
Al kini menuntun Uyutnya yang sekarang sudah berusia hampir 80 tahun, tapi masih jelas dan masih kelihatan bugar,
Walau seperti itu, Al lebih suka menuntun beliau, yang mana rasa hormat dan tawadhuknya pada sesepuhnya
" Duduk sini ya Uyut.... Nah.." ucap Al saat membantu uyutnya duduk
" Kamu tadi darj mana, kok tib tib sampai sini?" tanya uyutnya
" Oh... Dari nganter El uyut, El balik ke pondok dari rumah kemaren" jawab Al lembut
Al selalu mengingat jasa Keluarga dari Uminya, yang sedari kecil merawat dan menyambangi Uminya di pondok, begitu saat dia di pondok, Charir dan Toha gak pernah absen untuk menyambangi dirinya setiap bulannya
Katanya sih sebagai pengganti mbahnya yang jauh di pulau sebrang, tapi kasih sayang Toha dan Charir sama dengan mbah kandung mereka, yang sangat perhatian dan penuh kasih sayang
" Lho jadi El habis dari rumah juga?" tanya Charir yang ada dk sebelah Al
" Iya waktu Al baru sampe Indonesia, El langsung tak jemput mbah, sepi juga kalau di rumah sendirian" jawab Al apa adanya
" Di jual aja kan udah tuh rumah loe Al, rumah segede lapangan sepak bola setiap hari kosong, sepi gak ada orangnya" saut Atifa yang baru masuk rumah, dan bergabung dengan mereka
Atifa tak jauh beda dengan kedua orang tuanya yang sama ceplas ceplos kalau sedang berbicara, pedas seperti level omongan tetangga
" Jangan dong Tan... Jual jual, emamg tante mau beli?" jawab Al tanya balik pada Atifa
" Emang mau di jual berapa? kalau 5 jta Tante mau kalau suruh beli" jawab Atifa santai dan tentunya bergurau
" 5 juta 5 juta... Mbahmu Mikidi? rumah segede itu 5 juta, " ucap Charir emosi sendiri pada anaknya yang saat ini sudah punya 5 anak
Banyak anak Atifa, saking suburnya ngalahin anak Jihan,
Jihan bukan berarti gak subur ya, dia memang merasa cukup punya anak 4, walau yang 1 sudah di surga menanti kehadiran dirinya
" Boleh Tan..." jawab Al santai
" Tuh boleh Bund... " ucap Atifa pada bundanya yang justru bingung
"Nanti langsung bayar cash kalau 5 juta Al" sambung Atifa lagi
" Iya bayarnya sampe 50 tahun dengan angsuran 5 juta perbulan ya Tan" jawab Al sambil tertawa nyinyir
__ADS_1
Mereka hanya tertawa dan lanjut ngobrol seperti biasa,
Tiba tiba para orang tua seperti Alif dan Toha datang menghampiri mereka dengan obrolan kagum mereka pada mobil baru yang mereka tumpangi barusan
" Udah Yah..??" tanya Charir dengan nada yang berbeda pada Toha
" Udah .." jawab Toha tanpa sadar dengan ekspresi wajah Charir
" Boyoknya mau lepas gak?" sindir Charir lagi
" Enggak... Apa lagi kalau mobil kita di tukar seperti itu huu.... Pasti syahdu...." jawab Toha sanrai sampai berhayal
" Oh... Tukar...?? Berapa sih Al harganya kok ada yang mau seperti anak muda lagi ini" sindir Charir dengan wajah yang sudah geram dengan suaminya
" Betul Tuh Bund... Mobil kita tuker tuker seperti itu" tambah Alif makin kompor
" Iya berapa Al harganya??" ucap Charir makin geram karena ketiga orang itu, termasuk Atifa lagi pengen di ulek sama dia
" Berapa ya? Punya El itu, Punya Al di rumah" jawab Al polos gak tau kalau mbah Charir lagi marah ini
" Kira kira kalau mobil kita di tuker masih kembalian gak?" tanya Atifa makin polos karena belum tau bentuk mobil El
" Bisa mungkin Tan... Tapi untuk DP doang, angsuran sampe anak Tante lulus sekolah" jawab Al santai mengikuti gaya Uminya
" Lho kan... Mau di tuker apa?? pake udel kalian bosok??? " marah Charir pada 3 orang yang selalu membuat dirinya jengkel dan darah tinggi
" Perasaan punya El belum lama deh Al, kenapa ganti lagi?" tanya Alif
" Entah tuh.. Pengen kayak punya Al Om, tapi dia pengeluaran terbaru" jawab Al membahas permobilan
Biasa anak cowok, paling seneng membahas hal hal seperti itu, beda dengan kita cewek yang sering membahas kekurangan tetangga
" Gak di marah Umimu?? Baru bentar udah ganti lagi" saut Fina istri Alif yang baru muncul dari belakang
" Marah?? Mbak Jihan sama mas Zain mana pernah marah sama anaknya" saut Alif yang tau kalau Jihan gak pernah melarang anak anaknya
" Kata siapa gak pernah marah, sama kayak mbah Liloh, pagi ini aja kami habis dapat semprot dari Umi" bantah Al yang gak tetima karena gak pernah di marahi Uminya barusan pagi tadi apa
" Paling gaduh sama El makanya kena marah" jawab Charir yang tau karakter Jihan
__ADS_1
Al hanya cengengesan dan membenarkan saja ucapan Mbahnya itu
" Tapi kalau bentar bentar beli dan ganti kan aman, gak pernah melarang kan Abah Umimu?" ucap Alif yang bahkan mau menyindir bundanya yang puelit minta ampun
" Oh... Kalau itu gak, tapi El kemaren suruh tukar tambah, gak mau Umi kalau dongkrok di rumah mobil El" jawab santai sambil meminum minuman yang Fina suguhkan barusan
" Nah.. Kan.. Ya Allah... kalau boleh di tukar, saya mau di tukar istri sekaligus Ibu yang seperti mbak Jihan.." ucap Alif sengaja menyindiri Ibu dan Istrinya
Seketika membuar mereka kompak melotot dan menjewer Alif secara barengan dengan Alif yang mengaduh kesakitan,
" Kamu pulang udah lulus sekolahnya nak?" tanya Uyutnya Al
" Oh... Alhamdulillah Uyut, Al sudah selesai S1 tinggal nunggu wisuda bulan depan isyaallah," jawab Al lembut
" Udah lulus?? mau langsung nikah apa gimana? udah punya pacar belum?" saut Toha kepo
" Nikah, mau lanjut S2 om, umur masih muda, lanjut dulu belum mikir nikah Al" jawab santai yang memang belum pengen nikah dulu
" Mau ngapain lagi coba,? kalau gak nikah,? perusahaan sudah ada, sekolah udah ada, bisnis di mana mana, gak perlu mikir cari kerja Al" saut Alif yang memang benar adanya, apa lagi masalah modal usaha baru, abahnya Al pasti nomer 1, orang Alif juga di modali sama Zain dalam usahanya
" Ya mau cari masa depan dulu, ngapain buru buru nikah" jawab Al yang ingin memperdalam cita citanya
" Ya mana tau mau nikah muda, seperti Oomu dulu, Om Rizqi umur 21 udah nikah, " jawab Alif yang benar adanya
Rizqi adek Jihan dia nikah muda, di umur ke 21 tahun, yang sekarang tentu tinggal di Riau bersama kedua orang tua dan keluarga barunya
"Lain lah, Al masih banyak yang perlu di kejar Om" jawab Al gak mau di bantah lagi
" Oh ya Nak, mesir sama mekkah jauh gak?" tanya Uyutnya tiba tiba
" Lumayan Uyut, seperti sini ke rumah mbah Uti, Riau, tapi gak sejauh itu sih, lebih dekat lagi kalau naik pesawat" jawab Al santai sambil merangkul uyutnya
" Kamu di sana udah punya rumah nak?" tanya uyutnya terenyuh
" Alhamdulillah Uyut, Abah memfalitasi Al rumah di sana" jawab Al masih lembut belum ngeh
" Uyut ikut kamu di sana boleh?" tanya Uyutnya Al makin aneh
" Lha Al sekolah ki mak? masak mau ikut, nanti siapa yang ngerawat emak??" tanya Charir heran begitu juga dengan Al dan yang lain
__ADS_1
" Emak hanya mau, dan pengen kalau emak meninggal nanti ti makamkan di sebelah makan bapakmu, di mekkah," jawab Uyutnya membuat Al kaget apa lagi anak anaknya