Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Hadiah Mertua


__ADS_3

Heny terdiam sesaat, antara percaya dan tidak, kalau itu dari Umi El, apa lagi salam kenal dari Abah dan Uminya sekalian


Secara, Heny sendiri, belum bisa membuka soal dirinya yang sedang menjalin hubungan dengan El, takut orang tuanya kecewa kalau anaknya pacaran di saat mencari Ilmu


" Bohong......" ucap Heny gak percaya, terlebih El yang sangat jahil dan sering bergurau


El langsung noleh ke sebelah dan berdecap, menanggapi Heny yang gak percaya padanya


" Bener... Gak percaya " ucap El meyakinkan


" Ini pasti dari kakak sendiri kan? bawa bawa Umi lagi,.." ucap Heny masih tidak percaya


" Ya Allah ya Robbi... Sejak kapan coba kakak pernah bohong?" tanya El lagi


" Ya belum pernah sih, tapi kan sering bercanda, ya gimana man percaya?" jawab Heny sebel juga kalau di jahili El yang memang usil raja gombal lagi


El tersenyum karena memang dirinya yang kadang kelewatan bercandanya, makanya sekali ngomong serius masih di kira bercanda


" Di terima gak salam Abah sama Umi?" tanya El sambil memandang jelas wajah Heny dengan jarak yang cukup dekat


Heny mengangguk dan..


" Alaihi... Waalaihumassalam..." jawab Heny lembut dengan senyum merona, karena gak nyangka aja dapat salam dari calon mertua


El yang super jahil, melihat wajah Heny yang sangat merah langsung meledak tawanya, gimana tidak? El tau kalau Heny itu sangat grogi, dan sangat kebaperan


" Kan...... Bener bohong.... Males Ah,.. Bercandanya kelewatan,... Plak plak..." ucap Heny seketika kesal saat El menertawakannya


Heny memukul lengan El dengan buku yang ada di mejanya tersebut.


" Kebaperan ya, dapat salam dari mertua,? " ucap El kembali meledek


" Tauk ah.... Sana sana balik kelas lagi, nyebelin..." ngambek Heny merasa di kerjain


" Jangan ngambek dong... Nanti hidungnya Hilang" goda El merayu Heny


" Tau ah.... Udah sana Balik, bawa paperbagnya..." usir Heny udah kesal sama El


Heny tau kalau Ek super jahil, bukan kesel juga, dia malu karena sudah ke GEERan mendapat respon dari ibu mertua,


" Gak ah... Masih mau memandang wajahmu yang manis.." tolak El kembali bergombal

__ADS_1


" Udah gak laku gombalanmu..." jawab Heny makin sebel


" Yah... Ayo lah, jangan ngambek.." goda El terus merayu


" Dari awal udah curiga, kalau kamu gitu.. Ih.. sebel tau gak.." ucap Heny kembali memukul lengan El


" Okey okey... Sorry sorry... Maaf ya" ucap El mengakhiri tawanya


Hingga Heny mengakhiri peranganya dengan menaruh kembali bukunya


" Tapi bener ini dari Umi, coba Buka dulu" ucap El kembali serius


" Enggak.... Kamu nanti bohong lagi, jangan jangan isinya kodok dalam kotak" elak Heny menolak


" Astagfirullah... Sejak kapan, aku ngasih kamu kodok, ?" tanya El karena gak di percaya oleh Heny


" Nanti tak kasih kodok beneran lho" tambah El


" Ya jangan dong, " bantah Heny cepat


" Ya makanya buka, ayo" pinta El


" Kalau kodok tak lemlar ke kamj lho"


Hingga akhirnya Heny mulai membuka paperbag dari El, dan perlahan


" Ha... Subhanallah..... ini bener produk... JA collection?" tanya Heny terkesima dari pemberian Jihan


Gimana tidak, koleksi butik Jihan Aulia mrmang sudah sangat terkenal, dan sudah mendunia, terlebih kualitasnya yang sangat bagus, di tambah harganya yang sesuai cukup mahal dan sebanding dengan kualitasnya


" Emang kenapa kalau JA Collection?" heran El yang jarang main ke butiknya, walau semua baju kokonya juga produk JA


" Ya mahal lah... Jadi gak anak sama Umi" jawab Heny kembali meredup kegirangannya


Seneng di berikan hal yang luar biasa dari ibu mertua, tapi Heny merasa gak enak aja, belum belum udah di kasih hadiah, dan berharap ini awal yang baik dari hubungannya dengan El


" Kalau untuk calon menantu, apa sih yang enggak...." jawab El kembali menggoda Heny


Heny yang cukup girang langsung kembali duduk untuk meyakinkan El lagi


" Bener kan Kak? ini bukan kakak sendiri yang belikan?" tanya Heny dan El mengangguk

__ADS_1


" Umi emang udah tau kalau kakak punya pacar?" tanya Heny serius


" Awalnya belum, cuman aku keceplosan panggil namamu, ya sudah... Terus terang aja, apa adanya, " jawab El santai


" Kamu gak takut di marah,? maksudnya kan masih sekolah, masih belajar, masih ngaji masak pacaran?" introgasi Heny


" Awalnya.... Hem.. Bukan marah dan melarang sih, cuman mungkin kaget aja Abah sama Umi, pas aku minta persetujuan Abah, boleh boleh aja katanya, begitu juga dengan Umi, ya semua itu karena mereka percaya kalau aku bisa jaga diri aja, mana yang baik dan yang buruk, " jawab El dan Heny mengangguk


Heny masih mencoba hijab dari Jihan yang cukup mewah itu, bukan mewah warnanya, mewah produk yang sama sekali belum pernah Heny punya,


El tersenyum dan sangat bahagia melihat Heny yang terlihat sangat senang walau hanya mendapat hijab


" Haduh kalau bagus kayak gini, aku harus bales Umi apa dong? harus ngasih Umi apa ini?" ucap Heny sibuk sendiri


" Umi gak minta balasan, hanya minta untuk jaga hati anak laki lakinya ini, " jawab El kembali ngegombal dengan Heny yang tersenyum mengembang


_____________


Lusanya Di mesir, Al sudah selesai sidang, dari kemaren, dan saat ini Al sedang pamit dengan Yasmin dan bahkan di anter Yasmin untuk ke Bandara


Sebagai lawan taaruf, yang baru lusa kemaren resmi, Yasmin merasa cukup sedih, karena harus LDRan, walau gak lama sih, sesuai janji Al dia di Indonesia cukup beberapa minggu saja, paling lama juga 2 minggu,


Selebihnya dia akan segera kembali, dan langsung bisa lanjut S2 dengan menemani Yasmin di sana


" Hati hati ya... Jaga diri baik baik, cuman bentar kok.. nanti Abang segera balik lagi" ucap Al saat sampai di bandara


" Bener ya... " ucap Yasmin dan Al tersenyum sambil menganguk lembut


" Ya udah, Abang hati hati juga ya, salam buat keluarga" jawab Yasmin lembut


" Insyaallah.... Abang masuk ya.. Assalamualaikum..." ucap Al pamit


" Waalaikum salam..." jawab Yasmin sambil melambaikan tangan saat Al masuk ke dalam


Al lanjut chek-In sebelum menaiki pesawat, walau punya jet pribadi, dan bisa aja di jemput, tapi Al lebih suka dengan pesawat biasa, yang banyak teman sepenerbangannya


Selama 13 jam di udara... Dari Kairo Mesir ke Indonesia, Kini Al sampai di bandara SRG di jam 9 pagi


Al pulang tidak ada yang tau, termasuk kedua orang tuanya, karena kalau pengen pulang ya pulang aja, tanpa mengabari terlebih dahulu,


Walau nantinya kena omelan dari Uminya, kalau anaknya sembrono, pulang tanpa kabar,

__ADS_1


Karena bagaimanapun Jihan masih sangat trauma dengan kejadian yang menimpa Abahnya waktu itu, dan Jihan gak mau kalau anak anaknya mengikuti dan mengulanginya lagi


__ADS_2