
Untung pramugari yang El gombali adalah pramugari yang sering terbang bersama keluarganya yang tau juga kelucuan El, kalau sempet pramugari yang lain bisa kena kasus El, hahaha Enggak.juga sih canda gaes
Kini pesawat Jet sudah take off, dan semua teman El sudah anteng dan komat kamit membaca doa dan sholawat untuk berharap keselamatan hingga mendarat nanti
Mereka semua masih berasa mimpi bisa naik pesawat jet pribadi, dan selama ini mereka hanya mimpi dan tau di cerita novel atau Tv Dari para artis papan atas dan juga pemeran novel tuan muda saja
Dan Hari ini detik ini mereka merasakannya dan itu nyata, nyatal dalam novel JODOH DUNIA AKHIRAT ini,
Di jet pribadi El juga tersedia Wifi yang bisa di gunakan untuk mengaktifkan jaringan mereka saat di udara,
Saat terbang beberapa menit sekitar 10 menit, pramugari datang kembali menyapa El dan teman temannya
" Mas El.. Maaf mengganggu sebentar, karena ini tadi pak Irfan dadakan, dan stok makanan juga sedang tidak ada, di tambah perjalanan plg 30 menit sampai, jadi maaf sekali lagi, kami hanya bisa menyediakan minum saja ya, gak ada makanan" ucap Pramugari sopan
" Oh begitu gak apa apa mbak, sebentar lagi juga landing dan nanti kami makan di rumah saja, Udah bilang tadi sama Om Irfan juga" jawab El ramah dan maklum atas apa yang membuat crew nya repot karena perintah dadakan darinya
" Minum Gaes..." ucap El sembari mengambil minum dari nampan yang di bawa pramugari saat ini
Di sana juga tersedia roti saja, bukan nasi atau makanan seperti yang di sajikan saat terbang bersama dengan kedua orang tuanya
Sebenarnya El juga lebih suka pulang dengan bawa mobil sendiri, kalaupun mau pesawat juga lebih suka pesawat umum, karena selain hemat biaya juga banyak temannya
Dan ini karena dadakan dan waktu singkat jadi membuat dirinya menggunakan harta mahal dari abahnya itu
Teman teman El sudah menerima minum dan juga Roti yang di sediakan barusan, mereka juga sebenarnya belum lapar cuman di kasih ya di terima rezeqi gak boleh di tolak
20 Menit berlalu, dan 30 menit dalam penerbangan, Kini Pesawat sudah landing dan mobil kantor dari Zain sudah menunggu di bawah
Ya begitu kalau anak sultan, sekali telfon paket lengkap datang
Mereka semua turun dan mengikuti langkah El yang berjalan bersama petugas kantor abahnya
Semua kembali melongo dengan fasilitas seorang El yang dulu menyamar sebagai laki laki miskin yang tinggal di kos kosan dan kuliah hanya modal beasiswa
Dan ternyata berbanding balik jauh, bainas sama' wa sumur boor, bagaikan langit dan sumur boor jauh jaraknya, sudah sampai di bumi masih masuk dan terjun lagi ke dalam sumur bor yang dalamnya puluhan meter
Ternyata El seorang sultan, sekali berucap paket tersedia,
Semua sudah masuk do mobil alparti bin Alpartono, mobil tersebut langsung mengantar mereke ke Istana milik Jihan dan Zain
Karena besok hari terakhir sebelum puasa, Al juga tidak sekolah dan dia kebetulan berada di rumah, yang mana Ismi tadi juga memberitahunya kalau El akan pulang cuman sebentar
15 menit perjalanan, Mereka sampai di komplek elit tempat Al san El tinggal
Mata teman teman El masih memandangi gedung dan perumahan yang sangat mewah tersebut
Hingga akhirnya mobil yang mereka tumpangi belok dan masuk ke rumah dengan gerbang yang menjulang tinggi
" Alhamdulillah.... Sampai yuk turun" ucap El dengan santai mengajak teman temannya turun
__ADS_1
" Ini Rumah elo Mi?" tanya Dani masih melongo
" Bukan.. Gue gak punya rumah" jawab El santai dan sudah membika seat belt nya
Karena El memang tidak punya rumah, ini rumah abah Uminya, dan mereka juga tidak mengakui kalau itu rumah mereka, mereka kalau di bilang itu titipan kontrakan dari Allah selama hidup di dunia
" Lha terus kita kerumah siapa" Tanya Sahrul polos
" Kontrakan orang tua gue" jawab El bergurau tapi teman temannya tidak faham
" Udah ayo turun ngapain di atas terus" ucap El langsung membuka pintunya dan turun dari mobil
El Juga membuka pintu mobil untuk teman temannya juga, dan mempersilahkan semua temannya untuk turun dan berjalan ikut dengannya
" Kontrakan gede amat ya?" ucap Miftah sambil menatap bangunan yang sangat mewah itu
" Berapa ya sewa sebulannya" tambah Asaad percaya aja pada ucapan El Yang super ngaco itu
" Gratis..." jawab El yang mendengar gumaman mereka
" Udah lah ayo masuk" ajak El melepas sendalnya nya dan menaruhnya pada rak sepatu yang sudah di sediakan
Begitu juga dengan teman temannya yang ikut melepas alas kaki mereka semua
" Beneran ini kontrakan orang tua elo?" tanya Sahrul masih percaya
" Iya Kontrakan Selama hidup di dunia" jawab El dan temannya langsung ber Oh Ria
El masuk kedalam tanpa mengetuk dulu, karena dia tau di dalam kalau nunggu salam harus teriak kenceng biar ada yang bukain
Karena dia males teriak ya sudahangsung masuk aja, toh rumah sendiri juga
" Waalaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh" jawab Al yang ternyata sedang berada di ruang tamu
" Lho... di rumah? Gak ke Kampus?" ucap El kaget dengan keberadaan Al
Al tidak langsung menjawab dan berjabat tangan dengan El, tak lupa El juga mencium tangan abangnya dengan sopan dan takdzim
Walau mereka sering bertengkar dan debat kesopanan juga nomer satu dari keluarga Al Musthofa itu
" Enggak... Gak ada jadwal, BNT juga udah libur" jawab Al ramah dan kemudian menyalami teman teman El
" Silahkan duduk bang, sini duduk sini, silahkan" ucap Al sopan pada teman teman El
" Pulang gak bilang bilang" cibir Al pada adeknya yang susah di hubungi
" Dadakan bang, mau bilang abang takut ganggu, abang ngajar" jawab El apad adanya
" Mending ngubungi yang cepet aja, dan bisa menyediakan semuanya" tambah El lagi
__ADS_1
" Alesan, Orang di chat aja gak pernah bales," jawab Al menyindir dan El cengengesan
" Bentar ya... Saya kebelakang bentar, kalian mau minum apa?" tanya Al ramah pada teman teman El
" Gak usah repot bang" jawab Asaad sungkan
" Eh.. Harus repot dong, Tamu jauh kok," jawab Al menirukan gaya uminya kalau menghadapi tamu yang suka basa basi
Ya begitu jihan masih sering to the poin dengan gaya gurauannya
" Ngobrol dulu ya, panas panas gini Es aja ya, lanjut aja kalian" ucap Al sembari berjalan kebelakang meninggalkan El dan teman temannya
Mereka tersenyum dan mengangguk, lanjut untuk ngobrol ngomongin Al gantian
Biasa, kalau ada orang yang kumpul dan tiba tiba pergi, langsung menjadi bahan omongan iya gak..?? Ayo ngaku! 🤣
" Itu abang Elo Mi?" tanya Dani
" Iya bang Al, kalau gue El biasa di panggil seperti itu saat kecil hingga saat ini" jawab El sambil merogoh ponselnya dari tasnya
" Doa masih kuliah apa dosen kok elo bilang kampus tadi" jeli Sahrul si tukang kepo
" kepo amat loe Rul" elak Miftah
" Gak apa apa lah , Kepo sebagian dari hidup gue" jawab Sahrul ngasal dan membuat mereka tertawa
" Iya dosen sama guru sih di sekolah, pengajar lah" jawab Al menganbil carger ponselny karena ternyata ponselnya mati gara gara habis batrai
" Di kampus mana? di deket sini?" tanya Dani juga penasaran
" Enggak sih, di sana PTIQ" Jawab El sambil menyolokkan cargernya di colokan listrik
" Ada PTIQ juga di sini? " tanya Hafidz
" Ada lah emang di Jakarta aja yang ada" jawab Miftah menonyor Hafidz
" Iya ya, dia anak Qur'an lulusan Kairo ya langsung masuk di PTIQ" saut Dani yang juga anak tafsir
" Tapi Emang Di PTIQ Mana Mi? Kok gak ngajar di sekolah Milik abahmu aja? kan terkenal itu" tambah Dani lagi masih penasaran dan tau juga kalau BNT adalah sekolah favorit
" Ya dia di sana juga" Jawab El santai
" Lha kenapa gak fokus dan gantiin abahmu aja di BNT" tambah Syahrul sok tau
" Elo apa ngatur ngatur, hidup abangnya Azmi kok" Elak Miftah ikut kesal
" Ya dari pada kerja di kampus milik orang kan enakan milik keluarga gak terikat" jawab Sahrul memberi alasan yang cukup masuk akal
" Iya juga sih, itu PTIQ yayasan mana sih Mi?" tanya Dani masih penasaran dan pengen berkunjung malah
__ADS_1
" Yayasan dia sendiri, kampus dia sendiri" jawab El santai dan apa adanya