di lengan kekar abahnya


Pandangan manusia manusia langsung tertuju padanya dkng, secara jalan debgan orang ternama

__ADS_1


Dan tiba saat akan masuk ada ornag yang mendekat pada Zuldan bertetiak


" Astagfirullah hal adzim Ula..." Ucap orang tersebut kaget dengan tingkah Zula yang menurutnya gandeng om om


__ADS_2