Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Flas back.


__ADS_3

Zula cemberut dan memanyunkan mulutnya karena mau gak mau dia harus ke ndalam kalau mau pergi piknik


" Mau ngindarin akhirussanah ya,?" tanya salah satu pengurus menyindir


Dan memang benar adanya Zula menghindari hal itu juga, karena di setiap acara pondok dia sendiri yang gak pernah di hadiri oleh walinya


" Kenapa emang kak? kakak mau ikut? apa mau menemani Zula? wow dengan senang hati lho kak... masalah saku aman lho kak, gue traktir sepuas kakak " jawab Zula santai tanpa rasa tersinggung


" Okey lah makasih ya kak..." ucap Zula akan meninggalkan kantor pengurus


" Sama sama " jawabnya sang lurah pondok


" Assalamualaikum..." ucap Zula pergi


" Waalaikumsalam.." jawab sang lurah ramah


Sang lurah pondok juga mengantarkan Zula sampai keluar dari kantor pengurus


Dia tau gimana rasanya ada di posisi Zula, bertahun tahun setiap ada acara haflah di pesantren dia satu satunya santri yang tidak ada walinya,


Hanya tersenyum ikut bahagia dengan kebahagiaan teman temannya yang kumpul bersama keluarganya


Zula tidak langsung ke ndalem dia bermasud ke kamarnya terlebih dahulu karena dia belum mandi dan belum wangi kalau sowan ke ndalem agak insecure karena bau kecut hehe


Tapi di saat Zula pergi ibu nyai kebetulan akan ke kantor dan tadi sempat melihat Zula dari kantor pengurus


Ibu Nyai kemudian menghampiri lurah pondok dan bertanya ada apa dengan Zula


" Assalamualaikum mbak..." ucap Ibu Nyai


" Waalaikum salam... Subhanallah Umi" jawab sang lurah pondok sopan dan mencium tangan Ibu Nyai


Ibu nyai tersenyum ramah pada snag lurah pondok


" Mbak Zula habis dari sini?" tanya Ibu Nyai lagi


" Iya Umi,.." jawab lurah pondok sopan


" Ada apa mbak?" tanya Ibu nyai lagi

__ADS_1


" Dia mau izin pulang Umi, karena besok libur sekolah, kelas atas Ujian akhir" jawab sang lurah sambil menundukkan kepalanya


" Mbak beri izin padanya?" tanya Ibu nyai dan lurah pondok menggelengkan kepalanya


" Saya tidak berani Umi, karena dek Zula dapat jadwal simaan Al Qur'an juga besok lusa, " jawab sang lurah pondok masih di posisi yang sama


Ibu Nyai tersenyum dan mengelus pundaknya lembut,


" Ya sudah maksih ya mbak... Saya temui Zula Dulu" ucap Ibu nyai kalem


" Iya Umi..." Jawab sang lurah sambil mencium tangan beliau


" Assalamualaikum..." ucap Ibu nyai ramah


" Waalaikumsalam Umi.." jawab lurah pondok sangat ramah


Ibu nyai kemudian berjalan menuju kamar probadi Zula, yang notabenya dulu Zula sendiri yang bangun, karena cukup berjarak dengan kamar santri lainnya


Zula dulu sangat memohon pada Pak Kyai dan juga Ibu Nyai tentang kamar pribadinya,


Zula yang sedari kecil selalu mengadu kepada mereka tentang sakit hati dan tangisan akibat hinaan temannya,


Flass back on


Di Play Grub BNT, pada gadis kecil yang imut dengan berhijab cantik Zula sedang bermain, di sela brek pelepasan atau wisuda play grub sebelum masuk paud


Banyak anak anak kecil seumurannya di teman orang tuanya, di temani ayah bundanya, sedangkan dia, bocah kecil yang tidak ada walinya sendiri dan di temani oleh mbak santri saja dan datangnya telat


" Hahaha.... Kamu masih gak punya ayah sama bunda ya..." ucap salah satu temannya yang ada di sana


Zula diam saja dan masih asyik bermain


" Iya tuh si Ula mana ayahmu, mana bundamu..?" tanya temannya lagi dan Zula bocah kecil hanya terdiam dan celingak celinguk mencari pengasuhnya


" Mbak Eem..." teriak Zula menghampiri mbak santri yang mengasuh dan mewakilinya


" Dalem sayang..." jawab mbak Eem tersenyum


" Mbak Eem Bunda Zula sama Ayah Zula mana?" tanya Zula sopan dan penuh ceria

__ADS_1


" Mimi Zula kan sedang bekerja sayang, " jawab Eem lembut


" Kalau Ayah Zula, sama Mimi Zula sama" jawab Eem mengajari Zula kejujuran tanpa mau berbohong


" Hahaha... Zula gak punya ayah... " tawa temannya mengejek


" Zula punya ayah kan Mbak Eem" ucap Zula lagi dan Eem tersenyum


" Mimi Zula jauh lebih hebat dari bunda mereka, karena Mimi Zula satu tapi bosa jadi ayah sama Mimi" jawab Eem menyemangati Zula


" yeeee yeee.. Mimi Zula hebat wek.." ucap Zula semangat dan temannya masih menertawakannya


Hingga dia masuk ke TK besar, atau sesudah paud dia berjumpa dengan Nada yang terus mengejeknya dan menghinanya, sampai saat ini


Karena Nada sekolah dan di pondok mulai kelas 1 MI (Madrasah Ibtidaiyyah) setara dengan SD


Nada yang umurnya sudah selisih beberapa tahun tapi baru masuk kelas 1 SD, atau telat umurnya membuat dirinya jauh lebih faham tentang ayah


Padahal kalau tau, Nada juga sama tidak punya ayah, karena Rizqi bukan ayah kandungnya


Hingga di sekolah di pondok Zula sering kali mendapat Ejekan hinaan yang menyakitkan baginya, dan sudah ribuan kali Zula mengadu pada Ibu Nyai dan bapak Kyai, Zula selalu di beri pengertian dan hiburan


Dari pihak pesantren abah Yai dan Ibu nyai juga sudah memberi peringatan pada Nada dan teman temannya,


Tapi nada selalu bermuka dua, dan memelaskan, di tambah bapak Kyai yang tau kalau Nada adalah keponakan Dari Zain, membuat mereka segan untuk mengeluarkan Nada dari pesantren,


Dan mereka tau kalau Zula akan selalu kuat dan selalu besabar menghadapi ujian seperti ini


Hingga suatu ketika saking tidak kuatnya Zula menghadapi semua ejekan dan hinaan dari teman dan nyai ronggeng Nada


Zula soean ke ndalem pak Kyai, menyampaikan apa yang di rasakan saat ini


" Maaf Abah, Zula sudah lancang ke ndalem lagi, dan maaf kalau Zula membiat abah sama Umi tidak nyaman karena aduan Zula sedari kecil" ucap Zula setelah di persilahkan masuk oleh bapak kyai dan ibu Nyai


" Kenapa lagi nak? kamu masih di Hina sama teman temanmu?" tanya Ibu Nyai lembut


" Itu mungkin sudah menjadi makanan dan hidangan Zula selama hidup Umi" jawab Zula sambil menitikkan air mata tanpa terdengar isak tangisnya


" Zula akan selalu mengikuti apa nasehat Umi dan abah untuk selalu bersabar pada dan mengabaikan ucapan ucapan mereka yang gak patut di dengar" tambah Zula lagi

__ADS_1


" Tapi 12 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Zula untuk melupakan kata kata kasar mereka pada Zula abah Umi, Zula gak kuat lagi, bertahun tahun Zula di asingkan dari kawan sekamar Zula, Zula ingin pindah pesantren, tapi apa di sana Zula juga akan menemukan bapak Kyai dan Ibu nyai seperi abah Umi?" tambah Zula meminta pengertian lagi sebelum menyampaikan maksud tujuannya


__ADS_2