
Di rumah mereka setelah mandi dan ganti baju, karena sudah di siapkan oleh anggota Atau kariawan Zain, jadi tak perlu ke toko lagi
Mereka lanjut sholat jamaah di masjidil Harom, sesuai pwrmintaan Zula yang ingin sekali mengunjungi Ka'bah sedari kecil ternyata orang tua dan Abangnya justri sering kali ke sini
Di masjidil Harom, Zula bersujud syukur lama banget dia mensyukuri nikmatnya yang sudah di pertemukan dengan Abahnya,
Dan Bersyukur bisa bersujud langsung di depan ka'bah di mana kiblat seluruh umat islam di seluruh dunia
Yang mana bila di luruskan kelangit, ka'bah tapat dengan garis lurus yang tembus ke sidrotul muntaha
Kabahagiaan Keluarga Zain terpancar jelas di sana, berkumpul dengan anak anaknya dalam keadaan bahagia, walau ada nenek yang masih di rawat di rumah sakit,
Tapi kali ini, kali pertama Zain dan Jihan pergi ke Tanah suci lengkap dengan ke 3 anaknya, dan di depan Ka'bah, mereka sama sama bersujud syukur atas Ni'mat yang Allah berikan
Bangkit dati sujudnya mereka sama sama berpelukan dengan agenda yang dadakan tapi sangat mengharukan, di dalam Masjidil Haroh, depan Ka'bah, mereka saling merangkul satu sama lain, karena nikmat dan kebahagiaan yang Allah berikan pada mereka saat ini
Di tengah kebahagiaan itu, ada salah satu ponsel dari mereka yang bergetar, tanda panggilan masuk di sana
Ya panggilan masuk dari Toha yang menghubungi El untuk segera kembali Ke rumah sakit, karena Nenek Mereka ingin semuanya kumpul di sana
Ya Walaupun Alif dan Atifa, maupun Rizqy tidak ikut, tapi yang ada di Mekkah saat ini Neneknya ingin semuanya kumpul
" Iya Mbah... Kami segara ke sana" jawab El langsung sambungan tertutup
" Ada apa?" tanya Jihan panik
" Uyut minta kita semua kumpul ke RS" Jawab El tak kalah panik
" Ayo segera kesana, Abah telfon mobil kantor dulu" jawab Zain sambil berjalan menuju pintu keluar
Dan benar sesampainya di luar mobil sudah menunggu walau harus jalan begitu lama karena cukup jauh dengan Masjid tempat orang sedunia beribadah itu cukup luas
Karena Al tadi enggan memakai mobil karena jauh banget dengan tempat parkir dan lebih tepatnya kurang faham walau sering kesana juga
Tak selang lama mereka sampai di rumah sakit, dengan Jihan dan Zula yang masih menggunakan Mukena, dengan para cowok yang masih bergamis panjang, , jubah ya sama gamis namanya
Sesampainya di kamar mereka semua mendekat pada Neneknya
" Uti.... Udah sehat kan?" ucap Jihan langsung mendekat yang sebelumnya tentu mengucapkan salam sebelum masuk
Neneknya tersenyum dan mengelus pipi Jihan dengan tangan yang sudah keriput
Air mata Jihan sudah otomatis meleleh, dan Kini Zula juga ada di sebelah Utinya Ulfa
" Terimaksih ya Ndok, Udah bawa Uti bolak balik Ke Mekkah" ucapnya lembut sambil mengelu tangan Jihan
" Harus Uti, kan kita ibadah bareng bareng" jawab Jihan menguatkan Neneknya
" Anak Sholehah.... Kamu cantik nak, walau Uyut baru sebentar melihatmu, tapi kamu sudah sayang banget sama Uyut" ucap nenek Jihan beralih ke Zula
Zula memang sayang banget dengan nenek dan uyutnya, setelah mengenal semuanya, dan tau rumah neneknya, Zula sering kali mengajak main abang abangnya kesana, dan sering menemani tidur uyutnya
" Kan kita akan sama sama terus Uyut, makanya Uyut cepat sembuh ya.." ucap Zula ikut menguatkan Uyutnya
Uyutnya tersenyum dan beralih mencari Zain
__ADS_1
" Mas Zain" panggil Nenek Jihan
" Iya Uti" jawab Zain mendekat
" Terimaksih ya Nak, kamu udah mengantar Uti kembali ke sini, Uti hanya minta ajak Istri dan anak anakmu untuk selalu bacakan Qur'an Untuk Uti dan juga Kakung ya" ucap nenek Jihan serius
Zain tau apa yang akan terjadi selanjutnya, Zain tidak bisa menjawab dengan kata kata, tapi Zain terus mengangguk dengan serius, sebagai jawaban, dan Neneknya tersenyum
" Mas Hamdan, Toha, Charir Ulfa, yang rukun, di ayomi anak dan cucunya, ya.." tambahnya pada kedua anak dan menantunya
" Makasih banyak kalian sudah menjadi anak yang selalu berusaha memberi yang terbaik pada kami, bapak sudah lama pergi, dan sekarang ibu juga pamit ya nak, Assalamualaikum" ucap neneknya dengan memejamkan matanya
Selanjutnya membaca dua kalimah syahadat sendiri dengan mata terpejam, dan
" Innalillahiwainnailahi rojiun.." ucap Zain faham dan tangisan histeris memenuhi ruangan rawat nenek Jihan yang sudah pergi menghadap sang kholik
Menyusul suami tercintanya untuk kembali berjumpa di surga
Pagi harinya proses pemakaman di lakukan, cita cita seorang istri yang ingin selalu bersama, 23 tahun menjanda, tanpa mau di nikahi oleh laki laki lain, karena setia dengan suaminya yang menurutnya masih menunggunya di surga
Dan Kini cita cita menjadi nyata, berada di pemakaman yang sama, tepat di sebelah makam suaminya, nenek Jihan di makamkan
Jihan dengan Zula ibu dan tentenya melihat dengan jauh, karena tidak bisa masuk ke sana,
Dan kini mereka masih dengan tangisan yang mendalam karena kepergian ibundanya,
Tapi di sana, ada hati yang lega karena keinginan neneknya yang ingin di makamkan di sebelah suaminya pun terkabul,
" Mereka JODOH DUNIA AKHIRAT ya Buk" ucap Jihan lirih sambil menatap makam yang kini berdampingan
Ibunya semakin menjadi tangisannya karena benar kata Jihan, kalau bapak dan Ibunya adalah JODOH DUNIA AKHIRAT,
Karena Rizqy memang tak lama tinggal di jawa, karena dia masih merasa nyaman tinggal di Riau, setelah kasusnya selesai dan Tari serta anaknya di jerat kasus lainnya setelah pisah dari Rizqy mereka menjadi gelandangan dan setres hingga terlingkup pergaulan bebas dengan pemakaian obat terlarang sehingga tertangkap dan di penjara saat ini
Mendengar kabar itu Rizqy langsung kembali pulang karena merasa aman,
Di hari berikutnya, semua keluarga pulang kembali ke Indonesia, walaupun rombongan Jamaah Haji belum pulang tapi mereka memilih pulang duluan,
Sebenarnya pengen lebih lama karena makam kedua orang tuanya di sana, tapi sayang mereka tidak bisa mendekat karena di batasi waktu untuk Ziarah, apa lagi di musim haji seperti ini
Dan Mereka tidak langsung pulang ke Jawa, melainkan Ulfa dan Hamdan justru inging kembali tinggal di Riau karena ingin melanjutkan perjuangannya di sana, menghabiskan masa tuanya di sana, karena mereka pertama dulu berjuang di sana
Di tambah mereka juga belum siap untuk menyampaikan kabar duka ini kepada kakak kakak ibunya, atau bude pakdenya, karena nenek Jihan ini termasuk adek bontot dan adek kesayangan jadi mereka memilih pindah haluan dulu dari pada membuat syok banyak orang tua lagi
Dan Di kediaman Rizqy di malam harinya juga sudah mengadakan tahlilan untuk Utinya, sore untuk para ibuk ibuk, dan malam bapak bapak
Dan di malam kedua tibalah rombongan Zain dan Jihan yangnsampai di sana, tepat saat orang orang baru saja berdatangan untuk mengirimkan doa untuk nenek Jihan, jadi banyak yang menyambut, dan Zain tanpa memikir kata lelah langsung ikut ngaji sebagai pemimpinnya
Dan sesuai pesan dari neneknya Jihan dan Zain serta anak anaknya yang seorang khafidz hafidzoh setia hari menghatamkan Al Qur'an untuk di kirimkan pada Uti dan kakungnya
____________
Sebulan lebih Jihan dan Zain serta anak anaknya kumpul di rumah orang tuanya
Charir dan Toha serta anak anaknya sudah pulang kembali ke Kampung halaman, dan mereka juga sudah menyampaikan kabar duka kepergian Ibuknya
__ADS_1
Yang awalnya membuat semua audaranya syok, bahkan ada yang sakitnya kabuh alias jantungan karena mendengar kabar adeknya yang sudah lama pergi
Karena mereka juga sudah di pamiti oleh adek mereka melalui mimpi dan Ulfa gak pernah menjawab yang sebenarnya bila di tanya karena gak kuat aja melihat mereka bersedih
Dan Kali ini baru pertama kalinya Jihan lama tinggal di rumah Ibuknya setelah menikah dengan Zain
Al El dan Il tidak memikirkan sekolah pekerjaan apapun itu, toh kerja di kantor sendiri, El praktek di rumah sakit sendiri, dan Zula justru sempat mengajukan permintaan pada Al agar lulus cepat tanpa harus menunggu 2 tahun
Al tidak menjawab dan belum mengACC hal itu walau mendapat dukunga dari Abahnya sekalipun, karena Abahnya saat ini tidak bisa berkuasa lagi
Dan kali ini, di Masjid yang di pangku atau di pegang oleh Hamdan sejak dulu, dan di teruskan oleh Rizqy sedang mengadakan kegiatan tahunan
Yaitu menyambut tahun baru Jihriah, dan juga simaan Al Qur'an, serta arwah jama' yang akan di kirim doa dan hataman al Qur'an
Dan Gak perlu ngambil jauh, kali ini di bacakan langsung oleh Zain in the pranakannya Alias istri dan anak anaknya
Kini mereka berada di masjid, dan di simak puluhan orang, karena lantunan yang begitu merdu membuat mereka tertarik untuk mendekat dan mendengarkan
Kini Di awali oleh Zain yang membuka yang mulai mengaji dari juz 1 sejak habis jamaah magrib tadi
" Bang Al," panggil Zula yang ada di sebelahnya
" Apa.?"
" Boleh dong... ya ya.." pinta Zula lagi
" Loe tuh La, apaan sih?" kesal El yang gak rela juga sih karena dia tau motif jelicikan Zula yang pernah keceplosan
" Ayo lah bang, nanti kalau loe ACC gue, gue langsung daftar di luar, dan loe bang Al sekalian pindah, lanjut di luar, dan kamu lanjut S3 di luar juga, jadi kita sama sama tinggal di Luar negri" ucap Zula akhirnya membocorkan rencananya dan mengiming ngimingi Abangnya
" Heh... Loncat loncat kayak katak, selesaikan dulu, " kesal El lagi
" Gak seru deh loe bang.." kesal Zula cemberut
Tapi Zula gak mau putus asa dan terus merayu Al yang sepertinya sekarang berpihak padanya
" Bang... Al ya ya ya ya.." rayu Zula lagi
" Iya.. Puas" jawab Al asal nyeplos karena gak enak di lihatin banyak orang
Al dan El sebelumnya sudah saling curhat dan mereka memutuskan untuk fokus ke tugas masing masing, dan menikmati waktu bersama dengan adek kesayangan dan abah Uminya
Dan pertimbangan Dari Zula barusan cukup untuk membuat mereka semua quality time dengan suasana yang baru, dan sekarnag mengusik pikiran mereka yang minta di pindah sejenak untuk ikut mengaji
Semalaman mereka mengaji, dan Habis subuh mereka lanjutkan kembali karena semalam cuman sampe jam setengah satu
Habis Subuh Ulfa dan Hamdan ikut menyimak, begitu juga dengan Rizqy dan tak terasa mereka sama sama meneteskan air mata, kebahagiaan yanh ada di depan mata
Dan Jihan menyadari itu, ikut meneteskan air mata, apa lagi saat ini Zula yang sedang mengaji,
Anak yang pernah dia rahasiakan, kini menambah serta melengkapi kebahagiaan, dan di Masjid yang selama puluhan tahun Bapaknya pangku dan rawat serta di Ramaikan
Detik ini, menjadi saksi di mana Al Qur'an menyatukan kebahagiaan keluarga Jihan dan Zain, dengan kumpulnya suami anak dan juga kedua orang tuanya yang sama sama menggenggam dan membuka Al Qur'an dalam lingkup ibadah, dan maanfaat bagi banyak orang,
Dan Syafaat Al Quran yang tak pernah putus bagi orang orang yang selalu bersamanya
__ADS_1
Allahummarhanaa Bil Qur'an..
TAMAT