
" Males yang kerja kan gue, enak kali minta jatah" jawab Zula santai tapi bergurau tentunya
" Tapi loe buang buang waktu deh Zul" ucap Al tiba tiba
" Kenapa gitu,?"
" Loe katanya mau jadi teller dulu dan lain lain, enak langsung di singgasana lantai paling atas tingga duduk tandatangan cair tiap bulan milyaran " jawab Al yang merasa semua bisa instan
" Gue bukan elo, semua butuh proses gaes, butuh perjuangan juga, karena suatu yang instan itu tidak sehat dan menyakitkan, " jawab Zula tegas
" Gue mau dari bawah karena gue mau melalui prosesnya, walaupun gue juga tau kalau semua itu milik gue, selain itu kalau gue dari bawah dalam arti mereka juga tidak tau gue ini anak siapa, penyamaran lah, gue juga bisa mantau gimana kualitas kinerja karyawan, melalui jadi teller naik sedikit demi sedikit hingga ke posisi yang pas" jawab Zula santai tapi berbobot
Zain yang sudah berdiri dan sudah mencuci tangannya karena sehabis sarapan kemudian menghampiri Zula dan mencium kening Zula lembut
" Memang the best titisan Umi Jihan ini, " ucap Zain sambil mengelus kepala Zula
" Umi Jihannya gak pernah di banggakan, di Hina iya" ucap Jihan sambil berdiri dan ngacir ke wastafel untuk cuci tangan
Zain langsung mengejar Jihan dan memeluknya dari belakang sambil berbisik
" Maaf, maafkan kakhilafan Abah" ucap Zain merengek lembut dan mesra di belakang Jihan
Ke 3 Anaknya kompak kaget dong, karena jarang melihat kemesraan yang haqiqi orang tuanya seperti saat ini dan mereka langsung salah tingkah sendiri
" Hem.... Seperinya Baby Ul dalam proses, yuk nyingkir yuk..." ucap Zula sambil berdiri
" Siapa baby Ul?" ucap Al dan El kompak
" Al, El, Il, Ul dalam proses" jawab Zula sambil menunjuk satu persatu
" Oh.... " Al dan El ber Oh Ria kompak
Jihan dan Zain sontak dong menghentikan aktifitas mesranya di depan anak anaknya
Makin salah tingkah karena sindirin dari Zula yang di ikuti kedua abangnya
" Ya udah kita melarikan diri aja yuk... Biar cepat jadi baby Ul nya" ucap El ikut berdiri
" Kok Ul? Utinya Lho Ulfa" ucap Jihan ikut nimbrung tanpa canggung
" Ya aja kali Mi, Masak Ol, gak lucu deh" jawab Zula sambil berjalan menuju kamarnya
Begitu juga dengan Al dan El yang mencuci tangan terlebih dahulu, karena mereka juga ingin kabur dari apartemannya supaya memberi luang mesra untuk abah Uminya
Zula terhenti sejenak karena dia sendiri bingung mau kabur kemana, orang dia baru pertama kali hidup di Jakarta
" Hehe.. Abang pada mau kemana habis ini?" tanya Zula cengengesan balik pintu
__ADS_1
" Gue kemana aja boleh, kan gue anak ibu kota, teman banyak donk" jawab El santai
" Kalau gue, bingung juga mau kemana" jawab Al yang justru sama dengan Zula
" Apa lagi gue" saut Zula santai
" Bang Loe kerumah mantan aja, kan deket tuh" ucap El mengejek Al yang mentannya sama sama orang Jakarta
" Mantan sudah pada tempatnya" jawab Al sambil nyelonong masuk kamarnya
Zula yang pengen jalan jalan pun kembali nyengir pada El yang sudah ada tujuan dan lebih faham wilayahnya
" Ula ikut abang aja ya.." rayu Zula pada El
El ingin tertawa dan ingin mendekat pada Zula, kemdian mentoel pipinya dan menciumnya, habis gemesin kalau lihat wajah manis adeknya itu, apa lagi saat nyengir merayu gitu
" Bang.... Jangan diem dong, ya.. Ula ikut abang" ucap Zula lagi
" Gak apa apa deh, kemana aja, nengok penyembelihan kirban kek kemana kek pokoknya ngikut" tambah Zula mulai merengek
" Iya ya, dang siap siap, 10 menit lagi jalan abang" jawab El dan Zula girang dan langsung masuk ke kamarnya
Seperginya Zula kekamar, Al keluar dengan menggunakan baju santainya
" Lha Loe mau ke.. ?" ucap El melihat Al
" Jalan lah, " jawab Al santai sambil mendekat pada abah Uminya
" Gue anak sholeh, mau silaturrahmi ke rumah sodara, Bude Fani, kan juga ada, ikut motong hewan kurban, pulang bawa daging manfaat dong" jawab Al santai sambil bersalaman dengan abah Uminya
El langsung mencep dan enggan untuk menjawab lagi langsung masuk ke kamarnya
" Mau kerumah bude?" tanya Jihan dan Al mengangguk
" Selamat memproses baby Ul" ucap Al sambil nyengir
Jihan dan Zain saling pandang saat Al melenggang jalan ke arah pintu
" Assalamualaikum.." ucap Al sambil keluar dari apartannya
Dan 10 Menit kemudian Zula keluar sambil memanggil manggil Nama El
" Abang Ayo.... Bang El,... Abang" ucap Zula sambil memakai jam tangan
" Iya ya... Ayo..." ucap El saat keluar dari kamarnya
" Gak sabaran banget" ucap El kesal
__ADS_1
" Katanya 10 menit, cowok lelet" jawab Zula ikut kesal
" Udah gak usah bertengkar, dan sana jalan" ucap Zain pada anaknya
Zula dan el saling pandang bergantian, itu kode keras dari abahnya agar cepet cepet otw para anak anaknya
" Iya lah yang mau bikin baby... anaknya suruh cepet pergi" jawab El sambil bersalaman dengan abah Uminya
" Mau kesebelasan gak?" goda Jihan bercanda
" Gue gak mau main bola, bikinnya 12 aja" ketus Zula karena merasa cewek
" Hahaha.. Jangan dong, ini kesayangan abah gak boleh main berat" jawab Zain sambil mengelus kepala Zula
" Ya udak Zula ikut abang ya Bah Mi, Assalamualaikum" pamit Zula yang mengejar abangnya yang sudah jalan duluan
Seperginya anak anaknya Zain langsung memberikan kode pada Umi Jihan , dan uhuy..... mereka lanjut on the way baby Ul
" Allahumma lancar sholeh sholehah " ucap Zain setelah mengunci pintu dan mendekat pada Zain, dan langsung mengge dongnya untuk di bawa kekamarnya
El dan Zula mengendarai mobil sport milik El, dan mereka mau ke Masjid An-Nur di mana El bekerja sebagai imam di sana
Setibanya di sana, sudah rame dan aka di adakan penyembelihan hewan kurban,
Banyak takmir masjid dan juga pengurus serta marbot di sana yang tentunya mengenal siapa El
" Assalamualaikum..." ucap El saat sampai di sana
Zula masih mengikuti El di belakangnya, dan tangan kiri El tidak melepas dan terus menggandeng tangan Zula,
Seperti apa yang di pesankan pada Abahnya di jaga adeknya, dan hingga seperti itu
" Waalaikumsalam..." jawab Dani rekan El yang menyambutnya
" Weh.... Pak Imam kita datang woy" ucap Dani berdiri dan berjabat tangan dengan El dan juga merangkulnya, dengan tangan yang masih menggandeng tangan Zula di belakangnya
" Woy... Brow.." ucap Farid mendekat pada El yang baru sampai dengan kembali berpelukan
" Azmi..." ucap pak ketua takmir menghampiri El
Mereka saling bersala dan berjumpa dengan tangan yang masih tidak mau melepas adeknya, karena asyiknya Danni dan yang lain tidak sadar akan sosok cewek cantik yang sedari tadi di ga deng El
" El... Kok loe mulai nakal sekarang, " ucap Farid sadar dan El mengerutkan keningnya
" Ini Nazula, cewek yang sering live bareng loe kan? wah wah... Putra abah Zain ini memang, gak ada takut takutnya bawa anak orang" sambung Dani yang tau dong dulu kegiatan El apa sampai larut malam
El justru menoleh lada Zula yang tetap santai itu
__ADS_1
" Sut.. Udah jadian?" tanya Dani berbisik, Dan El masih tersenyum
Dan kira kira apa jawaban El nanti ya..?