
Ayu dan Lina menautkan keningnya, dan heran dengan sikap El yang gandeng cewek di malam malam seperti ini
" El..... Tak bilang Umimu nanti lho ya" ucap Ayu kaget
" Hahahaha.. Bilang aja mbak" jawab El santai dan menarik Zula agar milih sendiri baju baju yang akan di minati
" Ck.. Abang apaan sih, bohong lagi" kesal Zula sambil milih baju gamis untuknya
" Udah gak apa apa, sesekali ngurangi pahala aja" jawab El santai
" Hm.. Kayak udah gak punya dosa aja" cibir Zula dan el tertawa
" Bang... Abang bener nih ngajak belanja gue di sini? butik mewah lho bang, mehong" ucap Zula ragu mau ngambil banyak
" Gue suka kalap kalau lihat beginian" tambahnya yang memang hobi shoping
" Tapi kalau Abang keberatan, gak apa apa biar Zula bayar sendiri aja" tambahnya makin cerewet
" Iya ya... Terserah lah, ambil se puasmu" jawab El pasrah karena belum sempet dia jawab Adeknya udah ngonong banyak banget
" Yes.... " jawab Zula girang dan mulai mengambil baju sesuai fashionnya
Zula memang kalap kalau sudah masuk ke bagian beginian, secara dari kecil dia sudah terbiasa pegang kartu sendiri, pegang uang sendiri, apa lagi selama umur dia 13 tahun, dia udah ada rumah sendiri, dan pegang semuanya sendiri saat jauh dari Uminya,
Apa lagi dia seorang seleb dan youtuber yang tentunya ada uang sendiri juga, dari endorsan yang kadang mood ngambil kadang enggak..
" Astagfirullah... Sifat Al nurun nih kayaknya, boros" batin El yang memang Zula sama dengan Zain dan Al yang kalau belanja gak pandang habis berapa
Kalau Zain biasanya kualitas lebih utama, berbeda dengan Zula yang dianya penting suka, dan sesuai dengan penampilannya, atau fashionebel
" Lanjut bestie, turunkan aja semuanya" sindir El yang tidak di tanggapi oleh Zula
Setelah setengah jam muter, dan sudah banyak belajaan di tangannya dan juga di kranjangnya, Zula kembali mendekat pada El
" Udah segini aja?" sindir El sengaja
" Cukup ini dulu lah, besok lagi, " Jawab Zula tanpa merasa bersalah
" Masih mau kesini lagi?" tanya El melotot
" Iya lah, apa sih gunanya punya abang ganteng, kalau gak loyal sama ayangnya" jawab Zula merayu
__ADS_1
" Okey.." jawab El sebel tapi gemes pada adek satu satunya itu, dan kembali mengacak hijabnya
" Abang Ih... Tanggung jawab" kesal Zula sambil menarik kembali hijab baru yang tepat di belakangnya
" Males megang hijabmua gue La, habis semua loe tarik nanti hijab di sini" ucap El heran dengan tingkah konyol Adeknya
" Hahahaha... Gak apa ala Bang,.. lagi bang lagi, di usek usek gak apa apa, baju Zula juga, hijab Zula lagi, ayo bang.." goda Zula pada El yang melotot padanya
" Enggak enggak... Udah ayo ke kasir, terus pulang, udah malem, capek abang mau istirahat" jawab El sembari menarik Zula ke kasir
" Abang gak mau narik narik hijab Zula lagi" goda Zula sembari mengikuti langkah El
" Enggak..." jawab El cepat
Semua kariawan heran melihat kehebohan El dan Zula malam ini, pasalnya kalau di bilang kekasih gak mungkin El sampe sejutek itu,
Tapi entah lah, itu biar jadi urusan anak bos mereka yang menambah jam kerja mereka
" Udah ini aja?" tanya Ayu yang selesai menghitung belajaannya
" Sebanyak gini masih di bilang ini aja lho mbak," bantah El pada Ayu
" Tenang El, mana tau mau nambah kan" jawab Ayu santai
" Nanti kami bantu bawa ke mobil El aman" jawab sebagian karyawan di sana
" Udah berapa totalnya Tante?" tanya Zula formal
" Biasanya kalau sama Mas El, enggak usah adek" jawab Ayu sopan
" Maksudnya? kami gak minta lho mbak, ini kartunya kalau nanti bang El dari pada hutang" jawab Zula sambil menyodorkan kartunya pada Ayu
" Enak aja hutang, Abang gak pernah hutang Ya La" bantah El cepat karena gak terima
" Lha itu gak mau bayar, utang dong, ini lah sana bayar, malu maluin aja" omel Zula masih belum sadar kalau itu butik punya Uminya juga
" Tau ah La, ayo pulang abang nanti ada praktek di rumah sakit" jawab El yang terus berjalan menuju parkiran
" Udah malem juga, kasian tuh mbaknya cuman nungguin loe aja, " tambah El lanjut ngomel
" Mau loe Abang tinggal? tau jalan pulang?" tambahnya lagi makin mengancam
__ADS_1
" Iya ya.. Crewet juga loe bang" jawab Zula pasrah karena dia sendiri jarang main sampe SRG, pling jauh ke labuan bajo, Lewat SRG cuman di bandara doang
Akhirnya Kini Zula dan El sudah berada di mobil El, dan Zula duduk di sebelah El
" Bang sebenarnya loe tuh siapa sih? sampe tantenya akrab gitu sama elo, sampe gak mau di bayar lagi blajaan Zula, emang meraka gak rugi? gak di marah sama yang punya butik?" cerocos Zula lagi makin penasaran dengak kejadian malam ini yang dapat rezeki nomplok
" Ck... Loe diem deh La, pusing dan gemes gue, dengernya, tadi kita gak bayar karena itu butik milik Umi, loe gak baca nama butiknya tadi? kita anaknya mana suruh bayar" jawab El menjelaskan
" Haa..... Masak? Umi juga punya butik?" kaget Zula seketika menoleh pada El
Zula kemudian mwmbalikkan badannya karena penasara dengan harta kekayaannya Jihan, karena tadi udah di kagetkan dengan adanya rumah sakit sekarang dengan kepemilikan butik yang begitu besar
" Gak usah lebay gaes..." ucap El pada Zula
" Tapi gue serius mau nanya bang" ucap Zula serius
" Apa?" jawab El singkat sambil fokus nyetir
" Emang Umi kaya ya bang? maksudnya orang tua Umi kaya , jadi Umi dapat warisan banyak" tanya Zula membuat El geleng geleng kepala
Aneh aja gitu, perasaan Zula juga udah jadi anaknya Jihan sejak dulu, bahkan sejak kecil juga kenal sama Jihan, masak sepolos itu
" Emang jatah loe setiap bulan dari Umi berapa?" tanya El balik
" Kok jadi nanya jatah Zula sih?"
" Ya makanya loe jawab dulu nanti Abang jawab juga" jawab El bernegosiasi
" Gak pake Limit bang, gue gak tau setiap bulan ATM gue di isi Umi berapa, dan gue juga gak tau gaji Umi berapa, setau gue Umi seorang dokter sukses dan gajinya besar, bisa kasih gue apa aja, dan gue gak boleh mikir tentang dari mana jatah segitu banyak" jawab Zula santai yang mana dulu Jihan hanya menyuruhnya untuk belajar dan fokus pada diri sendiri, tanpa mikir yang aneh aneh
" Enak ya..." jawab El singkat
" Ya sama dong, Mungkin bang El jauh lebih banyak dong dari pada Gue, secara Abah sudah tau Abang, dan pastinya Abah juga kasih jatah yang lebih besar" jawab Zula gak mau kalah membantah El
El hanya tersenyum dan kembali membawa Zula pada pelukannya,
Dia merasa memang lebih beruntung dari pada Zula, yang sama sekali gak kenal siapa keluarganya
" Bang.. Gimana?" tanya Zula lagi
" Nanti tanya sendiri sama Abah sama Umi, sekalian bilang maaf udah rampok butiknya loe" jawab El yang enggan cerita
__ADS_1
" Tau kalau itu tadi butik Umi lebih banyak lagi gue ngangkutnya, " ucap Zula kesal karena gak di jawab oleh El
" Besok mau balik lagi lah..." tambahnya lagi serasa punya mall sendiri