
Zula justru tertawa ngakak sehingga membuat teman di depannya langsung menoleh ke arahnya
" Loe gak mau ngajak gue nikah sekalian?" jawab Zula sengaja menggodanya
" Oh... Loe udah siap nikah?" tanya El balik
" Siap gue kalau loe maunya nikah sekalian" tambah El semangat
" Loe sekolah juga kan di sini, santai sekolah Abah gue sendiri" tambah El dan Zula belum tau itu
" Maksud loe? jadi Elo adeknya Pak Al?" tanya Zula cukup kaget
" Iya Gue El adeknya bang Al" jawab El terus terang
" Oh... Abang adek gak jelas, " batin Zula yang langsung sadar kalau Abang adek itu suka sama dia
" Elo tau sendiri kan Bang, gue masih cari cinta pertama gue, gue anak bawang ini" jawab Zula yang sudah pernah mengungkapkan siapa dia sebenarnya
Ya saat El mengajak Zula ketemuan, Zula mengungkapkan hal yang sebenarnya agar El gak kecewa, dan tidak menghilang setelah tau di kehidupan nyata
Dan Anak anak Jihan semua baik, seperti abah dan Uminya yang gak pernah memandang status sosial dan keadaan orang lain,
Apapun yang terjadi semua Al dan El terima apa adanya
Dan di sini Zula juga gak mengatakan kalau Al juga pernah nembak dia pada El, takut akan ada perselisihan di antara keduanya dan dia memilih menolak tanpa memberi harapan pada mereka berdua
" Gue temeni sampai ayah loe ketemu" jawab El mulai serius
" Makasih ya, memang anak anak Pak Zain semua baik, kalian keluarga yang luar biasa, good friend " jawab Zula menepuk pundak El lembut
" Terus mau?" tanya El gak sabar
Zula menggelengkan kepalanya, dan
" Temukan Cinta pertamaku dulu ya Bang, Zula hanya ingin nikah di dampingi Ayah Zula, abang tau itu kan?" jawab Zula teduh
El cukup kecewa tapi gak apa apa, dia gak akan marah dan egois tentang ini, Dia harus mengerti keadaan Zula saat ini yang merindukan sosok ayah
" Okey.... Gue akan menunggumu sampai kapan pun" jawab El serius dan Zula tersenyum
Zula tidak memikir panjang tentang kedua kakak beradik itu, alah orang nanti Allah yang menjodohkan keduanya bersama siapa,
Dan gak mungkin juga kalau Zula ambil dua duanya, gak ada di agama Islam yang namanya poliandri walau poligami di halalkan,
keterangannya sudah author jelaskan di season 2 ya gaes, nanti bisa di baca di bab poliandri
__ADS_1
Tanpa mereka sadari mereka ngobrol sampai upacara selesai dan barisan peserta upacara sudah di bubarkan
Tinggal El dan Zula yang masih asyik ngobrol
Zula sudah masuk kelas XI A, itu artinya dia sudah naik kelas, dan Kini Zula sudah beranjak berdiri untuk kembali ke kelas
" Mau kemana?" tanya El dengan pertanyaan konyolnya
" Ke kelas lah, kemana lagi? bolos?" jawab Zula santai
" Gimana mau bolos? Gue temeni" jawab El enteng sambil berdiri di sebelah Zula
" Yang bener aja loe? ngajarin dan ngajakin gue bolos" jawab Zula sambil berjalan pelan dan di ikuti oleh El
" Ya mana tau, kan lebaran kemaren Elo sendirian, tanpa kawan dan keluarga, mana tau mau healing, gue izinin deh hari ini" jawab El malah memberi peluang
Zula menghentikan langkahnga dan menatap Ek dengan mata berbinar
Emang bener kalau Zula juga pengen liburan jalan jalan dan senejak melupakan sakitnya lebaran tahun ini yang gak di temani siapa siapa
Bukan seperti itu juga sih, Miminya juga sudah menghubunginya setiap hari, dan baru beberapa hari yang lalu dia juga sudah berjumpa dengan Miminya sempet jalan juga dan liburan juga sebagai pengganti lebaran kemaren, ya di mana setelah akhirussanah dan Liburan semester
" Kenapa? Mau gak?" tanya El pada Zula yang masih mentapnya
" Ide bagus deh, ini kan juga belum aktif pelajarannya baru aja masuk hari pertama, free belajar" jawab Zula yang riang gembira
" Okey... Loe ambil tas Elo, gue kekantor bentar izinin Elo sama wali kelas Elo, dan tunggu gue di parkiran " ucap El semangat karena bisa jalan bareng dengan Zula kali ini
Hal yang di nanti nantikan selama berbulan bulan malah justru bisa main dan jalan bareng
Zula anak pinter tapi lumayan bandel, gak jadi penghalang bagi dirinya untuk meraih prestasinya
Dia juga gak peduli apa omongan guru dan yang lain, karena dia belajar untuk cari ilmu bukan untuk cari pujian orang lain
" Okey siap on the Wus.... izinin beneran lho ya, " ucap Zula sangat happy
" Kenapa emangnya takut di hukum?" goda El
" Gak ada guru yang berani ngukum gue, gue gak pernah buat salah, gak pernah langgar peraturan juga kaliii" jawab Zula langsung berlari karena sudah gak sabar pengen haeling
El menggelengkan kepalanua dan lanjut berjalan menuju kantor di mana tadi dia antar
Sesampainya di kantor El langsung ambil tasnya dan hendak pamit dengan para dewan guru dan kepala sekolah yang ada
Tapi sebelumnya El sempat bersalaman dulu semua dan menyapa para guru guru di sana
__ADS_1
" Kok langsung pake Tas, emang mau kemana?" tanya Ahmed yang kenal akrab dengan El
" Oh.. Iya lupa, mau nanya wali kelas kelas XI IPA satu siapa kang?" jawab El yang justru baru teringat pesan Zula
" Oh.. saya Gus gimana?" jawab Bu Lia wali kelas Zula
" Oh Ibuk... ?" tanya El sopan
" Iya Gus ada yang bisa saya bantu?" tanya Bu Lia sopan
El tersenyum dan mendekat pada Bu Lia dengan penuh ke sopanan
" Sebelumny saya mohon maaf ya buk, saya sudah lancang dengan sekolah ini, walau saya sendiri sebagai keluarga besar dari pemilik sekolah, " ucap El tenang
" Saya mau minta Izin dan saya mewakili Zula untuk sekedar mengajak Zula anak kelas XI IPA satu keluar, bapak Ibuk sekalian percaya kan sama saya, saya gak akan aneh aneh kok, cuman mau mengenal lebih lagi, soalnya saya kan jarang kemari biasanya, jarang jumpa" ucap El berterus terang tanpa basa basi
Semua guru yang di sana cukup kaget dan langsung membuat kesimpulan kalau El juga pasti ada rasa dengan Zula,
Dengan kedatangan El yang tiba tiba, dan sangat jarang kalau tidak ada tujuan tertentu
Dan Bu Lia juga gimana mau profesional tapi gimana lagi El anak pemilik yayasan
" Ini kan masih jam free kan buk, gak belajar kan ? jadi gak apa lah.. Ya buk, Ibu cantik deh, izin ya" ucap Ek seolah memaksa dengan sebuah gombalan
" Saya orangnya baik baik buk, gak nakal kok " tambah El lagi dan membuat mereka semua terdiam dan plonga plongo
" Gimana ya Gus saya juga harus profesional kerja" jawab bu Lia sudah grogi
Tapi di luar sudah terdengar suara gemuruh murid saat bell pulang sekolah di bunyikan
" Ha.. Tuh udah pulang, kalau gitu gak usah izin ya buk,.. Bapak penjaga bell sepertinya bersahabat saya saya" ucap El langsung beranjak dari tempat duduk di depan ibu Lia
Tak lupa dia salam dan pamitan pada dewan guru semuanya
Seperginya El para guru pada heboh
" Bahaya, adek mau nikung abangnya" ucap Bu Lia yang dan guru cewek lainnya yang tau kedekatan Al dengan Zula
Sesaat kemudian Al masuk ke kantor seperti biasa setiap harinya
" Ha... Datang..." ucap Ahmed ikut deg degan tadi, soalnya El terlalu terus terang tanpa basa basi
" Kenapa?" heran Al
" Pak Al lebih baik cepet cepet deh lamar Nazula, kalau bisa segera bawa pak Zain menghadap ke Zula biar langsung di terima" ucap Bu Lina yang paling antusias
__ADS_1