Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Kenapa? ada apa?


__ADS_3

Zula kini sedang duduk santai sambil melamunkan dirinya yang harus kesepian lagi untuk keberala kalinya di setiap taun


" Ist.... Elo kenapa sih Zula, Elo udah terbiasa seperti itu, gak ada yang perlu di tangisi dan di sedihi" gumam Zula menggerutuki dirinya sendiri


" Dan gue kan sebenarnya mau piknik bukan untuk menghindari acara haflah, tapi untuk menyenangkan hati dari kealayan guru baru si Pak Al yang sok cakep itu" tambah Zula makin sebal dengan Al yang terus memepetnya


Zula akhirnya berdiri dan hendak ke kamar mandi yang ada di kamarnya sekalian, tapi tiba tiba


Tok tok tok...


Pintu kamarnya di ketuk oleh Ibu Nyai


Zula membalikkan tubuhnya dan kembali balik arah berjalan ke pintu kamarnya


Ceklek.....


Zula membukanya perlahan dan terlihat wajah Ibu Nyai dengan peraupan yang sangat santun dan penuh Wibawa


" Assalamualaikum mbak Zula" ucap Ibu Nyai sopan


Ibu Nyai selalu memanggil semua santrinya dengan sebutan mbak maupun kang ataupun dek, karena Ibu Nyai tidak mau memanggilnya dengan nama saja, terkesan tidak sopan dan tidak pantasbuntuk panutan semua santri dan juga putra putrinya


" Waalaikumsalam Umi..." jawab Zula ramah dan langsung meraih tangan Ibu Nyai dan menciumnya bolak balik


" Silahkan masuk Umi..." ucap Zula ramah dan Ibu Nyai mengangguk serta masuk dan duduk di lantai kamar Zula tepat di atas gelaran karpet tebal


" Mbak Zula udah makan Nak?" tanya Ibu Nyai sopan


" Alhamdulillah sudah Umi... Zula tadi sudah makan di kantin sekolah" jawab Zula tetap sopan


" Gak makan dari jatah pondok?" tanya Ibu Nyai lagi


" Biat untuk yang lain Umi," jawab Zula lagi dan Ibu Nyai mengangguk


Karena ibu nyai tau dengan sifat dermawan Zula pada teman temannya yang minim biaya pesantren


Yang mereka sengaja mengambil jatah makan sehari sekali untuk mencukupi uang kiriman dari orang tuanya

__ADS_1


Dan Zula memilih sarapan pagi dan siang di luar agar jatah pagi dan siangnya bisa di berikan pada teman temannya yang membutuhkan asupan lebih


Karena Zula lebih suka jajan di luar di kantin sekolah dengan menu menu yang selalu berbeda besa


" Tadi Umi lewat kantor" ucap Ibu Nyai lembut


Zula sudah mengerti apa yang akan Ibu Nyai bahas padanya, dan sudah tau alurnya pastinya


" Mbah lurah bilang kamu mau izin pulang?" tanya Ibu Nyai dan Zula hanya menjawab dengan senyuman


" Mbak Zula di sini aja ya, bentar lagi Haflah akhirussanah, kalau Umi mbak Zula gak hadir, kan mbak Zula masih ada Umi, Mbak Zula dekat saja sama Umi" ucap Ibu Nyai yang selalu menghibur dan menjadi pengayom bagi Zula


" Terimaksih ya Umi..." ucap Zula kembali menyalami Tangan lembut ibu Nyai


" Sama sama nak, Umi gak mau Zula pulang saat pesantren Rame, Umi masih membutuhkan mbak Zula untuk menemani Umi mengaji" ucap Ibu Nyai sebagai alasan agar Zula tidak merasa di kesepian dan selalu di butuhkan oleh Ibu Nyai


Tapi bukan hanya alasan saja, karena sejatinya Zula memang sangat membanggakan bagi pesantren tersebut , dia yang bisa di andalkan walau kecuekannya dengan para pengurus pesantren selalu berlebihan


" Zula gak jadi izin kok Umi, Zula di sini, Zula punya Umi yang selalu menghibur dan mendampingi Zula sedari kecil" ucap Zula terharu pada Ibu Nyai


Di sisi lain, Al pikirannya langsung ambyar dengan deretan pesan yang Yasmi kirim


Bahkan kegalauan yang tadi belum selesai karena belum mendapat jawaban maaf dari Zula, dan sekarang tiba tiba Yasmin mengakhiri begitu saja hubungan mereka


Al yang sudah gak sabar langsung mencari kontak nama Yasmin dan mulai menelfonnya melalui video call


Beberapa kali tidak ada jawaban karena Yasmin masih berada di gedung kampus untuk mengikuti pelajaran, dengan ponsel yang selalu di mode diam saat pelajaran


Rasanya Al ingin membanting ponselnya maupun properti yang ada di ruangannya


Tapi semua itu tercegah karena semua tidak harus di hadapi dengan emosi dan panas hati sebelum mendengar penjelasan dari Yasmin yang sebenarnya


2 Jam berlalu, Hingga akhirnya ada panggilan masuk dari Yasmin dan cuman miscol doang


Al bergegas mengambil laptopnya dan menyambungkan dengan ponselnya dengan posisi Al yang sudah acak acakan duduk di bangku kekuasaannya


Al melakukan sambungan video dan sesaat kemudian sambungannya terhubung dan terlihat jelas wajah Yasmin yang sudah lain dengan biasanya

__ADS_1


" Assalamualaikum..." Ucap Al dengan mata yang sudah merah dan Hidung yang merah juga


" Waalaikumsalam..." jawab Yasmin yang menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap Al secara gamblang


Karena Yasmin sendiri sudah tidak kuat menahan dadanya yang sesak, dia gak tau mau ngomong apa sama Al, dan gak tau gimana tanggapan Al pada pesan pesannya yang tadi dia kirim


" Ada apa?? Kenapa tiba tiba seperti ini?" tanya Al terus menatap wajah Yasmin yang masih tertunduk


Isakan tangis tipis tipis dari Yasmin juga sudah di dengar oleh Al, di tambah pertanyaan Al yang terkesan datar dan tegas


" Maaf" ucap Yasmin singkat


" Abang gak perlu kata maaf, Abang butuh kejelasan, kenapa dan ada apa tiba tiba sepeti ini?" jawab Al cepat karena sudah tidak sabar dengan apa yang menjadi alasan Al sebenarnya


" Kenapa? 5 bulan jauh dari abang kamu merasa kesepian?" tanya Al lagi dan Yasmin tidak menjawab


" Kenapa udah ada yang lain, udah ketemu yang lain?" tanya Al lagi mulai emosi dan suudzon pada Yasmin


Isak tangis Yasmin semakin mejadi dan terdengar semakin jelas di telinga Al yang sudah terpasang hand seat


Al terdiam dan menatap Yasmin yang sekarang hanya terlihat hijabnya saja, karena Yasmin tidak menghadapkan kameranya kemukanya


Yasmin cukup merasa bersalah, tapi juga pengen marah, dia tidak ada laki laki lain yang menggantikan Al di hatinya


Cuman Yasmin hanya gak mau mengganggu kegiatan Al, yang selama mereka LDR justru Al semakin jarang memberi perhatian padanya,


Al terlalu sibuk dengan dunia dan kegiatan barunya, Yasmin merasa tersisihkan dengan kegiatannya


Sebagai wanita Yasmin pengen di mengerti dan di beri berhatian lebih, kalau bisa di nomer satukan, bukan seolah di sisihkan, tapi ternyata berbeda, Yasmin gak mau tau alasan Al, Yasmin sudah tau kalau Al itu sibuk, jadi Yasmin gak mau egois dan hanya marah marah saja hanya sekedar minta di perhatikan


Dan Yasmin juga sadar kalau terus terusan seperti itu Yasmin merasa akan keganggu juga pikirannya dan hanya berharap tanpa pasti dengan Al yang bisa menghubungi dan memberi perhatian kepadanya seperti sedia kala


" Jawab sayang... Kenapa?" tanya Al sudah menitikkan air mata


Yasmin menganggkat kepalanya dan menatap wajah Al dengan memberanikan diri


" Sekarang Yasmin juga tanya sama Abang, kenapa Abang baru menelfon Yasmin setelah Yasmib mengirim pesan pesan tadi? kemaren abang kemana?" tanya Yasmin dengan pertanyaan balikan yang mejadikan dirinya merasakan hal yang aneh akhir akhir ini

__ADS_1


__ADS_2