Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Double Date


__ADS_3

Di Mekkah tepatnya di rumah atau kantor Zain yang ada di sana, mereka sedang bwristirahat setelah menempuh perjalanan panjang di udara


Jihan bukan pertama kalinya ke sini, tapi sudah sering kali, dan sudah faham seluk beluknya kantor suaminya itu


Di mana dulu kamarnya cuman sederhana sekarang bak hotel bintang 5 setelah Zain sudah kembali pada Jihan, dari drama bertahun tahun yang tidak kunjung berhenti


Karena setelah itu Zain mengajak Jihan untuk sama sama beribadah dan memohon ampun dengan salah yang mereka perbuat masing masing dan mulai dari situ semua berubah terutama kamar mereka berdua


Jihan membereskan baju bajunya yang tadinya tidak mau bawa akhirnya memenuhi semua koper yang ada, bisa ibuk ibuk paling repot dan rempong


Karena menurut Jihan di sini mau ibadah bukan mau shoping, padahal nanti juga kalap kalau sedang jalan jalan


Jihan terus memegangi kepalanya yang sangat berat dan cenat cenut itu, rasanya pegel banget dan ingin meledak, tapi kamar juga belum rapi sama sekali di tambah nanti ada janji sama bawahannya yang sama sedang berada di tanah suci


Bukan bawahannya sih, orang kepercayaan Zain selain Irfan yang menghandel kantor pusat, beberapa hari sebelum puasa dia dan kedua orang tuanya izin cuti, dan sekarang masih ada di mekkah


" Pusing kepalanya.?" tanya Zain mendekat pada Jihan


" Hem..." jawab Jihan masih lanjut membereskan semuanya


" Udah taruh dulu, Sini Abah pijat" ucap Zain merangkul pundak Jihan


" Duduk dulu sini, itu nanti biar di teruskan sama orang sini" tambah Zain dan membawa Jihan duduk di ranjangnya


Jihan yang kepalanya sudah teng tengan akhirnya mundur dan duduk di ranjang dengan bersandar ke dada bidang Zain


Zain tersenyum dan makin suka kalau Jihan manja seperti ini


Tapi sebelum memijat kepala Jihan, Zain meminta anak buahnya atau karyawannya untuk membereskan koper koper dan pakaian Jihan ke lemari di ruang ganti


Dan Jihan menempatkan kepalanya di paha Zain, dengan Zain yang mulai memijat lembut kepala Jihan


" Umi ini sudah tidak muda lagi, semakin kesini semakin berumur, jadi jangan mrengkel kalau Abah bilangi" ucap Zain sambil mencubit hidung mancung Jihan


" Auu... Abah, Abah juga gak muda lagi, dan gak jaman lagi kalau sok manis dan romantis gemes seperti ini sama Umi" bantah Jihan gak mau kalah


" Eh.. Gak ada kamusnya ya Mi...kalau umur itu mengurangi keromantisan" jawab Zain yang merasa masih berjiwa muda


" Nanti Umi bikinkan kamus sendiri" jawab Jihan ngasal dan Zain semakin gemes di buatnya


" Kamus apa? Kamus bab Ranjang, tata cara produksi anak?" selak Zain yang makin ngaco


" Ih... Makin kesini makin ngaco deh ngomongnya" kesal Jihan mencibit paha Zain kuat


" Lha mau ngomong apa? kita di kamar di atas ranjang berdua, ngapain kalau enggak produksi lagi?" gurau Zain makin menjadi

__ADS_1


" Oh.. Jadi gitu, terus dulu Abah sekamar sama Rani sempat produksi gak?" tanya Jihan santai dan memancing Zain


" Iya produksi" jawab Zain dan Jihan langsung melotot


" Produksi Emosi tapi" jawab Zain cepat sebelum Jihan ngamuk dan kembali minta pulang ke Indonesia


" Bisa gak sih, gak usah bahas bang Ke yang sudah membusuk di penjara" tambah Zain kesal sendiri


Karena Jihan memang sering menggoda Zain dengan mengungkit nama Rani, yang kadang Zain menggoda balik dan akhirnya Jihan yang ngambek


" Iya ya Bah.... Kabarnya kayak mana ya? 40 tahun lho bah di penjara, Abah mantan suaminya gak pernah jenguk dia?" ucap Jihan sambil menatap Zain dari bawah


" Apaan, Peduli Abah apa coba? yang masukkan dia kepenjara kan kita, ngapain masih di pikirin" jawab Zain jutek tanpa mau tau lagi tentang Rani


" Eleh... Gitu gitu mantan istri lho bah, yang merawat abah selama koma, yang berkorban jual rumah demi abah" jawab Jihan kembali mengungkit ucapan Zain dulu


Zain tidak lagi menjawab, dan malah tersenyum dan mengangkat kepala Jihan dan di dekapnya erat


" Yang merawat Abah kan ini, wanita cantik dan hebat, yang berkorban kan Umi, bukan orang lain" jawab Zain mengelus pipi Jihan yang masih kencang dan lembut mulus bersinar itu


" Bukan lah.... Umi mah apa, cuman rampok yang menghabiskan harta kekayaan abah, istri durhaka yang mau bersaing dengan suaminya" jawab Jihan makin menggoda Zain


Zain hanya tersenyum dia takut Jihan kambuh lagi traumanya, dan dia takut Jihan merasa ketakutan lagi


" Bukan dong, udah ah.. Kita kesini mau ngapain coba? orang mau beribadah kok bukan mau debat, dan Umi bukan mau cari penyakit kan?" ucap Zain mengalihkan semuanya dan Jihan tersenyum sambil membalas pelukan Zain erat


" Makasih juga ya Mi, sudah mau bertahan dengan Abah" jawab Zain yang mencium keningnya lama


___________


Di rumah Jihan dan Zain, kini teman teman Ql dan El sedang ngobrol di area belakang rumah, mereka justru berenang sambil menikmati suasana sebelum magrib tiba


Al dan El sedang ngobrol di salah satu sofa yang tak jauh dari kolam renang rumahnya


" Bang .. Gimana enak gak jadi dosen?" tanya El basa basi


" Dan gimana LDR syahdu kan?" tambahnya lagi sambil menaik turunkan alisnya


" Enak sih jadi dosen dan guru seru aja, bisa kembali mengulang pelajaran pelajaran dulu lagi" jawab Al sambil mencomot kuaci yang ada di sebelahnya


" Kalau LDR" ucap Al lagi terhenti


" Kenapa jangan bilang elo senasib sama gue, kandas juga, karena nemu cewek cantik" saut El mulai menebak


" Ck... Sok tau loe" jawab Al berdecak kesal

__ADS_1


" Harus dong... Gimana kok?" tanya El penasaran


" Dulu Henny pertama elo tinggal posesif gak? mau di nomer satukan gak?" tanya Al mau tau tentang Henny saat pertama LDR


" Enggak juga sih, tapi gue memang menomer satukan dia, sering komunikasi sama dia, tapi semenjak jumpa dengan cewek yang pernah gue ceritain ke Elo, entah kenapa gue serasa nemu cewek yang seperti Umi, dan membuat gue bisa mengenyampingkan Henny" jawab Al yang ngaku kalau dia yang salah dengan Henny, dia mendapat orang ke tiga di antara dia dan Henny


Al mengangguk berarti Henny bukan seperti Yasmin, dan dia juga gak tau apa karena awalnya dia perhatian sekarang merasa teralihkan? kurang jelas alasan Yasmin yang begitu singkat memberi penjelasan padanya


" Terus terang gue sudah putus, hubungan gue sama Yasmin sudah kandas," ucap Al dengan pandangan lurus ke depan


" Kok bisa? Elo bener kan nemu cewek lain di kampus elo?" kaget El menebak


" Gue bukan nemu El, Yasmin yang mutusin gue, karena gue memang sibuk banget di tambah perbedaan waktu juganyangnmenjadi penghalang komunikasi kami" jawab Al menjelaskan


" Jadi bukan karena orang ke 3?" tanya El lagi


" Ya setelah dia mutusin gue, kalau ada cewek lain yang membuat gue semangat ngapain enggak di pepet" jawab Al sambil tertawa


" Gila loe, tuh sama aja bestie.." kesal El sambil melempar bantar sofa ke arah Al dan Al makin tertawa


" Elo ada cewek baru?" tanya El lagi


" Ada masih proses pendekatan, kemaren gue tembak dia belum pasti kasih jawaban, di tolak sih tapi gue masih belum mau nyerah, gue masih mau berjuang deketin dia" jawab Al sambil tersenyum bangga


" Gila gila..." ucap El menggelengkan kepalanya


" Elo juga, udah jadian belum?" tanya Al penasaran


" Belum lah, masih masa perjuangan ini nunggu waktu yang tepat untuk menyatakan cinta, langsung ketemu dong masak jadian online enggak gue banget" jawab El sama sama membanggakan diri juga


" Oh ya tapi ngomong ngomong cewek gue anak BNT juga lho, " tambah El bercerita


" Oh ya? siapa namanya?" tanya Al kepo


" Ah.. Elo gue kasih tau juga gak akan faham, Anak BNT ribuan gitu" jawab El santai


" Iya juga sih, cewek yang gue maksud juga anak BNT" Jawab Al bangga


" Jadi loe penggemar bocil juga?" tanya El


" Nurun Abah kali El, anak SMA Incarannya" jawab Al santai


" Kirain gue anak kampus" jawab El dan Al menggelengkan kepalanya


" Bukan, kalau gitu lain waktu kalau elo libur semester kita ngedate bareng ya di BNT, double Date gitu " ajak Al semangat dan El juga tak kalah semangat karena sangat setuju

__ADS_1


Padahal tanpa mereka sadari wanita yang sama adalah wanita pilihan mereka


Cinta segitiga sama kaki 🤣


__ADS_2