Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Cari Takziran


__ADS_3

Kini laptop El sudah tersambung dengan laptop Al yang sedang berada di Mesir,


Di sana masih sangat pagi, bahkan masih jam 6 pagi dan Al masih menikmati secangkir teh buatan Yasmin bersama dengan kakek kakeknya


Yasmin semalam mau pulang di anter Al, tapi di larang sama Ulfa, karena udah malam, dan kasian juga jaraknya masih lumayan jauh, jadi Yasmin nginap di sana dan tentunya di kamar yang berbeda dengan Al


Tiba tiba ponsel Al berdering tanda panggilan masuk dari El, dan Al langsung menganggkatnya


" Assalamualaikum Bro.. Tumben Video Call, Kangen?? baru beberapa hari aja kagen bro" nyinyir Al kepedean


" GEER....." Jawab El kesal


" Hahahahaha Gitu amat mukanya brow... Kenapa??" tanya Al tertawa melihat ekspresi wajah El


" Loe mau lamaran bang??" tanya El to the poin


" Loe kenapa gak bilang sama gue juga? minta restu kek sama gue, tau tau semua udah di boyong kesana, semua pada di sana kan??" tambah El makin ngomel


Al yang awalnya kaget langsung faham apa maksud El, yang mengira semua kesana karena mau menghadiri lamarannya


Padahal tidak, dan mau menemani nenek uyutnya yang meinta tinggal di sana, karena El mungkin belum tau juga tentang hal ini


" Apa Lamaran... Nikahan dong, gantel kok emang kayak loe, hanya berani macarin doang, kalau aku jadi Heny sih ogah...." jawab Al dan tiba tiba Heny muncul


" Eh.. Muncul anaknya... Apa kabar Hen??" tanya Al ramah


" Iya Bang... Sehat Heny ." jawab Heny rak kalah ramah


Heny tersenyum melihat ketampanan calon kakak ipar yang memang jauh lebih tampan di banding pacarnya si El


" Yang bener loe udah nikah bang??" kesal El makin nyolot dan gak terima


" Iya lah.. Mau nunggu apa lagi? kuliah udah lulus, lanjut jurusan KUA dan pelaminan dong.. Biar gak jamuran si otong" jawab Al makin membuat El murka


Tapi tidak denga Heny yang tentunya makin malu mendengar ucapan Al yang cukup geli di telinganya


" Katanya loe mau lanjut S2, kenapa tiba tiba gini?" bantah El gak rau kalau dia di jahili sama Abangnya lagi


Raja jahil kena Prank... Gitu lah kadang manusia, dia merasa paling hrbat, tapi tanpa sadar kadang dia sendiri yang masih banyak kekurangan


Seperti El saat ini, kadang dia merasa palong pinter menjahili seseorang, tanpa dia sadari dia yang sekarang di jahili sama orang lain, karena semua itu ketutup dengan iri dan dengki pada Abangnya


Ya begitulah, sikap terburuk yang harus mita buang, iri dan dengki, iri melihat orang lain bahagia, dan dengki dengan kesuksesan orang lain,

__ADS_1


Kedua hal itu cukup singkat untuk di ucapkan, tapi cukup sulit untuk di hilangkan dari hati kita


Penyakit yang ganasnya melebihi penyakit lainnya, penyakit hati dengan virus iri dan dengki


" Ya gak apa apa lah, lebih cepet lebih baik menuju halal" jawab Al santai


" Betul tuh Bang.." saut Heny sok akrab dengan Al


" Kamu Mau tak ajak nikah sekalian?" langsung tanggap El sambil menoleh pada Heny di sebelahnya


Al di seberang sana langsung tertawa mendengar penawaran adek yang begitu mudah untuk mengajak nikah


" Ngapain loe tertawa,.. Gue juga bisa nikah cepet bang.." bantah El makin kesal di tertawakan Al


" Ya loe.. Ngajak nikah kayak mau ngajak makan aja di warteg, " jawab Al masih dengan tawanya


" Hen... Loe belum kenal kan sama istri Abang.." ucap Al sama Heny


" Belum dong bang... Kan belum di kenalkan, kata bang El ini di ajak Video call mau di kenalkan" jawab Heny santai


" Loe yang bener aja udah nikah bang? loe lagi di mana sekarang.. nanti loe boongin gue, " selak El gak percaya


" Ngapain sibuk sibuk boong... Ini masih pagi El, di sini masih jam 6 pagi, dan gak mungkin gue bawa anak orang pulang" jawab Al menampakkan wajah serius


" Sayang... Sini" panggil Al mesra di hadapan El


" Ada apa?" tanya Yasmin sopan


" Tuh kenalkan sama adek rese Abang, yang gantengnya kalah jauh sama Abang" ucap Al sambil menampakkan wajah El yang ada di layar ponselnya


" Oh... Assalamualaikum..." ucap Yasmin langsung tanggap


" Waalaikumsalam..." jawab El dan Heny kompak


" Kenalkan saya Yasmin.... " ucap Yasmin lembut


" Salam kenal juga kak, gue El, dan ini Heny..." jawab El memperkenalkan Heny juga


Heny pun tersenyum dengan Yasmin, begitu juga sebaliknya, mereka juga saling ngobrol dan saling mengenal, hingga tak terasa jam istirahat sudah usai


" Udah dulu lah bang... Gue udah masuk, lanjut siang nanti" ucap El pamit


" Ya udah.. yang gantel jadi cowok, Assalamualaikum.." ucap Al mengakhiri

__ADS_1


" Waalaikumsalam..." jawab El memutuskan sambungan telfonnya


El langsung mematikan laptopnya dan menutupnya


" Gimana?" tanya El


" Gimana apanya??" tanya balik Heny


" Mau kan nikah sama abang?"


" Sekarang?"


" Tahun depan, sekarang siapa yang mau nikahin" jawab El nyeleneh dan langsung dapat pukulan buku dari Heny


" Ya udah Abang kembali ke kelas ya, pulang sekolah bareng Abang, Abang mau ajak keluar" ucap El sambil berdiri


" Kemana?"


" Udah ikut aja, "


" Eh.... Takziran Pondok bang.." teriak Heny sambil El berjalan


" Aman..." jawab El santai seolah gak takut sama takziran pesantren


Bahkan kalau masalah pertemuan santri puta dan putri biasanya langsung sidang orang dalem atau abah yai dan ibu nyai


Ini seolah El gak peduli, karena nafsu yang ingin memperkenalkan Heny pada Alif dan Fina


Heny masih ketar ketir sendiri dengan ajakan El, ingin pergi dan merasakan dunia luar, tapi tanpa takziran (hukuman)


Tapi hal itu mustahil bagi kehidupan pesantren, yang wajib mendapat keadilan masalah pacaran


Dan benar sepulang sekolah El mengajak Heny keluar dengan menggunakan mobil milik Alif, hanya sekedar membeli paketan dan jajan di luar


Awalnya El mewanti wanti semua temannya yang ada di sana, agar tidak bilang dengan siapa siapa, toh kegiatan pesantren juga libur,


Tapi namanya orang baik, tentu masih ada yang tidak suka, dan dia akan melaporkan langsung ke dalem romo yai Tasim


Kini Al dan Heny masih dalam 1 mobil, seperti layaknya pacaran anak muda remaja


El gak pernah menyentuh Heny sama sekali, bahkan El sangat menjaga Heny agar tetap sehat dan selamat


Ya namanya manusia tak luput dari salah dan dosa, walau El anak kyai, dan seorang santri, tidak semua anak kyai dan satri juga sholeh dan sholehah, tidak semua santri menaati peratuan

__ADS_1


Kalau semua nurut tidak akan pernah ada yang namanya undang undang hukuman dalam pesantren, tidak ada takziran yang membuat malu diri sendiri


Yang pernah di pesantren pasti tau... apa lagi orang dalem pasti makin faham dengan keluarga para kyai..


__ADS_2