
Hari terus berganti Besok sudah masuk bulan suci romadhon, Jihan dan Zain sudah terbang ke Makkah yang tadi sudah di anter Al, dan sempat transit di Jakarta dan berjumpa dengan El juga
El di bulan ramadhan sangat padat jadwalnya, selain menjadi imam sholat tarawih, dia juga sudah banyak tugas kuliah yang menumpuk sebelum dia ambil praktek sehabis lebaran nanti
Kini El sedang berada di apartemannya di hari terakhir sebelum romadhon, bersama grubnya atau gengnya yang semua ikut nginap di sama
" Mi... Loe dulu tinggal di sini sendirian?" tanya Dani pada El yang memanggilnya dengan Azmi
" Iya sepi suntuk" jawab El sambil duduk di sebelahnya
" Tapi enak kalau bawa cewek ke sini gak ada yang ngricuhin" saut Sahrul
Pluk.... Satu lemparan bantal mendarat mengenai muka sahrul
" Elo kalau ngomong, Azmi pak Yai bukan kayak muka elo, Gus ini Gus Azmi" bantah Miftah pada Sahrul
Sahrul tertawa ngakak, dia tau kalau Azmi ustadz, tapi niatnya juva bergurau tadi
" Canda Lho Mif" jawab Sahrul santai
" Oh ya apartemant loe untuk kuliah semewah ini Mi, gimana kalau rumah tempat tinggal Elo di sana?" tanya Dani yang mungkin penasaran dengan kemewahan keluarga sultan itu
" Ck... Biasa aja sih, sana kayak rumah kalian" jawab El sambil memainkan ponselnya
Karena kali ini Zula mumpung bawa ponsel sebelum nanti malam di minta untuk di kembalikan lagi
" Kayak elo tau aja rumah kita" sindir miftah
" Tempat gue aja di masjid, sama kan tempat elo mif, di pesantren" jawab Azmi masih asik dengan ponselnya lagi
Bukan hanya Al yang setia menemani Zula di kehidupan nyata, El juga setia dan selalu menanti Zula di dunia mayanya
Justru El dan Zula malah sangat akrab dan sangat dekat dengan El, mereka sering bergurau dan juga ngobrol walau seminggu sekali, berbeda dengan Al yang hampir setiap hari berjumpa
El sudah lama menaruh perasaan pada Zula, dan El akan melakukan hal yang sama nanti di saat waktunya tiba, di saat dia di beri kesempatan untuk bertemu langsung dengan Zula, maka di situ pula El akan menyatakan perasaannya pada Zula
" Iya sih, maksudnya tempat lahir elo, tempat di mana elo dulu tinggal waktu kecil sebelum di pesantren" saut asaad yang ada di sana juga
" Dulu gue juga tinggal di sini waktu kecil, sebelum ke pesantren" jawab El masih bersikap apa adanya dan sederhana tanpa mau menunjukkan kesultanannya
Karena El merasa dia bukan sultan, dan gak ada yang sultan sih, Sultan atau raja hanya Allah yang menguasai alam semesta
__ADS_1
" Ck... Elo nih, gitu banget merendahnya, sampe gue gak bisa mau merendahkan elo seperti apa?" gurau Asaad lagi
" Hahahaha... Iya juga ya, " sadar Dani dengan ucapan Asaad
" Idih emang gue apaan di rendahkan, " jawab El dan yang lain malah tertawa
" Tapi orang tua elo punya rumah kan Mi?" tanya Dani lagi
" Punya lah... Tapi sepi, tau sendiri mereka pergi ke Mekkah" jawab El yang masih di posisi yang sama membalas pesan dari Zula
" Tau lah, semalam kan gue ikut elo nemuin orang tua elo" jawab Dani yang semalam menemani El untuk Jumpa Jihan Dan Zain
" Jadi kosong rumah elo Mi?" tanya Sahrul
" Entar di masukin kuntilanak lho" tambah Miftah
" Gak apa apa Biar di jadiin selingkuhan tuh sama sih Sahrul" jawab El santai
" Gila Emang gue apaan? demit kali berjodohan sama mbak Kunti" protes sahrul dan Yang lain tertawa
" Kali aja, sesama demit saling jatuh cinta " jawab Miftah membuat mereka kembali pecah tawanya
" Enak aja Loe Mif" kesal Sahrul melempar bantal ke Miftah
" Iya juga ya" jawab Sahrul tiba tib polos
" Iya lagi Hahahaha" ucap El menggelengkan kepalanya
Dan yang lain langsung tertawa ngakak mendengar jawaban polos sahrul
" Jadi elo sama sekali gak pernah pulang kesana Mi?" tanya Hafidz yang baru muncul dengan membawa botol minuman soda
" Selama kuliah di UI gue sekali pulang, dan cuman bentar sih, sehari semalam" jawab El teringat saat dia pulang dari mesir
" Kapan itu toh pas Elo izin lama?" tanya Dani teringat beberapa bulan lalu hampir setengah tahun
" Lama apanya gak ada 2 minggu juga lama" elak El sambil melirik pada Dani
" Lha loe bilang bentar sehari semalam" bantah Dani lagi
" Iya sorry A', hehehe Dulu gue kemesir menghadiri wisuda abang gue, habis itu pulang ke Rumah cuman untuk mutusin cewek gue aja" jawab El sambil cengengesan
__ADS_1
" Cewek yang mana? kan cewek loe tiap malam jum'at Live bareng, Video call" Heran Dani yang tau seluk beluk aktifitas El
" Lain lah, Itu mah masih proses A' " jawab El penuh percaya diri
" Proses lama amat " Elak Dani lagi
" Berapa bulan A'?" kepo Hafidz
" 6 bulan lebih setahu gue mah, entah sebelumnya" jawab Dani antusias dan Yang lain menepuk Jidatnya kompak
" Ya Allah... Seorang Azmi El Musthofa, sultan gaes, sesusah itu mendapatkan Cinta" cibir Miftah menjadi candaan mereka semua
" Ya... Cinta dunia akhirat itu prosesnya memang berat " jawab El santai
" Iya lah,.... Semoga terijabah doanya" jawab Miftah sambil mengadahkan tangannya
" Amin ya Allah..." ucap merek semua dengan kompak
" Elo gak mau ngajak kita kita main ke Istana Elo Mi?" ucap Sahrul yang penasaran banget
" Kalian pengan main? " tanya El serius dan mereka malah saling pandang
" Kalau mau main sok ayok, berangkat sekarang" jawab El makin membuat mereka bengong dan
Krik krik krik.... Suara jangkrik yang berada di tengah kesunyian mereka
" Kok bengong sih.... Ayo sekarang?" ajak El makin serius
" Yang bener aja Elo Mi, main main emang kita bisa langsung ngilang dan sampe rumah Elo?" protes Miftah dengan sikap El yang seolah menggampangkan
" Kita juga cuman sehari doang, besok udah kembali ke Masjid Mi, puasa sholat tarawih di masjid" tambah Dani yang mengira El bercanda
" Yah kan kayaknya kalian gabut banget penasaran banget, dan wajah wajah pengen perjalanan jauh" jawab El sambil menaik turunkan alisnya
" Terus kesana naik apa ? Mobil? Rental kita? mobil elo kan cuman cukup berepat kita berenam gaes" jawab Asaad yang gak tau jangkauan El
" Tapi beneran mau main? sekalian gue Ziarah makam buyut gue, mau puasa ini" tanya El sekali lagi
" Kendaraan gaes .. Yang ada kita capek di jalan" jawab Dani lama lama kesal
" Kalau mau, gue telfon Jet abah gue sekarang, jadi langsung berangkat ke SRG kita sekarang juga " jawab El serius makin membuat teman temannya melongo
__ADS_1
Bagi El kalau temannya sudah tau, dan selagi dia bisa membahagiakan temannya dia akan berikan apa yang dia bisa asal mereka bahagia