
Jihan langsung kaget dengan deringan ponselnya, dan segera mengambilnya, taoi saat di ambil panggilan terputus dan sesaat kemudian ada pesan masuk
From: IL
Sorry mi, salah pencet
Jihan hanya tersenyum dan mengembalikan ponselnya di atas nakas
Jihan memang gak telfon balik, karena kadang Il kalau gak telfon sendiri itu dia gak mau di ganggu, jadi Jihan yang mengerti memelih membiarkan dan biar nanti Il yang telfon sendiri
Zain masih ikut nimbrung pada panggilan Al dan El
“ Bener kata El bang, orang tiap hari bawa pergi, tiap hari jumpa, kamu gak pernah minta izin kok giliran mau ngajak pulang bareng baru minta izin dulu, mana nyuruh El lagi untuk meminta izin sama orang tau Yasmin, ya lucu” ucap Zain pada Al yang di seberang sana
“ El aja kemaren berani datang kerumah untuk minta izin dan pergi bareng Heny aja berani, masak gitu aja kamu gak berani, malu lah, lulusan S2 Kairo masak izin harus di wakili adeknya” saut Jihan pada Al dan membela El
“ Gitu dari tadi ngapa sih bah mi, bang Al aja dari tadi yang di belain” protes El saat mendapat pembelaan dari abah dan uminya, Jihan dan Zain langsung tertawa, sebenarnya mereka juga gak membanding bandingkan anak anaknya, intinya kalau salah ya di ingatkann , kalau benar ya di bela
“ Bukan apa apa lho nak, kalau salah ya Umi tegur kalau benar ya Umi bella, kalau di benarkan semua ya salah juga” jawab Jihan sambil mengelus kepala El dan langsung menyandar pada pundak Uminya
“ Udah berani minta izin sama orang tau tapi masih manja sama Uminya, cupu mana?” ledek Al yang melihat kelakuan El pada Jihan
“ Karena sandaran Umi tidak ada duanya” jawab El santai
“ Setuju....” Bela Zain yang ikut menyandar pada Jihan
“ Bayi bayi gerangnya Umi ini” ucap Jihan sambil mengelus kepala Zain dan El
“ Bang...” panggil Jihan pada Al yang masih terhubung
“ Iya Umi” jawab Al lembut
“ Mana nak Yasmin” tanya Jihan pada Al
Al tersenyum dan menolaeh kesamping pada Yasmin
“ Di situ juga kak Yasmin?” tanya El yang sedari tadi gak tau
__ADS_1
Yasmin pun ikut muncul di layar kamera bersama dengan Al
“ Kak Yasmin mau ya punya pacar cupu kayak bang Al, “ ceploa El geram
“ El...” elak Jihan pada mulut El yang mulai comel
“ Bener kan, kalau gue udah tak putus aja kak, sama gue aja” gurau El langsung di kroyok sama abah dan Uminya
“ Aduh...... Mi bah” teriak El saat di bekap mulutnya sama Jihan dan Zain
Al dan Yasmin geleng geleng kepala saja, mereka tau bagai mana sikap dan candaan El, karena El juga sering menghubungi mereka di kala bersama juga
Dan sengaja El sering menggombali Yasmin di depan Al, Al awalnya cemburu tapi lama lama sudah terbiasa
“ Udah biasa El seperti itu MI kalau sama kami, “ ucapmYasmin menjelaskan
“ Maklum ya nak Yasmin, El emang gitu anaknya, lain dari pada yang lain” ucap Jihan pada Yasmin
“ Gak apa apa Umi, malah menjadi penghibur kami, biar makin seru dan abangnya gak kaku” jawab Yasmin sambil tersenyum dan melirik pada Al
“ Kasiannya yang LDRan” cibir Al pada EL
“ Yang penting gak ngumpat ngumpet dan maling maling kayak kalian, tiapmhari ketemuan izin gak” jawab El gak mau kalah
“ Ayo lanjut yok.... Debatnya di lanjutin, lama lama kalian takmcalonkan sebagai anggota dewan biar jadi tukang ahli debat yang dapat uang bayaran tiap bulan, kalau kayak gini Umi yang pusing
“ Sabar ya Mi, Abah kawani pusingnya, ayo kita keluar aja sebelum meledak kepala kita” Ucap Zain menggandeng Jihan untuk keluar
“ Tunggu Umi masih mau dengar El yang mau minta izin sama Al dulu bah” tolak Jihan yang teringat tujuan El tadi
“ Oh iya... Dang sana bilang sama abang, abah sama Umi mau tau apa pendapat abang” ucap Zain pada EL
“ Bentar, Al dulu bah, gimana mau kan loe sowan ke rumah kak Yasmin?” bantah Al yang masih dengan permintaannya tadi
“ Okey Gue mau kerumah kak Yasmin, untuk melamarnya sekalian, untuk gue sendiri, ogak kali, mau enaknya aja loe” jawab El kesal dan membuat bahanntawaan yang ada di sana kecuali Al yang justru emosi
“ Nanti kalau udah gue lamar, gue jemput sekalian ke Mesir, gak usah loe antar, kelamaan” tambah El makin sengaja membuat abangnya cemberut panjang
__ADS_1
“ Kamu mau sama modelnya El sayang?” tanya Al pada Yasmin
“ Ya kalau dia yang lebih gantle kenapa tidak?” jawab Yasmin menggoda Al dan makin riyuh dengan tawa yang cukup memenuhi sambungan video call mereka
“ Okey gue nanti sama Heny” jawab Al ingin membalas
Tapi namanya El di balas bukannya berhasil malah tambah runyam dan bahkan makin menjadi candaannya
“ Oh tentu gak masalah ambil aja si Heny, gue dapat lebih cantik lagi, ya kam kak Yasmin” ucap El membuat Yasmin mengangguk dan tersenyum menggoda Al
“ Bah Mi, anakmu tukang tikung” ucap Al pasrah
“ Salah siapa gak gantel” ledek Yasmin dan membuat yang lain tertawa
“ Ya udah bah mi, El gak jadi nikah tahun depan sama Heny jadinya sekarang sama kak Yasmin aja” tambah El makin membuat Al panas dan meledak ledak emosinya dan langsung tut...
Sambungan Video call di putus oleh Al, karena gak tahan di ajak main main oleh El
Di Mesir Al langsung manatap lekat Yasmin dengan sangat serius dan mata yang mulai membinar tajam
“ Mau sama El beneran?” tanya Al sekali lagi
Yasmin membalas tatapan Al dengan serius juga
“ Percaya gak sama Adek?” tanya Yasmin balik dan Al mengangguk
“ Percaya kalau adek hanya sayang sama abang?” tanya Yasmin lagi dan AL juga mengangguk
“ Saling percaya ya, itu semua jawaban Adek ada dalam kepercayaan Abang” tambah Yasmin sambil tersenyu manis
Al langsung tersenyum dan pasrah semuanya, karena Al juga sadar sebuah hubungan memang harus di dasari oleh saling percaya satu sama lain
" Abang sih, sama ucapan El aja langsung Emosi, kayak gak faham adeknya gimana? El dari dulu kan memang gitu" ucap Yasmin lagi dan Al mengangguk
" Iya ya.... ngapain juga gue tadi kepancing sama ucapan El, Ck ah...." ucap Al yang pasrah sendiri
" Oh ya tadi Mau ngomong apa tuh anak, kok buru buru gue matiin tadi" ingat Al pada ucapan Abah Uminya yang meminta El untuk bilang pada Al tadi
__ADS_1