
Zain menundukkan kepalanya, saat ini dia pasrah apa.yang akan di katakan oleh mertuanya
Dia pantas mendapatkan itu, kalauoun sampai di maki oleh keluarga Jihan, Zain akan trima, karena dulu dia sering kali memaki dan menghina Jihan
" Zain sadar pak buk, Zain salah, Zain bukan suami dan abah yang baik untuk anak dan cucu bapak ibuk, Zain gak bisa menjaga mereka, bahkan Zain melewatkan banyak waktu dari mereka" jawab Zain menyadari
" Tapi Zain bukan berarti tidak membahagiakan mereka Buk, Zain tidak lupa dengan janji dan sumpah Zain, Zain terus berusaha membuat Jihan happy, berusaha membuat Jihan kembali seperti dulu lagi, Zain berusaha menepati amanah ibuk," tambah Zain mulai terisak tangis
" Hiks... Mungkin karena Zain yang kurang peka, Zain yang merasa Jihan sudah baik baik saja, dan tidak tau semuanya, Jihan juga yang begitu rapi menyembunyikan semuanya, membuat Zain merasa sangat bersalah atas semua ini" tambah Zain makin menjadi tangisnya
" Kalau sekarang bapak ibu mau marah sama Zain silahkan, mau memaki Zain silahkan, mau menjadikan babak belur Zain silahkan pak buk, Iqy, Zain terima, karena semua ini berawal dari Zain, tapi jangan ambil Jihan dari Zain pak, jangan pisahkan Jihan dengan Zain," tanbah Zain dengan penuh permohonan
Ulfa sudah gak sudi melihat wajah Zain, antara benci kecewa dan kasian, dan benar apa yang di katakan Zain, bahkan zain menyadsri dan mengakui kalau dia bersalah
Apa lagi Ulfa juga sudah faham siapa anaknya, anak yang selalu terlihat bahagia di hadapan siapapun, tanpa terlihat ada beban
" Zain mohon, jangan pisahkan Jihan dengan Zain, kalau Tante mau marah mukul fan gorokZain silahkan tante, penjarakan maupun bunuh Zain silahkan, tapi Zain mohon jangan pisahkan Zain dengan Jihan, " tambah Zain memohon pada Charir
Tuing.... satu tonyoran mendarat di kepala Zain dari Toha
" Kalau di bunuh terpisah lah" ucap Toha selepas menonyor kepala Zain
" Iya juga ya Yah" saut Alif baru sadar dan Zain masih gak peduli karena dia gak mau kehilangan Jihan
" Zain dan Jihan sudah sama sama tua pak buk, kami belum merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya, Zain mohon sama bapak ibuk, beri Zain kesempatan, dan izinkan Zain untuk menikmati masa tua Zain dan Jihan bersama anak anak kami, kami hanya butih bahagia bersama" tambah Zain tidak putus putusnya meminta permohonan
" Maafkan Zain kalau tidak bisa memberi kebahagiaan pada Jihan, " Tanbah Zain dengan berlutut dan bersujud di hadapan kedua orang tuanya
Tangis Ulfa kembali makin menjadi, begitu juga dengan Hamdan, yang berdiri dan mengangkat kerah baju Zain,
Zain sudah pasrah, walau badan dia lebih besar dari pada mertuanya, tapi dia sadar dia yang salah dia yang bertingkah dan
Pelukan hangat Hamdan berikan pada sosok menantu tampannya, Hamdan tau Zain sudah berubah sejak dulu, Zain sudah menyadari kesalahannya dari dulu, semua ini karena tertutupnya Jihan, dan semua belum terlambat, semua masih bisa mengenali cucu cantiknya
__ADS_1
" Kamu gak salah nak, anak bapak yang salah, Anak bapak yang terlalu tertutup, Maafkan sikap anak bapak, maafkan Bapak dan ibuk yang tidak bisa mendidiknya sejak dini" ucap Hamdan pada pelukan Zain
Zain tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya dan membalas pelukan hangat bapak mertua
Ulfa ikut berdiri dan ikut memeluk Zain, Ulfa sadar kalau posisinya sama dengan Zain, yang penuh penyesalan dan tidak peka terhadap Jihan
Setelah lama berpelukan, dan saling haru kini semuanya kembali duduk seperti semula
" sekarang semuanya siap siap ya, Zain minta pada semua datang kerumah, Zain kenalkan semua pada anak gadis Zain " ucap Zain semangat
" Tapi Zain minta satu Hal, jangan salahkan hal ini pada Jihan, jangan bahas masalah ini, ya pak buk semuanya" pinta Zain agar mereka mengerti keadaan Jihan
Setelah semuanya mengangguk dan sekarang mereka bersiap siap untuk pergi kerumah Jihan dan Zain
Di tempat lain, El dan Zula justru masih asyik jalan jalan dan kencan seperti sepasang kekasih,
Saat pulang sekolah El dan Zula bukannya langsung pulang, tapi mereka justru malah jalan jalan dan ngopi di salah satu kafe di puncak bukit CL
Kini mereka berdua sedang menikmati pemandangan dengan secangkir kopi di hadapan mereka dan juga cemilan hangat yang sebagai temannya
" Hem..." jawab El sambil melirik padanya
" Hem... Bang Al kan dulu punya pacar, katanya sih di Mesir sekarang, " ucap Zula ingin bertanya
" Terus?"
" Kalau bang El gimana?"
El tidak langsung mejawab, dan memandang pandnagan luas di hadapannya
" Dulu Abang punya pacar, orang sini daerah sini, tapi rumahnya masih naik lagi kalau dari sini" jawab El mulai bercerita
" Tapi... Abang akhiri hubungan kami, setelah abang kenal dengan loe, dan bertemu dengan loe di media sosial" jawab El sambil menarik hidung adek cantiknya itu
__ADS_1
" Aauw.... Abang sakit" keluh Zula sambil mengelus hidung mancungnya
" Entah kenapa dan apa ini rencana Allah, gue sama bang Al itu sama sama kena magnet dari loe, kita sama sama putus dari pasangan masing masing saat sudah mengenal loe," tambah El lanjut bercerita
" Yaah... Intinya, pacar kalian kalah cantik dan kalah karismatik dari gue" jawab Zula songong
Dan langsung mendapat glitikan dari El hingga mereka saling glitik dan tertawa bersama
Di sisi lain, Keluarga Rizqy sebelum ke rumah Jihan, mereka juga mampir kepondok untuk menjemput Nada terlebih dulu, dan akan mengajak Nada kerumah Jihan juga untuk di perkenalkan dengan Zula yang sebenarnya mereka saling bermusuhan
" Lho Ibuk kapan sampai sih,? tau tau udah di jawa aja" ucap Nada saat sudah bergabung satu mobil dengan Rizqi dan Tari
" Semalem ibuk sama bapak sampai, dadakan di suruh sama pakdemu, dan ini ternyata acaranya, kita suruh kumpul di sana" jawab Tari menjelaskan
" Ada apa sih?"
" Mau di kenalkan pada anak perempuannya " jawab Tari cukup menjaga karena ada Rizqy di sebelahnya
" Oh... Gue punya sepupu cewek dong" jawab Nada dengan penuh percaya diri
" Iya lah, bisa bantuin kamu belajat, pasti dia pinter kan abah Uminya pinter" jawab Rizqi menyindir Nada
" Iua tau mas, gak usah di jelas jelaskan gitu ngomongnya" selak Tari cepat dan Rizqy tak menjawab lagi
Tiba saatnya mereka sudah berkumpul di rumah Jihan dan Zain, tapi Zula dan Rizqy yang belum datang juga
Mereka sudah pulang sih tapi maish di perjalanan, dan merekanjuga tidak tau acara ini, sama seperti Jihan yang sempat kaget dengan kedatangan semua keluarganya
Tapi mereka mengikuti ucapan Zain, dan sama sekali tidak membahas masalah Jihan, hingga membuat Jihan tidak merasa ketakutan, karena Zain sempat menjelaskan dan memberi pegertian juga pada Jihan
" Assalamualaikum...." ucap Zula santai yang masih membawa tas sekolahnya dengan El yang membawa 2 kopernya di belakangnya
" Waalaikumsalam..." jawab Semuanya menoleh ke asal suara
__ADS_1
Pandangan Zula dan Nada serta Tari saling bertemu, saat Zula datang kesana, secara mereka berada di paling Depan
" Elo... Ngapain di sini?" ucap Zula spontan