
El dan Zula tersenyum serta memberi kode satu sama lain,
" Bukan jadian lagi gaes, kami.udah nikah, gara gara ketahuan live bareng terus " jawab El santai dengan alasan gak logis
" Haaa" Kaget mereka kompak
" Hahahahah..." Zula justru kelepasan tertawanya karena melihat ekspresi wajah teman teman El yang sangat terlihat konyol
Biasanya mereka terlihat sangat berwibawa, dan bahkan menonjol banget sofat wibawa mereka saat menjadi qori' imam apa lago khotib
Dan sekarang mendadak konyol dan aneh hanya karena di kerjai Zula dan El
" Loe bohongin kita Mi" ujar Dani marah
" Ck.. Elo La, ngapa pake ketawa gitu sih" senggol El dan Zula berhenti tertawa
" Hahaha Sorry gaes " jawab El santai
" Udah udah, gue pengen ketawa lihat muka konhol kalian sana potong dulu sapinya, gue mau jalan jalan di sekitar masjid sini boleh?" tanya Zula lagi melerai mereka
" Mau kemana?" tanya El sambil terua menggenggam tangan Zula
" Keliling lah, boleh gak?" ucap Zula lagi
" Ayo abang anter ke kamar abang dulu, loe istirahat di sana aja " jawab El sambil menarik tangan Zula
" Eh... Lepas kalian itu siapa, ada hubungan apa" tanha Danni sangat kepo
" Gue adeknya, udah ah.. gue mau review masjidnya ya, " ucap Zula santai dan mengikuti El
Zula yang suka membuat baper seseorang melambaikan tangannya dan memberi kiss bay pada teman teman abangnya
Kini Zula ikut masuk dengan El kemasjid yang bernuansa klasik itu, dan Zula mengikuti El sampe ke kamarnya
Sesampainya di dalam masjid mata Zula mengelilingi se isi Masjid, hingga Zula sebagai seleb kemudian mengeluarkan ponselnya dan merekam serta membuat story atas kunjungannya di masjid tempat abangnya bertugas itu
" Ayo ngapain di situ" panggil El pada Zula yang masih asyik sendiri
Zula tersenyum dan berlari kecil menghampiri El yang sudah di depan pintu
__ADS_1
" Abang Dulu ngapain di sini? " tanya Zula lagi, dia masih kurang percaya kalau El menjadi seorang imam
" Kan dulu udah gue jelasin " jawab El santai sambil masuk ke ruangan kamarnya
" Abang mau kerja juga?" tanya Zula santai
" Loe pikir? gue gak semanja Bang al kali La, Gue juga ingin belajar mandiri" jawab El santai sambil membuka lemarinya yang sebulan lebih di tinggalkan
" Mana tau, kan tinggal nadahin tangan" jawab Zula menyindir
" Gue dapat fasilitas semua ini juga dari abah La, , Abang gak pernah minta, abang risih sebenarnya di kenal orang sebagai anak abah dan umi, pandangam mereka lain sama gue, seolah mereka pikir gue punya segalanya, dan gue juga takut mereka dekat ke gue ada maksud lain dalam arti gak tulus lah" jawab El menjelaskan dan mengambil sesuatu dari lemarinya
Zula terdiam dan ada benernya juga sih apa yang abang dia katakan
" Gue kebawah dulu dan loe di sini aja ya, kalau mau jalan jalan boleh tapi jangan ngilang, di gorok abah gue nanti" ucap El akan turun dan mengikuti penyenbelihan hewan kurban
Zula mengangguk dan kembali mengotak ngatik ponselnya karena dia mau live dan membuat penasaran lagi para followersnya dengan misteri persaudaraannya dengan El
Kini Al baru sampai di istana megah Fani dan Hamzah, El baru sampai karena cukup rame jalanan pagi ini, sempat macet juga tadi
Sesusah memarkirkan mobilnya di area parkir Masjid, Al Azhar dia pun bergegas berjalan santai ke arah rumah Fani, hari ini perkiran rumah fani di gunakan untuk menyembelih hewan kurban jadi parkiran di ubah di halaman masjid pondok tersebut
Al menganggukkan kepalanya pada para santri dan tetangga Fani yang menyapanya, mereka sedang bergotong royong untuk penyembelihan hewan kurban
" assalamualaikum" ucap Al sopan sambil tertunduk saat melewati santri wati yang sedang menyaksikan hewan kurban
" Waalaikumsalam..." jawab Semua santri serepak dengan suara keras dan membuat ibu Nya Fani keluar dari dalam
" Waalaikumsalam..." Ucap Fani ambil berjalan keluar
" Masyaallah... Ponakan ganteng Bude ini, sama siapa?" tanya Fani dan Al mencium tangan Fani lembut
" Sendiri Bude" jawab Al dan di persilahkan masuk sama Fani lagsung ke ruang makan, kalau di luar kelihatan banyak santri putri dan cukup berisik
" Bah Bah.." ucap Fani memanggil Hamzah
" Iya Mi" jawab Hamzah yang ternyata di dalam juga
Hamzah tadi memang membuka acara penyembelihan kurban, tapi tidak ikut menyembelih karena biar di teruskan pada anak anaknya
__ADS_1
" Lho lho siapa itu? Masyaallah... main juga kamu Al" jawab Hamzah menghampiri Al yang sudah duduk
Al tersenyum dan berdiri menghampiri Hamzah dan mencium tangan Hamzah juga
" Sendirian?" tanya Hamzah dan Al tersenyum
" Kapan sampe Jakarta? Abah Umi mana?" tanya Hamzah lagi
" Kemaren Lusa sampenya pakde, semua di Jakarta juga kok, karena abah ada pertemuan dengan para koleganya, awalnya gue enggak mau ikut, tapi Al sama Zula mau ikut jadi Umi ajak semuanya, " jawab Al menjelaskan
" Terus mana el sama Zula?" tanya Fani,
" Mereka ke tempat El dulu, karena gue tadi niatnya gak keluar, tkut ganggu pengantin.tua ya udah gue kesini aja" jawab Al sambil meminum teh yang Fani buatkan untuknya
" Pengentin tua?" tanya Fani dan Hamzah kompak
" Abah Umo lho, Zula pengen punya adek lagi, mereka mau buat kesebelasan seperti pakde dan bude" jawab Al ngasal membuat mereka berdua tertawa ngakak
Mereka lanjut ngobrol ngonbrol santai, sambil memakan cemilan yang di suguhkan
" Loe kok bisa suka sama Zula gimana? sampe rebutan juga sama El" tanya Fani mengulang cerita Zain yang kurang jelas dulu
" Hahaha ada lah , dia dulu murit Al paling bangkang Bude, sombong angkuh, tpi setelah gue telusuri karena gue penasaran, ternyata dia punya trauma yang membuat dia seperti itu, jadi gue berusaha ingin mengembalikan dia lagi seperti dulu eh jadi cintong, gak taunya El juga suka sama dia lewat media sosial, jadi ya bentrok sampe akhirnya ketahuan Umi, dan tau lah kalau kami berdua suka sama adek sendiri itu mungkin rencana Allah ya," jawab Al lanjut bercerita lagi dnegan panjang lebar, dan masalah kepekaan El sama Zula juga
Kini di masjid An Nur, Zula sudah mulai bosen di sana, dan menghubungi El yang masih di bawah untuk nga ter pulang
Tapi karena masih sibuk El akhirnya menghubungi Al agar menjemput Zula, dan Al tentu dengan senang hatj karena dia juga sudah mulai bosan di rumah Fani
Sesampainya di lokasi El, Al memilih menunggu di mobil agar Zula yang nyamperin, dan kini Al melajukan mobilnya kembali setelah Zula naik
" Abang dari mana tadi?" tanya Zula
" Dari rumah Bude Fani, "
" yuk kita kesana lagi, pasti seru" ujar Zula ingin juga kesana
" Males lah, macet jalannya kita ke mallcerdas aja ya " jawab Al dan Zula langsung girang
Al ingin mengajak adeknya itu ke salah satu wahana permainan salju, dan sesampainya di sana Al langsung memesan tiket masuknya,sekalian meminjam sepatu dan peralatan lainnya agar tidak ke dinginan
__ADS_1
Seperti ini lah keasyikan merek saat bermain bersama