Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Baik baik


__ADS_3

Setelah sejenak El memeluk Heny, Heny kemudian melepas pelukan El,


Heny merasa dia bukan siapa siapanya lagi, dan mereka juga sudah resmi tidak memiliki hubungan


" Udah itu yang terakhir ya, Sekali lagi kalau aku ada salah mohon maaf" jawab Heny menghapus air matanya cepat


El tidak bisa ngomong apapun, dia sudah merasa bersalah sudah menyakiti hati seseorang yang pernah dia sayang


Heny langsung berdiri dia berniat memanggil ayahnya untuk segera ngobrol agar El cepet pulang


Karena dia sendiri sudah enggan untuk berbicara dengan El, dan sudah ilang mood dan semangatnya untuk berjumpa dengan El lagi


" Mau kemana?" tanya El menarik tangan Heny


" Mau panggil Ayah sama ibuk, biar kamu sekalian bilang sama mereka" jawab Heny tanpa menoleh pada El


" Gak mau ngobrol dulu?" tanya El masih menggenggam tangan Heny


" Udah cukup kok, gak ada yang perlu di omongin lagi, " jawab Heny sudah terlanjur sakit hati


" Hey.... Kok gitu" ucap El lagi sambil berdiri di hadapan Heny


" Ya gimana? itu mau mu kan? itu keinginanmu?" tanya Heny kembali menangis


" Ini untuk kebaikan kita berdua, kamu terlalu berat memikirkan aku, kamu terlalu terbebani dengan LDR kita, aku gak mau kamu sakit aku gak mau, kamu cemas, aku gak mau kamu banyak memikirkanku" jawab El menggenggam erat tangan Heny yang makin menjadi tangisannya


" Apa harus dengan putus juga?" tanya Heny sambil nangis sesenggukan


El terdiam dan membisu, dia gak taunharus jawab apa, yang ada memang dirinya yang ingin putus dengan Heny bukan karena memikirkan keadaan Heny, rapi karena adanya orang ketiga


" Kamu gak boleh benci sama aku, aku tau kamu kecewa sama aku, aku tau aku salah, datang datang bukannya membahagiakan malah melepas hubungan ini, tapi jujur aku sendiri gak bisa jauh dari kamu, dan kamu juga seperti itu, " ucap El lagi dengan hati yang sudah ketakutan


" Untuk saat ini, kita brack dulu, bentar lagi kamu ujian, bentar lagi kamu persiapan untuk masuk kuliah, di jurusan FK bukan hal mudah untuk masuk , perlu banyak persiapan, semangat untuk menggapai cita cita, semangat untuk berjuang kedepannya, dan jangan pikirkan apa yang aku lakukan untuk saat ini saja, ya.." ucap El kembali menenangkan Heny


El terpaksa meminta brack, agar Heny tidak kepikiran, walau tidak tau nanti akhirnya bagaimana

__ADS_1


Heny terdiam dan memikirkan sesuatu, cukup lama dan masih mengeluarkan air mata yang tak kunjung berhenti


Jujur saja, Heny masih belum rela lapas dari El, masih ingin bersama dengan El, tapi ini cukup membuat dia sakit hati


Hingga akhirnya Heny menarik nafas lebih panjang dan menegakkan kepalanya,


" Okey... Kita pikirkan diri masing masing ya, untuk meraih cita cita" ucap Heny sambil tersenyum


El membalas senyuman Heny dengan senyuman manis yang membuat Heny selalu rindu padanya


Mereka saling pandang dan akhirnya duduk kembali


El meraih tasnya dan membukanya secara perlahan, dan mengambik jam tangan yang tadi dia beli untuk Heny


" Sini pinjem tangannya" ucap El sambil meminta tangan Heny


Heny mengerutkan keningnya merasa bingung kenapa El malah minta tangannya, bukannya mereka udah putus dan Heny mengira kalau El akan memberi cincin untuknya


" Sini..." ucap El sambil meraih tangan Heny


Dengan lembut memasangkan jam cantik ke pergelangan tangan Heny


" Apa ini?" tanya Heny kaget


" Untuk kamu, " ucap El singkat sambil tersenyum manis


" Kamu udah menyiapkan kenang kenangan? dan tujuan yang sama untuk memutuskan hubungan kita?" tanya Heny to the poin


" Bukan " jawab El cepat dengan gugup


" Maksudnya aq memang ingin memberimu jam tangan, kan lama kita gak jumpa, lama juga gak pernah memberimu sesuatu, makanya aku ingin membelikan itu, " jawab El menjelaskan dengan penuh kebohongan


" Ini mahal, kamu gak sayang untuk mantan pacar seperti ku?" jawab Heny


" Maksud kamu?" tanya El bingung

__ADS_1


" Gak sayang beli mahal untuk mantan pacar sepertiku, gak mau di berikan pada pacar kamu selanjutnya?" tanya Heny menyindir


" Ck... Ngomong apa sih? kok langsung gitu" ucap El kesal


" Udah gak usah mikir aneh aneh lagi, itu di pake bukan untuk kenangan, itu untukmu dariku" jawab El dan Heny akhirnya tersenyum


" Makasih banyak ya" jawab Heny sambil kembali tersenyum lebar


Mereka putus dengan cara baik baik, mereka tidak bermusuhan dan tidak bercekcok


Silaturrahmi tetap terjamin dan saling menjaga, cuman bedanya dengansetatus mereka yang sekarang sama sama jomblo


Mereka lanjut ngobrol hingga akhirnya El memutuskan untuk pulang, dan memanggil ayahnya dan juga ibunya untuk pamit


Seperti permintaan dari Heny tadi, El menyetujui kalau pamit dan mejelaskan langsung kepada kedua orang tua Heny


El menjelaskan semuanya pada mereka, sama seperti apa yang El dan Heny sepakati bersama saat ngobrol


Mereka saling menjaga silaturrahmi, dan tetap berjalan baik


" Ya udah nak El dan kamu Heny, kalau memang itu keputusan kalian, Ayah Sama Ibu gak bisa kasih komentar, dan itu ada benarnya juga kalau kalian juga perlu waktu untuk mempersiapkan semuanya, dan benar kata nak El Hen, dia yang baru masuk kuliah udah kerepotan, makanya kamu juga harus siap siap, dan tidak boleh memikirkan berat tentang hubungan kalian ini, " ucap Ayah Heny menasehati


" Kalau kalian berjodoh tidak akan kemana nak, kalian akan tetap kembali bersama, sekarang waktunya untuk memikirkan masa depan dulu" tambah Ibu Heny


Heny dan El sama sama mengangguk dan memerhatikan nasehat kedua orang tua Heny


" Terus terang El, Ibu was was dan takut di saat kamu bilang sama Heny mau ngajak nikah setelah lulus sekolah, Ibuk gak siap, anak ibuk sama ayah cuman satu, dan kami sebagai petani juga tidak mau anak kita nanti sama, ibuk sama ayah mau anak kami satu satunya itu tetap meneruskan cita cita masa depannya" tambah Ibu Heny yang sangat miris


" Tapi ibuk takut, secara keluarga kamu bukan orang biasa, takut menolak, takut berpendapat" jawab Ibu Heny meluapkan kebenaran dalam hatinya


" Sama buk, kita semua sama, sama sama manusia, yang masih banyak salah, apa lagi El, " jawab El cepat menanggapi ucapan ibu Heny yang menganggap keluarganya berlebihan


" Sekali lagi El mohon maaf pada ayah ibuk dan Dek Heny, apa bila El selama dengan Dek Heny ada kesalahan, dan El mohon maaf ya ayah Ibuk" ucap El mengulang permohonan maafnya


" Sama sama Nak El, ayah sama ibuk juga terimakasih, kamu sudah mau jagain anak ayah selama ini," ucap Ayah Heny sambil menepuk pundak El

__ADS_1


" Mudah mudahan suatu saat kembali bertemu dan berjodoh lagi" doa dari Ibu Heny mengakhiri pertemuan mereka


__ADS_2